Tips aman solo traveling di penginapan

Setelah menentukan destinasi wisata yang bakal dikunjungi, langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah menentukan tempat tinggal nantinya. Tentu saya riset dulu apakah memiliki kenalan yang bisa ditodong tempatnya untuk saya inap. Tapi ini hanya berlaku untuk teman yang benar benar saya akrabi. Kalau temanan di FB doang itu nggak masuk lah. Jika tidak ada pun saya tidak masalah untuk menginap di hotel/hostel sendirian karena tidak ingin merepotkan dan terkadang justru lebih asik menginap sendiri.

Hanya saja, sebagai wanita muda, cantik, baik hati, lugu tentulah saya harus menomorsatukan keselamatan saya dan memilih penginapan harus dipertimbangkan baik baik. Biasanya saya menggunakan guideline saya sendiri seperti di bawah ini :

Hotel

1. Jika traveling seorang diri, pilihlah hotel yang pake bintang bukan melati. Semakin banyak bintangnya, biasanya semakin mengurangi was was karena mereka punya sistem keamanan yang lebih baik dan dan layanan yang telah terbukti bisa diandalkan. Tapi jangan pula tinggal di hotel / resort yang terlalu mewah yang menjunjung tinggi privasi 100%. Soalnya kalau mau teriak nggak bakal ada yang denger atau jarak antar ruangan para tamu berjauhan, sehingga jika ada urgensi mendadak susah menghubungi bantuan.

2. Beritahukan kepada keluarga/kenalan di kota tersebut dimana anda tinggal. Share info ini hanya untuk orang yang dapat dipercaya sehingga jika terjadi apa apa mereka tahu dimana lokasi anda.

3. Mengecek ruangan kamar hotel dan keamanannya. Pastikan tidak cermin adalah cermin asli, mengecek lobang pintu, kunci pintu kamar dan jendela serta apakah brankas berfungsi semestinya.

4. Kalau hanya tinggal 1/2 malam saya memilih tidak menggunakan room service untuk membersihkan kamar. Lagian seprei/selimut nggak perlu diganti tiap hari, sabun/sampo/tisu toilet masih ada, lantai nggak kotor dan handuk mandi bisa kok dipakai terus. Lebih aman dan nyaman saja rasanya jika ruangan tersebut tidak dimasuki dan “diganggu”. Hal ini juga untuk menghindari si room service tahu bahwa saya hanya sendiri. Yah hitung hitung biar si mbak/masnya bisa absen bersih bersih sekali kali.

5. Hati hati sebelum membukakan pintu. Jika ada yang mengetuk/memencet bel pastikan itu adalah tamu yang diundang. Anda bisa memastikannya melalui lobang di pintu, atau sambil tetap memasang pengait rantai dan membuka pintu perlahan. Nah balik lagi ke no 1, kalo di hotel bintang kan jelas kalo misalnya memang room service karena mereka menggunakan seragam, bukan bapak bapak asing yang kakinya aja belum tentu napak ke tanah. Hiiii!

6. Tidak menerima tamu sendirian di kamar hotel kecuali memang orang tersebut telah dinanti nantikan hahah. Bagi yang baru anda kenal bisa mengajaknya ketemu di luar hotel (paling aman) atau lobby hotel (aman)

7. Selalu mengunci pintu ketika anda di dalam.

Theme Park Hotel Genting

Hostel

1. Menginap di hostel memang jauh lebih hemat dari hotel tetapi dengan pertimbangan anda rela berbagi kamar tidur dengan tamu lainnya. Rela terusik ketika nyaris tidur dan teman sekamar baru pulang, kenalan dan ajak ngobrol basa basi? Rela berbagi oksigen dan bau bauan anda/dia yang kurang sedap? Rela makan roti sendiri terus dia pelototin dan akhirnya anda dengan sopan HARUS membaginya? Rela gak?? Saya hanya mau dan pernah mencoba berbagi kamar dengan satu orang wanita lainnya di hostel. Kalau sudah begini, saya harus terus menekan rasa was was saya yang kadang berpikir “jangan-jangan dia orang jahat” “nanti kalau dia coel coel saya gimana?” dan nanti-kalau yang lainnya. Tidak ada cara lain. Berpikir positiflah..jika tidak mau mimpi buruk anda malah jadi kenyataan dan tak tidur semalaman.

2. Jangan pernah membawa barang berharga. Hei tapi bahkan sepucuk surat dari si yayang adalah barang berharga #eeeaaa. Solusi : Dibawa atau ditinggal dalam tempat penyimpanan yang telah dikunci.

3. Lakukan perintah 1-7 di atas.

Setelah baca, apakah anda pikir saya paranoid? Tunggu dulu! Bandingkan dengan beberapa tips lebih ekstrem yang saya baca di inet :
– Letakkan kunci di dekat anda sehingga bisa mudah kabur.
– Letakkan sepatu/sandal dekat pintu agar mudah kabur (lah emang di sanalah keberadaan sandal/sepatu)
-Mencari jalur evakuasi hotel (deuh kalo sudah kebakaran itu sepenuhnya di luar kuasa keuleess)
-Letakkan kursi ato benda yang dapat berbunyi di dekat pintu jika saja kunci anda telah dicongkel dan pelaku telah masuk (jangan sampai please!)

In the end, standard keamanan orang orang pasti berbeda, dan tidak selalu tips di atas saya praktekkan. Contohnya ketika di Solo saya malah nekat pesan kamar di penginapan biasa untuk beberapa malam. Tidak ada review dari internet, hanya menggunakan insting dan saya mendapatkan pengalaman yang sangat baik.

Hanya saja, selalu waspada memang lebih baik. Dijamin tidur lebih nyenyak tanpa harus terbangun lalu mikir “Pintunya sudah dikunci belum yah?”

About the author

Travel Now or NEVER
2 Responses
  1. si engkong

    Len, kalau ingin kamar tidak diganggu oleh Cleaning Service ya di pasang saja itu gantungan Do Not Disturb nya, pasti mereka gak berani masuk…..kalau masih merasa kurang aman bawa Glock atau Magnum 357 saja dan bilang ala Clint Eastwood…make my day !!!

Leave a Reply