Gentala Arasy Icon Baru Jambi

gentala arasy

Provinsi Jambi punya beberapa icon yang melekat padanya. Sebut saja candi muara jambi, harimau sumatera yang terus terusan diburu hingga suku anak dalam yang sudah aku datangi dengan penuh peluh dan emang se-wow itu pengalamannya.

Namun, icon icon tersebut sayangnya berasal dari luar kota Jambi. Yah lebih banyak berada di pelosok kabupaten atau dalam hutan. Jadi jikalau ada wisatawan / teman bertandang ke kota jambi sendiri, lebih sering aku rekomendasikan untuk wisata kuliner. Murah, enak, sehat dan ada di mana mana.

Namun jangan sedih sekarang aku sudah punya rekomendasi wisata murah meriah lain sejak ada Jembatan dan Museum Gentala Arasy yang berdiri sejak 28 Maret 2015. Tidak tanggung tanggung Wapres Jusuf Kalla lah yang meresmikan landmark kota Jambi ini.

jembatan gentala arasy

Jembatan Gentala Arasy yang bentuknya meliuk liuk seperti huruf S di atas sungai Batanghari ini hanya dikhususkan bagi pejalan kaki. Jadi tidak perlu takut kena serempet motor. Tapi pengguna sepeda kadang ada yang lewat sini juga sih. Selain buat dikagumi, jembatan ini krusial untuk menghubungkan kota jambi dengan kawasan seberang jambi. Dulunya sebelum ada jembatan ini, kalau mau ke seberang harus pake jalur darat mutar jauh atau opsi keduanya yah harus naik ketek (kapal kayu kecil dengan mesin yang bunyinya tek tek tek).

gentala arasy

Panjang jembatan ini mencapai 503 meter dengan lebar 4,5 meter serta berdiri di ketinggian 60 meter. So lumayanlah buat olahraga jalan kaki. Sayangnya jembatan yang bertahun tahun ditunggu ini malah tidak menyediakan tong sampah sehingga kadang kala ada sampah berserakan. Kan takutnya ketiup angin terus jatuh ke sungai. Yang lebih parah ada juga pengunjung yang langsung membuang sampah ke sungai yang telah cokelat itu. Ckckkc! Pengen tak dorong orangnya sekalian nyebur bareng sampah-sampahnya.

sungai batanghari

gentala arasy

Nah di ujung jembatan ini, berdirilah bangunan setinggi 80 meter yang dikenal sebagai Menara Gentala Arasy yang tidak lain adalah museum yang mempertontonkan sejarah serta barang barang peninggalan dari masa lampau. Luasnya tidak besar, cukup 15 menit untuk mengitarinya. Yang menarik perhatian saya justru adanya rombongan SD yang sedang tur wisata dan menonton film film khas jambi seperti suku anak dalam atau tentang perkembangan Islam di kota Jambi di bioskop mini yang terletak di lantai paling bawah.

menara gentala arasy
Sayangnya pihak manajemen belum membuat jadwal film dan kapan tayangnya sehingga jika ingin menonton lebih baik menanyakan dulu jauh jauh hari atau mem-bookingnya untuk acara.

Di luar menara ini, terdapat tempat duduk yang telah diberi perlindungan agar tidak terlalu panas. Cocoklah bagi anak muda yang ingin nongkrong sore sore sambil menyeruput es tebu dan jagung bakar. Bagi yang membawa anak anak, tempat ini juga bikin betah karena ada penyewaan skuter dan mainan gitu yang sesuailah dengan kantong rakyat.

Nah, jadi mumpung jembatan dan museum ini tidak dikenakan biaya, jangan lupa mampir yah. Btw herannya Museum Gentala Arasy nya justru tutup di hari minggu dan libur nasional. Ealah! bukannya justru hari-hari tersebut yah pengunjung membludak?

Info Tambahan : Lokasinya ada di depan Rumah Dinas Gubernur Jambi atau persis di samping mall WTC. Jadi kalau males panas-panasan bisa nongkrong di resto/cafe di mall terus cari yang view-nya ngadap ke sungai. Tapi kalau pas sore-sore gitu banyak loh yang nongkrong di bawah jembatan ini. Kami menyebut area tempat ini sebagai Ancol-nya Jambi.

ancol jambi

Travel Now or NEVER
16 Responses
  1. si engkong

    Len, meski tidak ada tempat sampah bukan berarti boleh buang sembarangan, simpan dulu nanti sewaktu melihat tempat sampah baru di buang, kurang kesadaran bagi Negara sendiri dan kebersihan bersama publik sendiri

  2. keren, travel Blog nya. Jambi memang mempunyai banyak tempat yang bisa di jelajahi, tetapi memang saya rasa belum di fokuskan untuk pengembangan wisata di sana, seperti Jembatan Gentala Arasy ini malah sekarang lampu nya mati tidak di perbaiki, akses ke Candi Muaro Jambi yang masih kurang bagus dan tidak adanya kendaraan regular kesana. Seharusnya Jambi bisa meningkatkan Pariwisatanya, mengingat 2 Provinsi yang mengapitnya (Sumatera Selatan dan Sumatera barat) sudah sejak lama bersolek agar bisa meningkatkan kedatangan wisatawan. Mungkin bisa menggalakkan wisata sejarah, mengingat banyak tempat bersejarah di Jambi. Dan juga wisata petualangan untuk yang menyukai petualangan seperti di Gunung Kerinci. Kebetulan saya sering ke Jambi. dan sekarang saya tinggal di Lombok.

Leave a Reply