Sex Museum Amsterdam : Masuk Gak Yah?

sex museum amstrerdam

Venustempel Sex Museum.

Sebuah tulisan nyempil di rumah khas Belanda yang mirip semacam ruko di Indonesia. Sex Museum Amsterdam adalah salah satu bucket list-ku karena negara ini terkenal akan kebebasannya terutama yang menyangkut hal-hal yang masih tabu di Indonesia seperti ganja dan urusan selangkangan.

sex museum

Waktu itu kebetulan aku ke Belanda bersama rombongan media dari Indonesia. Hari itu kami diberikan free time untuk mengeksplor kota ini. Setelah gagal mengunjungi Red Light District (Hiks!), maka Sex Museum Amsterdam menjadi remedy untuk “balas dendam”. Apalagi museum ini dikenal sebagai salah satu yang pertama dan tertua di dunia.

Lokasinya dekat dengan Central Station dan MCD tempat kami makan siang, jadi kayaknya gak ada alasan gak mampir dong. Tampilan dari luarnya biasa banget, bahkan kalau gak perhatiin baik-baik siapa nyangka di sana ada tempat yang bisa bikin urat syaraf jadi tegang. Pas masuk, aku langsung bayar pakai uang tunai dan segera setelahnya bebas deh ngider-ngider. Tidak ada satupun petugas berjaga di dalem jadi kayak endak perlu malu-malu mau melototin gambar apapun selama mungkin.

venustempel sex museum

Ini pertama kalinya aku mengunjungi sex museum. Kalau sex shop, sudah pernah sewaktu di Singapura atau USA. Nah berhubung judulnya museum, tentu lebih informatif dong. Meski banyak foto penis, vagina, manusia telanjang bulat dalam berbagai gaya dan posisi yang bikin rahim hangat bertebaran di seluruh penjuru ruangan, tapi Venustempel Sex Museum juga ada kasih penjelasan sedikit. Ada juga beberapa buku tentang Kamasutra yang menarik untuk dilihat. Intinya di sini tidak hanya berfokus pada seks di Belanda tapi juga mencakup banyak budaya, negara dan lintas masa.

Ada yang dari zaman baheula, ada juga yang dari zaman udah kekinian misalnya ada Marilyn Monroe yang terkenal sebagai simbol seks. Selain itu, ada juga patung-patung seukuran manusia yang memperagakan BSDM atau ruangan yang mempertontonkan Red Light District itu kayak mana. Untunglah meski lum pernah ke tempat aslinya, setidaknya bisa tahu sedikit gambarannya… yang bikin makin menyesal tidak berkesempatan ke sana!

sex museum belanda

Di museum ini ada satu koleksi yang berhubungan dengan Indonesia yakni seorang mata-mata sekaligus prostitusi yang dulunya sempat tinggal di Indonesia yakni Mata Hari. Ia kala itu juga sempat mempelajari tari tradisional Indonesia yang kelak ia tampilkan di luar negeri. Wah meski bukan orang Indonesia asli, tapi karena Indonesia kesebut, aku jadi sedikit bangga eak.

mata hari picture

Enaknya di sini bebas pake kamera, jadi puas-puasin tuh foto buat nanti dibaca atau buat bahan…. coli ilmu pengetahuan atau sex education misalnya. Museumnya termasuk sepi sih. Aku rasa kalau penduduk lokal hal begini sudah udah biasa yah. Mungkin pengunjung paling banyak datangnya dari negara yang kayak Indonesia dimana akses untuk melihat hal-hal begini masih sangat terbatas. Jadi gak heran kan kenapa aku pengen banget liat Red Light District atau Sex Museum. Bukan mau apa-apa, tapi pengen liat bagaimana budaya masyarakatnya bisa begitu terbuka dan hidup bersisian dengan harmonis tanpa harus ada yang nyinyir soal agama, moral atau tidak pantas. Itu sih yang aku salut banget. Malah aku sebenarnya lebih mendukung keterbukaan yang seperti ini. Prostitusi dilegalkan saja daripada main kucing-kucingan dan itu malah kasian di pekerja seksnya karena mereka tidak terlindugi hukum dan suka diperlukan semena-mena sama kliennya. Selain itu, semakin “sering” liat beginian, biasa sudah bukan jadi hal tabu sehingga memungkinkan diskusi tentang seks bisa lebih banyak diperbincangkan. Bukan lagi obrolnya soal mesum atau nikmatnya, tapi bisa lebih ke edukasi tentang bahaya penyakit menular dan penggunanaan alat kontrasepsi biar Indonesia gak beranak mulu orang-orangnya. Gitchu~

Meski tampaknya yang beginian tidak bakal ada di Indonesia dalam waktu dekat, ya sudahlah tak ada salahnya mumpung lagi di Belanda, lihat sesuatu yang berbeda. Apalagi kalau bareng pasangan, kan lumayan sekalian buat nyari referensi untuk menghangatkan ranjang. Apa daya aku jomlo. Cuma bisa menelan ludah sambil membayangkannya…kelak.

Venustempel Sex Museum

Jam Operasional : Monday – Sunday 09.30-23.30 waktu Belanda.

Alamat : Damrak 18, 1012 LH Amsterdam

Harga Tiket : 5 euro

Travel Now or NEVER
3 Responses

Leave a Reply