Kios Trotoar Berisikan Produk UMKM Lokal

kios di trotoar

Ada yang berbeda di dekat halte Tosari dan juga sudirman Jakarta yaitu adanya kios trotoar yang menyempil di pinggir jalan. Biasanya area pusat ini dipastikan clear dari orang jualan pinggir jalan atau warung-warung maupun pedagang kaki lima. Tapi tenang aja kios trotoar ini legal kok karena dari pemerintah DKI Jakarta lewat Jakpreneur atau mungkin Dinas UMKM kota Jakarta dalam rangka memberdayakan UMKM lokal. Ya dong kalau gak dibantu gini mana mungkin usaha kecil dapat bertahan. Bayar sewa aja pasti udah gak sanggup, apalagi ini kawasan strategis banget, tepat di pusat keramaian.

Pas hari senin aku ke Halte Tosari, salah satu kiosnya belum buka dan tampaklah bahwa pintu railing doornya udah kena grafiti dari orang iseng. HIH kzl banget liatnya. Padahal udah bagus-bagus dibikin kan. Jadilah aku ke tempat kios satunya lagi yang tak jauh dari sana. Kios yang ini warnanya merah dan menjualan makanan. Dalam satu kios mungil tersebut, ada dua jualan sekaligus yaitu makanan dan juga hasil kerajinan seperti tas anyaman bali bulat yang sempat dulu viral itu dan juga warung makanan.

Awalnya aku segan mau masuk dan nanya-nanya. Eh mbak penjaganya yang ngeliatin aku mungkin curiga karena aku mondar mandir kek gosokan. Akhirnya malah diajak masuk ditawarin chicken wings gratis karena mereka lagi ada promo minggu ini. Caranya cukup dengan folllow IG mereka. OK DEAL~

Setelah itu mbaknya mengambil dua ayam goreng dan meletakkan dalam pangangannya yang sekaligus tempat masak nasi goreng. Ayam goreng itu lantas dikasih bumbu cabe yang katanya terbuat dari 30 jenis rempah-rempah. Itulah yang membuatnya berbeda dari bumbu chicken wings lainnya. OK deh mbak~

kios jakpreneur

Perlahan tapi pasti aroma bakar-bakaran itu mulai menyeruak dan aku jadi laper. Tapi berhubung belum ingin dimakan akhirnya aku bungkus deh. Kalau misalnya beli, kalau tak salah harganya 35rb sudah sama nasi dan 4 chicken wings. Kalau aku liat-liat tempatnya udah enak karena di sampingnya ada kursi dan area ini cukup teduh oleh pepohonan. Mantap juga untuk tempat melihat kesibukan Jakarta.

Tak jauh dari tempat ayam ini, ada satu kios trotoar lagi yang menjual batik khas jakarta. Tempatnya lebih mungil lagi dan aku liat mbak penjaganya duduk lesehan di lantai.

kios trotoar

Aku pun beranjak dan langsung ke tempat kios trotoar yang di seberang menara BCA aja. Kios trotoar ini lebih menarik dagangannya karena ada minuman botolan macam kombucha, teh, air mineral dan juga berbagai snack lokal. Nah ini tempat bisa buat hunting oleh-oleh Jakarta karena ada jual bir pletok dan juga kembang goyang. Bahkan ada aneka batik dan aksesoris juga seperti masker, kalung dll. Aku intip harganya lumayan terjangkau kayak masker cuma 10rb, celana batik bahan halus 100rb dan snack juga 10rb aja. Tapi aku lupa tanya harga minuman heheh

kios di tosari

Last but not least, favoritku tetaplah kios trotoar yang ada di terowongan kendal di Sudirman yakni Difabis. Cafe difabel ini menu minumannya lebih cocok di aku karena ada kopi, teh, susu dan roti / snack lainnya. Pun lokasinya bagus banget terjepit antara MRT dan juga stasiun sudirman. Para pekerjanya juga berasal dari komunitas difabel yang sangat ramah dan senang gitu kalau ada yang belanja sama mereka.

difabis sudirman

Total baru ada 4 kios ini sih tapi semoga semuanya sukses berjalan mulus dan dapat memberdayakan UMKM di Jakarta. Jangan lupa mampir dan belanja juga yah bund~

Review Difabis di sini yah

****

Belanja baju keren & murah di shopee ini yah. 

****

NEXT : Mall Ashta baru di SCBD. Ada Rooftop dan balkoninya keren dengan view gedung pencakar langit.

NEXT : Kalau hidung mampet / pas covid ga bisa nyium bau, coba pake sterimar nasal spray.

sama pake Air Purifier buat bersihin udara

 

Travel Now or NEVER

Leave a Reply