Jalan-Jalan di Jakarta. Kemane Aje Enaknye?

monas

Sebelum pindah ke Jakarta tahun 2015, saya selalu merasa excited tiap kali terbang ke ibukota. Yah karena status saya saat itu sebagai turis. Pengen main ke pulau seribu, pengen coba kerak kelor, dan so on.

Tapi ketika sudah beneran menetap, tinggal di samping kali ciliwung dan rutinitas kerja berjalan, saya lupa keinginan saya yang dulu-dulu itu. Yang ada tiap weekend, saya bangun siang, males-malesan, lalu sorenya ke mall… sepertinya halnya sebagian orang Jakarta yang telah penat bekerja selama seminggu.

Ada sih kadang weekend /weekday tidak di Jakarta (baca : traveling) namun kebanyakan tentu saja hanya mendap di kos. Saya jadi mikir sebenarnya Jakarta itu bisa jadi gerbang pariwisata Indonesia. Seharusnya banyak hal menarik yang dapat dicoba / dilakukan jika saya mau kembali mengenakan kacamata turis saya. Ini penting nih biar saya gak merasa bosan di Jakarta dan cari alesan buat booking tiket. Apalagi kalau kebetulan ada turis ke sini dan menanyakan rekomendasi tempat wisata. Saya pun lalu bingung juga menjawabnya.

Oleh karena itu, saya mencoba menggali tempat-tempat yang menurut saya cukup menarik yang bisa dilakukan di Jakarta, entah itu buat wisatawan maupun yang sudah puluhan tahun bergumul dengan asap debu ibukota.

Jalan-Jalan di Jakarta Yah Ke Sini Aje Nyak babe Mpok Abang..

1. Kota Tua
Well.. setidaknya bagaimanapun kota tua emang adalah salah satu tempat bersejarah yang dikelilingi banyak museum. Meskipun area ini selalu panas dan ramainya suka bikin penat, tapi setidaknya tempat ini selalu muncul di deretan teratas manakala ada yang bertanya “Ke Jakarta enaknya ke mana yah?”. Kalau udah kepanasan banget (secara kosong gak ada pepohonan buat berlindung), cobain deh ngadem cantik di cafe Batavia.

cafe batavia

Sebenarnya, tempat ini saya rasa kalau dibenahi lagi sebenarnya tentu saja bisa menarik. Sekarang sih sudah ada aturan tidak boleh lagi pedagang asongan berjualan di area yang telah dibatasi. Selain itu, tempat ini juga cocok buat orang yang doyan foto Human Interest atau foto Pre Wedding(eh masih ada gak yah?). Jika naik sepeda onthel udah terasa biasa saja, coba pelototin banyaknya boneka – boneka badut yang bersileweran dan orang-orang yang berbusana aneh mengajak kita berfoto agar mendapatkan uang. Yang paling seru menurut saya adalah menjawab teka-teki kenapa ada orang yang bisa duduk di atas tongkat?

Dari pusat kota tua itu, jangan lupa mampir ke Kali Besar di belakangnya yah. Sekarang sudah dibenahi loh. Kalinya lebih bersih, dibikin tempat duduk, lalu ada beberapa patung yang awalnya aku kira orang beneran loh. Sekilas banyak yang pikir ini kayak Little Amsterdam / Venice. Kalau buat aku sih malah kayak Kota Lama Semarang yang identik dengan bangunan kolonialnya. Kalau menurut ngana?

kali besar

2. Sunda Kelapa

Dari kota tua ini, udah tinggal dikit lagi bisa ke Sunda Kelapa loh. Pelabuhan Sunda Kelapa cukup unik dan menarik sih karena merupakan pelabuhan angkut barang yang datang dan akan pergi ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Semua kapal masih berupa kapal kayu besar semacam pinisi dan parkirnya miring gitu jadi unik banget kalau liatnya. Kalau mau lebih seru, saya saranin naik kapal keliling dengan biaya sewa Rp.100.000 / kapal bisa buat 6-7 orang. Seru juga loh!

sunda kelapa

tur sunda kelapa

3. Monas
Meski sudah sering melihat monumen nasional ini di TV, majalah, dll tentu rasanya beda kalau liat langsung. Sampai sekarang saja saya belum kesempatan untuk naik ke atas monas loh. Cuma baru berfoto ala ala pegang puncak monas dari jarak yang jauh aja. Tempat ini juga cocok loh bagi yang pengen olahraga pagi karena tidak ada kendaraan di sekitar monas.

Tapi sejak akhir bulan Juli kemarin sudah ada penyewaan gratis yakni Gowes. Tinggal download apps Gowes, lalu cari tempat sepedanya dan unlock sendiri pake apps. Bisa pakai berapa lama pun. Ini uji coba selama 3 bulan dulu yah. Jadi jangan sampai gak coba. Lalu kabar terbaru sekarang juga ada peminjaman sepeda gratis yang tinggal tuker dengan KTP. Ohya ada juga penyewaan alat olahraga khusus weekend di pintu timur Monas. Tapi yang ini aku belum nyoba sih hehe

monas

4. Car Free Day
Ngomong-ngomong soal olahraga pagi, jangan lewatkan car free day, satu-satunya kesempatan Anda untuk foto di tengah jalanan ibukota tanpa diserimpet angkot. Jalurnya cukup panjang loh. Dari bundaran HI sampai FX tuh bisa kamu jajali dari pagi-pagi buta hingga jam 11. Selain itu, di ruas ruas jalan, tiba-tiba banyak pedagang yang menjual beraneka macam barang, wah jadi seperti pasar tumpah pokoknya. Jadi kalau motivasi bangun pagi masih kurang, anggap saja ke car free day itu mau belanja jadi pasti lebih semangat 🙂

car free day

5. Rooftop Bar
Jika sehari-hari udah muak terjebak dalam pusaran kemacetan, kali ini rasakan nikmatnya melihat macet dari atas alias nongkrong cantik di Rooftop Bar. Malam di Jakarta itu cantik loh karena lampu-lampu yang berkelap-kelip serta skyline Jakarta itu adalah pemandangan yang membius. Beberapa rekomendasi saya yakni SKYE, Cloud, Artotel dan yang paling happening saat ini adalah Henshin di hotel westin yang paling tinggi seantero jakarta.

henshin resto

6. Free Jakarta Tour
Jakarta sudah punya loh bus dua tingkat ala ala di London. Kabar gembiranya lagi, bus ini GRATIS! sengaja di capital biar semua ngeh ehhe. Rute nya di sekitaran jakarta pusat tapi yang pernah saya ikut (dua kali) yang dari depan Sarinah keliling sekitar ke pusat bisnisnya Jakarta. Yang baru lagi saya nyoba ikut dari Balai Kota jam 11.45 (datang tiap 1 jam) hingga ke Kalijodo.

7. Kalijodo
Nah dulu kalo bilang mau ke Kalijodo, orang – orang udah pasti ngira saya gak bener nih karena daerah itu emang udah jadi rahasia umum sebagai sarang prostitusi dan judi sehingga tempatnya emang nyeremin dan kumuh, mana ada kali persis di sampingnya. Tapi kalau sekarang, sejak digusur tahun 2016 hingga diresmikan pada tanggal 22 Februari 2017, kawasan ini ramai dikunjungi karena berubah total. Kalijodo sekarang sudah seperti tempat wisata dimana pengunjung bisa selfie di dinding berlukiskan mural, bisa liat atau nonton orang main skate park, BMX, in line skate atau sekedar maen sepedaan saja. Kalau malam, daerah ini malah makin ramai karena banyak yang jualan dan banyak aktivitas permainan yang bisa dicoba. Mirip pasar malam dah!

kalijodo

8. Ancol
Siapa bilang Jakarta gak punya pantai? Selain kepulauan seribu, jika kebelet udah pengen mantai, coba ke Ancol deh. Yah emang biasa aja sih, tapi lumayan buat dapetin semilir angin laut sambil minum air kelapa. Bisa juga coba naik ke gondola, atau kalau punya waktu lebih bisa buat main ke Dufan. WARNING! jangan pernah ke Ancol kalo akhir pekan atau hari libur. Antri dan macetnya bisa perasaan pengen main menguap seketika.

ancol

9. Taman Mini Indonesia Indah

Gak bisa / sempat keliling Indonesia? Tenang saja. Bisa kok mulai dari mengunjungi replika Indonesianya yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. Di taman yang luas banget ini, saya rekomendasikan pake sepeda listrik biar tidak lelah dan menghemat waktu. lagian seru banget bisa balapan dengan temen – temen kalau pake motor ini. Seru loh!

keong mas

 

10. Nonton Bioskop Gratis di Institut Francais

Biaya hura-hura di Jakarta itu mahal guys. Sekali nonton bisa 50 ribu, karaoke ruangan kecil juga segitu harganya, nongkrong cantik apalagi. Untung yah ada Institut Francais Indonesia (IFI) yang berbaik hati memberikan kesempatan nonton gratis layaknya di bioskop lalu menamakannya program Cinemacet. Tempatnya juga gak kalah keren. Meski film-nya bukan yang terbaru, tapi bagus-bagus kok film-nya karena sudah dipilihin yang terbaik buat kalian. Ohya, tenang aja tetep ada subtitle bahasa inggris kok yah. Bioskop ini buka hampir tiap hari jam 7 malam. Tidak ada registrasi tapi kalau filmnya bagus, datanglah lebih awal karena kan harus ngantri masuk satu per satu dan kursinya terbatas karena seperti bioskop mini.

11. Mall Touring
Tidak bisa diingkari, mall di jakarta emang jadi oase di tengah panas dan macet ibukota. Berasa kan nikmatnya kalau turun dari gojek tengah siang bolong lalu masuk mall? Ademmmm! Yah gitu deh nggak heran mall bagaimanapun akan lebih rame dari museum. Beberapa mall favorit saya adalah Grand Indonesia, Season City, Sarinah, Thamrin (eh ini termasuk mall gak) dan Central Park. Mall – mall ini saya pilih karena paling dekat dari kosan, makanannya enak-enak serta ada Gramedia. Itu aja. Simpel yah!

mall jakarta

Terus nyampe mall mau ngapain? Biasanya saya selalu ada aja sih kepentingan yang bisa dilakukan di mall. Entah itu ke bank yang ada di mall, belanja ke supermarket, dan refreshing aja. Entah itu ke bioskop, cari makanan, ke gramedia (lagi!), cuci mata liat – liat baju, karaoke dan yang paling saya dan adik saya suka lakukan yaitu main di playground macam Timezone atau yang lebih kerena lagi bisa ke Kidzania, wahana aak yang sekaligus mendidik. Ini juga cuma ada di Jakarta loh alias Pacific Place.  Aktivitas gini doang bisa loh habis setengah harian di mall. Kalau kebetulan udah lama keluar traveling, baik itu ke luar kota atau negeri, bisa kangen juga ama mall di Indonesia yang wah.

12. Museum MACAN

Ada kalanya saya suka sedih lihat nasib museum di Jakarta, atau Indonesia deh pada umumnya. Peminantnya masih jarang, yah termasuk sih saya akui saya juga jarang. Selain tidak mengerti seni, kondisi museum biasanya panas, infonya kurang memadai, rame banget (kalau yang di Kota Tua). Namun emang gak semua sih, saya yakin di Jakarta bakal punya museum keren. Dan Eng Ing Eng akhirnya kesampaian juga, yakni sejak November 2017, sudah ada Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) yang tempatnya luas, bersih, pake AC dan ada instalasi hits, yakni karya si Yayoi Kusama. Ohya instalasinya ganti tiap beberapa bulan. Kemarin yang aku kunjungi cuma ada Mirrored Room sekarang udah ada yang versi kayak polkadot dll. Harga tiketnya juga jadi Rp.100.000. Memang agak kemahalan sih yah, tapi yah daripada harus terbang ke negara aslinya, yah murah jadinya. Hayuk cuss!

yayoi kusama

13. Lapangan Banteng

Salah satu hasil karya Ahok baru selesai lagi dibuka untuk umum yakni Lapangan Banteng. Habis direvitalisasi jadi cakep banget. Sekilas pas dateng, ku langsung teringat ama monumen yang ada di Washington DC gitu. Di sini kebanyakan orang pada olahraga, leyeh-leyeh atau mengabadikan momen kayak aku!

lapangan banteng

14. Main ke Cat Cafe

Pecinta binatang, khususnya kucing, boleh loh main ke Cat Cafe. Tarifnya mulai dari 60ribu buat main-main di dalemnya yah. Kucingnya bersih dan sehat jadi gak ragu mau ndusel-nduselnya.

the-cat-cabin

15. Lihat Planetarium

... tapi demi liatnya antrinya menguji kesabaran banget yah guys. Mana cuma ada akhir pekan pula. Cek betapa gondoknya aku mencoba antri berkali-kali di sini.

planetarium

16. Nongkrong di Cefe-Cafe unik seperti Arborea Cafe dan Cafe Difabel

Jarang-jarang kan nemu hutan di Jakarta? Yang Instagramable pula! Terus bisa pesen es jeruk atau ngopi cantik di tengahnya. Lokasinya ada di Manggala Wananbakti – Kementerian Lingkungan dan buka hanya di hari kerja (jam 7 pagi sampai 19.00). Cek di sini buat review lengkapnya!

arborea cafe

Nah kalau mau cafe unik lainnya, jangan lupa kunjungi cafe yang pekerjanya para difabel (ada yang tuli bisu dan juga tunadaksa) yakni di Sunyi Coffee & Koptul (Kopi Tuli). Mereka seneng banget loh kalau kita ajak ngobrol. Lumayan buat belajar isyarat.

17. Nyobain MRT dan LRT

Ini angkutan umum terbaru dan terkece di Indonesia nih. Apalagi MRT-nya berasanya udah kayak di Singapura deh. Masih bingung gak apa bedanya dua ini? Baca di sini yah.

mrt jakarta

18. Future Park Jakarta

Jakarta lagi punya banyak tempat pameran seni dan tempat buat yang pengen nyari tempat foto kece, salah satunya Future Park di Gandaria City. Bakalan ada hingga 20 Desember 2019. Tempatnya memajang seni digital yang interaktif gitu dengan tema alam seperti binatang, tumbuhan dan lain-lain. Unik juga karena ada ruangan isinya bola-bola gemes.

19. Perpustakaan Kece

Endak salah lagi Jakarta punya perpustakaan yang enggak cuma bikin betah baca, kerja (gratis wifi) tapi juga diminati sebagai tempat foto. Dua yang terbaik adalah Erasmus Huis yang lokasinya di dalam Kedutaan Belanda dan satu lagi Freedom Institute yang ada di Wisma Bakrie 1. Lokasinya cukup deketan jadi bisa library hopping deh. Semuanya gratis nih!

perpustakaan kece di jakarta

perpustakaan umum jakarta

20. Mantai di Kepulauan Seribu

Sebenarnya meski sudah 3 tahun pindah Jakarta, jujur aja aku agak ngeremehin Kepulauan Seribu, secara udah pernah mantai di NTT dan Papua yang jelas aja lah yah pantainya bersih, terumbu karang sehat dan masih jauh dari pencemaran. Tapi setelah ke Pulau Tidung, pas awalnya sampai di dermaganya, ku jadi ngebatin “Leh uga nih”. Terus hingga bersepeda ke Jembatan Cinta, di sana aku liat di dekat pantai dan jembatan, terumbu karangnya gede-gede. Di situ ku merasa malu tak pernah berusaha untuk mengeksplor Kepulaun Seribu.

kepulauan seribu

pulau tidung

21. Kebun Raya Bogor

Masih bingung juga, marilah naek kereta sejam terus nyampe deh di Bogor. Langsung beda suasanya. Lebih selow ritme hidupnya, lebih hijau apalagi kalau ke Kebun Raya Bogor. Apalagi kalau datang pas akhir Juli – Agustus, bisa liat salju dari pohon kapuk heheh. Selain itu favorit aku yah foto ala Palm Springs!

kebun raya

palem kebun raya bogor

22. Kebun Bunga Matahari

Letaknya di BSD sih lumayan ehhe tapi ada semua kafe unik yang punya kebun bunga matahari nih. Cocok buat yang suka berada di outdoor.

arumdalu farm

23. Miss Unicorn Cafe!

Fans Unicorn mana suaranya??? Meski agak jauh hingga ke Cibubur, ku bela-belain ke sana deh karena baru satu ini yang ada ginian. Cafe dua lantai isinya Unicorn dan Litte Pony. OMG too cute to be true. Makanannya pun enak-enak, tanpa pake biaya masuk juga. Jangan lupa sewa bajunya unicorn sekalian yah.

unicorn cafe

Setelah jalan-jalan, jangan lupa habis itu wisata kulineran Betawi yah.

soto-betawi

Selain itu, Jakarta sebagai ibu kota juga punya segudang resto dari berbagai negara. Itu lagi sih jadi poin lebih karena kalau di daerah kan makan minumnya terbatas yah gak sebanyak di sini pilihannya. Jadi puas-puasin deh pokoknya!

Sedangkan aku juga baru tahu kalau di Jakarta mau cari oleh-oleh biasa saranku adalah ke Sarinah atau Thamrin. Tanah Abang terlalu ganas ah buatku meski murah sih. Aku mendingan ke Season City atau Blok M. Ohya kalau nyari barang-barang khas Indonesia seluruh provinsi bisa ke SMESCO loh. Di situ lengkap dan asli khas daerah.

koleksi smesco

Yang punya ide menarik agar weekend di Jakarta jadi lebih berwarna, monggo dikasih saran yah! #jalanyuk

Travel Now or NEVER
39 Responses
  1. si Engkon Ozi

    Len, si Engkong gak tau apa-apa mengenai Jakarta, cuma biasanya cuma numpang lewat doang atau tinggal di Hotel melulu dan Mal Kelapa Gading, dah cuma itu tau nya, nanti kalo kapan ke Jakarta , Len jadi guide nya yah ? mau di banderol berapa tuh ?

  2. Ada banyak tempat wisata di Jakarta. Kalau suka museum, bisa ke Museum Nasional (Museum Gajah) – ini wajib, Museum Prasasti, Museum Joeang 45, Museum Sumpah Pemuda, Museum Proklamasi … masih banyak lagi. Kalau suka baca keterangan yang ada di museum, bakal nyadar kalau semua pergolakan politik yang ada sekarang hanyalah pengulangan dari yang dulu-dulu.

  3. wah, banyak juga ya tempat yang bisa dinikmati di Jakarta, btw Museum Nasional, Museum Bank Mandiri di kota tua dan Galeri Nasional seberang stasiun Gambir kok ga masuk list ya ?

  4. Dulu sewaktu masih menjalankan program menurunkan berat badan, suka ke Taman Suropati tiap hari minggu jam 15.00. Soalnya disana ada latihan musik. Suasananya jadi berasa beda banget. Sekalian olahraga.

    Tapi jangan kepo memperhatikan rumah-rumah kedutaan yang rindang di sekitar taman. Bakal diomelin sama satpam.

  5. Lita

    wuiihhhh kapuk berguguran aja keren banget ya kak. btw itu pohon kapuk ada di sebelah mana kak? kok aku gak pernah nemuin ya kalau ke sana huhuhu

Leave a Reply