Menginap di kemah mewah Sandat Glamping Tents Bali

Sejak menginap di tenda Dusun Bambu Bandung, saya jadi ketagihan nginep ala ala tenda. Mau tenda yang alami, tapi kok saya terlanjur manja dan pengennya fasilitas lengkap dan bersih. Jadilah Glamping selalu menjadi pilihan.

Setelah sekian kali berkunjung ke Bali, kali ini saya menemukan glamping yang saya inginkan yakni Sandat Glamping Tents. Agak tricky menemukan tempat ini karena berada di hamparan hijau sawah Ubud, dan begitu tiba saya langsung disambut bangunan bambu dengan konsep desain yang terbuka sehingga tidak membutuhkan pendingin cuaca. Kelar check-in, ga pake ribet, mas-masnya membawa saya menuju penginapan saya. Sebelumnya, saya mendapatkan welcome drink dulu dan duduk-duduk di tempat breakfast sambil melihat dinding yang penuh cermin dan ada pojok tempat berbagai koleksi majalah dan buku bertebaran. Suka!

green-hotel

sandat hotel

Karena total cuma ada 8 penginapan, suasana di sini selalu sunyi, apalagi tamunya kebanyakan bule jadi gak bakal berisik dan jarak antar penginapan berjarak sehingga adem banget deh. Di sini ada dua jenis penginapan yang dapat dipilih yakni :

Lumbung
Lumbung ini dulunya adalah tempat penyimpanan padi, namun kalau di Sandat Glamping Tents dibuat menjadi sebuah penginapan keren. Tentunya tetep tak melupakan filosofi lumbung, contohnya di sini di kayu pancang nya tetep ada kayu bundernya jadi dijamin tikus gak bakal bisa naik. Lumbung saya yakni Legong beratap jerami dan keseluruhannya terbuat dari kayu ini memiliki dua lantai. Lantai 1 itu buat saya breakfast (minta dianterin dengan manja), leyeh leyeh, atau sekedar nerima tamu tanpa perlu mereka masuk kamar yang tentunya bikin privasi tetep terjaga dong. Di depan lumbung yang saya tinggali langsung ada pool (yang dishared dengan 3 lumbung lainnya) sehingga bisa juga sambil berenang namun barangnya diletakin aja di lumbung.

sandat-glamping-lumbung-1

sandat-glamping-ubud

sandat-glamping

Di belakang lumbung, ada toilet semi outdoor yang terdiri dari shower dan toilet jongkok. Lalu di sebelahnya, ada tangga kayu buat naik ke atas yang merupakan kamar tidur kita. Di dalam kamar yang atapnya mengerucut ini (awas kejedot!), ada ranjang dengan kelambu, tempat duduk, lemari, AC, meja, mini bar dan kulkas,serta balkon buat ngeliat pemandangan sekitar.

sandat-glamping

Tenda
Di Sandat Glamping ada 5 jenis tenda dan kesemuanya punya desain yang berbeda. Saya tinggal di tenda Ogoh-ogoh dengan dominan warna oranye. Masing masing tenda ini tersembunyi satu sama lain dan punya jalan masuk yang beda-beda. Sebelum masuk ke jalan kecil menuju tenda kita, ada “bel” alami yang bisa diguncangkan sebagai tanda permisi kalau misalnya ada tamu atau mbaknya nganterin breakfast. Di Tenda yang bergaya safari ini, semuanya berada dalam satu tenda yang sama, termasuk untuk kamar mandi hanya dipisahkan dengan sekat kain aja. Di kamar mandinya, ada pancuran shower yang juga cuma ditutupi kain, jadi kadang aku mandinya pelan-pelan biar ga basah semua sekelilingnya hehe

sandat-glamping-tent

sandat-glamping-tents

Untuk ranjangnya persis ada di depan pintu masuk, belakangnya baru kamar mandi. Kiri kanan ranjang ada meja dan kursi serta mini bar dan kulkas. Ada juga beberapa lemari untuk gantung baju. Karena gak punya AC, sekeliling tenda ini bisa dibuka biar angin seger masuk. Untungnya ada sekat buat nyamuk jadi aman pas malemnya.

toilet

Semua berjalan begitu indah hanya saja pas sorenya sedikit terganggu dengan anak-anak muda yang main motor racing di belakang jurangnya tenda ini. Agak jauh sih toh mereka ga bisa liat saya karena saya lebih tinggi namun suaranya itu bikin semaput. Untunglah ini kejadian langka jadi anggap saja saya lagi apes. Udah ah..mari menenangkan diri di poolnya yang adem ini.

Keunikannya? Jadi Pilih yang mana?
Seperti tagline-nya, Sandat Glamping mencoba berusaha jadi penginapan yang go-green tapi tetep luxury. Pusing kan? Jadinya meski mewah dan privat (cuma ada total 8 kamar yang tersedia), ada beberapa fasilitas yang biasanya selalu kita take it from granted yang gak ada di sini. Misalnya masing masing lumbung dan tenda gak pake bathtub, TV, telepon (sebagai gantinya pake alat musik yang dibunyikan), ga ada amenities macam sabun shampoo yang bisa dicolong, bahkan AC hanya tersedia di yang lumbung. Yang tenda hanya pake 2 kipas angin tapi panasnya cuma berasa kalau siang kok. Jelang sore, suasana adem lagi, secara ini di Ubud yang agak pelosok jadi tidak bakalan sampai kepanasan. Toh ada pool pribadi tinggal nyemplung guys.

sandat-glamping

Untuk harga, Lumbung lebih murah dan lebih cocok bagi kamu yang gak bisa hidup tanpa AC namun kalau mau cari sesuatu yang berbeda harus coba yang tenda, apalagi ada pool pribadinya. Bisa puas ngapa-ngapain loh. #kode

Selain fasilitas yang saya sebutkan masih ada free shuttle gratis ke downtown ubud dan WiFi yah guys! Gratis!

sandat glamping

About the author

Travel Now or NEVER
8 Responses
  1. saya tertarik dengan blog mbak lenny, menarik dan menambah pengetahuan tentang travel. semoga mbak lenny bs membagi ilmu tentang blog traveller kepada pemula seperti saya.

    best regards

Leave a Reply