Sylvia Hotel Labuan Bajo Gratis Main Kano

hotel labuan bajo

Pas tahu akan ke Labuan Bajo, aku langsung berharap dapat nginap di Ayana, salah satu hotel Labuan Bajo tempat temannku honeymoon. Mewah dan viewnya langsung lepas pantai Waecicu. Namun apa daya aku cuma bisa berharap, tapi yang bayarlah yang nentuin. Syukurnya, doaku gak jauh melenceng. View yang aku dapatkan sama seperti di Ayana, hanya saja Hotel Labuan Bajo yang didapatkan bernama Sylvia Resort.

Emang sih hotel di Labuan Bajo itu udah mulai banyak dan persaingan cukup sengit. Yang menawarkan view-view IGable pasti banyak, tapi tentu saja dengan harga yang membuat tercengang. Nah Sylvia Resort ini tipikal yang yah.. beach resort sederhana yang diapit oleh Ayana dan Plataran. Modelnya kayak rumah gitu dan di depan ada halaman pekarangan pohon mangga yang lagi pada berbuah. Ada juga yang tipe langsung tepi pantai atau model bungalow gitu. Kamarnya luas, tipikal model hotel lama gitu. Namun semuanya lengkap, nyaman dan aku bisa tidur pules, secara kecapekan karena beraktivitas seharian. Dua malam di sini, tiap check-in itu udah jam 11 malem, jadi niscaya aku cuma butuh kamar yang nyaman buat bobok dan toilet buat berak (alhamdulilah bisa eek dengan nyaman banget!).

Hotel sylvia komodo

hotel sylvia

Tapi karena masih gregetan dengan katanya orang lokal “Ayana di samping Sylvia kok”, maka aku dan temen-temen sempat bangun subuh sambil coba liat sunrise. Kami juga nanya abang-abang uang lagi bersih-bersih Ayana di sebelah mananya, karena mang tiap pulang tuh pasti ngelewatin Ayana. Si abang pun memberikan instruksi untuk ikut aja terus jalan setapak di samping hotel. Kami pun mulai berjalan. Di samping kanan, pantainya tenang dan kami pun sampai di suatu dermaga kapal. Di seberang, ada bukit menonjol. Aku mulai mikir ini kok gak keliatan bakal sampai ke Ayana. Kalau dipikir-pikir jarak Ayana ke Sylvia naik mobil aja adalah lebih dari 5 menit dengan jalan kelok-kelok. Aku ragu deh apalagi mulai dikerubungi nyamuk. Hihhhhh!

Alhasil, kami balik badan balik ke Sylvia dan breakfast ajalah. Eh rupanya breakfast di sini jam 7 mulainya jadi aku dan teman-teman jompoku yang selalu makan pagi ini selalu nungguin di depan pantai biar jadi orang pertama yang breakfast. Untuk skala hotel di daerah, teman-temanku terkesan banget ama cake / roti / muffin gitu yang katanya enak banget. Kalau aku gak sempat coba, karena sudah terpikat sama nasi gorengnya. Sisanya yah lauk standar ayam ikan ada soto juga. Tidak banyak pilihan sih tapi cukup mengenyangkan sambil duduk di pojokan liatin pool dan pantai. Breakfast with view, indeed!

Di hari terakhir, sewaktu ada waktu luang sembari nunggu flight siang, aku dan teman-teman duduk santai di pantai. Entah kesambet apa tiba-tiba kami memutuskan naik kano. Pantai di sini tuh tenang banget dan ada dermaga kecil gitu. Di depan kami ada beberapa phinisi yang sedang nangkring. Sedang di ujung kanan sono, yah belum pernah kami telusuri rupanya resort Plataran. Lah jauh-jauh nyari Ayana rupanya Plataran lebih dekat. Nyesal pula baru tahu pas pulangnya huhuh.

Namun bermain kano itu sungguhlah sebuah berkat karena tanpa diduga-duga, gak jauh mengayuh, aku melihat aneka rupa terumbu karang. Dalamnya mungkin cuma setengah meter, tapi di bawah sana ada ikan nemo, bintang laut dan bahkan karang otak raksasa. Aku sampai terpukau. Kemarin kami seharian live on board justru gak sempat snorkeling. Hanya nyemplung buat liat Manta Rays. Oleh Tuhan, gantinya kami dikasih liat keindahan bawah laut Labuan Bajo justru di Sylvia Resort ini. Gak pake ribet harus pake alat dll. Gak perlu basah-basahan cukup melihat dari atas kano.

sylvia resort

karang otak

Wihhhh karena merasa menemukan harta karun, aku pun ngasih tahu kek yang lainnya dan gantian kami naik kano dan melihat terumbu karang. Bahkan bagi yang pernah naik kano pun, mudah banget menavigasikan perahu karet ini soalnya airnya tenang gak ada ombak sehingga gak perlu keluar tenaga banyak buat kayuh. Hitung-hitung jadinya olahraga pagi nih. Kalau yang gak bisa renang dan takut, bisa pake life vest yang tersedia di depan tempat breakfast. Kano dan alatnya ini nangkring selalu di pantai jadi bisa diakses kapanpun. Tapi inget ga ada beach boy alias penjaga yah jadi hati-hati dan jangan mengayuh hingga ke tengah. Tar ada nampak balon hitam ngambang, keknya itu batasnya biar jangan terlalu ke tengah.

Hari terakhir di Sylvia Resort ini jadi penutup manis untuk pengalamnku nginap di Hotel Labuan Bajo. Aku gak jadi nyesel deh gak dapat Ayana atau Plataran, karena Sylvia Resort saja udah cukup banget buatku. Hemat pula~

Hotel Labuan Bajo : Sylvia Resort

Rate : sekitar 500rban doang. Bandingkan dengan Ayana yang pastinya di atas 3 jeti. Mending aku milih yang biasa aja tapi ada aktivitas dan pemandangan yang indah juga lah.

Ada rekomendasi hotel labuan bajo yang lainnya? Please share~

Travel Now or NEVER

Leave a Reply