Mengandrungi Penari Gandrung Banyuwangi

gandrung banyuwangi

Penari Gandrung adalah ikon Banyuwangi. Gandrung sendiri adalah salah satu media dalam mewujudkan rasa syukur kepada Dewi Sri alias Dewi Padi atas anugerah tanah subur dan hasil bumi yang berlimpah ruah. Sebelum zaman kemerdekaan, Gandrung ditarikan oleh para pria. Namun kini, pertunjukan ini didominasi oleh para penari wanita muda.

Salah satu momen paling ditunggu dari Penari Gandrung ini adalah Festival Gandrung Sewu di mana 1.000 penari muda bersama-sama membawakan tari kolosal di pantai. Pagelaran ini adanya di bulan Oktober. Nah daku sempat tuh pertengahan September ke Banyuwangi. Yha endak pas kan timing liat penari Gandrungnya.

Mungkin karena banyak yang senasib ama aku, maka pemerintah Banyuwangi berinisiatif mengadakan festival lain yakni Festival Lembah Ijen yang diadakannya tiap bulan di Taman Gandrung Terakota. Taman ini emang terinspirasi dari Terracotta di China. Makanya enggak heran ada puluhan atau mungkin ratusan patung penari Gandrung menghiasi tiap sudut taman. Mana dipadu dengan sawah-sawah ijo royo gini. Terus juga ada Kiling loh, alat pengusir burung tradisional dari Bambu khas Banyuwangi. Unik~

teraskota banyuwangi

Festival Lembah Ijen ini emang diharapkan bisa sekelas pertunjukan Tari Kecak Bali di mana budaya dan seni menjadi primadona bagi pengunjung. Yang ditampilkan pun adalah kesenian lokal, tidak hanya Gandrung. Jadi rencananya tiap sanggar tari di sekitar Ijen tiap bulan bakal gantian menampilkan kebolehan mereka jadi meski tiap bulan dateng, pertunjukan selalu berbeda gitu.

Nah ketika aku nonton Festival Lembah Ijen yang ke 9, aku disuguhkan dengan Sendratari Meras Gandrung. Dikisahkan bahwa para penari Gandrung yang masih anak-anak jika ingin menjadi penari profesional, maka harus menjalani ritual Meras Gandrung yang tak ubahnya seperti “wisuda” Gandrung sebagai tanda mereka telah piawai dalam menari. Jika dirasa mampu, maka mereka akan dilantik menjadi penari profesional setelah melewati berbagai pergolakan batin dan ujian.

penari gandrung

Setting pertunjukan ini dibuat terbuka dengan elemen bambu yang ciamik. Terus penonton duduk di depannya dibuat dengan dudukan semen bertingkat ala Colloseum namun dikasih bantal biar gak pegel pantatnya. Suka banget konsep open space gini dan berada di luar ruangan sehingga dapat berbaur dengan alam. Pertunjukan pun dibuat sore kira-kira jam 3 gitu sehingga cuaca sudah adem. Pas habisnya pun, sudah mulai sore dan kalau mau sekalian nungguin sunset mungkin OK juga nih.

gandrung

Taman Teraskota ini letaknya persis di kaki gunung Ijen sehingga cocok juga kalau habis selesai trekking liat kawah Ijen, capek-capek istirahat bentar sorenya lihat pertunjukan. Di akhir acara pertunjukan, nanti penari bakal menyelempangkan kainnya ke penonton dan mengajak menari bersama. Wah ini bikin deg-degan aja. Aku sempat diajakin tapi ngeles karena lagi foto buat dokumentasi. Hiya hiya..

Ohya di sini juga ada coffee shop gitu boleh loh buat nongkrong cantik dan juga ada toko oleh-oleh. Jadi gak mesti harus pas pengen liat penari Gandrung baru ke sini yah. Kapan aja pun mampir sini viewnya tetep tjakep.

taman gandrung

Travel Now or NEVER

Leave a Reply