Gemilang Atlet Jayapura di PON XX Papua

bukit teletubbies

Sewaktu menonton Festival Danau Sentani di 2018, aku sungguh terpukau dengan rentetan puluhan kapal yang menjadi “panggung terapung” dari festival ini. Lebih gokilnya lagi, di atas perahu itu, masyarakat lokal berbusana adat menari dan menyanyi dengan lantunan yang begitu indah. Namun fokusku saat itu yah ngeliatin siapa nih orang-orang yang mendayung kapal ketika sudah mau sampai ke dermaga. Pastinya sih hebat banget & tenaganya kuat sekali hingga mampu menggerakkan kapal kayu tradisional yang tak hanya bermuatan manusia, tetapi juga berbagai hasil bumi untuk seserahan.

Mungkin.. mungkin saja di antara kapal tersebut, ada sesosok wanita Bernama Stevanie Maysche Ibo yang memang sudah ahli dalam mengayuh kapal karena ia adalah atlet dayung kelahiran Danau Sentani di Jayapura yang baru saja berumur 25 tahun. Gadis belia ini nantinya akan mengikuti Pekan Olahraga Nasional PON XX Papua yang akan berlangsung pada tanggal 2 – 15 Oktober 2021 yang akan berlangsung di Papua. Gelaran akbar ini akan menghadirkan 37 cabang olahraga yang diikuti sebanyak lebih dari 6.000 atlet nasional. Ajang olahraga ini semula rencananya diadakan pada tahun sebelumnya. Namun tiba-tiba wabah COVID-19 menyerang sehingga semua acara harus batal. Barulah pada tahun ini PON XX Papua 2020 bisa digelar di Stadion Lukas Enembe yang akan menjadi saksi kebangkitan pesta olahraga terbesar di Indonesia. Tagline yang diangkat adalah “Torang Bisa”. Sebuah himbauan yang selalu mengingatkanku bahwa inilah waktunya. Inilah saatnya bagi putra putri terbaik, khususnya dari timur Indonesia untuk mengepakkan sayapnya dan bersinar di Bumi Cendrawasih.

Dengan menjadi tuan rumah PON XX 2020 Papua, Jayapura mendapat kebanggan tersendiri sebagai tuan rumah dan pastinya akan membuktikan kepada seluruh masyarakat tanah air Indonesia bahwa mereka mampu dan siap untuk memberikan yang terbaik agar para atlet ibu pertiwi dapat berkompetisi melewati batas. Bahkan Istora Papua Bangkit yang menjadi venue acara ini telah bertaraf internasional dan meraih 3 rekor MURI. Terletak di kampung Harapan, Kelurahan Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua, Istora Papua Bangkit memiliki luas 7.740 meter persegi dan berarsitektur mirip rumah adat Honai. Perpaduan antara estetika dan budaya yang sempurna ini memiliki kapasitas hingga 3.674 kursi.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PON XX PAPUA 2021 (@ponxx2020papua)

Tidak hanya memanjakan penonton, fasilitas gedung dan prasarana PON XX Papua ini juga akan membuat para atlet termotivasi untuk bertanding dan siap menjadi pemenang di setiap cabang olahraga yang diikutinya. Dari sekian banyak atlet Papua yang akan bertanding, Stevanie Maysche Ibo adalah inspirasiku. Vani – begitu nama panggilannya – memulai awal karir seniornya sejak 2014 di nomor Tradional Boart (TBR). Ia telah mengikuti banyak sekali kejuaraan bergengsi, baik skala nasional maupun internasional. Di awal pertama kali ia bertanding menjadi atlet dayung pada kejuaraan pra PON di Palembang tahun 2015, ia berhasil menyumbangkan 4 medali emas dan di tahun selanjutnya ia membawa pulang 2 medali emas dari PON XIX di Jawa Barat.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PON XX PAPUA 2021 (@ponxx2020papua)

Pada tahun 2019 lalu dalam Kejuaran Nasional (Kejurnas) Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) Cabang Olahraga (Cabor) Dayung dengan nomor kayak 1 putri 200 meter, ia berhasil meraih medali emas. Tak berhenti sampai di situ, dalam ajang SEA Games Filiphina 2019, ia kembali meraih 2 medali emas dan 2 medali perak di nomor dragon boat. Sedangkan di Asian Canoe Sprint Championship Thailand 2019, Vani berhasil mendapatkan 2 medali emas.

Bahkan ketika Indonesia menjadi tuan rumah dalam ajang bergengsi Asian Games 2018, Vani pun menduduki peringkat ke -7 yang mana dan berhasil membawa pulang medali perak di nomor Putri 200 meter. Memang sepak terjang Vani sudah tidak perlu diragukan lagi.

Tapi PON kali ini akan menjadi pembeda. Inilah kesempatan satu-satunya bagi Vani untuk kembali membentangkan sayap emasnya dan siap menjadi kebanggaan di kampung halamannya yang begitu elok. Kobaran semangatnya telah terlihat dari berbagai latihan intens yang sedang dijalaninya. Segenap rasa lelah dan letihnya ia persembahkan untuk Sentani – Jayapura. Aku yakin semua itu akan terbayar dan sekali lagi masyarakat lokal pun akan bersorak dan bertepuk tangan melihatnya menorehkan prestasinya yang gemilang.

Di tengah beban raksasa yang disematkan di pundaknya, Stevanie Maysche Ibo tetaplah seorang gadis muda pada umumnya. Di tengah waktu luangnya, ia kerap bermain aplikasi TikTok setelah berlatih. Ia mengatakan bahwa bermain TikTok membuat dirinya merasa lebih enjoy setelah berlatih. Tapi tak hanya menyajikan konten menghibur dan aktifitas kesehariannya, Vani juga kerap menyelipkan pesan moral tentang beratnya pengorbanan untuk menjadi atlet berprestasi. Vani ingin memperlihatkan bahwa semua perjuangan yang ia lakukan hingga bisa sampai di titik ini adalah berkat usaha, kerja keras dan ikhtiarnya untuk menjadi yang terbaik.

Stevanie Maysche Ibo telah tumbuh menjadi harapan bangsa dan panutan bagi generasi muda lainnya, khususnya yang berasal dari tanah timur nan agung. Semangat dan kobaran jiwa yang membara membuat Stevanie Maysche Ibo bak secercah harapan mentari yang akan membuat seluruh rakyat terpukau silau akan potensi dari anak muda di Indonesia timur. Ibu pertiwi pun pastilah berbangga hati menyaksikan Vani terbang tinggi dengan bebas melampaui berbagai rintangan di PON XX 2020 Papua .

Selamat berjuang, Stevanie Maysche Ibo! Kayuh terus semangatmu. Hempaskan semua rintangan dan jadilah inspirasi kebanggaan generasi muda di timur Indonesia.

TORANG PASTI BISA~

Doakan saja aku bisa bergabung dan menonton langsung aksi laga Vani bertarung langsung di PON XX 2020 Jayapura. Meski baru sekali ke Sentani & Jayapura, rupanya hatiku telah jatuh cinta pada alam dan budaya di Papua yang begitu kaya. Tidak salah memang jika banyak kata-kata mutiara yang mengatakan bahwa Papua diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum. Hasil guratan dan lukisan maha karya ciptaan Tuhan tergambar begitu nyata dari pemandangan yang aku saksikan. Kuliner lokal seperti Papeda dan bhkan Ikan Mujair khas Danau Sentani yang begitu segar selalu membuatku ingin balik lagi dan lagi.

Apalagi kalau mengingat begitu banyak keramah tamahan yang telah aku dapatkan dari penduduk lokal, rasanya memang tidak heran jika Papua siap menjamu seluruh tamu PON dari seluruh pelosok Nusantara.

Dengan perhelatan akbar ini, mari kita nyalakan api persaudaraan dan bersama berlaga dengan kompetitif dan suportif untuk mencetak generasi emas Indonesia yang tangguh.

PAPUA TORANG PASTI BISA EE.

Sampai bertemu di PON XX PAPUA!

danau imfote

Mau bukti langsung tentang keindahan Sentani – Jayapura?

Jang lupa ajak kam pu kawan dong yang lain buat nonton vlogku.

Travel Now or NEVER

Leave a Reply