Hotel di Rote : Anugerah Surf & Dive Resort

hotel di rote

Ketika mendengar tentang Rote, maka yang terpikirkan olehku adalah Nembrala. Sebuah pantai indah yang digadang-gadang sebagai impian para peselancar. Aku sih juga peselancar… peselancar dunia maya. Nah makanya pas mau ke Rote, mesti nyari Hotel di Rote yang tepi pantai beneran. Kalau gak rugi sih kehilangan momen melihat matahari kembali ke peraduannya dengan sempurna.

Tak ada hotel di Rote yang punya peraduan yang pas selain Anugerah Surf & Dive Resort. Hotel ini bukan yang paling mewah, tapi halaman belakangnya adalah favoritku. Barisan pohon kelapa menyambut bibir pantai Nembrala. Sewaktu tiba, pas banget hari sudah sore sehingga aku langsung ke pantai. Banyak anak-anak bersliweran, begitu pun dengan masyarakat lokal. Kebetulan temanku menerbangkan drone (dan nabrak pohon pula!) dan anak-anak yang ngeliat langsung pada antusias ngerubungin temanku macam laler. Mereka juga seneng kalau difoto, bahkan duluan yang minta dijepret pula.

pantai nembrala

Tidak heran sih karena Rote sebelum pandemi adalah daerah wisata yang sudah berkembang dengan mayoritas turis luar negeri. Pastinya bocah-bocah ini udah pernah difoto para turis dan berinteraksi dengan mereka sehingga bukan tipikal yang malu atau takut dengan orang asing.

Setelah hari gelap, barulah aku balik ke kamar. Anugerah Surf & Dive Resort ini ada beberapa tipe kamar, ada yang bentuknya bungalow dengan desain tradisional dan untuk 2 orang. Ada yang bentukannya bangunan semen dan sudah lebih modern dan berlantai 2. Aku kedapatan nginep di opsi yang ke dua ini. Kamarku di lantai 2 dan ada balkon di teras sehingga bisa jemur pakaian atau leyeh-leyeh.

anugerah resort

anugerah rote

Kamarnya sendiri cukup luas dengan fasilitas yang lengkap. Kamar mandinya juga bikin jatuh cinta dengan desain semi terbuka. Samping toiletku persis ada pohon pepaya. Jadi sore itu pas lagi eek dan sembelit, kepikir duh coba pepayanya udah matang, pasti udah kugondol itu. Aku juga suka banget duduk di lantai di bawah shower sambil mandi yang lama. Soalnya seminggu kemarin roadtrip keliling Sabu dan beberapa daerah di NTT, rasanya inilah hotel pertama yang paling bagus. Akhirnya bisa mandi yang puas sambil mengorek daki-daki~

hotel anugerah hotel rote

Toiletnya gak ngasih toiletries selain sabun cuci tangan yang kalau aku lihat buatan lokal dan wanginya enak sekali. Ingin rasanya ditilep juga. Doh!

Cuma kasurnya hanya memberikan sebuah kain tipis sebagai selimut sih. Aku takutnya tadi bakal kedinginan pas bobo. Namun karena langit-langit kamar cukup tinggi, jadinya gak terlalu dingin suasana kamar. Pas deh sejuk-sejuk gitu yang penting aku langsung “tewas” begitu nyandar di ranjangnya.

Untuk breakfastnya, pilihannya bervariasi seperti mie dan nasi goreng, lalu roti dan selai serta kopi dan teh. Cukup banget kok buat menyumpal perut karena habis makan, langsung cabut jalan-jalan di Rote. Saking sibuknya di luar, aku sampai gak sempat berenang di kolam renangnya yang belakangnya adalah tempat spa. Padahal ini ikonik banget dari hotel di Rote ini. Temanku yang lain sempat berenang pas malam hari ketika di malam terakhir di mana kami BBQ-an di tepi pantai.

Malam yang gelap dengna hanya bermodalkan api unggun dan bean bag di pantai, aku termenung melihat sang bulan yang mengintip di atas. Dua malam di sini hanyalah menyisakan kenangan manis yang akan segera berakhir,

Aku pasti kembali lagi ke Rote. Tunggu aku Anugerah. ((kayak ngomong ama laki)).

**

Ada rekomendasi hotel di Rote lainnya?

**

NEXT : Naik Kapal Laut 9 Jam ke Sabu. Untung sewa Kamar VIP.

**

NEXT : Mall Ashta Jakarta yang baru dan mewah!

**

NEXT : Nginap di hutan demi ketemu Orang Rimba

Travel Now or NEVER

Leave a Reply