Transportasi Dari Bandara Soekarno Hatta

transportasi dari bandara

Semua telah berubah. Kamu, dia dan juga Bandara Soekarno Hatta, termasuk transportasi dari bandara yang tersedia.

Dulu pilihan cuma naik Damri atau taksi. Wes itu bae.

Sekarang zaman makin maju, teknologi di mana-mana dan bandara pun mau tak mau harus mengikuti ritmenya. Kalau soal hotel bandara, masih itu-itu aja paling nambah capsule hotel yang keren banget di T3.

Untuk transportasi, nah ini sudah banyak pilihan. Saking banyak kadang bingung juga mau pulang naik apa. Berikut aku jabarin opsinya yah :

Taksi

Paling sering opsinya yah aku naik taksi. Pilihan utama selalu jatuh ke burung birulah yah. Masih juaranya lah kalau soal taxi. Dijamin aman, supir tahu jalan, mobil gak bau asep rokok dan udah tinggal duduk aja. Palingan pas turun kena tambahan 9ribu rupiah.

Tapi katanya ada juga taksi lain yang direkomendasikan yakni Green Line. Katanya bisa karaoke dan dapet snack. Sip berikutnya coba ini ah.

Taksi Online (Gojek/Grab)

Kalau dulu pesen taksi online, kudu sembunyi-sembunyi macam maling ayam. Takut “digebukin” soalnya soalnya agak ilegal. Baru belakangan inilah, kehadiran taksi online sudah mulai diterima di banyak bandara bahkan ada booth khususnya. Karena itu pulalah, sistemnya udah berubah. Begitu pesan, kita diarahkan ke konter tempat pick up nya. Paling bagus sih sistemnya Grab karena langsung tahu driver dan mobil apa. Sedang Gocar harus lapor ke pick up point baru antri lagi. Yha jadi cepat-cepatan sampai duluan. Itu pun gak tahu dapatnya mobil apa siapa supirnya. Lantas rumornya mobil Gocar masih lebih sedikit dibanding Grab sehingga waktu tunggu lebih lama.

Iya sih pernah aku pesan dan antrian udah 11 orang lagi dan pas itu belum tampak ada satupun mobil yang nonggol. Antrian Grab juga sesak. Akhirnya aku naik Blue Bird aja karena tinggal naik. Hemat waktu.

Untuk harga pun ternyata sudah mulai sama dengan taksi normal. Mungkin karena sekarang mereka harus bayar biaya ke bandara terkait, jadinya tarif dinaikin. Pun driver yang bisa pick up di bandara ini khusus juga jadi gak sembarang driver.

Damri

Pilihan paling murah dan nyaman. Sayangnya buat daku yang kos-kosannya samping tol, naik taksi lebih cepat aja gitu. Tapi kalau lagi pas selow, sendiri, tak bawa barang apa-apa, OK lah naik Damri jurusan Blok M.

Traveloka Airport Transfer

Nyobain pas ke Bali karena dikira Bali masih kek dulu yang cuma ada taksi biasa lalu harganya gak pake argo alias diketok. Pesan dan harganya bisa beda 50rb lebih dari taksi Grab. Huft agak nyesal sih. Satu-satunya enaknya adalah mereka langsung jemput depan keluar pintu kedatangan. Lalu pelayanan juga baik sih.

Mungkin lain kali coba kalau dapet promo Traveloka aja yah.

Kereta

Baru pernah naik sekali itupun dari Sudirman ke Bandara karena dulu masih ngekos di Tanah Abang. Kalau sekarang gak pernah, karena jalurnya berlawanan dengan kosanku. Harganya bisa lebih murah pesen di Traveloka kalau mau. Cukup reliable kalau mau naik ini karena kan bebas macet, bersih, teratur dan lumayan kosong.

Motor

Nah sebenarnya suka liat ada satu dua motor yang bersliweran di dekat bandara. Penasaran gitu.. naiknya dari mana mau ke mana. Tapi aku pernah dulu naik ojek (50rb) dari Hotel Amaris selepas dari Damri karena udah mepet jadwal terbang. Untung selamat!

Kesimpulan Naik Transportasi Apa Dari Bandara

Prioritasku :

Kalau buru-buru, bawa barang, udah capai, naik Blue Bird. Aman, mau subuh apa tengah malam karena jelas supir resmi Blue Bird, kacanya transparan dan mobilnya pun jelas dan pasti bersih juga gak ada bau rokok dll. Harganya pun tak beda terlalu signifikan dengan taksi online. Pernah sekali aku kejebak macet lumayan parah. Harganya yah beda sekitar mau 50rb gitu sih tapi menurutku masih wajar karena delaynya ampe mau sejam.

Opsi kedua adalah Taksi Online kalau sabar nunggu dan lagi ngirit. Opsi terakhir yang paling santuy dan selow yah naik Damri ke Blok M atau JE Connection. Nah kalau JE Connection ini andalanku kalau mau ke Soekarno Hatta. Dari PIM ada tiap jam cuma 35K. Kalau Damri kan udah naik harganya jadi 50rb. Cuma kalau dari Soetta ke PIM, duh nunggunya gak jelas berapa jam sekali. Kadang bisa sejam lebih tanpa kepastian.

Gak bisa aku tuh digantung statusnya kayak gitu. Cukuplah hubungan aja, jangan transportasi juga #eeh

*****

NEXT : CAFE UNICORN PERTAMA DI INDONESIA

Travel Now or NEVER
4 Responses
  1. Sampai sekarang suka bingung, memang ada ya penumpang pesawat yang naik motor ke bandara? Apa mereka itu karyawan bandara, soalnya belum pernah liat mereka bawa tas besar atau koper, dan tidak terlihat seperti seorang yang akan pergi naik pesawat.

    1. Aku pernah pas itu kejebak damri yang macet banget. Udah mau boarding pas nyampe hotel amaris. Akhirnya aku naik ojek pangkalan dan dianterin ngebut ke parkiran. Langsung lari masuk bandara dan orang terakhir yang naik pesawat. Syukurnya masih kekejar ehe.

      Kalau yang lain mungkin warga sekitar sana kali yah dengan bawaannya yang dikit jadi bisa selow naik motor.

  2. ini yang kurang dari bandara di Indonesia, akses transportasi publik dari/ke bandaranya. kalo pun ada, mahal dan ribetnya minta ampun. Soekarno-Hatta masih mending karena di Jakarta. coba ke luar Jakarta. selain taksi bandara yang ada penguasanya 👀 tidak ada pilihan lain. masih mending sekarang ada pilihan ojek online.

Leave a Reply