Rapelling at Papago Park, Arizona

Terinspirasi dari banyaknya nonton The Amazing Race, saya jadi kepengen nyoba aktivitas aktivitas yang agak ekstrem. Kalau bungee jump atau sky dive pastinya ogah. Gak kuat di mental dan kantong!

Jadi begitu tawaran rappelling datang, tentu saja tak mungkin saya tolak. Rappelling adalah kegiatan outdoor mirip climbing. Bedanya kita bukannya naik tapi malah turun dengan bantuan tali. Untuk pengalaman pertama ini, saya mencoba di Papoga Park, Arizona. Katanya, di sini spotnya juga dipake buat latihan para pemadam kebakaran. Jadinya di atas bukit yang dituju, sudah ada semacam cantolan buat tali yang telah tersedia. Untuk perlengkapan, kami membawanya sendiri. Berangkat dari apartemen jam 10, kami tiba 20 menit di tepi jalan menuju Papoga Park. Sambil nenteng nenteng backpack, kami berjalan menuju bukit yang akan ditaklukkan. Setelahnya jalanan makin curam dan kami harus mendaki. Haduh terus terang napas saya putus putus *lemah*

 

arizona

Nih view bukit sebelah kiri yang akan kami taklukkan. Sekitar 15 menit berikutnya, kami dihadapkan dengan jalan sempit, curam yang dikelilingi gunung batu yang harus didaki untuk menuju puncak.

 

Setibanya di atas bukit, cuaca yang tadinya dingin jadi adem karena keringatan. Duduk dulu lah menikmati pemandangan. Dari bukit, saya bisa lihat banyak orang yang jogging ataupun asik mountain bike di Papago Park ini. Tapi yang lagi rappelling cuma kami seorang. Dari sini keliatan orang orang dan kota jadi mungil kayak di permainan monopoli deh.

Pemandangan dari atas juga indah banget. Birunya langit pas banget dengan pemandangan asli gurun di sekitarnya. Dari sini juga terlihat Phoenix Zoo dan Desert Botanical Garden. Yang unik dari Papago Park ini adalah bukitnya yang bolong bolong. Kabarnya untuk bikin bolong itu perlu jutaan tahun loh.

 

papago park

Untuk rappelling yang pertama kali ini, saya dan dua teman saya ditemani oleh dua orang bapak baik hati yang telah berpengalaman. Yang satunya ranger, yang satunya orang tua angkat kami disini. Mereka lah yang memberikan pengarahan dan motivasi agar saya mencoba.

Karena masih ragu, saya persilahkan teman cowok saya duluan agar saya bisa melihat bagaimana rappelling itu. Sesambil meredakan detak jantung juga seh *lemah*

rapelling
Teman saya begitu berani dan menikmati. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit saja dan dia pun kembali ke bukit sambil memberikan ekspresi kemenanggannya. Coba ah. Kapan lagi coba? Saya pun dipinjami helm, sarong tangan dan perlengkapan lainnya. Setelah memastikan semua cantolan dan safety procedures sudah dijalankan, saya pun nyengir dulu sebelum beraksi.

Melihat jurangnya seh bikin jantung copot juga. Kira kira kami ada di kettinggian kurang lebih 40 feet. Dan landasan rappelling yang saya jalankan tidak selalu vertikal. Tapi berbukit bukit dan ada lobang serta batu yang dihindari juga. Kata rangernya, tempat ini termasuk kategori medium. Tidak mudah tapi tidak susah juga. Okay saya pun siap. Karena sambil berjalan ke belakang, saya tidak terlalu takut. Satu dua tiga langkah pun tak terasa. Awalnya berat sekali karena saya terlalu ringan, maka saya tidak ada cukup beban buat saya tertarik ke bawah,. Jadi saya harus menarik badan sendiri biar talinya bisa jalan. Sedangkan satu tangan kanan saya memegan tali. Saya dihimbau mati matian agar tidak melepaskan tali ini karena begitu lepas, saya pun akan lepas ke bawah. Jleb!

Tips yang diberikan sebenarnya sangat mudah. Kaki dibuka agak lebar dan ditekuk lalu jangan lupa melihat apakah ada hambatan di belakang. Ingat yang mundur kebelakang pantat duluan bukan kaki, biar tidak tergelincir gitu. Lalu udah deh tinggal longgarkan sedikit talinya, maka dengan bantuan gravitasi tubuh kita akan jatuh pelan pelan. Kalau ada batu atau lobang di belakang, maka harus digeser sedikit lalu setelah itu kembali ke garis vertikal semula. Hal ini penting biar katanya tali nggak miring dan swing gitu deh. Ketika udah tinggal setengah, saya jadi lebih mantap buat rappelling…hingga menginjak tanah lagi. I did it!!

rapelling arizona

 

Giliran mau rappelling lagi, harus naik bukit lagi dan ngos ngosan. Sebel yah capekan daki bukit daripada rappellingnya. Tapi worth it kok! Duduk lagi ah menikmati keberhasilan menaklukan ketakutan.

coba rapelling

 

Untuk kedua kali dan terakhirnya, saya lebih leluasa turun dan tanpa takut apa apa lagi. Sekalian juga bawa tas turun. Oh hari yang indah di Papago Park. Semoga bisa nyoba rappelling di tempat lain lagi. Amin!

 

arizona desert

Travel Now or NEVER
1 Response

Leave a Reply