Batu Unik Bernama Balancing Rock

batu unik belitung

Belitung ternyata emang gudangnya bebatuan. Yang paling mentereng adalah Pantai Laskar Pelangi di mana bebatuan raksasa berserakan di tepi pantai. Tapi jangan dikira batu seperti itu hanya ada di air. Di daratan Belitung juga banyak. Contohnya Batu Baginde rajanya. Setelah itu masih ada batu unik lainnya yang jadi ratu buatku yakni Balancing Rock.

Sama halnya dengan Baginde, akses menuju Balancing Rock sama sekali belum ada. Pun ini bukan atraksi wisata turis pada umumnya. Tapi tah napa aku seneng aja gitu dengan bebatuan. Jadilah aku ke sana dianter sama orang lokal. Kami sempat juga bingung nyari jalannya karena di ada di tengah belantara Belitung. Akhirnya kami parkirkan mobil seadanya di depan kebun / hutan orang. Setelah itu, kami lanjut menelusuri jalan setapak yang tak ada orang satupun. Jalan tanah saat itu untungnya masih kering karena tidak ada hujan. Sekitar 15 menit kemudian tibalah kami pada pinggir batu granit raksasa. Tidak ada jalan ke depan. Aku harus memanjatnya. Sialnya aku agak salah kostum hari itu. Aku cuma pakai sandal jepit dan dress, karena mang gak tahu bakal ke sini karena serba spontan dan tentu gak kira medan yang akan ditempuhnya seperti ini.

batu unik di belitung

Tapi bukan Lenny namanya kalau gak bisa manjat. Hup aku naikkan sedikit dressku biar gak menghalangi kakiku bergerilya. Batunya cukup curam sehingga harus bahu membahu megangin teman sambil nyari pijakan yang pas. Ngeri-ngeri sedap juga kalau terpeleset yah. Untungnya beberapa batu ada akar pohon yang bersliweran sehingga bisa dijadikan tambahan pijakan/pegangan. Tapi kalau sandaran hidup, belum bisa nih.

batu unik

Setelah sukses mendaki batu raksasa itu, setibanya di atas aku terpekur melihat Balancing Rock dengan fenomena tak lazim. Barulah aku mengerti kenapa dinamakan Balancing Rock. Batu purba tersebut tampak melayang di atas tanah, upps maksudku di atas batu raksasa yang aku pijaki. Ia seperti sedang melakukan yoga dan membuat dirinya balance (seimbang) di antara terpaan angin karena tak ada satu pun di sekitarnya yang lebih tinggi dari pada dirinya.

Namun di antara Balancing Rock dan batuan yang aku pijaki, hanya diselingi atau ditumpu oleh batu kecil yang nyaris tak tampak kalau dari jauh. Aneh sekali, “kerikil” ini mampu menahan beban batu di atasnya yang begitu besar. Sepertinya mereka tak mengenal hukum gravitasi.

batu belimbing

Diperkirakan Balancing Rock ini tingginya 25 m dan diameternya 8 m. Sejauh ini lum tahu bagaimana awal mula terbentuknya Balancing Rock. Mungkinkah sebenarnya Balancing Rock dan batu yang aku pijak itu awalanya adalah satu batu yang sama namun bawahnya terkikis air sehingga jadilah begitu?

Selain itu yang bikin terbengong-bengong juga posisi Balancing Rock ini ada di pingir jadi kek miring gitu. Antara mau jatuh tapi mencoba bertahan.

batu belimbing unik

Aku lantas jadi teringat di Bangka yang merupakan sodara kandung Belitung ini, aku juga pernah menjumpai batu yang persis sama macam Balancing Rock ini. Namanya Batu Belimbing tapi sudah lebih terawat, ada tiket masuk dan gak perlu bengekan untuk manjat ke atas. Plus bonus cerita rakyat pula di sana.

batu-belimbing-toboali

Aku sebagai manusia hanya bisa berdecak kagumlah kalau liat batu unik gini. Gak salah emang kalau Belitung ini masuk salah satu lokasi geosite di mana secara lanskap alamnya diperkirakan dulunya emang bebatuan. Jadi tak heran jika sebenarnya hampir di mana aja di Belitung itu, aku bukan lagi menapakkan kaki pada bumi dan tanah, tapi pada bebatuan yang adiluhung.

**

VLOG Belitung cek di sini :

Travel Now or NEVER
2 Responses

Leave a Reply