The Sanctoo Villa, Vila mewah berkonsep alam di Bali

“Embracing Nature. Embracing Culture.”

Begitu motto yang diangkat oleh The Sanctoo Villa. Awal mulanya saya melihat postingan teman saya terkait villa ini. Di situlah saya jatuh hati. Villa dengan dominan warna coklat ini tampak begitu photogenic di Instagram.

Barulah ketika saya berwisata ke Bali, saya berkesempatan untuk tinggal 3 hari 2 malam di sini. Ketika tiba saya sudah dimanja dengan kemewahannya yakni dijemput khusus dengan mobil villa yang tak lain adalah Toyota Alphard. Wiihh! Mana saya sendiri pula. Di dalam mobil sudah tersedia mineral water dan soft drink serta handuk dingin untuk menyeka keringat dari teriknya Bali. Perjalanan sekitar 1 jam menuju villa pun menjadi tidak berasa dengan duduk di kursi empuk mobil ini 🙂

Sanctoo villa
Sampai di Villa, proses check-in berjalan mulus banget. Tanpa perlu pake KTP lagi, seorang staffnya langsung mengantarkan saya menuju villa saya di no 1. Si mbak-mbaknya kemudian menjelaskan secara umum tentang The Sanctoo Villa lalu pamit diri meninggalkan saya yang masih terpesona dengan villanya yang benar-benar luas dan sekelas hotel bintang lima ini.

Saya mendapat villa dengan tipe Garden View. Villa seluas 300sqm ini terdiri dari ruang tidur di tengah, bathroom di sisinya lalu ada ruang wardrobe, vanity dan mini bar yang nyempil di belakang kasur dan lokasinya yang nyempil dan tersembunyi terlihat seperti ruang terpisah sehingga bisa letakin semua barang di sana sehingga kalau foto2 keliatannya kamar gak berantakan dan tetep rapi.

Sanctoo villa

Saya juga seneng banget sewaktu melihat ada kartu ucapan selamat datang yang ditulis tangan oleh GMnya. Biasanya kan diketik komputer, tapi kalo tulis tangan kan butuh usaha ekstra. Selain itu, tepat di atas kasur ada satu buah kotak hitam berupa sarung hijau Bali lagi sebagai surprise. Pas ngecek-ngecek kamar terus ketemu lagi sandal hotel dari jerami, tas jerami sampai kipas jadul dari jerami gitu. Ih lucu banget, langsung deh dimasukin ke koper.

Sanctoo villa Sanctoo villa

Baca juga: Kebiasaan mengambil toiletries hotel

Sambil minum welcome drink dan ngemil buah-buahan yang tersedia di kamar, saya pun ngecek bathroomnya di sisi kanan tempat tidur. Gede banget hampir seukuran ruang tempat tidur. Di tengah ada bathub gede, lalu kursi santai dengan aneka majalah yang diletakin di sudut. Belum lagi seluruh ruangan ini menggunakan marmer dan dikelilingi cermin bisa buat narsis terus. Kalau begini saya bisa seharian di toilet nih.

The Sanctoo villa

Hari pertama akhirnya saya habiskan hanya untuk leha-leha dan dinner di restorannya. Esoknya ketika bangun pagi, dari kasur udah bisa liat pemandangan hijau dari balik villa. Maklum seluruh villa menggunakan kaca jadi kalau malas keluar tapi pengen liat view keren, tinggal geser gorden aja. Karena saya terlalu pemalas, dari malam sebelumnya saya sudah memesan breakfast agar diantar ke villa dan dengan baik hati staffnya men-setup breakfast saya di gazebo di depan pool.

Sanctoo villa bali Sanctoo villa pool

Karena ketagihan dimanjain gitu, Lunch pun saya tetep maunya makan dalam villa aja. Dasar manja! Salah satu highlight Lunchnya yang saya suka adalah sambal udang (gede) pake pete. OMG! Malemnya baru ketika sudah gak mager, saya jalan ke restorannya buat liat ladang ilalang dan alam sekitar yang masih hijau royo.

the sanctoo villa dining the sanctoo villa restaurant

Hari kedua, saya memaksakan diri keluar dari kenyamanan The Sanctoo Villa ini dan jalan-jalan ke sebelah yakni Bali Zoo. Di sana saya berkesempatan keliling kebun binatang, selfie sama mereka, lalu mencoba naik gajah. Sempat sih cemas karena katanya itu kan salah satu bentuk penyiksaan kepada binatang tapi perlu diklarifikasi, si pawang mengatakan itu tergantung dari kacamata yang melihat. Yang perlu diketahui juga bahwa binatang2 di sini tidak ada yang dipaksa kerja rodi. Jika sudah lelah, mereka akan dibiarkan nyantai dan istirahat sehingga semua masih dalam porsinya. ok Baiklah!

bali zoo ubud

Saya menaiki Adele, gajah betina yang terkenal paling lambat kalo jalan. Meski memang jalannya pelan banget tapi ketika jalan menurun agak-agak ngeri juga loh karena jadi miring. Treknya juga hanya sebentar, paling setengah jam saja. Karena sudah saya tunggangi, saya pun berani deket-deketin si Adele buat diajak foto. Cheers!

Siangnya, saya makan di restoran Bali Zoo dimana saya bisa melihat gajah lewat yang sedang minum air di kolam atau membasuh dirinya biar tidak kepanasan. Selain itu, bisa juga ngantri berfoto ama buaya, bayi harimau dan orang utan bagi yang berminat.

bali zoo ubud

Setelah meng-explore Bali Zoo, saya balik lagi ke Villa, diantar-jemput pake buggy dan langsung ke Spa!! Lumayan banget nih habis pegel-pegel dan keringatan saya langsung memilih paket Javanese Lulur Massage selama 90 menit. Pijitan asoy mbaknya beserta ruang kayu terbuka dengan view air sungai Ayung bikin saya lelap Zzzzzzz…… hingga akhirnya dibangunin buat mandi kembang di bathtubnya sambil minum teh jahe. Slurrp!

The Sanctoo Villa

Hidup tetiba jadi indah banget kalo tinggal lama-lama di sini. Gak sia-sia namanya Sanctoo (artinya private atau sacred place). Villanya yang hanya 12 buah membuatnya benar-benar tenang, gak berisik. Banyak juga yang sengaja datang untuk Honeymoon dan kebanyakan wisatawan luar negeri. Iseng, di hari kedua saya juga pengen punya kamar yang di-setup ala ala pengantin baru dan saya minta ke staf yang bersihin villa (ada tiga orang rupanya!) untuk disiapin romantic / honeymoon setup. Pas baliknya, kamar saya jadi begini :

the sanctoo

the sanctoo villa

Dan sesuai request saya paginya, Bathub-nya udah diisi kembang-kembang dan ditambahi pesan cinta. Ugh jadi gak mau mandi karena gak tega ngerusak bathtub-nya. Padahal emang dasar males mandi haaha.

Meski villa ini termasuk baru (Grand Openingnya akhir Maret 2016) namun tingkat huniannya selalu baik. Berarti memang kualitas dan kenyamanannya sudah terbukti. Komen saya selama menginap di sinipun cuma satu yaitu : kurang lama staynya :p #ngelunjak

Villa Services:
Mini Library (bisa dipinjem bawa ke villa), Buggy Car (buat nganter-nganter ke restoran, Bali Zoo, spa, etc tinggal minta tolong staffnya telp), Free WiFi, In room daily fruit bowl, Airport Pick-up, Spa.

Harga : mulai dari Rp.2.8juta/villa/malam

The Sanctoo Villa
Alamat : Jalan Raya Singapadu, Banjar Seseh, Gianyar, Bali (sebelahan dengan Bali Zoo)
Tel. 0361-4711222

Comments(4)

  1. April 11, 2016
  2. April 12, 2016
  3. April 13, 2016

Leave a Comment