Pusing & Mualnya Kena Vertigo! Ini obatnya!

dom tower utrecht

Dulu 5 tahun lalu pertama kalinya seumur hidup kena Vertigo. Kala itu kondisinya genting banget karena aku ada kerjaan dan harus berangkat ke Belanda.. Begini ceritanya

H-1
Malamnya agak puyeng. Ah pasti karena kecapekan karena kemarinnya saya barusan nge-trip ke Gili Trawangan 3 hari juga. Dibawa bobo aja..besok pasti udah agak enakan.

Hari H
Pas bangun…duniaku berputar. Gejala ini persis sama dengan seminggu kemarin. Mungkin karena kebanyakan piknik dua bulan ini saya jadi rada kecapekan. Karena minggu kemarin sukses menghilangkan rasa puyeng dengan kopi susu, maka kali inipun saya berniat sama. Meluncurlah saya sempoyongan ke minimarket sejuta umat dan beli kopi panas Rp.3.000 saja. Secara saya nggak minum kopi dan gak tahu bikinnya, saya minta tolong #manja ke mas-masnya buat dibikinin, diseduhin, tuangkan dalam cup buat takeaway, tapi nggak diminumin sekalian yah :p

Sesudah balik kos dan minum kopi layaknya minum obat, saya baring lagi karena hari masih pagi dan penerbangan saya malam jam 6. Bisa deh tidur-tidur ayam. Tapi naas, ayamnya gak mau tidur. Kepala makin muter. Saya pun keluar lagi, kali ini ke warung depan gang merelakan diri menegak panadol merah. Ternyata nggak ada efek sama sekali. Ya ampun biasanya seumur-umur sakit di kepala cukup dikasih Panadol Biru udah Greng! dan rasanya pun sangat beda. Tidak ada rasa sakit kayak kepala dijedotin cuma rasa dunia berputer bikin mules dan susah jalan lurus. Mual!

Kurang dari 8 jam
Saya was-was. Udah pukul 10 dan saya tidak ada gejala membaik. Saya belum makan pagi dan makin lemes apalagi setelah BAB perut kosong, kepala kosong. Saya sudah mengabari rekan perjalanan kondisi saya dan mulai memikirkan opsi ke dokter..tapi kok tanggung waktunya yah?
Tapi saya sadar sih saya harus mencari pengobatan, selain takut saya gak kuat dan pingsan. Di kos karena long weekend mana gak ada orang pulang. Duhhh!

Entah kenapa tiba-tiba saya terlintas pengen langsung ke bandara dan ngobat di sana. Saya pun googling dan memang bener ada Klinik Sentra Medika yang masih berada di satu komplek bandara. Mumpung masih sadar saya langsung telp bagian informasi bandara dan menanyakan seputar fasilitas klinik dan kesehatan. Si mas-mas dengan ramah menyatakan benar ada klinik tersebut dan di tiap arrival dan departure hall juga ada ruang kesehatan dan terbuka untuk umum. Wih saya langsung lega.

Saya pun beres-beres, pake baju, pesen Grabcar dan geret koper menuju bandara. Untungnya mas grabcar baik hati mau stop bentar buat beli nasi padang dulu yang saya makan di sepanjang jalan menuju bandara.

Kurang dari 7 jam
Saya tiba masih kleyengan di Terminal 2. Sepertinya nasi padang ayam panggang sedikit memberikan kekuatan untuk berjalan. Lalu sampai di sini saya bingung. Setau saya fasilitas klinik biasanya yang pernah saya liat adanya di kedatangan, bukan keberangkatan. Sedangkan checkin time saya masih lama. Saya sempat tanya ke bagian informasi, tapi dilempar jauh ke terminal ujung. Untunglah ditengah keruwetan, saya berjumpa dengan mbak-mbak CS berkaos ketat oranye dan saya minta tolong dianterin ke UKS, klinik, atau apapun itu namanya.

Si mbak-mbak begitu melihat saya yang sudah pucat, langsung mengiyakan sambil meminta saya duduk dulu sambil dia memanggil rekannya. Saya pun yang udah sempoyongan cuma manut menunggu. 5 menit…10 menit.. mana nih mbaknya.. saya cemas saya udah dilupakan. Lalu tak lama datanglah mas-mas ganteng berjaket uniform ijo (kalau gak salah tulisannya pengawas airport gitu) sambil membawa trolley.
Mas ganteng (M) : Pagi bu, ibu sakit?
Saya (S) : Menurut ngana???? uhuk tapi karena takut ditelantarin saya cuma pasrah bilang iya.
M : mau saya antar ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)?
S : ((oh itu nama UKS di sini)) mau mas..bawa aku..bawa!!
M : ibu masih kuat jalan?
S : Pengennya sih jawab nggak biar dianterin pake mobil golf itu loh tapi pura pura kuat aja deh. Kalau pingsan dia yang tanggung jawab!!

Kurang dari 6 jam
Bersama dengan si M yang bawaiin tas dan bagasi saya (bagai porter keren) kami menyusuri daerah terlarang terminal 2 karena saya belum check-in tapi saya bisa leluasa masuk ke kedatangan karena bersama si M. Jalannya cukup jauh juga muter-muter karena kami kan melawan arus dan lewat tempat yang kadang semestinya nggak ada penumpang boleh lewat. Sampai di salah satu KKP, staffnya malah sholat jumat. Hufftt!! lanjut lagi muter akhirnya… kami ketemu satu KKP entah di terminal kedatangan berapa, dan syukurlah dokternya wanita. Saya langsung diperiksa dan divonis Vertigo. Wiihhh saya baru sekali ini kejangkit penyakit ini. Seumur-umur belum pernah. Kata si dokter kalo vertigo yang penting jangan sampai kelaperan dan kurang tidur. Hm…Baiklah.

kesehatan-bandara

Kurang dari 5 jam
Di KKP yang besarnya 2x kamar kos saya itu, ada ibu-ibu habis umroh yang vertigonya lebih parah. Gak bisa lihat cahaya, harus merem terus, kadang suka nanggis2 sendiri, tapi ke WC puluhan kali. Katanya biar cepet sembuh ngono. Jadi hanya ada 2 pasien, termasuk saya saat itu. Setelah mencatat no tiket saya, saya pun diberikan obat vertigo dan disuruh tidur. Si M pun dengan lega menyerahkan saya di tangan yang telah berpengalaman.

Kurang dari 4 jam
Saya belum bisa tidur lelap karena aktifitas di KKP yang bikin selalu terjaga. Si M tiba-tiba datang dan menanyakan kabar. Duileh baiknya. Makin ganteng deh apalagi dia menawarkan saya untuk membelikan makan siang. Saya pun memberikan uang dan menyerahkan makan siangku padanya. Tak lama dia kembali dengan nasi, ayam cabe, kangkung, kentang udang balado. Wih apa dia lupa saya lagi gak napsu makan? Akhirnya saya kasih porsi kangkung sepiring itu ke mbak penjaga KKP. Mereka seneng deh. Si ibu vertigo mungkin sudah 5x lebih bolak balik WC dan harus ditemani karena dia merem doang. Saya pun lanjut tidurrr….

RS-Bandara

Kurang dari 2 jam
Setelah dirasa sudah baikan, saya pun bersiap-siap harus terbang karena rekan perjalanan sudah tiba. Si M pun datang kembali menjemput saya. Rupanya di sini fasilitas berbayar jadinya saya harus merogoh 200 ribu untuk sesi bed rest dan obat. Saya juga dikasi kuitansi yang warna ijo terus distempel gitu doang sebagai bukti pembayaran. Sebelumnya saya liat ibu hamil tua juga mengecek ke sini sebelum terbang ke Australia dan bayar 100 ribu. Sepertinya sih tak ada tarif resmi. Si M juga sempat tanya ke saya rupanya di KKP itu bayar yah. Mungkin dia jadi gak enak hati sama saya. Lalu saya pun diantar ke kedatangan dan berjumpalah rekan perjalanan saya dan si M. Loh!! Si M masih tetep ngintil saya sampai kenalan juga sama temen temen. Bahkan (masih) dengan dorongin trolley saya dia temani sampai ke check-in. Aduh saya takut dia ngikut terus dan gak mau pulang (halah!) lalu saya pun pamitan dan menjabat tangannya.

Ketika dia membalikkan badan dan berlalu…
Ups! Saya lupa kasih tips! Semoga senyum terkahirnya itu bukan senyum kekecewaan.

Jadi, kepada si M di mana pun Anda berada, siapa pun nama Anda, saya mungkin lupa mengucapkan rasa terima kasih yang sepadan dengan perhatian Anda. Namun saya tidak akan lupa bagaimana jadinya kalau saya sakit di bandara dan tidak bertemu dengan Anda. Ceileh….udah macam postingan cinta aja nih!

Tertanda,
Pasien / Klien yang terpuaskan dengan jasamu.

sakit-di-bandara
Hari ini, 5 Mei 2021,

Aku terbangun dari tidur yang kurang lelap. Semalam aku kurang cepat tertidur dan sepertinya terbangun di tengah malam dan menyangka hari sudah pagi, padahal belum. Mau tak mau aku pun berusaha tidur kembali. Hasilnya pagi ini aku bangun tidak sesegar biasanya. Kepalaku terasa kliyengan. Tapi aku paksakan bangun setelah ngecek HP lama di kasur. Aku pun mengenakan sepatu dan langsung jogging, seperti kebiasaanku. Tidak lama memang karena pagi itu udah mulai panas karena aku telat.

Setelahnya aku menjalankan rutinitas seperti biasa. Rasa kliyeng itu perlahan surut, hingga siangnya muncul kembali. Setelah BAB, aku cepat-cepat makan siang karena kupikir mungkin kurang makan. Terus minum yang banyak karena belakangan cuaca memang sumuk banget. Mungkin karena itu aku pusing. Tapi tunggu punya tunggu rasa kliyeng itu makin mendera dan duniaku berputar. Aku sadar aku gak bisa jalan lurus. Aku sempoyongan dan kadang mepet ke tembok atau nabrak sesuatu. Aku juga tadi tak dapat makan banyak, hanya nasi sedikit dan tahu tempe karena tak ada napsu makan.

Okay ini sudah parah. Apalagi hari ini aku haid, combo jadinya. Aku sudah minum obat penambah darah dari pagi karena awalnya kupikir kurang darah. Tapi masih gak ngefek dan malah makin pusing mual. Aku langsung teringat Vertigo 5 tahun lalu. This is it! Vertigo ini datang kembali. Aku pun membongkar kotak obat dan mencari obatnya, namun telah tiada karena aku ingat udah pada expired. Aku pun buru-buru buka Halodoc karena feelingku sudah tak enak dan kepalaku makin berat. Tak bisa banyak mikir dan riset, aku pilih aja obat paling murah, dengan memasukkan kata kunci penyakit di kolom pencarian. Otomatis keluar beberapa opsi. Aku pilih yang generik murah meriah yaitu Betahistine Mesylate 6mg 10 tablet (10rban). Sedangkan kalau dulu aku dikasih Histigo tapi saat itu aku beneran lupa.

Dahlah yang penting aku pesen aja. Untungnya dapet driver telaten dan gesit sehingga sebelum aku tumbang, udah dianter dan aku sempat ambil. Begitu balik ke kamar, aku langsung minum satu pil dan minum air. Namun apesnya, mualku sedari tadi sudah tak tertahankan. Aku langsung ke WC karena tahu bakal mengeluarkan isi perut.

HOEEEKKKKKKK~~~

Cairan kental bercampur lendir dan potongan tahu yang sudah lebur muncrat ke toilet dudukku.

Aku lemas terduduk di samping toilet. Tapi masih ada dorongan dahsyat sekali lagi dari perutku.

HOEEWWWWkkkkkk!!!

Sekali lagi, cairan itu semua keluar terjatuh dari mulutku yang megap-megap. Dapat kurasakan jantungku berdegup kencang sekali. Rasanya seperti seluruh aliran darahku melesat begitu cepat ke otak, ke perut dan tiba-tiba, ada satu sensasi yang kurasakan. Kepalaku lebih ringan.

Aneh memang setelah isi lambungku kosong dan aku menyekan liur yang berceceran di bibirku, aku baru bisa menghela nafas kuat-kuat. Meski dunia masih goyang, namun emang sudah tak separah sebelumnya. Tapi aku belum berani menggerakkan badan dan kepalaku. Masih kutatapi saja muntahan putih bercampur segala jenis bakteri di toilet itu. Tak enak dilihat aku pun menyiramnya jauh – jauh.

Setelah menenangkan diri dan meredakan gemeter di seluruh badan, aku bangkit berdiri dan tergopoh-gopoh terbaring duduk di ranjang. Aku sempatkan minum seteguk dua teguk air agar lambungku tidak terlalu ngambek. Arghh obat itu pasti sudah keluar bersamaan dengan muntah itu. Apakah aku harus meminumnya lagi?

Aku ragu tapi memutuskan tidak usah karena rasa berputar yang memabukkan itu mereda. Aku putuskan mematikan semua lampu dan istirahat. HP aku jauhkan. Emosi aku atur sebaik mungkin agar selalu berpikir positif. Tentu mudah sekali rasanya untuk menangisi keadaan saat ini, tapi aku tak mau. Aku harus kuat dan aku harus baik-baik saja meski pikiran kalut. Apakah aku keracunan makanan? apakah aku kena covid?

Di kondisi saat ini yang terbaik memang memjamkan mata lalu tidur. Pikiran negatif pun otomatif teredam sendirinya. Meski aku tipikal gak bisa tidur siang, namun enak juga rasanya mengistirahatkan tubuh. Terkadang beberapa menit aku masih terjaga dan mencoba membuka mata. Oh masih sedikit pusing, lalu istirahat lagi. Begitu seterusnya hingga mungkin hampir 2 jam aku berbaring. Aku sadar harus segera bangun dan beli makan karena semua isi perutku udah kosong dari siang dan itu juga gak bagus buat penyembuhan. Aku butuh nutrisi dan minum selalu aku paksain yang banyak sebagai pengganti yang sudah aku keluarkan.

Syukurnya setelah istirahat itu, aku udah mulai bisa duduk meski belum terlalu banyak gerakin kepala. Begitu pun sorenya aku bisa ke luar beli siomay bentar. Senangnya bisa jalan kaki tanpa kliyengan lagi. Semoga vertigo kali ini bisa pulih tanpa nelen obat.

Mungkin aku cuma butuh istirahat saja. Udah ah aku mo lanjut bobo dulu. Moga esok pagi aku sembuh total yah. Doakan~~

Ada yang pernah kena vertigo?

**

****

Beli obat, vitamin / suplemen murah bisa di shopee ini yah

****

NEXT : Review kelebihan kekurangan Halodoc

**

Review obat Dulcolax peluru yang katanya manjur buat lancarin BAB. Mantul gak yah?

**

NEXT : Kalau hidung mampet / pas covid ga bisa nyium bau, coba pake sterimar nasal spray.

sama pake Air Purifier buat bersihin udara

NEXT : Nginap di hutan untuk ketemu Orang Rimba

Travel Now or NEVER

Leave a Reply