Candi Muaro Jambi Yang Terluas se-Asia Tenggara

candi muaro jambi

Iya, kalau hitung dari luas area, maka Candi Muaro Jambi adalah kompleks Candi Buddha terluas se-Asia Tenggara. Borobudur memang raksasa spektakuler candinya, sedangkan kalau Candi Muaro Jambi candinya sendiri kecil kecil dan biasa saja, namun lahannya luas banget masya allah gak keukur lagi pake meteran baju tukang jahit langgananku. Pokoknya kalau mau pindah antar candi atau tempat kadang kudu pake kendaraan gitu deh.

Kawasan Candi Muaro Jambi merupakan bukti peradaban yang dibangun pada masa Kerajaan Melayu Kuno pada abad ke 7 – 14 Masehi. Lebih dulu daripada Borobudur yang diperkirakan didirikan pada abad ke 8. Pada masa lampau saat itu, area ini dipercaya sebagai kampus bagi para penggiat agama Buddha aliran Tantrayana. Kebanyakan para murid ini berasal dari luar negeri seperti China, Bangladesh, India dll ingin belajar lebih dalam di sini.

candi kedaton

Total diperkirakan ada sekitar 84 reruntuhan bangunan kuno yang tersebar di sini tapi kebanyakan masih tertimbun tanah. Karena awalnya dulu ketika ditemukan emang kebanyakan tertimbun dan kabarnya sempat ada bencana yang mengakibatkan berhentinya operasional kampus. Pokoknya misteri kenapa tidak ada lagi kampus itu sampai saat ini masih lum terkuak.

Jadi kalau dilihat sekilas, di tempat ini hanya ada sedikit yang bisa dilihat. Malah nyaris “tidak ada apa apa” jika turis yang datang bukan orang yang suka dengan sejarah, budaya dll.

Untungnya aku diceritain tempat ini sehingga bisa lebih sedikit betah dan mengeksplor kawasan ini sambil mereka reka. Dulunya di sini kantin kampus di mana yah?

Ohya pada masa itu, Kawasan Candi Muara Jambi itu udah keren banget loh karena peradabannya. Jadi kan lokasi ini letaknya di delta sungai Batanghari sehingga sering banjirlah. Nah saat itu mereka sudah membuat teknologi kanal. Air sungai sengaja dimasukin ke dalam kanal sehingga airnya tidak berbau yang kemudia difilter dengan bebatuan kecil kayak kerikil yang unik dan banyak dijumpai di sekitar candi. Setelah itu ketika air surut, banyak protein yang terperangkap yang bisa buat untuk makanan ikan.

kanal candi muara jambi

Aku sempat mau liat kanalnya yang tersohor itu, tapi apa daya saat itu hujan turun dan situasi tidak mendukung. Jadi sempat liat beberapa candi saja. Ada 7 candi yang telah dibuka dan diberikan tindakan konservatif intensif sehingga masih terlihat lah rupanya. Candi-candi tersebut adalah :

Candi Gumpung | Candi Tinggi I |Candi Tinggi II | Candi Kembar Batu | Candi Astano | Candi Gedong I | Candi Gedong II | Candi Kedaton

candi muara jambi

Yang paling sering dikunjungi adalah Candi Gumpung dan Tinggi yang kebetulan lokasinya sampingan dan kalau dari pintu masuk utama, sudah langsung terlihat. Lalu di sekitar itu juga banyak peminjaman sepeda buat keliling karena lokasinya mang luas dan puas deh liat ijo-ijo bertebaran sepanjang mata. Ohya ada museum juga loh di sini. Kecil sih tapi ada beberapa info menarik dan peninggalan yang bisa dilihat. Kebanyakan berupa koin Cina, patung, artefak gitu gitu.

kawasan candi muaro jambi

Buatku pribadi, yang paling menarik dari kesemua ini adalah Candi Koto Mahligai. Candinya gak kelihatan masih belum dipugar, dan pas dateng adanya genangan air doang. Namun sekelilingnya itu loh dipenuhi pohon kundur raksasa berusia sekitar 700-800 tahun. Bahkan ada satu pohon raksasa yang saking gedenya, bawahnya itu bolong dan bisa aku masukin bolak balik. Pokoknya di sini auranya beda banget dengan candi lain. Macam berada di Lost of The World.

Candi Koto Mahligai ini paling jauh dan untuk masuknya beda sendiri jalannya. Masih jarang banget orang yang tahu. Area ini udah masuk tempat masyarakat dan di sini banyak pohon duku. Aku dateng pas pertengahan Februari pas lagi panen duku. Ya ampun duku di mana mana ampe di tanah tinggal ambil. Manis semua gak ada yang sepet, kayak aku lah.

Candi Muaro Jambi

Bangunan candi ke semuanya menggunakan bata merah dan untuk merekatkannya hanya pake air saja. Kalau diperhatikan kayak di Candi Kedaton, itu panjangnya batanya gak ada yang sama gitchu loh.

Keren deh pokoknya kalau mau sabar mendengarkan cerita guide, banyak banget info menarik seputar kawasan ini yang belum terkuak hingga sekarang. Semoga kawasannya tetap lestari dan biarlah apa adanya begini.

Tertimbun oleh kenangan dan sejarah.

candi koto mahligai

Travel Now or NEVER
8 Responses
  1. Dulu kesini cuma ke candi tinggi sama ke candi gumpung, terus kali kedua ke candi yg sebelum candi utama…lupa namanya.. huhu
    Udah lama banget gak kesini, pengen euy ke candi mahligai, itu sebelah mana yah?

    1. Aku agak2 lupa jalan menuju ke sana. Pokoknya bukan belokan yang ke arah pintu utama… beda jalan dia karena jarakanya sekitar 1 km dari gerbang utama. Pintu masuknya beda soalnya.. coba tanya orang sekitar sana kak

  2. menariknya adalah candi ini terbuat dari bata, yang beda dengan candi budha di Jawa. namun, ada kesamaan, yaitu terdapat Makara di kaki candi, yang banyak ditemukan di candi-candi Hindu di Jawa.

    1. Mungkin karena di daerah sini tidak ada gunung berapi ya Mas? Kalau nggak salah, di Jawa kan kebanyakan batu-batu yang dibuat membangun candi dari batu vulkanik.

  3. Semoga komplek candi ini bener-bener dirawat dan diperhatikan pemerintah yaaa… Biar orang-orang pada tahu kalau Indonesia juga punya komplek candi yang luas kayak Angkor Wat. 😀

Leave a Reply