Teh Terbaik di Dunia Persembahan Teh Kayu Aro Jambi

Tahukah kamu resep ratu-ratu Eropa kenapa bisa awet muda dan cantik-cantik begitu?

Rahasianya ada di dalam secangkir teh yang diminumnya saban pagi.

Percaya? Antara percaya dan tidak sih. Tapi aku memilih untuk percaya. Mungkin di antara puluhan pilihan teh di istananya, ada satu kotak Teh Kayu Aro yang tersimpan rapi. Teh ini dikirim langsung dari kualitas terbaiknya Grade 1 dari sebuah dataran tinggi di tengah Pulau Sumatera. Dari perut bumi tersebut, terbentang kebun teh yang melingkari Gunung Kerinci setinggi 3.800 meter yang tersohor itu. Tanahnya yang subur dan pemandangannya yang elok bisa jadi pasal kenapa tanaman teh ini tumbuh sehat, bahagia dan sejahtera.

Perkebunan teh Kayu Aro seluas 2624, 69 ha ini didirikan oleh perusahaan Belanda dengan nama Namlodse Venotchhaaf Handle Veriniging Amsterdam (NV. HVA) pada tahun 1925. Awal mulanya, Kerinci yang dulunya adalah bagian dari Sumatera Barat ini lahannya digunakan untuk menanam kopi. Sayangnya harga kopi di pasaran dunia saat itu tidak memuaskan ditambah dengan wabah mendadak yang banyak menyerang tanaman kopi sehingga diputuskan untuk dirubah saja menjadi perkebunan teh.

Benih mulai ditabur dan ditanam, sehingga pada tahun 1929, perkebunan yang terletak di ketinggian 1400-1800 meter di atas permukaan laut ini mulai menghasilkan produksi teh hitam yang luar biasa berkualitas. Hasil bumi ini lantas diekspor dan diperuntukkan bagi kalangan bangsawan Eropa yang berani membayar mahal demi bisa mencicipi kebaikan secangkir teh hitam Kayu Aro.

Ketika Indonesia akhirnya merdeka, perusahaan diambil alih negara dan hingga kini dipegang oleh PT. Perkebunan Nusantara VI (PTPN 6). Meski begitu, kualitas dan cara produksi masih dipertahankan. Bahkan awal mulanya ketika dimiliki oleh Belanda, mereka banyak menggunakan tenaga kerja dari orang Jawa sebagai generasi pertama pemetik daun teh. Hingga sekarang pun, pekerjaan ini turun menurun dan hingga ke generasi ke tiga dan ke empat yang memilih setia melakoni pekerjaan memetik teh tersebut.

Kabarnya teh ini memiliki kekuatan cita rasa yang kuat serta wanginya yang khas. Untuk kualitas, tentu tak diragukan lagi karena begitu dipetik, langsung dikemas saat itu juga di Kerinci sebelum disebarkan ke seluruh dunia.

teh kayu aro jambi

Meski berada di Kabupaten Kerinci, namun produksi terbaiknya bukan untuk diseduh bagi masyarakat lokal. Untuk grade yang di bawahnya, barulah masyarakat Kerinci dan Jambi bisa menikmati. Itupun jumlahnya tak banyak di rak supermarket. Masih kalah jumlah dan promosi dengan teh-teh nasional. Jenis dan variasinya pun kalah banyak dan tidak bervariasi seperti merk lainnya yang sudah melekat di kepala masyarakat. Kalaulah aku bukan orang Jambi, tentu tak akan pernah memilih produk ini. Kemasannya juga cenderung biasa aja telah mengaburkan kualitas super dari teh ini. Meski Cuma level terbawah dari salah satu teh terbaik di Indonesia ini, tapi aku cukup senang dan berbahagia bisa menikmatinya di pagi yang cerah.

ngeteh kayu aro

Duh jujur gara-gara nulis tentang ini, sekarang aku pengen banget eksplor Kerinci, kabupaten terjauh dari kota Jambi yang kalau naik travel bisa dari sore nyampenya pagi berikutnya. Apakah duduk sampe pegel dan encok itu akan terbayar lunas ketika melihat langsung mbak-mbak yang sedang metikin daun teh ini?

teh kayu aro

**

Tapi karena belum kesampaian, untuk sementara demi menyebarluaskan produk asli Jambi, aku jual teh ini secara online deh. Monggo kalau ada yang minat tar kukirimin. Email aku yah (Lenny.kepri@yahoo.co.id) atau DM aja di IG,FB, Twitterku.

Untuk harganya pun, murahnya kebangetan kalau dibanding khasiatnya. #promosi

teh jambi

About the author

Travel Now or NEVER

Leave a Reply