Bandara Banyuwangi Go Green Gak Ada AC!

bandara banyuwangi

Bandara Banyuwangi bikin penasaran daku sejak lama!

Sewaktu sudah dibuka, ada berita berhembus katanya Banyuwangi International Airport ini merupakan bandara pertama di Indonesia yang sudah menggunakan konsep ramah lingkungan. Salah satu penerapannya adalah dengan meminimalisasi penggunaan AC banget. Pokoknya aku dukung banget karena aku tuh orangnya gak tahan AC lama-lama jadi suka sebel kalo di bandara sampai menggigil. Kalau di Bandara Banyuwangi ini enggak.

Penasaran kan?

Nah jadi pas ada kesempatan traveling ke Banyuwangi, aku sengaja pengen lama-lama menghabiskan waktu di bandara. Pas waktu itu naik Citilink direct flight dari Jakarta menuju Banyuwangi. Sewaktu keluar pesawat aja sudah terasa ada yang spesial yakni bangunan bandaranya yang unik. Biasanya beberapa bandara yang kulihat itu agak mirip-mirip terutama di Sumatera kayak Jambi, Belitung, Nias itu mirip banget desainnya mungkin kontraktornya sekalian borongan gitchu.

Nah Banyuwangi ini menarik banget. Yang duluan bikin kagum adalah meskipun mungil, di atasnya kayak ada hijau-hijau semacam lapangan rumput gitu. Langsung adem liatnya. Ohya cuaca di Banyuwangi juga gak panas, adem gitu deh. Makin asik dan mendukung banget dengan desain bandara yang open space gitu.

Sewaktu masuk ke dalam bandara, aku nungguin bagasi sembari ke WC dululah. Seperti biasa ada petugas kebersihan yang standby dan ngarahin WC wanita. Kebersihan juga sangat terjaga dan tentu aja aku milih WC jongkok. Sudah selesai, aku balik ke bagian pengambilan bagasi. Cuma ada dua jalur untuk bagasi sih dan lumayan pendek. Namun karena penumpang sudah nyemuti jalur itu, tak lama koper datang, langsung semua siaga ngambilin.

Aku sih males desak-desakan, mending aku liatin bangunan ini. Tanpa AC beneran loh. Tapi karena langit-langitnya tinggi dan didominasi pake kayu-kayu yang banyak celanya, membuat bandara ini bernapas sehingga sirkulasi udara lancar. Jadinya gak pengap dan panas deh. Aku sampai mendongak ke atas mulu mengagumi arsitektur yang ada.

Pas keluar bandara, emang gak ada antrian taksi kayak Blue Bird karena emang lum ada. Biasanya jalan dikit ke depan, baru deh taksi lokal mulai merayu menawarkan tumpangan.

Pas baliknya, dua hari kemudian, aku tiba di bandara kepagian. Maklumlah sindrom orang Jakarta tuh gak bisa ke bandara mepet-mepet jam. Alhasil aku punya 2 jam buat bengong. Lumayan bisa buat vlog dulu dan inspeksi sana-sini. Aku awalnya mau naik ke lantai 2, tempat hijau-hijau yang udah kutaksir pas pada pandangan pertama. Eh tapi rupanya tutup. Semoga cepat kelar renovasinya biar ketahuan itu bakal dijadiin apa.

Emang sih beberapa area di bandara masih kayak dibagusin tapi so far sudah sedap dipandang mata. Banyak area hijau di sela-sela bandara bikin adem. Terus di depan bandara persis, itu ada sawah lengkap dengan alat pengusir burung tradisional bernama Kiling yang terbuat dari bambu.

go green airport

Selepas check-in, aku amati di dalam bandara fasilitas sudah mumpuni juga. Ada beberapa restoran dan tempat jualan oleh-oleh. Giliran masuk ke dalam ruang tunggu, wah baru akhirnya aku ngeliat ada alat pendingin ruangan yang berdiri gitu. AC ini dibikin di beberapa tempat seperti pojokan dan tengah. Memang cuma ada satu ruang tunggu dengan dua pintu keberangkatan. Kurasa karena area ini harus clear dan hanya didedikasikan ke penumpang plus untuk alasan keamanan, jadinya ruangan ini harus tertutup yang mengakibatkan mau tak mau jadi pake AC which is menurutku masih makes sense.

Toh cuma satu ruangan ini yang pakai AC sisanya enggak ada. Mantap banget!

bandara blimbingsari

Mana lagi bandara favorit kalian di Indonesia?

Travel Now or NEVER

Leave a Reply