Sejarah Cable Car San Francisco

cable car sf

I left my heart in San Francisco
High on a hill, it calls to me
To be where little cable cars climb halfway to the stars
The morning fog may chill the air, I don’t care

My love waits there in San Francisco
Above the blue and windy sea
When I come home to you, San Francisco
Your golden sun will shine for me

Penggalan lirik “I left my heart in San Fransisco” oleh Tony Bennett sempat menuai pamornya di zaman lawas sekitar tahun 1970 dan melambungkan kota San Fransisco sebagai destinasi wisata. Begitupun buatku yang mendapat golden ticket beasiswa di USA, ketika libur kuliah, langsung deh aku menjejakkan kaki di kota yang terkenal akan jargonnya yang punya “four seasons weather”. Cuaca di San Francisco emang kayak cewek galau yang moody. Sebentar panas, sebentar mendung dan ketika matahari masih bersinar justru angin dan hujan deras datang tanpa diundang.

Bertolak dari Union Square yang merupakan pusat kota San Francisco, aku naik cable car menuju Fisherman Wharf. Aku sengaja tidak mengantri dari pemberhentian awal cable car karena rame banget dan antriannya mengulur lebih dari 10 meter. Mending aku jalan kira kira satu blok hingga pemberhentian  berikutnya dan nunggu di sana. Begitu si merah cable car tiba, aku langsung lompat naik dan berdiri di bagian belakang agar benar benar bisa menikmati pemandangan ketika Cable car membelah kota “Golden Gate” ini. Sebenarnya ada satu tempat lagi yang sangat digemari para penumpang yakni bergelantungan di sisi cable car, namun terkadang dilarang karena alasan keamanan.

Cable car dioperasikan oleh dua orang yakni kondektur dan gripman. Kondektur berfungsi layaknya kenek angkot. Memanggil manggil penumpang, mengingatkan jurusan yang dituju, memaksa penumpang masuk dan berjubel di dalam hingga menarik iuran tiket. Posisinya biasanya ada di luar sambil membunyikan bel dan memastikan penumpang nggak membandel dan berdiri di tempat yang seharusnya. Yang satunya lagi adalah kondektur yang fungsinya seperti supir. Cable car tidak memiliki mesin dan sepenuhnya dijalankan menggunakan kabel yang terhubung di sepanjang jalurnya dan digerakkan oleh mesin di ruang kendali utama yang berada di Cable Car Museum. Tugas si kondektur adalah menjaga kecepatan laju cable car dengan cara mengendalikan grip berupa tuas besi panjang di dalam cable car yang beratnya bisa mencapai 165 kg.

Kondektur harus memastikan cable car berjalan stabil yaitu 9 mil per jam. Hal ini tidak mudah mengingat jalanan San Francisco yang naik turun macam roda kehidupan. Belum lagi dengan berat cable car mencapai 8 ton, pekerjaan ini memerlukan kekuatan fisik yang tidak main main. Tercatat hanya ada satu wanita yang pernah menjadi grip(women) di San Fransisco yakni Fannie Mae Barnes, seorang single mother berusia 52 tahun.

Tak hanya cara kerjanya saja yang unik bahkan juga proses pembuatannya. Untuk membuat satu buah cable car, dibutuhkan lusinan pekerja khusus selama 18-24 bulan. Mengapa begitu lama? karena mereka menganggap cable car ini layaknya karya seni, bukan sekadar alat angkut manusia. Beberapa bagian cable car dipahat langsung oleh tukang kayu dari pohon oak atau jenis kayu keras lainnya. Selain itu, keseluruhan proses pembuatan dikerjakan langsung dari tangan tangan para tukang kayu tanpa bantuan mesin. Bahkan mereka mengklaim warna kayu yang terdapat di Cable Car tersebut asli dan alami bukan berasal dari cat buatan.

cable car

Awal mulanya ide pembuatan Cable Car terjadi ketika pada tahun 1869, penemunya yang bernama Andrew Smith Hallidie menyaksikan kecelakaan di mana 5 kuda penarik barang yang sedang menaiki penanjakan curam tergelincir dan terseret turun ke bawah apalagi ditambah dengan muatan barang yang sangat berat. Saat itu jalanan bebatuan tersebut memang licin dan akhirnya mengakibatkan kuda kuda tersebut meninggal. Kejadian naas tersebutlah yang kemudian membuat pria inggris itu mencoba membuat sarana angkutan yang lebih baik

Pada zaman tersebut, kuda memang menjadi moda andalan untuk menyiasati jalanan San Francisco yang penuh penanjakan dan penurunan. Tetapi hal ini sebenarnya tidaklah efisien. Biaya untuk memelihara kuda itu mahal, kuda tidak dapat banyak menaiki jalanan yang mendaki, dan kotoran kuda jadi menumpuk di jalanan.

Akhirnya pada tahun 1873, cable car tersebut berhasil diciptakan dan hingga sekarang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan San Francisco. Cable car semakin mendunia ketika beberapa film besutan Hollywood mengambil San Fransisco sebagai lokasi syuting dan memperlihatkan Cable Car yang wara-wiri di dalam kota.

Ting Tong Ting Tong, siapa lagi yang mau naik Cable Car?

——-

Rute Cable car

San Francisco menyediakan 3 jalur Cable Car yang masih beroperasi hingga saat ini dengan total kira-kira 44 cable car yang tersisa. Ketiga jalur tersebut yakni Powell-Mason, Powell-Hyde dan California. Jalur Powell-Mason dan Powell-Hyde sama sama mulai dari persimpangan jalan Powell dan Market serta berhenti di Fisherman Wharf walaupun tidak di titik yang sama.

Rute  Powell – Mason

Rute Powell – Mason merupakan jalur tercepat jika ingin menuju ke Fisherman Wharf. Tetapi sebelum menuju ke destinasi terakhir, aku memilih turun terlebih dahulu di Chinatown. Dengan banyaknya imigran keturunan Tionghoa di California, tak pelak membuat mereka berkumpul menjadi satu dan terbentuklah sebuah kawasan Chinatown yang terbesar se Amerika Utara loh.

Berada di sini membuat aku jadi teringat kampung halaman meski gak mirip juga sih sebenarnya karena logat kanton serta mandarin sangat mendominasi dan terasa asing di telingaku. Tapi kalau liat toko makanan dan kelontong yang menjual aneka barang khas Tionghoa jadi langsung berasa di rumah dikit gitu. Aku sempat makan “real chinese food” gitu di salah satu resto dan rasanya aneh banget dan gak bisa habis. Aku rasa lidahku udah sangat Indonesia sih.

Rute Powell – Hyde

Rute Powell – Hyde melewati panorama yang terindah apalagi ketika sampai di Lombard Street. Jalan yang satu ini memang tidak ada duanya karena terkenal akan jalan satu arah yang berkelok kelok indah. Lombard street juga termasuk salah satu jalan dengan turunan yang paling curam tidak hanya di San Fransisco tapi juga di dunia. Banyak pengemudi asing yang sengaja melewati jalan ini hanya untuk mengetes kemampuannya mengendarai mobil atau hanya untuk seru seruan saja. Mobil mobil itu rela antri satu persatu karena jalanan curam tersebut memiliki delapan belokan curam sehingga diperlukan ketelitian dan konsentrasi penuh. Ukuran jalannya pun hanya dapat dilalui oleh satu mobil dan bukan terbuat dari aspal melainkan susunan batu bata. Jika cuaca hujan, tentu membuat jalanan tersebut licin dan para pengemudi harus lebih ekstra hati hati. Bagi pejalan kaki seperti aku, kita bisa menuruni Lombard street dengan tangga yang tersedia di sampingnya. Berlokasi di Russian Hill yang termasuk daerah elit, beberapa rumah mahal yang berada persis di samping Lombard Street ini juga menjadi daya tarik buat cuci mata.

lombard street

Rute California

Beda halnya dengan dua jalur di atas, jalur California yang membentang lurus tanpa belokan dari barat ke timur di jalan California ini cenderung tidak begitu padat dan disesaki oleh turis sehingga lebih dominan orang lokal yang menggunakan moda transportasi ini untuk sehari hari sehingga ukurannya pun lebih panjang. Jadi kalau gak mau berdesak desakan dan mengantri lama, cobalah rute ini yang bakal melewati The Financial District, gereja St. Mary’s Cathedral hingga menaiki Nob Hill dimana terdapat rentetan hotel mewah.

Selain itu, jangan lupa mampir dan eksplor tempat ini yah :

Union Square

Ini downtown kota San Francisco yang juga sekaligus pusat bisnis, shopping dan segala macam. Di sini juga tersedia aneka akomodasi dari hotel berbintang hingga hostel. Selama di sini aku sempat nginap semalam di Hostelling International Downtown Hostel yang terletak di pusat kota dan pinggir jalan. Akses kemana mana terjangkau dan dikelilingi restoran, supermarket dan tempat belanja yang tiada habisnya.

Cable Car Museum

Di sini ditampilkan juga cable car pertama yang pernah ada. Tidak hanya berfungsi untuk mendokumentasikan sejarah cable car, di museum ini juga bisa melihat proses bekerjanya cable car. Seperti yang telah aku bilang, cable car ini digerakkan oleh mesin raksasa yang ada di ruang control yang ada di museum ini. Kabel kabel raksasa dan mesin inilah yang tersambung di bawah cable car dan menggerakannya. Masing-masing ada mesinnya sendiri tiap jalur.

cable car museum

Fisherman Wharf

Berada di pinggir teluk San Francisco, di sini paling enak yah makan seafood yang agak jarang bisa aku makan di Aizona atau state USA lainnya. Aku beli di stall pinggir jalan tuh hanya $10 dan semuanya digoreng gurih dan segar karena tangkapan langsung para nelayan di sekitar. Para burung burung yang berterbangan pun sepertinya tidak mau ketinggalan dengan makanan seafood yang kubeli. Beberapa orang berbelas kasihan dan melemparkan sedikit sisanya untuk memberi makan burung burung tersebut. Suasana sore di sini asik bener sambil memandangi buritan kapal yang terparkir di dermaga. Kalau mau suasana yang lebih ramai, pergilah ke ujung Fisherman’s Wharf dan singgahlah di Pier 39. Di sini terdapat kumpulan toko toko serta rumah makan yang dibangun diatas dermaga sepanjangang kurang lebih 300 meter. Di penghujung dermaga itulah aku akan duduk terkesima mendengar anjing anjing laut yang bebas berkeliaran melolong lolong serta menanti matahari kembali ke peraduannya.

fisherman wharf

Tarif Cable Car

Sekali naik : USD 8 / satu arah

Pembayaran Cable Car masih old-fashioned dengan menggunakan tiket dan hanya menerima uang tunai yang dipungut langsung oleh si kernet ketika naik cable car. Kalau mau mengeksplor San Francisco seharian penuh, belilah 1-Day Visitor Pass jadi bisa dipake buat naik semua transportasi publik baik itu cable car, tram maupun bus.

Info & Tips Cable Car

  1. Cable car beroperasi mulai pukul 06.00 hingga tengah malam. Biasanya akan beroperasi setiap 10 menit namun bisa saja sedikit terlambat pas hujan atau padat penumpang. Kalau lagi buru buru sih jangan naik ini karena Cable car lebih ditujukan bagi wisatawan yang cenderung ingin santai menikmati San Francisco.
  2. Naik dan berhenti hanya di tempat yang diperbolehkan (di awal dan akhir pemberhentian) serta tempat tempat yang memiliki tanda Cable Car Stop. Di tiang penanda tiap pemberhentian biasanya ada informasi rute dan tujuan Cable car. Ketika liat ada Cable Car, lambaikan tangan agar Cable Car berhenti. Jika tidak berhenti, itu pertanda sudah penuh.
  3. Untuk melihat udah naik jalur yang benar, perhatikan tanda serta tulisan yang terletak di Cable Car. Untuk jalur Powell Hyde, di depan cable car akan ada tanda merah bertuliskan Powell and Market lalu di bawahnya tertulis Hyde and Beach Fisherman Wharf. Untuk jalur Powell Mason, tandanya kuning bertuliskan Powell and Market lalu di bawahnya tertulis Bay and Taylor Fisherman Wharf. Untuk jalur California, juga akan tertulis tanda California.
  4. Jaga barang bawaan. Tidak disarankan makan / minum selama berkendara.
  5. Jika membawa anak anak atau orang tua, demi keselamatan sebaiknya berada di dalam cable car dan jika tidak dapat tempat duduk, berpeganganlah. Perlu diingat kendaraan ini tidak dilengkapi seatbelt maupun fasilitas untuk disability (kursi roda).

***

Next : Nginap di hutan untuk bertemu Orang Rimba

Travel Now or NEVER

Leave a Reply