Jatuh Cinta di Danau Love

bukit love

Sentani ini emang jagoannya kalau sudah soal danau. Ada Danau Sentani yang merupakan danau terbesar di Papua yang menghidupi puluhan kampung di sekitarnya. Bukan hanya manusia saja yang tergantung ama Danau Sentani, tetapi aku pun sudah ketergantungan sama Ikan Mujair dari Danau Sentani yang meskipun seporsi harganya 100ribu tapi tak mengapa. Ikannya masya allah enaknya bukan kaleng-kaleng. Tidak ada bau tanah, amis tapi fresh banget langsung dari air. Cocol dah dengan sambalnya yang pedasnya bikin bibir doer. Ampun pak ce mak ce. Tra epen kantong bolong, yang penting perut senang.

*kok jadi ngomongin makanan sih*

Okay jadi trip pertamaku ke Papua ini emang buat liat Festival Danau Sentani. Tapi selain itu, agenda penting lainnya juga untuk melihat satu lagi danau yang tersohor yakni Danau Love.

Dinamakan demikian karena bentuknya yang mirip hati. Hati utuh yang belum pernah mengenal cinta.

bukan hatiku yang sudah bolong bekas tambal sana sini dengan retak yang tak bisa disembuhkan lagi hanya dengan sekadar ucapan maaf.

Danau ini sebenarnya punya nama sendiri yakni Danau Imfote. Secara ukuran, memang termasuk kecil. Oleh karena itu, ada juga yang menyebutnya dengan telaga. Aku ke sininya setelah kena gigit pacet di tempat pangkur Sagu. Berhubung lokasi pangkur sagu di di tepian Danau Sentani dan kami naik kapal, ya wes jadi kami lanjut aja ke Danau Love pake perahu juga. Tak lama membelah Danau Sentani, kami tiba di sebuah dermaga kecil. Setelahnya, masih lanjut naik mobil 4WD karena jalannya masih tanah gitu. Sekonyong-konyong aku dan temen-temen langsung diguncang-guncang di bak kelakang mobil. Asik sih jadi inget masa kecil. Goyang teross~~

Perjalanan itu tak lama kok apalagi sembari disajikan hamparan bukit, ladang hijau yang tak ada habis-habisnya. Mana mungkin bisa bosen. Sewaktu tiba di lokasi, cuma ada satu tempat duduk untuk melihat pemandangan dan satu penjual makanan ringan seadanya. Sisanya, hamparan alam telah menanti. Di kiri ada Danau Love sedangkan di kanan ada padang ilalang… dan di sanalah aku menghamburkan diriku terlebih dahulu.

Berhubung kami datengnya emang kesorean, tak pakai lama, maka kami langsung disajikan dengan menu utama yakni momen matahari terbenam yang magis. Langit yang mulai gelap memancarkan semburat beragam warna. Macam lukisan Anak SD yang ketumpahan cat, begitulah langit saat itu. Keindahannya susah dilukis dan digambarkan. Warna ungu, kuning, merah muda berpendar dari segala arah membuat sunset ini terasa syahdu. Kami yang biasanya berisik jadi tiba-tiba diam karena ingin semua indera di tubuh kami sekonyong-konyong diambil alih oleh lukisan alam yang hanya bertahan beberapa menit itu.

sunset di sentani

Setelah warna-warna itu memudar perlahan, barulah aku bisa mengerjapkan mata dan kemudian berbelok arah menuju tepian danau. Ilalang di mana-mana dan langit masih terlihat ungu terpancar dari air danau yang tenang tanpa riak. Seingin membuktikan bahwa keindahannya belum juga usai untuk disudahi.

Namun lagi-lagi kami tak bisa berlama-lama karena hari mulai gelap dan perjalanan pulang masih jauh dengan dua moda transportasi. Tapi tak mengapa karena aku tetap bersyukur diberikan kesempatan melihat salah satu sunset terbaik yang ada di Sentani. Kami sudah boleh pulang dengan senyum tersungging di wajah dan hati penuh membuncah karena telah menutup hari dengan begitu indah.

danau love

Terlebih pas balik ke Jakarta, kebetulan aku duduk di jendela pesawat dan ketika pesawatku ber-manuver , aku sempat melirik ke bawah dan di sanalah ia, Danau Imfote terlihat jelas seperti ingin mengucapkan selamat tinggal.

Ternyata ketika kuamati bentuknya tidak love-love banget sih. Justru menurutku lebih mirip Love kalau dilihat dari samping dekat danau. Yang jelas dari atas kelihatan jelas sekeliling Danau Love masih begitu asri. Memang begitulah seharusnya. Dengan pesonanya, tidak perlu lagi plang lope-lope atau tempat selfie karena itu hanya akan mengurangi kecantikannya.

danau love sentani

Selamat tinggal Danau Love. Tentu saja kau telah membuatku jatuh cinta begitu dalam. Sedalam danaumu yang tak pernah diketahui berapa meter itu. Kutitipkan sedikit hatiku di sana agar suatu saat jika semesta mengizinkan, kita akan bersua kembali dalam luapan cinta yang maha dahsyat.

I love you.

danau imfote

Psstt aku baca-baca bisa juga ke Danau Love dari Sentani pakai transportasi darat macam mobil/motor tanpa harus sewa perahu. Kira-kira bakal makan waktu 1,5 jam kabarnya. Silahkan~~ pokoknya tempat ini wajib banget deh kalau ke Sentani.

Cek keindahan Danau Love di tayangan terakhir videoku ini yah :

Travel Now or NEVER
2 Responses

Leave a Reply