Hotel Bogor : Royal Tulip Gunung Geulis

hotel di bogor

Suatu hari, aku ada undangan acara di Bogor, tepatnya di kebun raya Bogor. Setelah selesai, aku dan teman-teman yang ikut acara pun diantarkan menuju ke penginapan. Berhubung tidak diberi tahu nginap di mana, yah aku pikir paling ditarok di Hotel Bogorlah biar gak ribet. Rupanya salah! Kami duduk manis di dalam van dan setelah sejam pun lum tahu akan dibawa ke mana. Katanya surprised. Tak lama, tibalah kami di sebuah area penginapan yang masih baru (kala itu) dan aku baru tahu ini toh namanya Royal Tulip.

Resortnya emang antah berantah tapi worth it karena memang cuma kami saja di sana bersama tamu lainnya. Hari sudah sore dan udara mulai dingin. Wah sesuatu yang sudah jarang bisa ditemukan kalau di Kota Bogor. Aku segera masuk kamarnya dan terpukau melihat desainnya minimalis modern. Apalagi di kamar, terdapat sebuah balkon yang menghadap ke sebuah bukit/genung. Mungkinkah itu yang namanya Gunung Geulis?

hotel bogor

Aku pun duduk-duduk sejenak menikmati heningnya resort dan hijaunya pemandangan sekitar. Namun tak tahan lama karena tubuh ini mulai kedinginan dan rasanya mandi air hangat sangatlah enak. Masuk ke dalam kamar mandi yang transparan itu, aku perhatikan kacanya cukup besar dengan lampu di sampingnya. Keren euy berasa kaca-kaca tukang rias ngono.

harga royal tulip

royal tulip

Setelah bebersih, acara berikutnya di sebuah resto di resorts ini. Cafe-nya tipikal remang-remang gitu dan sepanjang malam aku pun chill di sana, tentunya sambil merasakan angin sejuk malam. Awas masuk angin neng!

Paginya, aku sengaja bangun cepetan dan membuka gorden. Kali aja ada matahari terbit di balkon gitu kan. Nyatanya, tidak ada. Namun aku disuguhi pemandangan bukit dan embun-embun pagi yang menyeruak ke paru-paru. Segar sekali rasanya nyuci paru-paru ini dari polusi Jakarta. Ingin kuhirup dalam-dalam dan kuhembuskan dengan lantang.

Perut keronconganku mulai memanggil. Padahal semalam udah kenyang banget makan makanan di cafenya yang semuanya lezat dan fresh. Pas pula ada fasilitas live music kalau di cafe. Untuk breakfast di resto, tentu aja gak ada. Tak apa, yang aku butuh adalah ketenangan untuk memulai hari yang indah. Yang penting lagi-lagi makanannya memuaskan dan membuatku kenyang bego sambil menatap ke luar, ke arah kolam renang yang memanggil-mangil.

royal tulip puncak

Sayangnya karena kejutan, aku tak menyiapkan baju renang karena kupikir tak bakal nginap di hotel Bogor yang spektakuler seperti ini. Sungguh menyesal rasanya. Aku cuma bisa bermain dengan air berkaporit ini dengan kakiku. Padahal dalam hati, ingin rasanya terjun ke kolam yang sepi ini.

Di samping kolam, ada kids club yang dindingnya transparan sehingga orang tua bisa sambil memperhatikan anaknya bermain. Setelah itu, aku sempat ngecek ke area deck mereka, sebuah deck kayu di ujung yang bisa dijadikan venue event kayak intimate wedding, kelas yoga, dll apalagi menghadapnya ke jendolan gunung bukit itu. Sebuah background yang mantaplah.

hotel di bogor

So far, aku ngerasa lum maksimal staycation di sini. Kamarnya bikin mager banget. AC gak diperlukan lagi. Tinggal buka balkon aja udah semriwing. Fasilitas macam pool juga tak sempat dinikmati. Semoga ada rezeki atau berkesempatan balik sini lagi buat nyicip enaknya Hotel Bogor yang udaranya masih bersih dan jauh dari keramaian.

royal tulip hotel

**

NEXT : Hotel Kontainer di Serpong.

Travel Now or NEVER

Leave a Reply