Si Gunung Karang Purba di Majalengka

gunung karang majalengka

Pas tahu ke Majalengka bakal ada destinasi Gunung Karang, hm aku udah panik sendiri.

HAHHAH yang tahu aku, pasti ngerti kenapa. Karena aku wis jompo. Ke curug sempong aja naik turun nyawa tinggal seperampat, itu pun masih dibantu naiknya ransel dibawain dan nebeng naik motor bentar.

Ini beneran naik gunung?? Not on my bucket list!

Tapi karena udah tuntutan pekerjaan, OK lah dijalani aja. Perjalanan menuju Gunung Karang sudah mulus beraspal cuma ada penanjakan curam yang patah gitu (sampingnya jurang) hingga aku ama temen-temen kudu turun dari mobil biar kuat nanjak. Namun karena sepanjang berkendara menuju selatan Majalengka ini lanskap-nya kebanyakan hijau dan udara segar, maka kami nikmati saja sambil HAHAHIHI terus.

Gunung Karang ini tak seperti gunung pada umumnya karena terbentuk dari puing-puing batu meteor yang berserakan. Konon, 4 juta tahun lalu, sebuah meteor menghantam lokasi ini dan membuat pecahan meteor itu terlempar tak tentu arah dan bentuk di tempat yang kemudian dinamakan Gunung Karang ini. Beberapa pecahan batu meteor tersebut ada juga yang membentuk goa. Bukan goa kayak yang kita kenal tapi lebih ke tumpukan batu raksasa saling tumpang tindih sehingga terciptalah lubang raksasa. Diperkirakan ada puluhan goa macam ini, namun tak ada satupun yang sempat aku masuki karena katanya gelap dan kudu trekking lebih jauh lagi. Ok fix endak usah.

Anyway, mungkin lebih cocok ini disebut bukit daripada gunung. Cielah sombong. Dari awal masuk ke pintu gerbang, emang sudah terlihat banyak batu-batu berwarna cokelat gitu. Bahkan untuk akses jalan, juga dipakein batu jadi berasa banget kayak stone garden. Namun dari bawah hingga ke atas, rupanya tidak terlalu jauh. Trekking juga endak curam amat. Cukup 30 menit untuk ukuran aku yang lambat ini. Alhamdulilah ternyata akhirnya bisa muncak di gunung. Fiuh~

Selain liatin dan majat-manjatin batu, area ini juga punya banyak pohon pinus sehingga membuat sesi foto jadi asik masyuk.

gunung karang

Emang kalau dilihat, hanya area ini aja yang punya berbatuan kek gini di seantero Magelang. Dari puncak Gunung Karang, terlihat pusat kota Majalengka dari kejauhan. Karena masih musim kering, lanskap yang dominan warnanya cokelat. Mungkin kalau tar musim hujan, bakal jadi hijau kali yah kayak di kebun bawang Majalengka.

Selain karena keunikan batu meteornya, Gunung Karang juga punya mitos karena di sini dipercaya dulu Sangkuriang pas ngebendung sungai demi mengabulkan permohonan Dayang Sumbi, terus dia kan minta bantuan jin gitu biar selesai. Nah diambillah itu bebatuan dari Gunung Karang buat bendung sungainya. Katanya loh yah..

taman batu gunung karang

Meski gak sukses si Sangkuriang dapetin emaknnya, sing penting hingga sekarang Gunung Karang yang dikelola oleh Perhutani ini tetap mempesona dengan legenda dan nilai sejarahnya.

.. dan yang lebih penting lagi tidak perlu usaha mati-matian kek naik gunung beneran demi view cakep gini..

Travel Now or NEVER

Leave a Reply