Tips Hemat di Amerika Serikat

Hidup di Amerika Serikat

Luar Negeri itu identik dengan mahal. Yah jelas secara nilai mata uang kita rupiah tidaklah terlalu baik. Angka 0 nya aja banyak tapi kalo di-dolarkan hasilnya cuma satu digit dolar saja. Awal mula di Luar negeri, mau beli sesuatu, otak saya otomatis langsung mengkonversi sendiri ke rupiah.

“Makanan gini aja $10? Kalau di Indonesia goceng juga dapet!”
Kalau sudah begini makannya aku sebagai anak kuliahan yang cuma ngandelin uang beasiswa pun bisa gak kalah makannya dengan anak kos kosan, yaitu mi instan.

Sebenarnya, berhemat itu mudah saja hanya perlu mengerem kemauan sedikit, bersusah payah sedikit dan tidak keren sediikiiit aja. Yah istilah susah sedikit but its worth it.Tetapi ingat gaya hidup juga haruslah ditekan. Kalau setiap hari selalu minum Starbucks, merokok atau belanja, pasti duit terasa cepat sekali melayang!

Berikut saya berikan tips pribadi dan resep dari teman teman untuk membantu anda berhemat namun tidak (terlalu) miris :
1. Manfaatkan kampus dan apartemen sebaik baiknya. Itu berarti anda harus mawas diri dengan fasilitas yang tersedia apalagi yang gratisan. Aktif di kampus itu juga banyak berkahnya seperti bisa mendapatkan ilmu, pengalaman, sertifikat, baju hingga lunch gratis. Di kampus saya, Scottsdale Community College juga tersedia fasilitas print yang gratis hingga puluhan lembar. Sedangkan kalau di apartemen, fasilitas yang disediakan sudah ada semua mulai dari kolam renang, gym, jacuzzi hingga tempat BBQ.  Jadi kalau mau hemat bisa bikin buffalo wings sendiri.

2. Buatlah kartu membership di supermarket dan belanjalah menggunakan itu. Jangn malu juga untuk menggunting gunting kupon diskonnya. Lumayan diskonya bisa hingga $1/item. Tetapi kalau mau lebih murah lagi, belanjalah di Asian market atau sejenisnya. Bonusnya, ada makanan/bumbu Indonesia.

3. Belanja banyak sekaligus itu lebih efisien dan hemat. Misalnya beli tissue toilet 1 pak gede lebih hemat dan tahan lama daripada beli 4 biji dulu bulan besok beli lagi. Selain itu, bisa berbagi biaya ini dengan teman serumah. Tetapi perlu dipertimbangkan juga apa apa saja yang mau di share dan apa yang tidak. Saya sih hanya mau patungan alat kebersihan rumah. Sisanya seperti bumbu masak, detergen laundry, toiletries dan kebutuhan pribadi lainnya biarlah tidak patungan.

4. Beli rice cooker, masak nasi dan lauk sendiri. Cara ini saya rasa yang paling membuat dolar saya aman. Sebagai pemilik perut Indonesia asli, dalam 10 bulan saya telah menghabiskan 2,5 karung beras. Dan untuk sayurnya saya beli Bokchoy, bayam dan brokoli. Cukup ditumis biasa enak dan sehat! Kalau bosan, saya tinggal masak mi atau beli bumbu Indonesia yang ada di Asian Market. Cara ini bikin saya hemat sekali. Andai kata kalau saya makan siang diluar yang paling murah itu $8. Kalau saya masak dirumah sudah bisa dapat sepiring nasi dan sayur, pisang dua biji dan sereal untuk keesokan paginya! Hingga ke kampus atau ada acara luar, saya pun selalu menyiapkan bekal sendiri. Apalagi kalau makanannya gak ada yang jual seperti pete kesukaanku.

hemat di amerika

5. Tetapi kalau sudah bosan masak, boleh deh sekali kali jajan di luar. Pilihan saya biasanya jatuh ke Asian Food/Mexican/Indian yang cita rasanya sesuai selera dan porsinya jumbo jadi bisa di bungkus pulang kalau gak habis. Jangan malu juga untuk pesan satu makanan lalu bagi berdua dengan teman karena menu di sini selalu jumbo. Yang ada gak biking kenyang tak enek!

6. Beli barang sebisanya di thrift store / barang bekas seperti Salvation Army atau Good Will. Biasanya kualitasnya masih bagus dan harganya bisa kurang dari setengah harga aslinya. Lagian jika anda tidak tinggal disini untuk selamanya, kemungkinan barang tersebut akan didonasikan sewaktu pulang ke Indonesia jadi buat barang barang yang musiman atau jarang dipakai nggak apa apa deh yang bekas. Contohnya saya beli jaket musim dingin yang untuk dibawa jalan ke state lain harganya $12 kalau beli di mall paling tidak $20an.

7. Kalau perlu beli barang online, belilah ketika BIG SALE misalnya ketika black Friday shopping atau christmas. Ohya untuk beli buku bekas, biasanya teman saya merekomendasikannya di Amazon. Carinya yang bekas yah bukan buku baru.

8. Kalau mau pergi berlibur carilah tiket pesawat jauh jauh hari. Salah satu web yang direkomendasi untuk mencari tiket pesawat adalah Kayak karena bisa liat perbandingan beberapa maskapai. Sejauh ini yang paling murah ketika bepergian adalah dengan menggunakan bus. Kalau lagi beruntung dan ada promo, anda bisa mendapatkan tiket $1 dari MegaBus. Dan jika ada anak CCIP di state lain, boleh tuh ditanyakan mana tau bersedia memberikan tumpangan nantinya.

9. Untuk sarana berkomunikasi, saya membeli phone card $5 merek Crystal yang bisa dipakai telp ke Indonesia kurang lebih 3-4jam. Pilihan lainnya adalah mengisi kredit di skype dan bisa menelpon ke mana saja. Pilihan paling praktis yah skype dengan skype di rumah atau BBM/Whatsapp. Untuk HP, saya tergabung dalam AT&T family line hostfam saya sehingga setiap bulan hanya menghabiskan $10 (free sms + call). Teman teman saya yang lainnya menggunakan T mobile Family line (4 orang) dan membayar $25 tiap bulannya lengkap dengan free call, sms dan internet. Tetapi rupanya di sini, sinyalnya tidak lebih bagus dari di Indonesia. Terkadang suka mati sendiri atau tidak dapat mendengar suara dari pihak penelpon.

10. Untuk transportasi, saya mendapatkan harga khusus mahasiswa yang sangat membantu yakni $25/bulan. Jadi kemana mana bisa pakai bus dan Light rail walaupun di Arizona sistem transportasinya masih minin. Jika punya teman, bisa menawarkan carpool(naik mobil ke tujuan yang sama bersama) dan menawarkan uang ganti bensinnya. Jika dia menolak mungkin lain kali anda dapat menawarkan memasakkan nasi goreng, dijamin gak nolak.

11. Untuk entertainment, manfaatkan student ID untuk harga mahasiswa di bioskop atau pun tempat tempat masuk lainnya. Kebetulan di apartemen di Scottsdale, lokasi kami pas di downtown dan berdekatan dengan club. Gratis pula! Cek juga website seperti Groupon yang memberikan diskon cukup menarik.

12. Pakai debit/credit/cash? Ini sangat tergantung pada individu masing masing. Saya sih masih old-fashioned dan lebih banyak menggunakan cash di keseharian. Memang sih hampir semua transaksi di USA bisa pakai debit/credit card. Saya hanya menggunakan debit untuk beli tiket atau membayar sesuatu yang nominalnya besar. Selain itu, saya menggunaka cash sehingga pengeluaran bisa terkontrol dan saya tidak merasa selalu punya uang sehingga taunya gesek sampai minus. Dan biar tidak bernasib sama seperti teman saya yang kartu debitnya di hack orang dan dipakai duitnya. IIh takut!

13. Bawa botol air minuman karena tap water yang bersih selalu ada. Jika tidak, membeli mineral water harganya sudah sama dengan harga coke. Kita juga bisa minta di resto/supermarket untuk air putih, apalagi khususnya di Arizona daerah gurun kata hostfamily air putih wajib dikasih kalau ada yang meminta. Di tempat makan yang biasa ataupun mewah air putih dingin pake lemon memang langsung diberikan tanpa diminta loh 🙂

Ada lagi tambahannya, temans?

Pada akhirnya, penghematan ini kembali lagi pada pribadi masing masing. Lebih baik berhemat untuk sesuatu yang memang ingin anda capai dan nikmati. Saya sendiri seh bukan tukang belanja fashion atau make up seperti  layaknya cewek cewek pada umumnya sehingga penghematan saya ada di sana dan setelahnya saya salurkan uang tabungan tersebut untuk traveling. Sekali kali boleh dong cobaiin hotel bintang empat di San Fransisco daripada tinggal hostel dan numpang gratisan mulu. Eaak!

Travel Now or NEVER
11 Responses
  1. si engkong

    Len, memang kalau kita selalu membandingkan dengan harga di Indonesia akan terasa mahal tapi bagi orang yang sudah settle yah gak juga sih, malah di Sydney ada Resto Kecil Korea menjual Nasi dengan 2 macam lauk pauknya se container kecil hanya untuk $3 AUD kalau di kurs ke US Dollat mungkin hanya $2,20 murah kan ??? kalau porsi kecil masih juga ada yang harga $5 AUD nasi goreng dengan 1 choice, tapi memang kita harus mampu menghemat sebisa mungkin demi mempertahankan balance di bank untuk keperluan ainnya

  2. Tapi sekarang dolar AUD lebih tinggi sepertinya kong 🙂 wah di ausie dulu paling murah fish n chips 5AUD itupun beli dikantin khusus karyawan. Heheh

  3. iya emang repottt di sini, orang yg tinggal di kampung aja pengennya barang serba baru dan hitech. brg bekas ga laku. karena para tetangga seperti itu juga buat kita2 juga malu juga pake brg bekas. lain kalo di amrik yg namanya org pake used wares ato bahkan freewares pun udah umum dan ga pake malu2

  4. Wiwied Sartawi

    Satu lagi tips yang bisa dicoba saat holiday lewat "Couch Surfing"… Sangat membantu untuk mendapatkan teman baru, tapi harus selektif. Jika jauh-jauh hari ingin liburan kesuatu tempat, bergabunglah dengan "Couch Surfing" yang bisa memberikan tumpangan bahkan beberapa hari tanpa perlu mencari penginapan… Pengalaman saya sangat menyenangkan, bisa ketemu dengan teman Couch Surfing dari daerah lain di satu apartemen.. Kebetulan host family pensiunan pegawai pemerintah disana.. Akhirnya malah bisa seperti keluarga dan sekaligus saya bisa memperkenalkan masakan Indonesia untuk dinikmati saat dinner bareng…

  5. @wiwied : iya mbak saya udah sering dengar tentang couch surfing tapi belum sempat dipraktekin nih. Asik yah kalo bisa dapet keluarga lagi pas jalan jalan 🙂

    Thanks for the info mbak

  6. Kalau disana sempat untuk beli baju musim dingin, mending beli di sana aja. Tapi kalau nggak sempat dan begitu nyampe udah winter, mungkin bisa beli satu dulu dari indonesia

Leave a Reply