Bukti Cinta Sultan Iskandar Muda Aceh

pintu khop

“Ha? Taj Mahal-nya Aceh?”

“Iya liat nih artikel ini,” temenku menyodorkan sebuah website yang memperlihatkan bangunan putih yang bersolek di tengah kolam.

Bagus ih. Kok gak pernah lihat sewaktu wara-wiri di Banda Aceh?

“Tenang nanti kita ke sana.” jawabnya meyakinkanku.

Lokasinya rupanya ada di pusat kota dan tidak jauh dari Masjid Baiturrahman dan Museum Tsunami.

Areanya merupakan ruang terbuka yang lebih mirip taman kota. Beberapa bapak-bapak sedang asik memancing di kolam. Sisanya segerombolan bocah lelarian dari jembatan hingga memutari seluruh tempat ini yang barulah belakangan kuketahui namanya adalah Pintu Khop.

Namanya lucu banget dah. Aku kira penamaan dari Thailand atau dari mana gitu. Tapi entahlah bagiku Bahasa Aceh memang terdengar asing dan susah. Tak satupun kata yang ku tahu kecuali Pantek yang artinya pantai ehe.

Pintu Khop merupakan pintu penghubung antara istana Kesultanan Aceh Darussalam abad ke XVI dan Gunongan, sebuah taman yang dibuat oleh Sultan Iskandar Muda untuk sang istri, Putri Pahang yang terletak di halaman belakang istana.

Weleh-weleh pintu belakang aja bagusnya kayak gini. Apalagi pintu menuju hati Sultan yah. Eak.

Pintu Khop ini mengingatkanku akan Taman Sari – Jogja. Ada sebuah bangunan yang dikelilingi taman air buatan yang kini berair keruh. Padahal kalau dulu pasti tempat ini luar biasa megahnya. Kabarnya dulu emang si putri berenang di sini dan ada juga tempat khusus yang digunakan untuk mandi bunga. Pinter banget mang nyari tempatnya. Sekarang aja suasanannya masih sangat sejuk dan asri dengan pepohonan yang mengelilinginya, apalagi zaman baheula dulu yah. Pastilah sang putri suka ketiduran dibuai angin sepoi-sepoi di sini.

pintu khop aceh

Dari sana, aku lanjut melihat Gunongan. Taman ini dibuat menyerupai replika gunung dan pebukitan di Pahang, Malaysia untuk mengobati home sick sang putri. Ada dua bangunan utama sih. Satu bentuknya petak dan aku ga tahu apa itu. Nah satu lagilah yang disebut replika gunung itu. Kabarnya ada 3 lantai dan di atasnya kek sebuah tempat agar sang putri bisa duduk-duduk. Cuma karena keduanya tak bisa kumasuki, aku cuma bisa berandai-andai aja sih kalau aku yang jadi si putri. #ngarep

gunongan

gunongan aceh

Btw nama lain dari taman ini adalah Taman Ghairah. Hm jadi mungkin kalau mood putri sudah baik, barulah dia mau semangat diajak ber-ehem-ehem. uhuk.

Segitunya yah aksi yang dilakukan sultan demi menyenangkan orang yang dicintai. So sweet dah. Jadi kepikiran apa aja yang pernah kulakukan atas nama cinta? Hm paling bikin tulisan mendayu-dayu satu buku diari. Lalu apa yang pernah dilakukan mantan buatku? Aih yang jelas gak pernah sampai segininya sih. Bikin aku tersenyum dan tertawa saja sudah cukup. Hiya~hiya~

banda aceh

Dibanding Pintu Khop, Gunongan lebih terawat sih. Tapi biar afdol harus kunjungi dua-duanya yah. Lokasinya juga tak berjauhan karena emang dulunya masih satu kompleks. Jadinya hiasan maupun bentuk bangunan kalau diperhatikan juga mirip-mirip, begitupun dengan motif di bangunannya. Cuma kalau gedenya, lebih luas dan menarik si Gunongan ini sih. Tingginya pun kurang lebih 12 meter lah.

Ohya di Gunongan juga bisa lihat beberapa benda peninggalan dari Kerajaan Aceh Darussalam. Tak banyak emang yang tersisa. Semoga dengan adanya situs budaya ini, sejarah dan budaya Aceh bisa terus lestari.

sultan iskandar muda

Travel Now or NEVER
2 Responses

Leave a Reply