Kisah Dream Catcher

dream catcher

Berikut adalah legenda asal muasal Dream Catcher :

Dikisahkan pada zaman dahulu kala, ada seorang guru spritual dari suku Lakota Indian American yang bernama yang sedang berada di gunung yang tinggi dan dia mendapat pencerahan dari Iktomi, guru kebijaksanaan yang datang padanya dalam bentuk laba laba. Iktomi berkata kepadanya sambil meraih willow hoop(kayu khusus berbentuk bulat seperi hola hup) yang mempunyai hiasan manik manik, ekor kuda, dan bulu. Sambil menjelaskan kepada guru spritual tersebut, Iktomi terus memutar hula hup tersebut dengan benang yang menyerupai bentuk benang di Dream Catcher sekarang. Adapun Iktomi menjelaskan tentang fase kehidupan manusia mulai dari masa kecil hingga menjadi tua. Akhirnya ketika selesai membuat jaring dengan lobang di tengahnya, Iktomi pun memberikannya kepada guru tersebut. Dikatakannya bahwa jaring jaring tersebut akan membantu manusia mencapai keinginan dan mimpinya yang indah, sedangkan untuk mimpi yang buruk tidak dapat melewati jaring ini.

Guru spritual yang percaya akan hal ini pun lalu memberitahukannya kepada masyarakatnya dan hingga kini sudah dipercaya sebagai tradisi turun temurun yang tak hanya ada di suku Indian American tetapi juga telah populer hingga ke seluruh dunia.

Dream catcher yang dipercaya sebagai penentu masa depan ini digantungkan di atas tempat tidur atau kamar tidur. Suku Indian American percaya bahwasanya udara malam itu berisikan mimpi yang baik dan juga yang buruk. Jika orang tersebut memiliki mimpi dan harapan yang baik, maka mimpi tersebut akan dengan mudahnya masuk melalui lobang di tengah dan turun melalui bulu bulu halus lalu masuk ke dalam orang yang tidur tersebut. Jika mimpi buruk, maka mimpi tersebut akan ditangkap dan disimpan di dalam jaring dan akan punah terbakar manakala matahari pagi datang menyinarinya.

Dikarenakan keunikan cerita tersebut, saya pun berniat membelinya sebagai oleh oleh. Apalagi kerajinan tangan ini dapat ditemui dengan mudah di Arizona. Tetapi harus berhati hati karena bisa saja Dream Catcher yang anda beli bukan buatan asli yah. Jika asli, biasanya mereka menyelipkan secarik kerta bukti otentiknya. Sebagai imbasnya harga Dream Catcher yang asli dan berukuran mini dipatok dengan kisaran harga mulai dari $5.

Untungnya sebagai hadiah kelulusan kuliah, saya mendapatkan Dream Catcher dari dosen journalismku. Warnanya pink pula. Katanya itu langsung dari temannya yang pembuat Dream Catcher. Dipilihnya warna itu karena saya adalah lambang kegembiraan. Amin!

Sewaktu pulang Jambi, Dream Catcher yang ukurannya gede ini aku gantung di depan pintu di kamar tidur biar tidurku lelap dan diberikan mimpi-mimpi indah. Kalau bisa jangan cuma jadi bunga tidur. Alangkah bahagianya kalau bisa jadi kenyataan juga ye kan.

Setelah sekian tahun, Dream Catcher ini akhirnya mulai hilang warna pinknya, lusuh dan kayaknya oleh mamaku dibuang deh karena aku udah pindah Jakarta. Sedih sih tapi kenangannya akan selalu ikut denganku.

Postingan ini biarlah jadi pengingat tentang Dream Catcher ini

dream catcher

**

Next : Nginap di hutan untuk ketemu Orang Rimba

NEXT : Tarian Suku Indian

Travel Now or NEVER
7 Responses
  1. Ayang

    Percaya sama yg baik2 aja, yg buruk2 ga usah. Yg penting percaya Yang Maha Tinggi berkuasa untuk berkarya dalam hidup kita lewat berbagai media : batu permata, keris dll, dan dream catcher cm salah satu mediaNya aja ☺

Leave a Reply