Blog Atau Youtube : Mana Yang Bagus?

bobobox hotel

Kalau kalian perhatikan socmedku, maka kalian tahu jika aku sudah beralih hati. Aku selingkuh. Aku telah jatuh hati pada youtube. Mungkin itu sebabnya blogku agak jarang dibelai akhir-akhir ini. Fokusku bikin konten sekarang lebih untuk video ketimbang tulisan. Blog atau Youtube sebenarnya manapun itu, adalah sebuat media untuk menyampaiakan pesan. Namun teknologi berkembang. Minat orang berubah. Maka, aku pun tak kuasa juga mengikuti zaman.

Sebenarnya punya akun Youtube itu udah lama yah karena bawaan dari Google kan. Namun aku baru mulai upload video itu sekitar Agustus 2017 setelah trip dari Bengkulu. Saat itu niatnya pengen ikut lomba video juga. Tapi, tentu saja gak menanglah. Video pake HP butut, ga da konsep, ala kadarnya dll. Tahun 2018nya video makin booming tuh. Aku cuma ngeh doang tapi lum diseriusi ambil konten videonya.. yang akhirnya lebih banyak nyeselnya kalau dipikir lagi sekarang. Karena siapa tahu 2020 udah gak bisa travel huhu.

Barulah di Februari 2019, aku posting vlog aku nginep bareng Orang Rimba. BOOM~ tiba-tiba banyak penontonnya. Gak langsung tapi lumayan buat newbie kayak aku. Saat itu juga aku mulai mikir wah keknya kudu beneran serius di Youtube nih. Mana aku sempat 2x menang lomba video Youtube pula. Meski menurutku banyak faktor keberuntungan yang menyertai ehe.

Jadi kalau ditanya lebih baik fokus ke mana, nih aku jabarin yah plus minusnya.

Blog Atau Youtube?

Modal

Blog Butuh hosting, beli template design, domain, install plugin dan kawan-kawan. Gak mahal sih cuma yah gimanapun tetap harus bayar. Namun dari segi skill, “modal” yang dibutuhkan tidak begitu banyak yakni menulis. Semua orang aku yakin bisa nulis, yah hanya bagus atau tidak. Sisanya seberapa rajin atau malas. Kalaupun gak bisa banget, masih bisa nyuruh orang tulis terus dimasukin ke web kita.

Youtube Semua gratis tinggal upload aja ke Youtube. Gak ada tambahan fitur apa-apa lagi yang perlu diinstall. Semua udah disediaiin di Youtube. Tinggal kotak katik aja. Namun yang jadi modal besar itu adalah beli program video editing, laptop/komputer buat edit dan juga kamera buat ngerekam. Karena kadang kalau kamera biasa masih bisalah buat blog. Tapi spesifikasi untuk menghasilkan video yang ciamik lebih besar.

Meskipun begitu, jangan jadikan semua tantangan ini sebuah keterbatasan yang menghalangi kita. Banyak kok akun youtube yang subs dan views bejibun padahal videonya cuma pake HP. Pun sekarang kamera HP juga mumpuni. Jadi manfaatkan apa yang ada di sekeliling kita aja yah.

Tingkat Kesusahan

Blog Karena sudah jadi blogger sekitar 9 tahun dan memang menulis itu adalah hobi yang kusukai, jujur gak susah menjalankan blog. Nyari ide pun masih bisa diakali. Apalagi dulu hingga sekarang pun, kerjaanku mang seputar merangkai kata sehingga ngeblog itu udah jadi makanan sehari-hari sih. Yang masih aku harus pelajari palingan seputar SEO, behind the scene running website dll. Oleh karena itu aku pun masih dibantu temenku untuk mengoperasikan blog ini.

Youtube Awalnya, semua video di Youtube itu aku minta tolong temenku yang editin. Aku gak bisa. Padahal kalau dipikir-pikir itu karena aku malas belajar hal baru aja. Padahal dulu pas aku jadi mahasiswa, aku malah sudah bikin video animasi kartun yang simpel. Kalau dipikir-pikir yah sebenarnya mirip-mirip.

Karena tak bisa bergantung selamanya pada orang lain, maka akhir tahun lalu aku sudah edit sendiri videoku. Cuma bisa yang simpel aja tapi yah sudah jadilah. Aku pakai Filmora yang simpel aplikasinya dan menurutku sudah lebih dari cukup. Berhubung ini hal baru buatku, tingkat kesulitan nge-vlog lebih susah sih. Apalagi kalau misalnya mau ngereview sesuatu, itu lebih lama proses produksinya. Ngambil angle video, diulang berkali-kali, ngevlog di tempat umum, dll itu sesuatu yang bikin aku kurang PD sih. Rasanya malu aja gitu. Belum lagi sudah panas-panasan ambil video, pas dicek blur, suara berisik, kepotong dll dan momen udah kelewat sehingga gak bisa take ulang. Itu rasanya mau nanggis sih.

Kalau blog kan yah bisa lah sekali dua kali take foto udah cukup. Kalau bikin video, wah bisa berjam-jam. Bikin 1 menit video aja butuh mikir dulu mau ngomong apa, benerin muke, background, ambil berbagai angle, pastiin ga ada tukang tahu bulat lewat masuk dan kerekam teriakannya dan yang terakhir mood kita harus dijaga bener. Beneran deh kalau mood ambyar, itu keliatan banget ekspresinya di kamera. Yah kan jadinya harus ditunda deh. Oleh karena itu, tingkat kesulitan video ini berkali-kali lipat mang karena kompleksitas pengerjaannya.

blog atau youtube

Adsense (Ini kan yang kalian kepoin!)

Blog Pertama kali ngeblog dan ikut lomba terus menang, itulah yang bikin aku mikir rupanya ini bisa diduitin yah. Lalu beberapa tahun kemudian pasang ads di blog padahal blognya masih blogspot. Meskipun begitu, menurutku ngandalin ads di blog itu kecil dapatnya. Palingan cuma cukup buat ganti bayar domain, hosting dll. Kesempatan cuan lebih banyak dari sponsored post, ajakan kerja sama atau yah menang lomba.

Itu dari sisi materi. Tapi blog jugalah yang membuatku mengenal banyak blogger lagi, traveling gratis, diundang sana-sini dan ketemu kalian, wahai yang sedang baca. Kalau kalian merasa terbantu dari blogku, maka itu saja sudah cukup.

Youtube Jujur kalau ngarepin duit, mank Youtube lebih bisa diandalkan. Pertengahan Desember 2019 adalah saat di mana aku bisa pasang iklan di channelku. Sejak saat itu hingga kini mang lum banyak yang aku dapetin. Paling cuma USD150 itupun masih kena potong biaya transfer bank ke BCA hiks. Namun ini masih lebih baik dan cepat ketimbang ads dari blog. Lagian akunku masih kecil jadi hitungan adsnya juga masih murah banget. Namun sejauh ini, sudah pernah ada yang ajak kerjasama. Syukurlah~

Growth

Blog Aku ngerasa sih agak mentok yah traffic. Malah condong menurun karena industri travel sedang mati suri. Untuk back up sekarang aku lebih banyak bikin post tentang lifestyle aja atau kesehatan atau topik-topik lain. Tapi yah sesekali masih ada postingan jalan-jalan atau hotel pakai stok yang lama.

Youtube Semua lagi pada beralih ke youtube sih. Artis TV pun begitu. Yah karena marketnya sekarang pada di sana sih. Sosial media yang lagi trending pun itu TikTok yang orientasinya video. Jadilah aku pun kecipratan sedikit subscriber. Andai aku mulai lebih awal, mungkin pertumbuhannya lebih pesat lagi. Targetku sih gak muluk-muluk. Tahun ini 10K subscriber aja deh.

**

Kesimpulan : Pada akhirnya itu semua hanya platform. Mau mengikuti zaman atau tetap idealis, semua di tangan creatornya. Yang penting kontennya sesuai hati atau jika membangun branding yah sudah diikuti aja. Semua pasti ada tantangannya. Tak semua orang bisa jadi Youtuber karena misal malu di depan kamera, kagok nyap-nyap di tempat umum, atau simply karena bukan passionnya di sana.

Kabar baiknya menurutku blog belum akan mati kok karena akan tetap ada orang yang lebih suka membaca daripada menonton. Aku contohnya. Hampir gak pernah liat youtuber lain. Kalau mau liat review mending baca. Kesenangan membaca itu beda banget ama menonton dan aku masih prefer baca tulisan daripada subtitle. Intinya semua ada marketnya, cuma blog sekarang sudah gak cukup buat aku makan. Karena itu, saat ini aku akan coba memprioritaskan Youtube.

Alasan lainnya, setelah ditimbang dan dirasa, setelah masuk dua tahun bikin video, aku mulai ketemu ritme dan lumayan suka bikin video simple. Dan juga setelah aku pikir, effort bikin blog itu kadang lebih jor-joran dari bikin video, tapi imbal baliknya gak setimpal buatku jadilah aku mau gak mau beralih.

Tapi tenang aja. Blog ini tetep abadi dan kurawat karena aku gak akan lupa “akarku”. Seberapa pun jauhnya aku melangkah, blog ini lah pintu pertama yang membukakan duniaku. I’m forever in debt.

Blog atau Youtube. Mana satu pilihanmu?

kira-kira ada yang masih kepo atau pengen share? monggo komen yah~

Travel Now or NEVER
6 Responses
  1. Zam

    aku dulu juga pernah nyoba bikin vlog, tapi karena ya ngga begitu bakat, dan ngga punya waktu ngedit, ya akhirnya berhenti. saat itu juga punya konsep ngevlog (mulai dari syuting dan edit video) dari ponsel. terus ya itu, harus punya banyak waktu luang. kalo mau ngintip bisa liat di matrivlog https://www.youtube.com/playlist?list=PLUCGiGmuASKYj_W1qXTwZ97M0ad_AuMcP 😀

    kalo aku, blog bukan tujuan nyari uang. adsense ya ada, cuma ya buat mbayari server. kalo mau beneran nyari uang dari blog ya bisa, lewat SEO. youtube juga gitu, mau diseriusi juga uangnya bakal banyak. aku follow beberapa youtuber luar yang berhenti dari kerjaan utama mereka lalu full jadi youtuber dan dapetin duit dari situ.

    high risk, high gain. mau dapat hasil gede ya modal (dan usaha) harus gede. prinsip dasar.

    kalo aku, karena blog bukan sebagai penghasilan utama, ya ngga begitu ngejar penghasilan. tujuanku sih ya berbagi info dan buat dokumentasi pribadi saja. syukur bermanfaat bagi orang lain dan berpenghasilan.

    macam orang nanam padi, tujuannya nanam padi, di mana nanti kalo muncul gulma ya itu hanya efek. kalo nanam gulma, ngga akan mungkin muncul padi di situ..

    1. Lenny Lim

      Betul kak kalau kak zam kan karena blog cuma sampingan dan hobi karena punya full time job.

      Kalau aku pengen jadi full time content creator jadinya realistis aja pengen fokus di yang paling bisa menghidupi ehe Blog tetap ada tapi yah buat pendapatan pasif jadinya.. youtube juga masih merintis. Yah mogalah ada hasilnya ya kak 🙂

  2. Avant Garde

    Warga +62 yah, dari baca sekarang demennya yutuban. Tp semuanya bakalan ada pangsa pasar masing2 kok. Gak semuanya beralih ke yutub juga. Sabar ya ce, covid bikin ambyar semuanya.. Jangankan cece yg udah dot com, aku aja yg gretongan juga seret banget wkwk… Setuju deh, sosial media hanyalah platform. Selama ada google dan yutub, orang bakalan cari apapun di yutub, begitu juga cari video juga langsung ke yutub … 🙂
    Cuma berharap semoga pandemi ini cepet kelar.. Duh maaf malah ngomongin covid

    1. Lenny Lim

      wkwk pandemi cepatlah usai. Semangat buat kita semua.

      Iyah anggaplah blog dan youtube ini saling melengkapi kebutuhan manusia. Yah mau baca ada, yang mau nonton ada ehe

Leave a Reply