Museum Layang Layang Jakarta

museum layang layang

Sanur Village Festival, 2015

Matahari menyengat kulit di tengah siang bolong. Aku paksakan mendongak ke atas. Mata sipitku nyaris tak mampu melawan cahaya yang begitu silau hingga ku pikir aku berhalusinasi. “Ada Ikan Terbang.”

Aku mengucek-ngucek mata. Mungkin aku mulai dehidrasi dan kepanasan selama di Bali. Tapi kali ini aku tidak salah. Gerombolan “ikan” dengan ekornya meliuk-liuk menembus awan. Di sampingnya, seekor cumi-cumi raksasa dengan matanya yang indah balik memelototi aku.

layangan bali

Hari itu ada kehidupan terpampang nyata di langit. Hewan-hewan yang berwujud layang-layang itu berterbangan dalam gelaran Sanur International Kite Festival. Setiap tahunnya, tepatnya di bulan Agustus, langit di Sanur akan begitu semarak sampai-sampai ku pikir macetnya jalanan Bali tidak lebih ramai daripada lalu lintas di atas sana.

layangan bali

Jakarta, 2020

Kenangan akan layang-layang itu kembali melayang-layang di benakku ketika melihat koleksi Museum Layang Layang.

Janggan, salah satu layangan khas Bali yang identik dengan ekornya yang bisa mencapai puluhan meter dan kepala yang unik (biasanya berbentuk naga) sedang bertengger di di museum milik Endang Ernawati. Total mungkin ada ribuan koleksi bu Endang yang dimiliki. Namun yang dapat dilihat cuma ratusan tapi sudah cukup mewakili berbagai jenis layang layang dari negara Asia dan juga berbagai provinsi di Indonesia. Bentuk dan gambar layang layang ini begitu banyak dan random sehingga kadang kala aku seperti gak nyangka ada juga layang layang model rumah, boneka, kuda dll. Ada yang dari bahan kertas, kain hingga dari daun bambu yang merupakan salah satu pemenang di ajang internasional.

layangan

Gak heran yah bu Endang dan tim sudah langganan juara lomba dan sering dapat penghargaan MURI dan lain-lain karena emang kreativitas membuat layang layangnya di luar batas manusia biasa. Kecintaanya pada layang layang inilah yang membuatnya membukakan pintu rumahnya untuk dijadikan museum dan workshop membuat layang layang, keramik, lukisan dll.

museum layang layang jakarta

Tiket 15rb untuk masuk museum yang sudah ada sejak 2003 ini aku rasa murah banget. Mana udah sekaligus bikin layang layang sendiri. Kalau dulu aku tahunya beli doang di warung. Namun rupanya berkat arahan Bang Atep, ternyata bikin layang layang itu simpel. Bahannya pun sederhana : ranting bambu, kertas roti/minyak serta gunting dan lem fox. Sisanya terserah mau digambarin atau ditulis sesuai kreativitas.

Semesta seperti menyambut niat baikku. Hari itu kami diberkahi dengan angin kencang. Jadilah aku bisa lelarian membawa layang layang yang sudah kubikin. Rasanya seperti bocah diberikan mainan baru. Kalau dulu pas kecil, aku sih doyannya main kelereng. Jarang banget main layangan sehingga aku tak benar-benar tahu cara menerbangkannya. Tapi melihat Bang Atep yang lihai mengendalikan layanganku, aku jadi terinspirasi.

Rasa-rasanya beruntung banget masih ada Museum Layang Layang yang menyediakan lahan luas dan bangunan museum bak rumah lawas aja Jogja dengan pendopo dan joglonya. Hanya bersantai di kantinnya atau duduk-duduk rindang di bawah pohon sambil melihat anak-anak bermain layangan saja sudah sangat mewah.

main layang layang

Jika butuh time travel ke masa kecil kurang bahagia, bertandanglah ke sini.

Museum Layang Layang

Alamat : Jl. H. Kamang No.38, RT.8/RW.10, Pd. Labu, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan 12450

Tiket : 15 K (Tua Muda semua umur sama harganya. Sudah termasuk bikin layang layang).

Jam Operasional : Setiap hari 09.00- 16.00 WIB (kecuali tanggal merah/libur nasional).

Travel Now or NEVER
2 Responses
  1. koleksi museum layang-layang yang dipamerkan juga dirotasi beberapa bulan sekali, jadi kalo datang ke sana, mungkin koleksinya bisa berbeda.

Leave a Reply