Indiskop : Bioskop Jakarta Pro Rakyat

indiskop

Suatu siang di tengah terik Jakarta yang penuh polisi, aku memesan gojek ke Pasar Jaya Teluk Gong. Ketika mau sampai, si tukang gojek bertanya “Mbak turun di pasar atau di mananya?”.

“Di pasarnya.. tapi hm pengen ke yang bioskop barunya itu loh pak.” jawabku meski gak yakin si pak ojek ngeh.

“Oh itu mbak, tuh ada tulisannya. Indiskop. Dulu bekas Bioskop Angkasa.” Di luar perkiraanku si bapak gojek lebih up to date dan berwawasan daripada diriku.

Bioskop Khusus Film Indonesia

Turun di parkir motor itu, aku lantas naik tangga dan ke kiri lalu naik ke lantai paling atas. Begitu tiba di depan bioskop baru yang mulai beroperasi 22 Juni 2019 kemarin, satu kesan yang kutangkap adalah bioskop ini masih terus berbenah diri. Emang sih baru soft opening dan masih jarang banget ada yang tahu keberadaanya.

indiskop teluk gong

Aku sempat muter-muter nyari tempat beli tiketnya. Karena begitu masuk, yang terlihat adalah area orang jual makanan, beberapa meja dan kursi yang lenggang dan tempat-tempat kosong yang belum tahu akan diapakan. Barulah ketika aku puterin, terlihat sebuah tempat ticketing dengan embak-embak yang pada lagi santai. Mungkin mereka agak kaget juga ada pengunjung yang datang. Kupikir sistemnya masih pake manual atau karcis namun ternyata sudah ada kemajuan. Mereka pake aplikasi gitu di tabletnya. Jadi tinggal pilih jam dan kursi mana, setelahnya tiket dicetak.

Beda dengan bioskop lainnya, Indiskop memang cuma menampilkan film Indonesia. Saat itu aku milih film Batas yang sebelumnya aku gak pernah tahu. Untungnya di aplikasi itu ada semacam sinopsis jadi bisa baca dulu dikit kira-kira filmnya bakal tentang apa. So far bagus dan mengedukasi sekali. Emang sih bukan tipe film yang bakal jadi box office tapi yah kualitasnya boleh tahan. Seneng deh film begini bisa tayang di bioskop.

tiket indiskop

Tapi karena target market Indiskop adalah menengah ke bawah, aku takutnya mereka menilai film-film jenis begini tidak cukup menarik. Padahal yah kan tujuan didirikan bioskop ini biar semua lapisan masyarakat bisa merasakan nonton bioskop dengan fasilitas yang gak kalah. Makanya itu, lokasinya pun di pasar. Selain itu harganya dibuat murah tapi pengalaman yang didapat gak murahan kok.

Emang area bioskopnya (di luar studio) tidak/belum menggunakan AC, tapi ada kipas. Kuakui kalau siang, agak berasa panas sih. Lalu untuk toilet juga ada di belakang (jongkok & duduk) dan kebersihannya masih biasa aja. Plus kudu bayar 2rb selayaknya di pasar. Namun pas masuk ke studio, hampir mirip dengan bioskop lainnya. Kursinya emang tak seempuk XXI tapi sangat layak.

Indiskop punya 2 studio dengan kapasitas 112 seat. Tidak ada pengeras suara yang manggil-manggilin pas jam tayang mulai jadi harap sadar diri langsung ke studio yah kalau sudah mau mulai jamnya. Tidak ada juga bebunyian Dolby khas yang “All around you….”

bioskop jakarta

bioskop indiskop

Terus speakernya keliatan banget di depan gitu haha. Lalu yang lucu lagi AC-nya benar-benar terpampang nyata 3 biji dalam ruangan. Sewaktu itu aku nonton masih sepi sih dan biasanya aku kalau di bioskop selalu kedinginan dan jadi mo pipis mulu. Kalau di Indiskop, dinginnya udah pas sih meski pas itu karena lagi sepiiii banget hahha.

Nah berhubung menyasar ekonomi ke bawah nih, jujur aja kadang penontonnya yah anak-anak, lansia, dewasa yang mungkin jarang atau sekali dua kali banget masuk bioskop. Jadi kehebohan mereka tentu terlihat yah. Yang bocah sibuk naik turunin sandaran tangan, ada yang diskusiin film, ada yang mondar-mandir, bahkan keluar masuk studio. Aturan pun masih sangat luwes. Ada yang bawa kantong kresek masuk, mungkin bekal camilan kali dan petugas pun tak mengecek sih karena masih sepi juga.

Di satu sisi aku pikir Indiskop ini mirip “laboratorium” buat mereka yang pertama kali ke bioskop. Kalau soal apakah jadinya bakal berisik kalau nanti sudah ramai? Perkiraanku adalah IYA. Tapi yah namanya juga bioskop rakyat, jadi nikmati aja. Aku malah kadang jadinya bukan nonton film, tapi liatin pola tingkah pengunjungnya. Ya semoga saja bukan jadi sarana tempat mesum yah. Eeeh… soalnya aku endak yakin dipasangin CCTV.

Ya sudah semoga dipakai buat yang bener dan moga laris manis kimpul yah Indiskop, biar bisa buka cabang lagi di mana-mana. Sama adain juga dong bioskop layar tancap jadul gitu. Menarique kayaknya.

Indiskop

Alamat : Pasar Jaya Teluk Gong – Jakarta Utara

Halte Terdekat : Penjaringan nanti lanjut gojek.

Tiket : Weekday (18K) | Weekend (25K) Dewasa & anak-anak sama saja. Saat ini cuma nerima uang tunai yah.

Jam Tayang : Weekday (13.00-19.00) | Weekend bisa ampe jam 21.00 WIB. Tiap dua jam sekali yah.

Film yang diputar saat ini : Batas & Rectoverso (Sementara belum ada web/apps buat cek film apa yang tayang).

Tips : Jajan makan minum di sini yah. Aku makan Mi lebar ayam gitu enak banget cuma 13K (pake Gopay cashback 20%) dan habis itu di bioskop ini jual camilan tradisional dan ada soda cap Badak. Wih udah lama gak nemu gituan. Setuju banget jadinya bisa sekaligus kuliner lokal di sini.

indiskop jakarta

makanan di indiskop

Travel Now or NEVER
8 Responses
  1. Huahahaha aku ngakak pas bagian “All around you” 😀
    Wow, udah bisa beli makan dengan GoPay, sebuah sisi canggih bioskop ini.

    Aku jadi inget dengan beberapa bioskop lama yang ada di sekitaran Malioboro. Apa kabarnya ya sekarang. Mungkin bisa dibuat seperti ini supaya hidup lagi.

Leave a Reply