Gara gara salju

badai salju

Bagi orang orang yang terlahir di negara tropis, salju adalah sesuatu yang hanya dapat di lihat di televisi. Tak heran jika banyak orang tropis yang begitu melihat salju, langsung melopmat kegirangan seperti menemukan sebongkah emas.

Tepat sebelum saya menulis post ini, saya juga masih terobsesi dengan benda putih dan dingin ini. Tapi akhirnya mimpiku terkabulkan juga bisa main salju pas nyobaiin ski. Biarpun jatuh, guling guling dan terseok di atas saju, semuanya tetap pengalaman indah. Persis seperti di film film!

salju
Sayangnya saya tidak sempat membuat boneka salju, ternyata oh ternyata bikin boneka salju itu ga segampang bikin es puter. Lama, butuh kesabaran dan jadinya pun ga bulet bulet amat. Mending saya melakukan Snow Angel, yakni kebiasaan masyarakat sini dengan berbaring di atas salju lalu tangan dan kaki dikepak-kepakkan hingga ada cetakan seperti peri.

Ketika mau jalan jalan ke east coast USA, saya hanya memprediksikan akan ada sedikit salju. Secara in spring gitu loh. Pastinya gak bakal menghambat trip saya. Nyatanya, balik dari sana, saya malah jadi keki dengan salju gegara :

1. FLIGHT CANCELLED
Kalau delay masih mending, tetapi sampai batal itu nyeseknya di sini loh —> nunjuk dada dan dompet. Malam sebelum hari keberangkatan, teman saya menunjukkan siaran perkiraan cuaca di TV. Saya hanya cengar-cengir berfikir kali aja kayak di Indonesia ada hujan lokal, di Amerika pun ada salju lokal. Ternyata tidak ada. Perkiraan cuaca di sini nggak meleset. Paginya di luar semua sudah putih. Sebagai orang tropis, saya langsung meloncat keluar kegirangan dan berlari lari di luar nggak pakai jaket. Kebodohan saya hanya berlangsung 5 menit karena setelahnya saya menggigil kedinginan. Begitu di rumah, baru saya dikabari bahwa flight saya dari Buffalo menuju New York City dibatalkan. Cih!

badai salju
2. Harus naik taxi
Dikarenakan salju yang terus turun, jalanan jadi licin dan berbahaya. Diantar oleh seorang teman, maka saya buru buru diantarkan ke stasiun kereta api sebelum badai salju semakin memburuk. Si putih salju ini rupanya makin berulah. Dia mengakibatkan banyak jalur kereta/bus terlambat dan parahnya transportasi publik tidak beroperasi. Terpaksa saya harus merogoh kocek dalam dalam untuk biaya taksi. Belum lagi armada taksi di sini tidak seperti di Indonesia yang tinggal melambaikan tangan. Tidak juga seperti di film film dimana taksi kuning NYC selalu ada di tiap tikungan. Di beberapa kota, kita harus menelpon terlebih dahulu sambil bersaing dengan pelanggan lainnya. Kalau soal mahalnya, tidak diragukan lagi deh. Pfft!

3. Kemana mana kedinginan
Saya anti dingin. Lebih baik keringatan daripada harus menyelimuti badan dengan pakaian berlapis lapis. Selain itu, tangan saya biasanya sangat sensitif. Kalau tidak pakai sarung tangan, bisa beku dan buku buku jari jadi dingin dan pecah hingga luka dan berdarah. Belum lagi hidung, pipi dan telinga rasanya berasap karena terlalu dingin. Kalau begini aku nggak hanya butuh pacar, tapi juga abang bakso! Huhuhu

4. Kotor
Salju yang diinjek orang atau kena tanah jadinya bikin warnanya jadi coklat/hitam loh. Belum lagi yah kalau saljunya mulai meleleh biasanya jalanan jadi becek dan saljunya jadi tidak sedap dipandang mata. Hati hati juga licin dan suka bikin saya (hampir) kepelest.

5. Bisa menyebabkan kematian
Seperti di buffalo, dikabarkan di berita terkadang jika cuaca sedang buruk dan badai salju datang, mereka kadang menemukan homeless yang terkubur hidup hidup dalam tumpukan salju. Sedih yah. Masih di Buffalo, ketika saya keliling keliling, saya juga melihat ini. Kira kira rusanya mati karena kedinginan bukan?

**

NEXT : Kapsul Hotel Lega dan Nyaman 100 ribu aja.

**

NEXT : Nginap di hutan untuk bertemu Orang Rimba

Travel Now or NEVER
3 Responses
  1. engkong ozi

    Len, disini cuaca ekstrim, 2 hari lalu di Blue Mountain terjadi badai Salju padahal ini musim Spring, winter dah lewat, di Sudney banyak banjir dadakan sampai ada satu Train station terendam air

  2. Lenny Lim

    @engkong : oh iya ada tuh saya baca beritanya :/

    @kharis : pas saya di USA sih ga ampe jadi bencana paling menggangu aktivitas aja.

Leave a Reply