Ada Infinity Mirror Yayoi Kusama yang Hits di Museum MACAN Jakarta loh!

Aku tak tahu sejak kapan Yayoi Kusama ini hits. Yang jelas sejak banyak yang posting foto dirinya ala ala di cermin tak terbatas, atau dengan background bulet-bulet, sejak saat itu aku mulai browsing siapa ini penciptanya. Hingga saat ini, aku masih suka salah panggil antara Kusama dengan Kusuma which is nama indonesia banget. Tapi paling enak yah panggilnya Yayoi~~

Anyway, Yayoi Kusama adalah seniman wanita dari Jepang yang sejak kecil sudah memiliki gangguan kesehatan yang disebut dengan rijinsho, yakni gangguan mental yang membuat penglihatannya dipenuhi selubung dan halusinasi. Namun pada akhirnya, justru penyakit ini membawanya tenar karena dia sukses menyalurkan penyakit ini dalam bentuk karya seni yang khas. Begitulah lantas ia dipanggil dengan The Queen of Polkadot.




Jika pengen ke museum aslinya Yayoi ini lumayan jauh yah karena kudu ke Jepang. Ada sih tempat yang lebih dekat yakni ke National Gallery di Singapura. Intinya kudu ke luar negeri dulu lah. Untungnya, sejak kehadiran sebuah museum baru di Jakarta yakni MACAN (Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara), sekarang gak perlu jauh-jauh lagi. Di museum ini yang ditampilkan adalah salah satu karya Yayoi Kusama yang berjudul Infinity Mirrored Room – Brilliance of the Souls (2014).

Museum yang buka per tanggal 4 November 2017 ini tak heran langsung hits loh. Biar gak penasaran, aku juga langsung nyobain minggu kemarin. MACAN ini bukanya tiap hari(kecuali senin dan hari libur nasional) mulai jam 10 hingga jam 7 malem jadi kalau weekday gak sempat, jadi bisanya pas weekend doang. Pas hari sabtu aku ke sana, sengaja jam 10 nyampe sana. Lokasinya di Wisma AKR, turun aja ke bawah parkiran lalu nyari lift ke lantai MM, sesuai namanya yah Museum Macan. Begitu lift kebuka, langsung deh ada satu lantai luas yang kesemuanya udah bagian dari museum. Aku langsung ngantri tiketnya. Belum begitu panjang sih, namun ngantri pameran Yayoi-nya yang lumayan. Sekitar 45menitan. Padahal tidak ada loh ditulis tanda ini Yayoi Kusama, tapi insting aku bisa nerka pasti yang antrian paling panjang. Lokasinya ternyata diletakkan dalam sebuah ruangan kotak dan tiap orang dijatah masing-masing sekitar 30 – 45 detik. Ada mbak-mbak penjaganya yang mengingatkan jika tar sudah habis waktunya.

museum macan di jakarta

Bagus juga sih konsepnya, jadi pengunjung meski udah ngantri lama, bakal dapat hasil foto yang lumayan karena gak bocor ama pengunjung lain. Pas giliranku udah mau tiba, mbaknya sempat jelasin kalau nanti masuk, cukup berjalan lurus ke arah kuning yang ditempel di lantai. Dah berdiri aja di sono karena tar kiri dan kanan itu rupanya ada air. Untungnya meski sendiri, di dalam ada seorang mas-mas penjaganya yang bisa dimintain tolong fotoin. Dalam hitungan 4x jepret aja, waktuku habis. Gak kepikiran banget mau pose apa atau udah siap belum, si mas-mas nya sepertinya juga kejar waktu, jadi langsung jepret aja. Yah jadi beginilah hasilnya.

yayoi kusama

Sementara itu, temenku, si dila yang datang agak siangan, kedapatan antrian yang lebih panjang. Tapi beruntungnya, dia pas masuk kedapatan jatah 45 detik, jadi punya stok foto lebih banyak. Wihh!

yayoi kusama museum macan

Habis dari Yayoi, aku ke area lainnya yakni liat-liat lukisan. Kira-kira ada total 90 karya seni yang dipajang dan dikumpulkan lebih dari 25 tahun. Koleksi ini bersumber dari koleksi pendiri MACAN dan beberapa merupakan koleksi pinjaman jangka panjang untuk si museum ini. Setiap lukisan sudah diberikan info tentang lukisannya dan diberi pembatas untuk memastikan pengunjung tidak terlalu dekat dan toel-toel lukisan. Mulai dari yang seniman lokal ampe luar negeri di sini semua ada. Seneng deh akhirnya di Jakarta punya juga satu museum yang keren, adem, bersih ruangan dan toiletnya, pengunjung tertib dan fasilitas lengkap.

museum macan

museum macan jakarta

Di sini juga ada tempat jual barang-barang seniman, tempat buat nursing room, dan toilet super bersih. Para cleaning service juga banyak yang stand by di WC dan sekitar museum buat mastiin semua tetap bersih. Terus selain museum, ada semacam tempat beli kopi dan tempat duduk cantik menghadap ke jalanan jika sudah capek. Lalu yang paling aku suka itu ada satu ruangan namanya Floating Garden. Ini tempat buat anak-anak bisa berkarya dengan mewarnai, menjiplak gambar, lalu menjadikan karya mereka topi dan boleh bawa pulang. Buat orang dewasa, floating garden ini juga banyak dijadikan background selfie karena gemesin. Sepintas kayak di ruangan Yayoi karena banyak motif bulat-bulat di sepanjang dinding.

floating garden

Overall, aku seneng banget ke sini, namun berdasar pengalamanku, buat yang mau ke sini ada beberapa tips nih yang bisa aku berikan biar pas berkunjung makin asik :

1. Puas-puasin makan dan minum dulu sebelum ke sini, karena di sekitaran tempat ini tidak ada orang jual makan. Paling kalau kelaperan terpaksa ganjelin dulu di coffee shop museum, atau cari penjual makanan tepi jalan yang kebetulan lewat.

2. Dilarang bawa tripod dan tas ukuran besar. Pas hari itu, aku bawa ransel, jadinya harus dititipin. Untungnya gak kena biaya tambahan nitipin barang. Jadi saranku, bawa tas kamera aja atau tas tangan kecil yah buat isi HP, dompet gitu aja.

3. Untuk yang datang berdua atau bawa anak kecil, boleh kok masuk ke booth Infinity Mirror-nya berdua langsung. Lumayan kan kalau bawa fotografer pribadi, lebih asik fotonya.

4. Museum ini lumayan adem, jadi saya pakai baju layered atau jaket tambahan kalau dingin.

5. Museum ini kalau udah keluar, boleh masuk lagi kok. Soalnya yang floating garden itu letaknya di luar jadi aku seringnya keluar masuk museum hehe.

6. Booth Yayoi Kusama ketika aku tanya sampai kapan, mereka jawab ini permanent exhibition, jadi gak perlu buru-buru datang. Namun tema current exhibition saat ini adalah Art Turns. World Turns, dan pameran biasanya di-rotate sekitar 3-4 bulan jadi kalau yang belum dateng, pastikan timing ini yah. Kalau yang udah datang, tahun depan yuk kita datang lagi sapa tau ada pameran Yayoi yang lain lagi. Wohoo~

7. Datanglah sepagi mungkin. Jam 9 pas weekend orang udah pada ngantri beli tiket meski masuknya baru jam 10. Karena kalau makin siang, makin rame. Semangat!

8. Kalau datang rombongan, atau tur keluarga (maks 20 orang) di hari sabtu, bisa langsung hubungi museum kali aja bisa di-arrange atau dapat penawaran khusus. Buat study tour anak-anak, tempat ini cocok juga loh. Lumayan buat menumbuhkan kesadaran seni sejak kecil.

9. Pas beli tiket, jangan lupa ambil brosur museum buat info-infonya dan ada juga buku guide khusus buat anak-anak jadi pas keliling di sini, si kecil bisa sambil mengkuti quiz dan ada fun fact khusus buat mereka biar gak bosen.

Semoga yah dengan kehadiran museum seluas 4.000 meter persegi ini, cita-cita MACAN untuk membuat geliat seni modern dan kontemporer di Indonesia makin menggeliat yah. Mari kita dukung dan jadikan salah satu pilihan destinasi wisata baru di Jakarta.

So, so ada yang udah ke sana? atau ada yang sedang planning ke sana?

**

Museum MACAN

Alamat : Wisma AKR, Jl. Panjang no 5 – Kebon Jeruk, Jakarta.

Harga Tiket : Rp.50.000 which is udah murah banget. Namun jika kalian mau men-support museum ini dengan lebih baik, bisa jadi member museum ini dengan membayar Rp.300.000/tahun dan bisa deh masuk tiap hari plus dapet banyak keuntungan yang lain.

Comments(4)

  1. November 18, 2017
  2. November 19, 2017
    • November 20, 2017

Leave a Comment