Kisah Horor Mistis Bertemu Hantu di Hotel

β€’44
hotel angker

Tahun lalu ketika gelaran Asian Para Games, aku sempat ketemu sama para atlet yang latihan di Solo buat persiapan. Kala itu usai latihan, aku turut mengantar mereka tim bowling kembali ke Hotel Sahid Kusuma yang layaknya sudah seperti mess karena mereka telah tinggal berbulan bulan di sana.

Suasana gelap dan hanya beberapa lampu kuning menghiasi. Dari sekelabat aja aku tahu hotel ini indah dengan desainnya yang masih mempertahankan kearifan lokal. Aku pun berujar ke salah satu ibu si atlet “Bagus yah hotelnya”.

“Iya tapi banyak hantunya,” yang langsung dijawab tanpa tedeng aling-aling.

DEG!

Aku langsung tak jadi mengiyakan ajakan mereka melihat-lihat kamar. Bukan kenapa-kenapa, tapi gak usah jauh-jauh wong hotel yang kuinapi sendiri, Sahid Jaya, juga tak kalah serem.

Beberapa hari sebelumnya, aku check-in di Sahid Jaya. Teman-temanku belum datang dan masing-masing kami diberikan satu kamar. Sehabis check-in aku langsung naik dan mencari kamarku. Begitu ketemu, aku langsung masuk. Kesan pertama begitu masuk adalah kamarnya panas banget. Aku tahu sih Solo lagi terik-teriknya dan tirai terbuka lebar sehingga sinar matahari masuk dengan leluasa. Apalagi aku ada di lantai yang cukup atas.

Segera aku mencantolkan kunci agar AC cepat hidup dan aku tak gerah. Setelah itu aku perhatikan, karpet kamar tepat di depan kamar mandi sudah usang. Aku melepas sandalku dan terasa banget bahwa karpet tua ini sudah lama tidak divakum. Aku bahkan bisa merasakan debu-debu karpet itu hinggap di telapak kakiku. Kondisi kamar juga tak kalah ngenes. Aku cek ke balik tirai ada sarang laba-laba. Bahkan di samping kasur, ada coretan tangan serta dinding yang mengelupas sedikit. Kentara sekali bahwa kamar ini sudah lama tak dibersihkan atau dihuni. Namun satu yang sangat mengganjal adalah aku seperti masuk ke dimensi lainnya. Kamar ini seperti luas sekali dan aku seperti seorang diri di dimensi tersebut. Aku berusaha menepis pikiran negatif yang mulai hinggap di otakku.

hotel sahid solo angker

Sebagai gantinya, aku menelpon resepsionis.

“Mbak, boleh minta ganti kamar gak? Di sini kamarnya kotor…” aku berusaha menjelaskan semua keluhanku.

Sayangnya, hotel full dan tidak ada pengganti.

“Semua kamar seperti itu mbak.” jawaban dipomatis yang tak bisa kuterima.

“Kami akan kirim orang untuk membersihkannya yah.” kalimat terakhir tersebut dirasa menjadi satu-satunya solusi yang bisa ditawarkan.

Aku tak puas dengan jawaban tersebut. Suasana di kamar pingin bikin pipis namun melihat kaca kamar mandi dan toilet yang tepat berada di belakang daun pintu, membuatku mengurungkan niat. Aku langsung kabur dan memutuskan ke resepsionis lagi. Dengan pintarnya, aku mengakali dengan membujuk salah satu temanku, kak Eka untuk sekamar denganku tapi di kamarnya yang lain. Setelah diskusi alot, akhirnya disetujui begitu.

Aku pun lega dan kembali ke kamar. Hanya berpikir bahwa aku harus kembali ke kamar itu pun membuat bulu kudukku berdiri. Sebagai gantinya aku beralasan minta office boy untuk ikut ke kamar mengambilkan barang. Padahal ku tahu aku hanya membawa satu koper kecil yang bisa kutenteng sendiri. Namun aku tak mau tahu, harus ada orang yang menemaniku kembali ke sana.

Ketika tiba di depan kamarku, aku melihat dua orang house keeping telah selesai membersihkan. Ketika kucek, tidak banyak perubahan yang terlihat. Tapi ini bukan lagi perkara debu yang nempel di meja atau noda di seprei. Hawa aneh di kamar itu tetap janggal dan menggelayut tak mau pergi. Aku berkemas secepat mungkin. Bahkan tak sempat untuk sekadar memasukkan laptop ke tas. Semua barang kuangkut begitu saja. Pokoknya aku tak ingin barang sedetik pun berada di kamar itu.

Untunglah kamar temanku, jauh lebih nyaman. Entah kenapa meski berada di sisi yang sama (hanya beda lantai), tapi kamar ini beda dengan kamar sebelumnya. Perabotanya juga tampak lebih baik dan auranya bersahabat. Siangnya. temanku datang dan dikasih kamarku sebelumnya yang horor itu. Aku tak berkata apa-apa. Tak lama, dia pun mencariku dan curhat bilang tak betah di kamarnya. Aku pun minta maaf dan “buka kartu” bahwasanya aku juga merasa ada yang tak beres dengan kamar itu. Kami berdua tipe yang cuek akan hal mistis dan tak punya indera keenam. Tapi bahkan itu saja tak menghalangi kami untuk merasakan hal-hal aneh tersebut.

Sorenya temenku satu lagi tiba dan kami ajak ke kamar itu. Dia lebih sensitif soal beginian. Setelah dari sana, dia lantas bersendawa selama lebih dari sejam. Kasian banget liatnya. Susah ngomong dan susah napas jadinya. Akhirnya kami putuskan bertiga untuk tidur sekamar saja dan bahkan satu ranjang (meski beda kelamin) untuk menghindari pengalaman buruk. Saking takutnya kami sempat berpikir untuk pindah hotel namun untunglah tidak perlu sampai begitu ketika temenku udah gak sendawa haha

Pulang-pulang dari Solo, setelah istirahat salah satu kakiku malah sakit bukan main padahal aku tidak jatuh atau gimana-gimana. Sakitnya sampai bikin pincang sebelah. Akhirnya aku pun diurut sama mbak kos. Dia mengurutiku cukup lama di area punggung. Menurutnya aku sedikit ketempelan karena punggungku merah semua dan kakiku kaku sekali. Hiks pedihnya itu diurut lama gitu… tapi alhamdulilah setelah itu sudah tidak apa-apa.

Sebelumnya jujur aku gak pernah tuh ngerasain begitu-begituan, namun aku jadi mau tak mau teringat lagi dengan Hotel Solo Paragon yang juga kuinapi di beberapa bulan sebelum di Sahid Jaya. Tapi kali ini aku baik-baik saja. Justru temen-temen yang nginap di sana yang punya banyak kejadian horor seperti tengah malam pintunya diketok kencang sekali, lalu ada yang bisa masuk ke kamar lain padahal itu bukan kamarnya. Denger-denger Solo Paragon ini memang sudah terkenal horor karena awalanya adalah bekas RS Belanda dan kabarnya di situ juga tempat pembantaian. Bahkan hingga ke mall di sampingnya, katanya serem juga terutama di basement. Ini ada testimoni dari temenku pas nginep di sana :

solo paragon angker

Selain kisah serem seperti itu, kadang ku juga denger testi tentang kemunculan orang yang pakai pakaian layaknya dari keraton / abdi dalem. Begitu aku share tentang cerita ini di IG storyku, ada juga sama yang mengalaminya, tapi di Phoenix Jogja. Dari sini mulai deh banyak yang cerita horror masuk ke DM IG-ku seperti ini :

hotel angker

Lalu ada juga cerita serem dari Jakarta. Kukira karena kota besar gini, hantu-hantuan sudah jarang eh rupanya ada juga, kayak ini salah satu pekerja di Hotel Indonesia (sebelum jadi Kempinski) :

hotel indonesia angker

Lalu ada juga seputaran hotel dekat Sarinah :hotel jakarta angker

Terus ada yang cerita soal Hotel Century Atlet yang aku pernah inapi dan breakfast-nya enak pula :

hotel century atlet angker

Dan ini yang paling serem menurutku, masih di Century Atlet :

hotel century serem

Tahu endingnya, gimana? ternyata pihak hotel menjelaskan bahwa benar adanya Dewi itu pegawai di sana tapi telah meninggal 4 tahun yang lalu karena bunuh diri. Pas pula kejadian itu adanya di lantai 4 loh. Hiiii~~ tapi masih kata temen yang pernah training di sana, hotel itu mang ada penunggunya semacam noni-noni belanda yang juga mati di sana atau bunuh diri gitu.

Setelah itu, ada pula yang bercerita soal hotel jakarta lainnya yang tak kalah seru :

hotel media serem

Duh duh sebenarnya masih banyak tapi aku ngetik gini aja udah merinding mulu. Maaf aku anaknya penakut jadi kututup sampai di sini yah. Pokoknya intinya banyak-banyak doa, jangan bikin macem-macem, kalau bisa ada temen sekamar, pilihlah hotel yang baru atau ramai, hindari yang desainnya vintage/tradisional gitu. Semoga gak apes yah.

Kalau kalian punya cerita serem apa? komen dong!

Travel Now or NEVER
44 Responses
  1. Waaah gela sehhh kalo udah hotel horor story kayak gini. Emang it’s sih kalo di hotel tua tuh suka serem-serem gimana gitu. Di Bali coba deh nginep di hotel Gran Inna yang di Denpasar. Numpang pipis di salah satu kamarnya aja merinding gitcyuh.

  2. Gue kalau sendirian pasti pilih hotel budget, hotel baru, dan okupansinya bagus khan rame terus. Gak pernah mau hotel dengan kamar luas, apalagi hotel lama, atau butik hotel atau yang kata Lenny vintage2 gituh. Paling gak mau.

  3. Rahmat

    Wkwkwkwkwk… Seru ceritanya, euy… Biar gw orang hotel, alhamdulillaaaaaaah gak pernah lihat/ngalamin gituan. Gak peka banget. Maklum, tipe cuek perasaan badak. Hahahaha… But, thanks for sharing.

      1. Indra

        Kalau aku sih mau tuh hotel serem atau ngga aku ngga perduli.. mungkin karna aku udah biasa dengan hantu jadi mereka pun udah enggan menggangguku… Yang penting jangan takut.. kalau kamu takut kamu bakal kalah sebelum perang karna mereka itu nyedot energi kamu .. setelah itu energi mu itu buat mereka tambah kuat lalu mereka bisa membuat penampakan dll.. tapi kalau kamu berani serta kuat maka mereka juga bakal males ganggu kamu.. mereka ga akan ada tenaga buat ganggu kamu… Kalau kamu Kristen kamu cukup yakin kalau roh didalammu lebih besar dari hantu itu sendiri.. tapi kalau kamu muslim kamu juga harus yakin kalau hantu itu takut sama Allah.. senjatamu adalah doa.. doa dan keyakinan yang buat kamu itu kuat.. iyalah lah wong gelandangan saja yang tidur ditempat tempat seram bisa tidur dengan nyaman kok apalagi kamu yg di kamar tertutup… Kenapa gelandangan itu bisa tidur dengan nyaman ditempat angker?? Sebab mereka kuat. kalau hotel yg sepi yg perlu ditakuti itu manusia bukan hantu… kalau para gelandangan saja bisa kuat menghadapi hantu dan dengan terpaksa mereka bisa tidur lalu kenapa kamu tidak bisa sekuat mereka? Aku pun dulu penakut tapi setelah ayahku meninggal aku berubah sangat kuat . Kehilangan seseorang membuatku jadi tidak takut lagi dengan hantu malah aku ingin sekali bertemu arwah ayahku sampai saat ini belum pernah ketemu…

        1. Mas indra T.T semoga ayahnya sudah tenang di surga yah.

          Iya mas aku juga penakut dan kalau emang tak ada lagi cara untuk bikin aku takut, terpaksa berusaha meyakinkan diri enggak ada apa-apa plus baca segala doa agama. Tapi moga aja gak pernah bersinggungan dengan hal-hal mistis sih. Amin!

  4. wkaakak aku juga merasakan di hotel itu kak tapi sayang sepertinya aku nggak peka.
    karena menginap beberapa kali d hotel serem dan temenku lihat macam2 aku nggak lihat apa2
    tapi paling serem sih di turki, tepatnta di salah hotel jaringan bintang 5 . jadi setelah pulang ada pasangan suami istri cerita selama dua malam mereka lihat cewek baju putih rambut panjang, karena kata mereka cewek itu nggak ganggu jadi mereka cuek ajalah

      1. Rame Manurita

        Aku pernah nginep di hotel H*****n yang dekat terminal baranangsiang bogor, ga bisa tidur semalaman. Suara dinding digaruk2, kursi diangkat2 trus tiba2 merasa dingin dan badan berat. Trus nginep di S***d Makassar, kamar gede tapi spooky terutama lorongnya. Baru masuk kamar badan berasa dingin. Malamnya langsung pindah ke kamar teman, dan pompa ASI pun ketinggalan di Makasaar sanking takutnyaπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚Trus nginep di I*** Sanur, semalaman ga tidur, berasa dilihatin trus kayak ada suara2 alat musik bali di jam 2 subuh. Trus nginep di C****** Senayan, temanku ketakutan lihat sosok mahluk besar di kamar mandi sampe sesak nafas dia, kita lgs minta pindah kamar sama panitia.

  5. Aku juga pernah ngalamin kejadian gak enak di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, tempatnya agak serem dan pas malam pukul 00.30 aku denger ada suara orang jalan sambil ngobrol2 tapi kayak orangnya tuh banyak banget, terus paginya pas sarapan aku tanya sama temen2 peserta lain, tadi malam kalian pada mau kmn kok rombongan, trus pada jawab, kami udah pada tidur jam segitu.

  6. Waah seru ya ketemu hotel yang horor hehehe… Untungnya selama traveling ke mana-mana belum (jangan sampai deh) ngalamin yang model beginian; atau saya-nya yang kurang peka? Atau memang badak nggak mau tahu? Hahaha

  7. Aku anaknya agak agak bisa liat yg ginian mba, dan punya hobi nginep klo wiken, ya wikenan tipis tipis gitu. Oh ya, kerjaanku kebetulan Villa Specialist di sebuah agent villa di Bali, kadang mengharuskan trial stay di beberapa villa yg listing di kami.
    Pernah nih dapet free stay di sebuah luxury villa di centre of Seminyak yg harganya 5jt an per nightnya ( klo bayar ). 2 nights jatah nya di 2 Bedroom Pool Villa. Aku nginep sama keluarga, ortuku, suami dan anak-anakku.
    Malam pertama dilalui dengan aman, villa nya luas, komplit dengan Butler yang ngurusi kebutuhan kita. Renang smpe sore, nonton film di TV dgn banyak channel.
    Malam kedua lah masalahnya. Jam 9 sesudah makan malam, anak-anak bobok dengan ortu saya, kemudian suami ngajakin keluar malam nongki di Ku De Ta , mumpung dekat.
    Pergilah kita, nongki di Ku De Ta smpe jam 01.00 kemudian balik ke villa. Menuju villa saya #4 lorongnya panjang dengan kanan kiri tumbuhan rambat, klo siang ini cakep. klo malem ya gimana ya.. hahha.
    Akhirnya smpe villa saya, kita blm masuk kamar, suami masih sempet bkin cemilan dan kita minum makan di living roomnya yg semi-open menghadap pool.
    Perasaan mulai ga enak, belum habis cemilan, saya minta masuk kamar tanpa alasan, Suami sudah taw nih gelagat sy klo sedikit bicara pasti ngerasa sesuatu.
    Masuk kamar dong, suami nyuruh saya tidur duluan, dia masih nonton TV lagi.
    Akhirnya saya tertidur, namun ga lama deh rasanya saya tidur menghadap tembok rebah ke kiri. Nah, ada sosok perempuan tinggi yang tiba-tiba nunduk seperti memperhatikan saya tidur, dan rambut panjangnya jatuh menyentuh pipi saya.
    Teriaklah sayaa kenceng… semua terbangun.
    Suami saya guncang-guncangin badan saya suruh saya buka mata. Saya masih teriak aja : “ada orang di sampingku”
    ” ga ada”
    Mama saya masuk kamar bawa minum, air putih yg sdh beliau doakan saya minum. Kondisi tenang tapi sy ga bs tidur smpe pagi.
    Untung esok paginya check out.
    Penasaran saya dong siapa semalem itu, villa ini tergolong usia baru dengan good maintenance jadi ga mungkin rasanya ada penunggunya.
    Kemudian saya tanyakan ke seorang teman senior yang bisa melihat hal-hal gini.
    Sesudah sy cerita detailnya, beliau bilang :
    “Itu mahluk bukan disana tempatnya, dia ngikut kamu habis dari luar, mungkin kamu lewat, dia ada, dan kalian sedang ada di frekuensi yang sama, tengah malam gitu jam nya mereka, trus dia ngikutin kamu deh.
    Makanya jangan sering keluar malam.”

    Aihh,.. itu salah satu pengalaman saya mba Lenny.
    Sekarang sy jd kayak termometer macem alat ukur klo nginep dimana gt, ni tempat aman ga?
    Hahahha…

      1. Indra

        Itu sih belum seberapa. Aku malah pernah di hotel Matraman aku lagi tidur tiba tiba di belakangku ada Kunti merah tinggi sampai kepalanya nyentuh atap kamar.. ngikik.. tapi karna aku udah biasa malah ku ajak komunikasi.. lewat bathin kumarahi ku bilang kalau jadi makhluk harus berguna jangan bisanya ganggu thok… Eh sejak saat itu kalau aku nginep di sana pas waktu shalat subuh kayak ada yg bangunin . Tapi udah lama ku ga kesana

  8. Di sarolangun pernah ga bisa bobo sampe subuh, di padang 2 hotel juga.. 1 hotel vintage, 1 hotel baru banget, pernah juga gak bisa bobo di sawahlunto, hotel jadul peninggalan belanda ….

  9. Mama Diva

    Duugh saya baru ada rencana ke solo,,,bgitu liat ada hotel solo yg bikin dag dug dug gak jd boking disitu,,tp ttp aja yaaa dimana mana adaaa,,mana saya suka yg suasana vintage,,,

  10. Eka Yulianti

    Aku kalo ada acara langganannya di hotel century huhuhuhu
    tpi alhamdulillah gk pernah ngalamin hal aneh.. dan pasti aku selalu dpt sendirian di kamar.
    dan sekarang jd parno deh klo ada acara di hotel itu lagi huhuhuhuhu gimana dong

  11. Adlina

    Wah kebetulan nih mau sharing. Dulu pernah magang di salah satu hotel bintang 5 di jakarta, daerah sudirman sih. Itu hotel termasuk udh tua gitu ya kalau menurut saya. Duh di officenya ada penunggu gt cewek. Awalnya aku ga tau, tapi emg aku agak bisa ngerasain dan sensitif sama mereka. Waktu itu lg jam makan siang, aku lagi stay di office gantian gt makannya. Aku inget banget office hampir kosong dan aku cm berdua sm org reservasi. Kebetulan dioffice ada pintu emergency yg langsung ke basement parkiran. Namanya pintu emergency, cuma bisa dibuka dari dalem office kan. Nah aku iseng, keluar lewat pintu emergency itu trus ngeliatin basementnya. Pintunya aku ganjel gt biar ga ketutup. Jd biar bs masuk lagi ke dalem. Eh ga tau knp pas lg liatin basement aku jd bengong kayak ga sadar gt. Tiba2 pintu yg udh aku ganjel ditutup dari dalem tapi kayak dibanting gt. Aku kaget banget. Aku coba buka pintunya lagi tapi ga bs. Aku teriak2 manggilin org reservasi minta bukain pintunya. Tapi nihil. Tiba2 disudut gelap sebelah pintu itu ada yg ketawain aku. Suaranya tante kunti lah. Wah aku panik bgt merinding. Akhirnya aku langsung cabut lari keluar basement. Jantung udah mau copot rasanya. Pas udh diatas ditanyain sm satpam kenapa lari2. Aku ga kuat ceritanya.

    Trus pernah juga weekend aku disuruh masuk buat ngeliput media gitu. Aku nungguin manager aku yg blm dtg. Aku masuk ke office sendiri, gelap banget pagi2 jam 8an gt ga ada yg masuk kan. Yaudah aku selow aja masuk ke dalem duduk dimeja aku trus nyalain komputer. Baru sebentar, eh di pantry nya ada yg mukul galon aqua kenceng bgt gt. Kebetulan pantrynya dibelakang meja aku. Aku syok kaget bgt. Langsung merinding. Kabur keluar dari office nyari siapapun yg ada dideket situ. Kebetulan ada satpam yg jaga dipintu masuk. Aku langsung ceritain. Kata dia “iya emg didalem office ada yg jaga mbak cewek pake baju merah. Mungkin ngajak kenalan kali. Kan blm pernah dikasih liat ya?” Aku cuma diem trus milih berdiri diluar sampe manager ku dtg.

    Ternyata setelah sekian lama magang disana. Aku mulai denger2 cerita dari karyawan lain. Jd tuh hotel emg serem. pernah ada tamu jepang lg foto gt di lobby trus di hasil foto dia dibelakang ada setan cewek melayang gt. Dia langsung komplain ke FO katanya “look! Your hotel is very spooky ya!”. Orang FOnya cuma diem aja. Trus kata orang FO kalau mereka lg tidur di loker belakang khusus FO, suka ditemenin sm si cewek merah ini. Hiiiiy..

  12. Billy

    Iseng” cari cerita tempat horor di solo karena besok pagi harus ke solo dan nginap di sana, awalnya tadi mau nginap di hotel yg di ceritakan begitu tau ada cerita gini, fix cari tempat lain ahh biar tentram. Paling males klo dapat gangguan di hotel, udah sering salah hotel kena yg horor klo luar kota.

  13. Nadia

    Mau share juga dong ikt2an… secara barusan banget ngalamin merinding2 ini …… ngomongin kisah horror di hotel2 Ibu kota, barusan ada tmn deket married di Jakarta and kebetulan gw jadi bridesmaidnya. Hotelnya bagus loh mewah wah dah… bintang 5 di Ritz Carlton Mega Kuningan.

    Nah awal2nya tuh gw yg plg awal dtg dulu, bride sama yg bridemaids lainnya blom pd sampe soalnya gw yg dr luar kota sendiri.. singkat jelasnya gw disuruh check in in dulu ke kamar bride which is di suite … awal2nya gw ya uda naik aja skalian mo roomtour liat kamarnya 🀣, wkt itu gw naik sendiri soalnya cmn bawa koper cabin jd naik sendiri, wkt kluar lift, gw dah kerasa ngga enak banget ne… lorongnya gelap and rada tua gt, and wkt msk kmrnya gw sempet permisi dulu lah to whoever secara gw jg pcya mahkluk2 gitu2 ada.. ya uda intinya awal ini gw uda sense ga enak…

    Gw termasuk yg sensitive tpi so far selama ini termasuk beruntung g pernah diliatin *amit2 sih…

    Trus malem berlanjut kan, pestanya bsk kita mesti bangun jam 3 pagi buat siap2 dll… nah mlmnya gw tidur d kmr bridesmaid kita ber3 neh sama 2 cewe lainnya… bgtu msk kmr kita, tuh hawanya dinginnnn bgt freezing mpe kita matiin aircon nya tuh mpe tidur abis dingin bgt… nah ini mulai crita horrornya

    Jadi gw dah kerasa g enak jd mending bobo duluan drpd bobo terakhir yg laen pd bobo tar makin serem, so yes gw akhirnya bobo sisa 1 tmn gw nih yg blom bobo dan dy bobonya di kasur sblah sendirian. Sedangkan gw bobo d kasir brng 1 bridesmaid lainnya. (Kamarnya twin bed queen size btw jdi 1 ranjang bsa 2 org)

    Nah tiba2 mlm2 ntah jam brp gw ga brani liat jam, temen gw itu loncat ke ranjang gw nyelip di antara gw dan tmn gw satunya dia blg ke gw, “eh gw bobo sini yah..” itu gw lngsng bangun dan gw kerasa ga enak banget wah ini pasti ada yg ga beres kenapa ni ank nyungsep di sini.

    Paginya gw tanya dong knp lu semlm nyelip di antara gw ma tmn gw satu lgi? Dia jawab dong:…. “lu ga berasa semalem ada yg liatin?” Duduk di sofa… liatin mulu … gw blg kaga… secara gw jg g brani buka mata… trus gw penasaran banget abis check out gw tanya, emg lu liat apa? Siapa yg liatin?
    Di jawab dong : “pertama ada suara brisik dl ky lagu dari kejauhan, trus ada suara emak2 ngoceh di lorong, ga lama habis itu… ada cewe pake baju pengantin duduk di sofa liatin dia tpi make up nya luntur”

    Hiiiiiiiiiii gw lngsng merindingggg dan yakin feeling gw pertama masuk spooky2 itu brarti iya!!!!! Jadi klo ada yg tau dulu Ritz ini bekasnya apa let me know gila serem banget!!! Untung bukan gw yg diliatin omgggg

  14. Vivi

    Hotel Kempinski memang “terkenal” sih. Hahaha
    Puji Tuhan saya ketemunya yang “noni-noni” dibanding Kunti. Kebanyakan Belanda.
    Setiap tahun keluarga saya dari Jerman selalu suka di Kempinski. Katanya sih bilangnya mau bertemu “saudara”. Keluarga memang punya indera keenam

  15. Jay Buch

    Kami keluarga besar setiap tahun jalan jalan lintas Jawa dengan menyewa bus. Kebiasaan ini telah berlangsung puluhan tahun. Pengalaman Paragon Solo pernah terjadi pada kakak iparku. Pada waktu itu hotel tesebut masih sangat baru dan kami tidak memiliki pikiran apa apa, sampai kemudian kakak ipar bercerita bahwa pada pk 02.00 ketika dia hendak menjalankan tahajud, dirinya mendengat suara anak kecil kecil berlarian di lorong hotel dan berteriak teriak keras. Karena merasa perlu menegur “anak anak gaduh” di lorong hotel, maka dia pun membuka pintu hendak menghadriknya. Tapi ketika dia membuka pintu, suara gaduh itu berhenti dan lorong hotel terlihat sepi tanpa terlihat seorang pun anak kecil. Kakakku sempat bertanya kepada tante ku yg sekamar, orang tua macem apa yang membiarkan anak-anak kecil membuat gaduh pk 02.00 di lorong hotel yang merupakan tempat publik. Lalu tanteku hanya berkata mungkin itu bukan manusia. Kan kamu cek gak ada. Alhasil merekapun setelah tahajud buru buru tidur.πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

    Namun saya memiliki pengalaman lebih menyeramkan ketika mengunjungi sebuah hotel di kota Makassar. Saat itu saya dan staff sedang ada pekerjaan di ibukota Sulsel tersebut. Namun sejak seminggu sebelumnya, sekretarisku tidak berhasil me-reserve kamar untuk kami hingga kami sampai di Makassar. Rupanya hari itu ada konggres nasional parpol tertentu. Alhasil sekretarisku telephone dan mengarahkan saya ke hotel bintang 4 karena masih tersedia kamar. Saya menuju hotel tersebut yg terlihat tua dan sepi. Sebenernya saya heran sih, mengapa lokasi hotel yg tidak jauh dari lokasi konggres masih tersedia banyak kamar? Padahal hotel hotel lain yg lebih jauh namun sekelas telah full booked? Rasa lelah saya mengalahkan logika waktu itu dan kami memperoleh kamar twin bed di lantai 6 dekat dengan ruang crews menyimpan peralatan. Ketika pk 00.20 tiba tiba staff saya berteriak dan kakinya berusaha menendang sambil dia memegang perut dengan terus berteriak pergi kamu! Jangan ! Lalu staff ku memanggilku dan berteriak “Pak! Tolong pak! Ini wanita jahat melukai saya! Lalu saya melompat dan memegang dirinya supaya tenang. Aku nyalakan lampu. Lalu dia berkata dia bukan sedang mimpi dan tetap sadar. Wanita itu ingin melukai dirinya. Lalu kuminta dia berdoa sebelum melanjutkan tidur. Namun pk 03.20 dia meronta ronta berteriak Pak! Pak! Mereka datang lebih banyak…satu dekat tempat tidur Bapak! Aku melompat keluar tempat tidur dan menenangkan dia kembali. Saya kemudian melanjutkan tidur. Pada pukul 06.00 saya lihat staffku sudah bersiap sarapan dan membawa kopernya juga turun. Saya mandi dan menyusulnya ke tempat makan. Saat makan dia berkata bahwa dirinya tidak mau lagi melanjutkan menginap di hotel tersebut. Dia membuka baju dan kaos dalamya pada bagian perut. Saya melihat bilur bilur bekas cakaran dengan kulit ari mengelupas merah kebiruan. Lalu kukatakan bahwa kita masih semalam lagi di hotel ini sebelum lanjut ke kota kecil lainnya. Namun dia sudah tidak mau lagi dan meminta maaf karena tak bisa menemani saya. Karena saya merasa kamar sudah dibayar, maka saya terpaksa malam itu menginap kembali di hotel dan kamar sama. Saya bener bener nekat saja tidur di situ sendirian. Beberapa lama saya berdoa memohon perlindunganNya, namun ketika sudah mulai mengantuk…saya melihat satu persatu makhluk itu pergi ke arah balkoni dan memghilang. Total 5 sosok. Kirakira pukul 05.30 saya bener2 nyenyak tidur karena suasana kamar menjadi lebih nyaman dr sebelumnya. Saya keluar kamar pk 07.30 dan ketika membuka kamar kuliat crew hotel memandang saya terkejut dan bertanya apakah saya baik baik saja sendirian? Lalu kukatakan “Saya sudah lihat semuanya tadi pagi mereka dah padah pamit pergi.” Orang tesebut melongo melihat sayangeloyor ke lift.😬😬😬😬

    1. Ya ampun pak serem banget itu di Makassar. Kalau saya jadi staf bapak pasti langsung balik ke Jakarta kali ehe salut buat keberanian bapak. Semoga “mereka” beneran sudah pergi dan tidak menggangu tamu lainnya lagi yah. Amin!

Leave a Reply