Pesona Telun Berasap Dengan Pelanginya Yang Indah

air terjun telun berasap

Telun Berasap adalah air terjun di Kerinci dengan perkiraan tingginya mencapai 95 meter. Cobain deh ngukur sendiri kalau gak percaya.

Dalam bahasa setempat,

Telun = Air Terjun.

Berasap = yah berasap artinya.

Jadi kalau ada yang bilang tempat ini Air Terjun Telun Berasap, itu sudah pengulangan dua kali. Boros amat yak?

Akses menuju ke sini bisa menggunakan kendaraan setelah membayar tiket murah meriah. Setelah parkir, tinggal turun tangga dengan memilih dua jalur tangga yang sudah ada.

telun berasap kerinci

Ke kiri dengan pijakan lebih rendah, tapi banyak anak tangga dan jalur memutar sehingga lebih lama. Mending dipakai buat naik biar tidak terlalu ngos-ngosan.

Ke kanan dengan pijakan lebih tinggi tapi lebih cepat nyampai karena langsung lurus-lurus aja. Baiknya dipakai pas turun biar cepat nyampe.

Nah di persimpangan menuju ke bawah ini, aku melihat sebuah pohon raksasa yang kabarnya adalah Pohon Kayu Aro. Sudah termasuk langka nih mana gede pula dengan akar/batangnya yang mencuat keluar. Jauh-jauh aku mampir ke Kayu Aro, rupanya malah di sini bisa melihat pohon yang menjadi inspirasi nama daerah tempat kebun teh tersebut.

pohon kayu aro

Lepas dari pohon itu, aku sudah tak sabar ingin cepat-cepat turun karena gemericik air sudah memanggil. Karena tinggal turun sih gak berasa yah pegelnya. HAP-HAP-HAP nyampe di viewpoint yang pertama, tapi gak gitu bagus karena gak keliatan utuh air terjunnya. Cuma pangkal muncratan air doang. Jadi aku turun lagi dong dan lebih hati-hati lagi karena sudah semakin dekat dengan sumber air, maka tangga mulai licin karena lumutan. Pegangan guys~~

Tiba di viewpoint kedua, aku hampir terpeleset karena lantainya keramik dan muncratan air terasa banget jadi lantai pun basah. Foto-foto pun dilakukan sekelabat daripada basah kuyub ini kamera. Tapi semua itu tentu tak sia-sia lah karena bisa merekam keindahan Telun Berasap. Ibarat ngelihat air bah jatuh ke bumi, nah begitu lah si Telun Berasap. Limpahan air yang berasal dari Gunung Tujuh ini seakan tak habis-habis jatuh ke bumi. Saat itu, aku lagi beruntung banget karena ada sebuah pelangi yang tak malu-malu menampakkan wujudnya di bawah sana. Alamak makin indah saja!

air terjun kerinci

Kalau diperhatikan warna airnya adalah cokelat namun bukan tercemar yah melainkan mang warnanya gitu. Airnya tetap bersih dan jernih. Di samping aliran air terjun tumbuh berbagai rerumputan dan semak belukar hijau. Berhubung tidak ada tempat duduk di view point kedua, jadi ke sini beneran untuk mengagumi keindahan Telun Berasap sekejap lalu bergantian mengambil foto karena ramai pengunjung.

telun berasap

air terjun di kerinci

Jika mau terus ikut turun ke bawah sepertinya ada jalan setapak. Tapi sudahlah aku tak berminat. Lebih baik melemaskan dengkul dulu karena ketika naik aku telah memilih undakan tangga yang tinggi alias yang kanan (pas naik jadi kiri yah). Aku menaiki tangga dengan cepat biar cepat sampai maksudnya. Namun entah karena berada di ketinggian napas jadi pendek atau emang karena belum tidur dari semalam, rasanya ngap-ngapan banget. Padahal paling jarak viewpoint ke atas itu cuma sekitar 300 meter aja sih, tapi nyatanya tetap butuh break satu kali sebelum akhirnya sampai di atas.

Fiuh~

Aqua~~aqua mana???

Kalau kalian, air terjun apa yang paling membutuhkan tenaga untuk mencapainya?

Travel Now or NEVER
6 Responses
  1. Musa congkel

    Pakai camera canon 1dx basah selayang ngak apa2 kakak hahahah….
    Klau air terjun yg paling susah ada nama nya pacuran rayo ampun klau ke ksana kaka

  2. Wih, itu beneran waktu di Telun pelanginya keliatan jelas kaya di fotonya, mbak? Cantik bangeeet… 😀

    Aq terakhir ke air terjun, cuma waktu ke Tawangmangu. Sayangnya Grojogan Sewu rame banget, jadi kurang bisa khusyu’ menikmati air terjunnya

Leave a Reply