Review Pulau Komodo VS Pulau Rinca

komodo-dragon

Alkisah, dahulu kala hiduplah seorang putri di Pulau Komodo yang disebut dengan putri naga. Putri ini kemudian menikahi seorang pria yang bernama Majo dan kemudian melahirkan anak kembar, seorang bayi lelaki dan seorang bayi betina komodo. Si bayi laki-laki dinamakan Gerong, lalu kembarannya dinamakan Orah dan dibiarkannya hidup bebas di hutan. Sepasang kembar tersebut pun tidak saling mengetahui.

Bertahun-tahun kemudian, ketika berburu di Hutan si Gerong menembak sebuah rusa. Tapi ketika akan mengambil buruannya, tiba-tiba muncul binatang reptil besar yang mengambil rusa tersebut. Si Gerong berusaha mengambil kembali buruannya, namun naas si reptil besar sudah kabur beserta rusa tersebut. Segera si Gerong mengangkat tombaknya untuk membunuh komodo tersebut. Tiba-tiba saja, putri naga muncul ke hadapannya dan berkata “Jangan bunuh binatang itu. Dia adalah saudara perempuanmu, Orah. Saya telah melahirkan kalian berdua. Perlakukan dia seperti dirimu. Kalian berdua adalah kembar.”


Maka sejak itu, seluruh penduduk pulau pun memperlakukan Komodo dengan baik. Hewan purba ini dapat berjalan bebas-puas tanpa perlu takut diburu. Mereka pun dapat memburu hewan seperti babi liar, rusa, dan hewan lainnya bahkan juga memangsa sesamanya.

komodo-dragon

Untuk melihat langsung cerita legenda tersebut, kali ini saya datang jauh-jauh dari Jakarta, transit dua kali, naik kapal setengah harian, dan selepas dari Padar maka langsung bergegas ke Pulau Komodo atau yang disebut juga Oh Liang demi melihat Komodo. Itu saja. Tak lebih. Karena saya sadar untuk selfie dengan hewan ini tentu saja sulit, kecuali saya merelakan anggota tubuh saya berpindah ke perut si komodo. :))

Ketika turun dari kapal, sebuah jembatan batu telah siap menjadi sandaran dari kapal yang saya tumpangi. Jembatan ini juga merupakan satu-satunya pintu masuk ke Pulau Komodo. Sebenarnya, Komodo juga bisa dijumpai di beberapa pulau lainnya di Flores, bahkan temen saya kopertraveler bilang, Pulau Rinca justru lebih bagus ketimbang Pulau Komodo karena area trekking nantinya lebih bervariasi dan menarik. Entahlahh… yang jelas karena belum ke sana saya tidak tahu pasti.

Balik ke pulau komodo…
Dari jembatan, saya disambut gerbang komodo ala – ala. Dari sini saya bingung, mana satu kantornya? ato kok gak ada yang nyambut sih? Rupanya masih harus belok ke kiri, ketemu pedagang lokal jualan makanan / minuman dan suvenir komodo. Belanja..belanja..ibu..sayang anak..sayang anak!

Berhubung misi saya berjumpa komodo belum usai, saya urungkan niat untuk melihat oleh-oleh. Saya terus jalan hingga akhirnya diarahkan ke sebuah tempat terbuka di mana para ranger berkumpul. Di sini para pengunjung harus mengisi nama dan data mereka. yah biar ketahuan berapa yang berangkat dan berapa yang sudah dijadikan santapan komodo. Hihi!

Saya dan teman-teman kemudian membentuk kelompok kecil (6 orang) dengan satu ranger yang akan memandu kami. Pak hakim, ranger kami yang sudah bertahun-tahun di sini pun memberikan opsi mau ambil jalur trekking liat komodo yang mana : Adventure – Long – Medium – Short. Tau dong tim kami pilih yang mana satu?

Berhubung kami barusan dari Pulau Padar, kaki masih loyo dan waktu yang diberikan mepet, maka kami tak mau berlama-lama trekking sehingga kalau bisa langsung ke sarang komodo saja. Maka kami meminta jalur Super Short yang notabane emang nggak ada di peta, sampai-sampai ranger kami dipanggil ama ranger lain karena disangka salah membawa kami, padahal kami yang ngotot minta hihi.

komodo
Jika jalur short biasanya sekitar 40 menit, jalur super short yang kami pilih kami tidak sampai setengah jam dan kami sudah ketemu 3 komodo dalam perjalanan. Yeay! Kami trekking cuma sampai ke area Helipad (masih kagum ada helipad di pulau ini). Hewan hewan di sini kesemuanya liar namun mereka tipikal yang (harusnya) tidak tiba tiba agresif menyerang selama tidak diusilin. Katanya yang betina lebih agresif, oleh karena itu jangan dipancing-pancing seperti memberikan harapan palsu memainkan bandul, bergerak-gerak atau melemparkan barang ke hadapannya apalagi memberika perhatian. Jangan yah.. wanita gak bisa digituin.

pulau komodo

Komodo biasanya hidup sendiri-sendiri (jomblo). Sehari hari mereka kebanyakan hanya diam (antara tidur atau merenung, tidak jelas), lalu sang komodo betina pergi mencari mangsa. Setelah dapat, dia pulang ke rumah membagi makanannya dengan sang terkasih lalu makanan yang disantap tersebut bisa tahan hingga sebulan di perut mereka yang gede itu. Ugh nggak heran mereka jalannya lambat dan males gerak :p

Lalu layaknya sepasang jantan dan betina, para komodo ini pun kawin, dan ujung-ujungnya si betina hamil. Namun karena ditinggal si pejantan, sang betina pun stress lalu bingung mau diapakan anak-anak hasil hubungan mereka itu. Terpaksalah ketika telur-telur yang telah dierami menetas, si ibu mungkin sudah blunder lalu disantaplah anak dari rahimnya tersebut. Si anak yang baru saja hadir di bumi ini pun bingung melihat hal tersebut dan hanya bisa kocar-kacir menyelamatkan diri tanpa sempat merasakan kehangatan kasih sayang ibu, apalagi bapaknya. Makanya anak komodo kecil-kecil udah bisa naek pohon buat kabur. Eh tapi meski gitu masih harus waspada sama elang dll sih.

Lalu kata si ranger biasanya si komodo betina lebih berumur pendek dari yang jantan. Meski begitu, saat ini diperkirakan ada 3000 komodo di pulau ini. Emang pernah diitungin? Iya pernah! Kabarnya setiap komodo di sini terdata dengan baik loh. Hanya saja tidak diberi nama. Yaelah maklum aja secara bentuknya aja hampir sama dan sampai saat ini saya masih belum bisa membedakan yang mana jantan atau betina. Katanya sih yang betina lebih gede. Dan bahkan temen saya ima bilang yang betina keliatan dari bulu mata keliatan soalnya bulu matanya lebih lentik. Hm.. mungkin boleh ditambahi pensil alis untuk lebih memperjelasnya?

Setelah bertemu 3 komodo, 1 jantan, 2 betina, kami pun menyudahi trekking namun sempat melihat lihat pantai komodo karena kebetulan 2 komodo kami temukan lagi leyeh leyeh di sana. Hm..anak pantai juga rupanya! Di pantai yang nyaris nggak ada orang dan aktivitas ini, saya melihat batu karang merah yang menjadi asal muasal kenapa ada pink beach yang letaknya tak jauh dari pulau komodo ini. Kalau di pantai komodo ini sendiri sih pantainya biasa. Tetep indah namun tidak ada pink-pinknya. Yang mirisnya adalah ada beberapa sampah yang terlihat di sekitar pantai, jadi kadang kala foto komodonya berada di antara tumpukan sampah. Oh! kenapa ini bisa terjadi ya?

karang merah

Tips ke Pulau Komodo :

1. Girls, selalu beritahukan kepada ranger bila anda sedang menstruasi karena bau daging busuk atau darah segar bikin komodo bisa langsung mendeteksi Anda bahkan dari jarak yang jauh. Di saat-saat inilah sang ranger akan langsung berubah menjadi power ranger yang akan menyelamatkan duniamu dengan menghalaunya pake tongkat kayu bercabang. Nggak mempan juga? Lari zig-zag / u-turn ke pos atau tempat panas yak. Dijamin si komodo jadi males..

2. Dilarang merokok. Gak mau kan kejadian terbakarnya Gili Lawa juga terjadi di sini.

3. Selalu hati-hati kalau di area dapur / rumah kayu karena biasanya si komodo lagi ngadem di bawahnya.

4. Komodo juga anak pantai dan bisa berenang hingga 300 meter jadi jangan coba-coba adu cepat deh.

komodo beach

Nah itu kisahku 4 tahun lalu ketika pertama kali ke Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Tahun ini, aku berkesempatan ke Labuan Bajo dan Live on Board serta ke Pulau Rinca. Udah pesanaran pengen ngebedain komodo di Rinca ama Pulau Komodo, eh tapi ternyata yah relatif sama sih. Cuma di sini aku ngeliat komodo betinanya lebih kecil daripada jantan. Awalnya malah kukira itu anak komodo, tapi aku teringat komodo kan sejak lahir udah hidup mandiri, jadi pas aku ternyata rupanya itu betinanya.

Yang terlihat beda dari kedua pulau ini sih adalah Rinca lagi disiapin pembangunan buat memudahkan para turis nantinya tanpa menganggu habitat alami Komodo. Jadi terlihat si dari dermaga banyak kapal-kapal gitu. Pas pertama nyampe, aku disambut ama seekor kera. Di pulau ini relatif lebih banyak kera. Terus sepanjang jalan juga banyak pohon asam. Tapi kalau soal kering, yah kedua pulau ini sama-sama kering. Aku juga kurang tahu kenapa ada yang ke Pulau Rinca, ada yang dapet ke Pulau Komodo. Tapi yang mana pun itu sama sajalah, sama sama liat si Komo lewat.

**

NEXT : Tonton Bedanya Komodo di Pulau Rinca

Travel Now or NEVER
7 Responses
  1. tyas susilaning

    Komodo mirip Koala ternyata. pas aku berburu koala di Ausi, butuh waktu lama nunggu si koala mau gerak, kerjaannya tidur mulu tuh koala, kalo nggak diem ngelamun sambil ngunyah daun, giliran jalan, jalannya lambreta bingit, sama2 pemalas kayak si komodo ^-^

  2. engkong komodo

    Len, keren deh Komodo Dragon nya yang hanya ada di Indonesia, paling kadal Ozi panjangnya hanya sekitar 2 mtr

Leave a Reply