Karyawan Difabel di Burger King Bali

karyawan difabel

Berawal dari viralnya thread tentang cafe difabel yang ada di Jakarta, aku jadi dapet banyak info tentang resto lainnya yang punya karyawan difabel.

Salah satunya, aku dibilangin di Seminyak itu ada Burger King.

Jadilah pas ada kesempatan ke Bali, pertama kali yang ku lakukan pas lagi senggang adalah meluncur ke sunset road untuk melihat Burger King yang spesial ini. Dari luar aja aku langsung tahu ini Burger King yang kucari karena dari jendela resto aja sudah terpampang gambar sign language.

burger king bali

sign language

Pas masuk ke dalam, juga ada poster yang memberitahukan cara simpel untuk bilang terima kasih, tidak, iya, dll. Yang paling terlihat berbeda tentu saja ketika berjalan ke arah karyawannya, beberapa tidak mengucapkan “Selamat datang” seperti biasanya, namun ada yang berinisiatif mengangkat tangan seolah ingin menarik perhatianku. Ketika mendekat ke kasir itu, pegawai berkebutuhan khusus akan menunjukkan kertas pengumuman yang bertuliskan “Hi,I’m Deaf” biar orang pada ngeh dan bisa langsung menunjuk menu di kertas jika ingin memesan.

burger king karyawan difabel

difabel resto

burger king difabel

Seperti contohnya Shita, seorang karyawan difabel yang aku ajak berkomunikasi pakai bahasa isyarat seadanya. Ia sepertinya kagum aku bisa memperkenalkan diri dan mengeja namaku dalam bahasa isyarat. Lum tahu aja dia aku udah latihan beberapa kali sebelum pamer wkwkw.

Ada juga mas satu lagi yang senyumnya selalu sumringah dan tampak sangat senang melayani para tamu. Ketika seorang bapak gojek datang dan langsung menghampirinya, mereka melakukan tos alias high five seperti layaknya perjumpaan dua sahabat. Dalam diam, mereka berkomunikasi lewat tatapan mata, sebuah senyum, dan tentu saja HP ketika bapak gojek memberikan orderan yang harus dipesannya.

cafe difabel

Tidak ada satu pun karyawan difabel di sini yang tampak merasa canggung atau kesulitan dalam bekerja. Meskipun begitu, tetap ada paling tidak satu orang karyawan yang tak berkebutuhan khusus yang berjaga bersama mereka. Just in case you know. Tapi sepenglihatanku, karyawan normal ini kebanyakan hanya dibutuhkan ketika karyawan difabel tak mampu memanggil nomor antrian makanan yang sudah siap dihidangkan. Biasa kan habis bayar para pelanggan ini balik ke tempat duduknya terus mager terus lupa. Makanan udah jadi mereka masih saja asik di kursinya. Nah Shita ini sebenarnya bisa mengeluarkan suara namun tidak terlalu besar dan mungkin tidak terlalu jelas artikulasinya di telinga kita. Oleh karena itu, temannya yang normal inilah yang akan berteriak memanggil.

Team work yang cerdas yah.

Dengan hadirnya Shita dan kawan-kawan lain, membuat pegawai normal yang ada di Burger King ini pun juga mau tak mau bisa sign language.

Awalnya, Burger King ini adanya di bandara. Namun sejak pindah ke lokasi baru ini, pegawainya pun bertambah. Total karyawan difabel sekarang sekitar 70% dari seluruh pegawai atau sekitar 33 orang bisu atau tuli yang kesemuanya adalah putera-puteri asli Bali. Seperti layaknya karyawan normal, mereka juga dituntut bisa mengerjakan semua hal alias sistemnya di rotate.

Shita contohnya, kadang di kasir, kadang di kitchen, kadang dia nyapu-nyapu dan membersihkan meja yang ditinggalkan sampah oleh para pelanggan.

karyawan difabel

Pokoknya semua karyawan di sini dianggap setara. Sungguh bahagia melihat mereka. Terlebih pas ada pelanggan bule dan arab yang juga menggunakan sign language makan di sini. Pasti mereka kagum karena sepertinya ini satu-satunya di dunia. Semoga makin banyak outlet Burger King dan yang lainnya yang menyusul memberikan kesempatan seluas-luasnya pada saudara-saudari kita yang luar biasa ini.

Burger King Seminyak

Alamat : Jl. Sunset Road no 88-89 Seminyak, Bali. (Pas di persimpangan lampu merah).

Jam Buka : 24 jam

burger king seminyak

Travel Now or NEVER
4 Responses
  1. Bara Anggara

    cakep nih cafenya, memanusiakan manusia tanpa membeda-bedakan.. semoga makin banyak cafe dengan konsep kaya gini..

    anyway, asik bgt sih jalan2 ke Bali..

    -Traveler Paruh Waktu

  2. Anne Boehler

    Hi Lenny! We often follow your blog and are still waiting for some English posts:) but this time we can understand through signing! We have a couple of deaf friends and will share your post! It is so important for them to know that throughout the world the deaf community is more integrated and for us to be more sensitive to their differences. Well done Lenny?

    1. Lenny Lim

      Hi Anne thank you so much. Uppss I forgot to write post in English lol

      Wow thank you so much. I also feel very happy to see the deaf community in Bali and people come and use sign languange. Hope it will influence other brands to start hire more deaf or disable person 🙂

Leave a Reply