Suku Indian Amerika di Navajo Nation

suku indian

Dulu gegara Colombus salah ngira dia udah nyampe di India sewaktu berlabuh di benua Amerika, maka ia pun lantas menyebut penduduk lokal saat itu dengan suku Indian. Memang sih kalau diliat dari warna kulit dan postur tubuh, agak mirip-mirip. Tapi kalau gak mau nyebut suku Indian, bisa juga bilang Native American. Aku tahu tentang suku ini sewaktu membaca komik donal bebel karena ada salah satu karakter dari suku Indian yang menggambarkan mereka tinggal di tenda teepee bentuk segitiga gitu lalu memakai pakaian kulit binatang serta bulu sebagai aksesoris di kepala. Kehidupan mereka kebanyakan berburu dan menggunakan api sebagai bahasa isyarat. Emang itu juga komik doang namun sangat melekat di ingatanku.

Nyatanya ketika aku benar-benar kesampaian menginjakkan kaki di USA karena beasiswa di Arizona, ternyata baru kutahu suku Indian itu banyak sekali rupanya. Yah sama lah kayak orang Indonesia kita punya ratusan suku. Nah di Arizona ini, dominan dengan suku Navajo (baca : Navaho) dan rupanya mereka punya area khusus tanah mereka sendiri yang berdaulat dan punya hukum sendiri yang diberikan oleh pemerintah. Namanya Indian Reservation jadi ibarat negara dalam negara gitu. Kalau di Arizona salah satunya yah Navajo Nation yang merupakan salah satu Indian Reservation terbesar (dari 50 Indian Reservation lainnya) hingga masuk dalam Guinness World Records.

navajo nation

Navajo Nation memiliki wilayah sebesar 65.000 kilometer persegi dan lokasinya di utara Arizona hingga melebar ke Utah dan New Mexico.Pas aku ke sananya itu dari Scottsdale, butuh waktu setengah harian buat nyampe ke Navajo Nation. Sepanjang jalan di sini memang kulihat cukup gersang karena lokasinya di gurun pasir Sonoran sehingga buatku yang terbiasa tinggal di Indonesia yang kemanapun pergi biasanya ijo-ijo royo, maka di sini yang kulihat adalah pemandangan unik berupa bentangan luas dataran rendah yang disandingkan dengan bebatuan atau tebing indah berwarna merah kecoklatan.

Luasnya Navajo Nation ironisnya berbanding terbalik dengan jumlah penduduknya sehingga sepanjang jalan itu cenderung sepi sih. Hanya ada satu dua mobil melintas. Mungkin juga mereka tak tahan panasnya matahari yang bisa hingga 40 derjat jika musim panas sedang kejam-kejamnya. Suku Navajo ini juga dikenal sebagai Diné yang memiliki rumah khas bernama Hogan yang berbentuk segi delapan dan mempunyai pintu yang menghadap ke arah matahari terbit. Walaupun banyak yang telah tinggal di rumah yang modern, namun biasanya mereka tetap mempertahankan rumah tradisionalnya juga.

hogan navajo

Selama perjalanan di sini, satu hal yang mencolok dari suku Indian adalah rambut panjang hitam mereka yang terawat. Menurut nereka, rambut adalah simbol dari suku Indian dan pantang bagi mereka untuk memotongnya ataupun diwarnai. Pantas saja saya tak pernah melihat gadis suku Indian dalam potongan rambut pendek terlebih wanitanya. Bahkan hal ini juga diyakini oleh para prianya. Pokoknya baru kali inilah aku liat pria berambut panjang sepinggang ala pendekar kungfu yang  dikepang rapi. Duh rambut rontok dan kusamku jadi minder liatnya!

Navajo Nation juga tidak memiliki sarana transportasi publik sehingga hampir semua masyarakatnya harus memiliki mobil. Boro-boro sarana publik, kalo aku liat sih fasilitas di sini terbatas yah. Nyari tempat buat makan aja cuma ada fast food gitu. Sisanya yah paling pom bensin, supermarket, toko dll. Gak ada gedung tinggi lah pokoknya. Kebetulan aku dan temen-temenku, kami itu mau jadi relawan untuk membantu bikin kandang kuda di salah satu keluarga mixed Navajo dengan orang USA kulit putih. Mereka tinggal di Many Farms,Navajo Nation. Tapi namanya doang itu “Banyak Desa”, aslinya beh sepi banget. Navajo Nation secara aris besar udahlah sepi, eh ini masuk lagi ke pelosoknya. Beneran itu rumahnya di antah berantah. Tetangga masih satu dua kilo di belakang. Di sekeliling gak ada kehidupan apa-apa.

navajo arizona

Saking sederhananya ini tempat, gak ada akses internet dan sinyal handphone. Sampai kepikiran ini beneran Amerika nih, negara super power yang diidam-idamkan orang. Masih ada toh tempat begini di? Belum cukup kagetnya, rupanya di sini gak ada air ngalir atau PAM jadi mereka harus beli air ke kota gitu. Alhasil aku gak mandi 3 hari selama di sini. Jangankan mandi. buat pipis dan berak saja pake “toilet nyemplung” di luar rumah dan gak disiram karena semua ditumpuk menjadi satu buat kompos. Baunya? masya allah mau pingsan! Aku sampai nahan pipis dan pas malam baru di luar (mencoba) berak di alam sambil melihat bintang-bintar. Asoy~

navajo toilet

Aku sampai mikir ini beneran di Amerika? Negara adidaya tapi ternyata masih ada tempat seperti ini? Rutinitas serasa begini-begini saja. Bangun lalu bekerja seharian, sorenya belajar menunggang kuda bak di film-film koboi zaman dahulu. Istirahat bentar, malamnya makan dan bikin api unggun sambil cerita-cerita mistis. Kalau takut, bisa ngenjreng gitar dan nyanyi-nyanyi sambil suara parau dan lolongan anjing tetangga nun jauh di sana terdengar.

Actually this kind of life is not bad. Not bad at all. Sekarang aku mengerti mengapa ada orang yang mau tinggal di tempat yang begitu sunyi, damai dan jauh dari modernitas.

We will never let our hold to this land go, to let it go it will be like throwing away (our) mother that gave (us) birth.”. – Letter from Aitooweyah to John Ross, Principal Chief of the Cherokee.

navajo reservation

Bahasa suku Navajo

Bahasa suku Indian Navajo ini ibaratnya bahasa daerah di Indonesia, sedang berjuang hidup di era modernisasi dan mulai ditinggal para peminatnya. Rata rata para suku Indian ini memang dapat berbicara dengan bahasa inggris tetapi mungkin bagi beberapa orang tua satu satunya bahasa yang mereka ketahui adalah bahasa mereka sendiri. Bahasa Navajo tergolong ke dalam bahasa yang sulit dipelajari karena memiliki cara pengujapan, ejaan serta intonasi yang sangat spesik untuk diucapkan. Selama berinteraksi dengan suku Indian, hanya ada satu kata yang saya ingat dan berhasil saya ucapkan yakni Ahéhee’ (baca : asehe) artinya terima kasih.

Sulitnya bahasa Navajo ini bahkan dimanfaatkan oleh tentara USA dan telah membantu memenangkan Amerika Serikat ketika perang dunia ke dua karena bahasa ini dibuat menjadi kode untuk berkomunikasi melalui telegraf dan radio sehingga musuh tidak dapat memecahkan isi pesan. Hanya ada beberapa orang yang mempunyai tugas penting ini dan mereka dinamakan code talkers.

Tips berinteraksi dengan Native American :

  1. Suku Indian adalah suku yang ramah, hanya saja mereka tidak terbiasa berinteraksi dengan pengunjung. Selalu bersikap sopan dan menghargai tradisi mereka. Jangan lupa untuk tidak melakukan hal hal yang tidak diundang seperti tiba tiba mengedor pintu atau masuk ke rumah untuk melihat lihat isi rumah tersebut.
  2. Ada kalanya mereka tidak berkenan difoto oleh karena itu selalu minta izin untuk menagambil gambar. Di beberapa tempat, bahkan ada peringatan keras dan jelas untuk tidak memotret.
  3. Native American tidak terlalu familiar dengan kontak fisik sehingga jika bertemu berjabat tangan saja sudah cukup. Gak perlu cipika cipiki atau peluk-peluk.
  4. Beberapa Native American ada yang punya kepercayaan bahwa terlalu sering eye-contact itu tidak baik. Jadi jika lawan bicara kita gak sering liat muka kita, yah hargai saja. Mungkin takut jadi nyaman tar. Eehh.. Mereka juga cenderung lebih banyak diam apalagi kalau sama orang baru.
  5. Sebaiknya kalau mau ke Native American reservation, baiknya punya pemandu/teman lokal untuk mendampingi di jalan biark gak miskomunikasi tentang perbedaan budaya yang ada.

Ini yah salah satu festival Pow Wow di mana aku bisa lihat langsung tarian dan budaya mereka yang indah banget.

**

NEXT : GLAMPING SUKABUMI DENGAN TENDA NATIVE AMERICAN

Travel Now or NEVER

Leave a Reply