Pelecehan Seksual Bisa Terjadi Ke Siapapun!

KRL gerbong wanita

Sewaktu tinggal di USA, suatu malam ada insiden tak terduga di kompleks apartemen kami.

Seorang wanita diperkosa ketika pulang ke apartemennya, yang tak begitu jauh dari apartemenku.

Berita ini bikin gempar hingga kami disamperin polisi buat ditanya-tanya.

Tiba-tiba saja suasana apartemen yang homey jadi mencekam, terutama ketika sudah larut. Aku sampai paranoid dan mastiin bener-bener sudah kunci pintu depan dan belakang kalau lagi di apartemen. Karena masih merasa horor, suatu malam aku ikut dua teman priaku keluar karena aku benar-benar tak mau berada di apartemen sendirian.

Ketika berjalan kaki pulang, entah apa yang kami obrolin, tiba-tiba saja salah satu teman lelakiku menendang pantatku dari belakang. Tidak sakit namun sesuatu membara dari dalam hatiku dan membuatku histeris. Aku berbalik badan, memarahinya, memakinya dan tiba-tiba aku menangis, tak mampu mengendalikan diriku.

Dia kaget. Aku lebih kaget lagi. Aku tipe yang selalu ceria dan tak pernah marah. Tak kusangka tindakan dia membuatku menyadari bahwa ada unfinished business yang belum jua usai.

Aku pulang berderai air mata dan terduduk di samping toilet. Sang pria minta maaf berkali-kali dan bilang itu hanya bercanda. Jauh di lubuk hatiku aku tahu dia tak berniat melecehkan. Dia datang dari negara yang budayanya punya banyak rekam jejak yang buruk tentang isu kekerasan seksual pada wanita. Mungkin baginya tindakan seperti itu hanyalah sepele, meski di aku jatuhnya seperti membangkitkan kenangan pahit yang terkubur.

Aku pernah dilecehkan di angkot ketika di Jambi. Waktu itu kejadiannya masih SMA ketika berangkat sekolah. Pria di sampingku meraba-raba paha bawahku. Aku tak bergeming, tak berani melawan. Satu-satunya yang bisa kulakukan adalah turun dari angkot. Perasaan direndahkan dan tak berdaya tersebut menghantui dan tak ku sangka lukanya masih mengangga. Efeknya, aku udah hampir tak pernah naik angkot lagi apalagi kalau sendiri. Aku juga tetap panik kalau di kereta berdempet-dempetan dengan pria. Bayangan masa lalu itu seakan terulang lagi di depan mata.

Terinspirasi dari Kartika Tjahja, seorang musisi yang juga survivor kekerasan seksual, maka aku pun memberanikan diri berbagi tentang pengalaman ini di instorku. Hasilnya banyak yang ikut nimbrung bercerita tentang trauma masa kecilnya. Sudah kuduga isu ini sangat jamak, terlebih di kaum wanita.

pelecehan seksual

 

Bahkan ada yang pelakunya teman sendiri atau lingkungan terdekat yang justru makin membuat korban tak bisa menceritakannya ke siapa-siapa :

kekerasan seksual

 

kejahatan seksual

Pelecehan seksual apapun itu bentuknya tidak mengenal usia, fisik, ras dan bahkan jenis kelamin. Selama ini yang sering muncul ke permukaan adalah para wanita sebagai korban. Tapi ternyata ada juga korbannya yang pria loh. Ini kasusnya ketika dia masih SMP di mall dan para pelakunya gerombolan cewek anak SMA yang berawal dari saling lirik, menggoda lalu disamperin :

pelecehan pada pria

Meski melewati serangkaian trauma masa lalu, tak menyangka akhirnya pria ini bisa bangkit dan malah sudah master dan menjadi psikolog khusus anak-anak. Bravo!

psikolog anak

Emang awalnya driven by pain, namun kini dia pasti bisa menjadi inspirator bagi orang lain. Semoga dengan seringnya kita bersuara tentang hal ini, masyarakat tidak memandang sebelah mata perihal beginian yah. Soalnya sering banget cuma dikatain “Namanya juga anak-anak”,”Biasalah cowok”,”Gitu aja gak usah lebay lah” dll sehingga cenderung membuat korban akhirnya bungkam dan memendam semua itu, tanpa pernah mendapatkan pengobatan atas luka batinnya.

Ujung-ujungnya, bom waktu seperti kasusku di atas. Ada juga teman yang meski sudah kejadiannya lama dan sudah punya anak 1, kerap bermimpi kejadian dulu. Itu artinya secara alam bawah sadar, sebegitu maha dahsyatnya pelecehan itu pada tingkat kewarasan manusia. Jadi jangan pernah mengecilkan masalah yang berkaitan dengan pelecehan seksual.

Perang terhadap pelecehan seksual ini harus juga dibantu dari kubu sebelah, yakni para pria karena pada prakteknya kehadiran seseorang yang mencegah/menolong di saat genting itu bak limpahan air surga. Syukurlah beberapa orang juga mau berbagi tentang apa yang telah mereka lakukan.

bis debora

We need more man like this please!

pelecehan seksual

And this

pelecehan seksual

And of course this one

menjaga wanita

Akhir kata, jaga diri kalian baik-baik, jangan takut untuk melawan dan berbagi tentang apa yang telah menimpamu. Untuk para pria di luar sana, sekilas pesanku yah.

pesan untuk pria

Untuk para korban wanita, ingatlah kamu tak salah. Pakaianmu tidak pernah salah. Make up tak pernah salah. Otak para pelaku tersebutlah yang salah…and please remember you are never be alone. Let’s heal together!

Ada yang mau berbagi kisahnya juga mungkin?

Travel Now or NEVER

Leave a Reply