Thai Massage oleh Narapidana Wanita di Chiang Mai

Setelah dua hari mengulik Chiang Mai, Thailand, badan mulai terasa capai juga. Aktivitas jalan – jalan seharian terkadang membuat tubuh ingin beristirahat sejenak dan dibuai oleh pijatan tangan – tangan terampil. Mumpung di Thailand udah paling bener kalau saya ingin merasakan Thai Massage.

Entah darimana awalnya, saat itu saya dan teman saya mendapat rekomendasi tempat pijat yang luar biasa. Luar biasa dalam arti pelayanannya memuaskan dan tukang pijatnya bukan wanita sembarang. Eits tapi bukan juga wanita jadi – jadian. Mereka berwujud wanita hanya bukan wanita bebas…karena mereka adalah tahanan wanita di Chiang Mai.




Jadi begini.. di Chiang Mai dan wilayah utara Thailand banyak keluarga miskin di mana ibu / anak perempuan terjerat dalam sindikat narkoba karena kemiskinan / nasib mereka yang kurang beruntung. Ketika ditangkap, mereka pun otomatis masuk penjara. Tapi begitu selesai masa tahanan, mereka keluar, namun karena tidak tahu harus kerja apa, mereka jualan narkoba lagi. Ditangkap, masuk penjara lagi. Yah begitulah seterusnya lingkaran setan yang membelenggu mereka. Sebagai solusi, pemerintah membuat ide melatih mereka dengan berbagai keahlian salah satunya adalah menjadikan mereka tukang pijat.

Berdasarkan cerita tersebut, saya dan teman pun penasaran sehingga diputuskanlah ketika di hari terakhir kami pulang, kami harus menyempatkan diri nyobain pijat ini. Pagi – pagi sekali kira – kira jam 7 pagi teman saya duluan ngantri buat ambil nomor di Chiang Mai Women Correctional Institution Vocational Training Center. Maklum aja, tempat ini ternyata peminatnya banyak banget sedangkan therapist yang ada mungkin hanya berkisar 15 wanita. Oleh karena itu, tidak heran menurut teman saya, antrian sudah mulai panjang dari pagi dan dia sempat melihat para tahanan wanita tersebut pagi – pagi dibawa naik mobil masuk ke sini. Tentunya pake penjagaan. Setelah mengantri dan langsung membayar, temen saya mendapat nomor yang nanti harus dibawa ketika jam massage kami yakni jam 11. Dia pun balik lagi ke hotel.

Ketika sudah mau jam 11, saya dan teman saya mau ke sana, eh tapi dia lupa jalannya. Jadinya kami sempat nyasar – nyasar karena ternyata banyak tempat yang mirip. Mana tanya orang lokal mereka gak tahu dan jarang banget ada yang bisa omong bahasa inggris. Kami mulai cemas karena jam udah jam 11. Lalu kami sempat mampir ke restoran dan minta wifi.. dari situlah kami mencarinya lewat google maps. Langsung dah ketemu. Gedungnya ternyata bangunan khas Chiang Mai dari kayu gitu berwarna cokelat. Pas nyampe ke sana udah jam 11.17. Kami langsung menyerahkan kupon dan masuk. Di dalam sepertinya kami sudah ditunggu – tunggu karena emang massage ini selalu fully booked.

chiang mai women prisoner massage

“Follow me” seorang gadis Thailand imut – imut mengajak saya mengikutinya sambil pake bahasa tubuh. Kami langsung diminta berganti pakaian lalu dicuci kakinya. Setelah itu saya diarahkan ke satu tempat tidur bersebelahan juga dengan teman saya. Ruangan ini rata – rata berada di ruang besar jadi saya bisa sambil melihat yang lain dipijit. Cuma ada satu ruangan yang terpisah sendiri namun itu enggak dipakai.

chiang mai women prisoner massage

“Sawadika” si therapist saya pun memberikan salam sebelum dia mulai menyentuh tubuh saya. Bedanya Thai Massage dengan pijet – pijet yang lainnya adalah tidak menggunakan minyak dan cenderung lebih keras. Teman saya sempat memberi tahu theraphistnya “Very slow please” namun terapisnya yang ibu – ibu langsung bingung. Untungnya terapisku yang lebih mengerti Inggris mengerti maksudnya dan langsung mengatakan “Bao Bao” kepada si terapis. Sang ibu terapis pun langsung mengangguk – angguk. Namun temanku belum selesai merequest rupanya. Dia juga meminta kaki kirinya kalau boleh jangan dipijit karena habis sakit gitu dan kali ini memancing kebingungan di antara kedua terapis hingga penjaganya pun datang. Mungkin dikira ada masalah kali. Setelah dijelaskan lagi dengan bahasa semudah mungkin sang penjaga juga cuma menjawab “Yes” dan kembali berkata ke terapis “Bao Bao”. Yak setelah itu dimulailah sesi Thai Massage…

Sementara teman saya tertidur, saya mulai “menginterogasi” terapis saya. Dengan bahasa inggris yang masih terbatas, saya berhasil mengorek sedikit info. Si mbak bernama Ame, 31 tahun, ibu 1 anak dari Chiang Mai. Dia sudah bekerja di sini selama satu bulan dan dia sangat senang bulan depan sudah akan dibebaskan. Dia sebelumnya telah belajar pijat ini di penjara selama puluhan jam sebelum akhirnya benar – benar diperbolehkan memijat pelanggan. Ternyata untuk memijat di sini, tidak semua narapidana diperbolehkan. Hanya boleh bagi narapidana wanita dengan kasus narkoba (membunuh, menculik gitu gak boleh), dan baru pertama kali masuk penjara (kalau udah sering bolak balik napi gak boleh). Dari “kerja” pijat ini, Ame akan mendapatkan 50% profit yang akan didapatkannya setelah dia bebas. Tidak heran ketika mereka sudah bebas, skill yang mereka peroleh ini bisa terpakai dan buktinya di beberapa tempat di Chiang Mai emang banyak tempat massage yang mengklaim terapisnya adalah ex prisoner massage.

 

chiang mai women prisoner massage chiang mai women prisoner massage

Selama berbincang – bincang, Ame sangat ramah dan lemah lembut berusaha mengimbangi percakapan saya. Tak jarang dia berhenti sebentar untuk memikirkan pertanyaan atau berusaha mencari kata yang tepat untuk menjawab. Namun di sisi lain, pijatannya yang tidak terlalu keras, membuat saya terbuai jadi tidak fokus mendengarnya. Zzzzz. Berkat Ame otot – otot saya rasanya jadi lebih lentur karena ditarik – tarik, dipelintir dan diberi tekanan yang pas. Thanks Ame!

chiang mai women prisoner massage

Selesai pijit, saya tidak memberikan tips kepadanya karena tidak tahu apakah dia boleh menerima. Apalagi di depan saya sudah liat ada kotak tipbox sendiri yang sudah disediain. Sewaktu keluar, saya sudah disajikan segelas teh jahe. Hm.. Segar. Beberapa tamu lainnya tampak nyantai habis pijit dengan duduk – duduk minum kopi di taman. Semua minuman bisa dipesan di sampit tempat pijit ini. Selain itu, di sebelah gedung ini juga terdapat toko kecil yang menjual hasil dagangan karya seni para napi. Hebat bener nih program pemberdayaan mereka. Enggak setengah – setengah. Semua produk / jasa yang dijual benar – benar sampai ke pengunjung / wisatawan dan para napi juga mendapat skill dan uang dari hasil kerja kerasnya. Dengan ini mereka pun tidak perlu kembali ke kehidupan kelam yang dulu. Ada amin sodara – sodara?

chiang mai women prisoner massage

Chiang Mai Women Correctional Institution Vocational Training Center

Alamat : 100 Rachawithi Rd. T.Sriphoom Muang Chiang Mai

(Kalau susah nyarinya patokannya adalah di sebelahnya Chiang Mai City Arts & Cultural Center)

Jam Operasional :

Senin – Jumat :08.00 – 16.30 | Sabtu – Minggu : 09.00 – 16.30

Harga :

Foot Massage (1jam) : 200 Baht

Traditional Thai Massage (1jam) : 200 Baht

Traditional Thai Massage (1jam) Full Body : 400 Baht

Comments(6)

  1. March 10, 2017
    • March 14, 2017
  2. March 10, 2017
    • March 14, 2017
  3. March 20, 2017
    • March 20, 2017

Leave a Comment