Masuk Mall Harus Scan dan Isi Form

central park mall

Jujur aja aku lumayan excited menyambut the new normal karena…aku mulai gila di kosan. Terakhir aku sampai sulit tidur dan seharian crancky. Keknya terkurung dalam suatu tempat selama berbulan-bulan itu punya efek buruk ke psikologis.

Tapi tetep sih aku tahu banget kalau emang sebaiknya tetap di kosan saja sebisa mungkin. Namun please sekali ini aja aku egois, aku ingin keluar sebentar saja buat masuk dan menikmati mall. Apalagi ketika 15 Juni ini, seluruh mall di Jakarta sudah beroperasi 50% yang artinya supermarket, toko-toko, yang jual makanan, foodcourt, resto beroperasi. Namun kayak bioskop, permainan anak dll masih tutup.

Kebetulan juga emang ada hal yang harus aku urus di luar jadi bolehlah yah sekalian relaks bentar di mall sambil melihat gimana kesiapan mall untuk protokol kesehatan semasa Covid-19 ini. Tujuan pertama yang aku incar adalah nyobain naik taksi online Grab Protect ke Central Park dan Senayan City. Boleh dibilang dua mall wahid ini cukup siap dan banyak prosedur yang harus dilakukan bagi pengunjung kayak harus pakai masker, cek suhu, pembayaran cashless, tidak desak-desakan, pengunjungnya lebih ngerti ngantri jaga jarak dan lift-nya pun udah pakai contactless gitu untuk meminimalisir transmisi virus.

Sebelum masuk mall, pengunjung isi form dulu melalui scan QR. Ini untuk mendata berapa banyak pengunjung karena mall membatasi maksimum 50% aja dari kapasitasnya atau hari biasanya. Contohnya kata satpam di Sency biasa per hari itu ada 6ribu orang nah di kala new normal ini hanya bisa buat 3ribu orang aja. Selain itu juga kalau misalnya nanti ada yang (amit-amit) kena Corona, maka bisa di-track dan langsung jadi ODP dah.

Berikut langkah-langkahnya yah biar gak bingung :

Secara simpel tahapannya begini :

  1. Download QR Code Reader di playstore. Gratis kok.
  2. Scan barcode yang ada di pintu masuk.
  3. Klik link yang ada. Linknya kayak huruf gak jelas panjang banget tapi yah udah klik aja habis itu akan masuk ke form.
  4. Isi nama, no hp dan jumlah pengunjung. Itu yang utama sih. Sisanya kek email opsional aja.
  5. Kalau datang berdua bisa pake 1 HP aja habis itu isi pengunjung 2 jadi temenmu gak usah lagi scan.
  6. Setelah itu tar ada notif sukses baru deh antri masuk. Jaga jarak yah.

Emang awalnya ribet sih untungnya di pintu masuk banyak satpam dan staf mall yang membantu karena semua kan pada kelabakan gak ngerti harus begini.

Setelah itu sudah deh bisa nge-mall. Di dalam mall pun ada beberapa hal yang baru kujumpai. Di Central Park misalnya, ada vending machine khusus masker dan hand sanitizer. Ini proyek kolaborasi dengan kitabisa.com. Jadilah aku coba dan beli masker 10ribu yang dua lapis gitu. Lucu! Moga vending machine ini bisa diperbanyak di mana-mana.

vending machine

Kalau di Senayan City yang unik adalah mereka punya UV Sterilizer khusus sendok garpu sehingga pas makan di food courtnya jadi berasa aman terus. Tapi aku pribadi masih ngebawa sendok garpu sendiri sih.

sency

Kalau ditanya mana mall favoritku di antara dua itu, maka aku pilih Central Park soalnya lahan terbuka semacam taman yang luas dan dalam mall. Ada kolam ikannya juga jadi menurutku ada sirkulasi udara yang baik kalau in case parno dalam AC mall terus yah kan. Selain itu, bisa mampir ke Neo Soho dan keliling muter mall yang gede banget ampe pegel. Terus fasilitas juga banyak kayak bank, salon, dll semua lengkap…asal ada duit.

Yeay akhirnya keinginan mall-ku tercapai juga. Memang sih kalau tidak ada kepentingan banget masih harus ngerem untuk ke mall. Semoga kita selalu sehat dan menjaga protokol kesehatan sesuai adaptasi baru ini yah.

Stay Healthy!

mall buka di jakarta

Travel Now or NEVER
2 Responses

Leave a Reply