Peduli Lingkungan di Hotel

Anda tak salah baca judul di atas. Iya bisa kok teman.
Dengan semakin banyaknya orang yang jalan jalan, semoga kita tetap ingat menjaga alam lingkungan dengan cara paling sederhana yakni tidak membuang sampah sembarangan. Pada prakteknya untuk menjadi Responsible Traveler dimana aja bisa kok termasuk di penginapan. Tenang saja tips tips yang telah saya praktekkan ini simpel namun jika dibiasakan akan banyak bermanfaat terutama bagi lingkungan.

Theme Park Hotel Room
Hemat Kertas
1. Mengambil brosur / peta / pamflet seperlunya
Jika hanya ingin liat liat saja atau kasihan sama mbak SPGnya cantiknya, itu tandanya anda tak peru mengambilnya kecuali jika benar benar dipakai. Misalnya kalau saya akan membutuhkan info dalam brosur tersebut sebagai referensi menulis. Namun kadang kala brosur / pamflet yang saya temui minim info atau ternyata data yang saya butuhkan hanya ada segelintir saja. Kalau sudah begini mending saya foto saja ketimbang mengambil brosur / pamflet / peta tersebut dan akhirnya hanya menuh menuhin tas dan berakhir di tong sampah. Jika hanya penasaran, bisa langsung lihat / baca di tempat dan mengembalikannya lagi.

2. Mengeliminasi penggunaan kertas receipt / bon.
Saya pribadi tidak pernah membuat pembukuan uang masuk dan keluar sewaktu jalan jalan sehingga tidak butuh receipt / bon. Kalaupun perlu, lebih praktis langsung saya catat di buku. Memang kebanyakan toko / mall / restoran pasti selalu memberi kertas receipt untuk tiap transaksi. Kalau di USA, sudah ada pilihan apakah ingin mencetak receipt transaksi atau bagi yang butuh untuk rekap bisa diemailkan, keren kan. Untuk di Indonesia, paling tidak ketika kita memesan tiket pesawat / kamar hotel cukuplah meng-print tiketnya saja tanpa mencetak invoice-nya. Oh anda kumpulin karena lagi dinas / business trip buat di-reimburse nanti? Baiklah kalau itu pengecualian.

3. Membawa notebook bekas.
Suka menulis ketika jalan jalan? Bawa notepad lama bekas trip sebelumnya bisa kok. Nggak perlu beli baru. Aku jadi inget dulunya ketika naik kelas, selalu menggunakan buku tulis kelas sebelumnya dengan lebih dulu membuang kertas yang telah terisi. Hingga sekarang kebiasaan ini masih melekat. Biasanya notepad saya selalu dari kertas bekas. Bahkan jika ada kertas yang ada sedikit kosongnya, suka saya gunting dan kumpulin untuk kertas coret coret.

Hemat air
1. Menggunakan handuk seperlunya.
Salah satu fasilitas hotel yang sangat dibutuhkan adalah handuk. Semakin tinggi bintang hotel tersebut, semakin banyak pula handuk yang disediakan. Mulai dari baju handuk, handuk besar, handuk kecil untuk kepala hingga handuk untuk lap tangan. Jumlahnya pun kadang rangkap dua. Jadi dari sebanyak handuk itu, rasanya tidak perlu lagi kita mengorder handuk baru setiap harinya. Wong kalau di rumah saja belum tentu seminggu sekali saya ganti handuk. Biasanya hotel hotel sekarang sudah mulai kampanye hemat air dengan memberikan informasi berapa banyak air yang dibutuhkan untuk mencuci handuk tersebut serta himbauan bahwa handuk tidak dicuci tiap hari kecuali diletakkan misalnya di lantai / bathub. Great Idea!

2. Menutup keran air ketika gosok gigi.
Lebih baik menampungnya di gelas yang tersedia. Oh kalau saya malah suka gosok gigi pas showeran. Eh malah lebih gak hemat ga yah?

3. Mandi secukupnya
Nah ini sebenarnya dilema. Cukup bagi orang tentu beda beda. Ada yang mandi sekali atau dua kali dalam sehari. Ada yang mau pakai bathbub yang tentunya lebih goros air. Tapi ada juga yang suka shower dan lama. Kalau saya memang lebih suka berdiri lama lama di shower, tapi karena sadar saya kecilin airnya biar hemat. Kalau untuk berendam mendingan di jacuzzi atau sekalian berenang.

Hemat Energi
1. Menggunakan lampu dan perlatan listrik lainnya seperlunya.
Meskipun sudah bayar mahal nginap di hotel, tetaplah bijak. Matikan segala peralatan ketika akan keluar atau tidak perlu menghidupkan TV semalaman ketika tidur.

2. Membuka gorden kamar agar sinar matahari masuk daripada harus menghidupkan lampu. Ssst kecuali menginginkan full privacy ketika sedang melakukan sesuatu. Ehem..

3. Lampu lampu yang sejatinya hanya untuk meperindah ruangan juga bisa dimatikan seperti di mini bar, sebelah tempat tidur, koridor, meja lampu dan jangan lupa kamar mandi.

4. Jika saya hanya butuh menginap dua malam dan seorang diri, biasanya hari kedua saya nggak minta kamar dibersihin. Selain saya lebih nyaman tidak ada orang yang masuk ke kamar, saya juga ngerasa hari kedua kamar tak akan kotor karena kebanyakan hanya untuk tidur dan ke WC. Jadi saya berbaik hati biarlah cleaning service-nya dapat bonus satu kamar yang dapat dilewati. Toh pas check-out mereka juga pasti bersihin semuanya lagi untuk tamu berikutnya. Hemat yah saya??

Hemat Botol
1.Biasanya toiletries menggunakan botol botol kecil yang imut dan biasanya selalu saya bawa pulang sebagai oleh oleh dan untuk perjalanan saya berikutnya. Tetapi saat ini sudah ada beberapa hotel yang meletakkan sabun dan sampoo cair dalam wadah khusus yang ditempel di dinding untuk menghemat pengunaan botol plastik ini.

2. Saya suka sekali ketika menginap di Amris Bandung Cihampelas karena mereka menyediakan dispenser air minum di tiap lantai. Dengan begini, pengunjung dapat mengisi ulang air minumnya ke botol mereka masing masing atau menggunakan kembali botol air minum mineral yang tersedia gratis untuk isi ulang. Hitung hitung hemat uang beli air nih.

Hemat Energi dengan Sepeda untuk transportasi jarak dekat
Kalau hanya sekitaran hotel, jalan kaki saja itung itung olahraga. Pilihan lainnya naik sepeda aja untuk membantu mengurangi polusi. Paling nggak fasilitas penyewaan sepeda ini sudah saya jumpai di Santika Bengkulu atau ketika eksplor Dusun Bambu pas nginep di glampingnya.

dusun bambu
Saran bagi hotel :
1. Menyediakan tempat sampah recycle. Dengan adanya hal ini bisa juga menjadi imbauan juga bagi pengunjung untuk sadar lingkungan.
2. Menyediakan lebih banyak taman dan tanaman di seluruh hotel. Kalau perlu hotelnya ketutup rumput gitu bagus juga yah. Tapi jangan sampai banyak nyamuk juga.
3. Biasanya ssaya suka liat toilet duduk itu pencetan flushnya ada dua. Kecil untuk buang air kecil sehingga air yang dikucur lebih sedikit dan besar tentu saja untuk BAB. Bagus juga nih idenya untuk diterapkan. Lalu untuk kertas toiletnya ada tuh biasanya kertas dari hasil daur ulang untuk keperluan di toilet saja. Daripada habis habisin hutan Indonesia. Lalu soal toiletries macam sabun shampoo, meski saya suka ngutilin, namun lebih ramah lingkungan kalau pakai yang ditempel di dekat shower, jadi tinggal pencet. Kalaupun mau pakai botol, ya wes di daur ulang aja, atau sabun batangnya bisa deh itu diolah lagi asal tetap bersih dan terjamin yah. Ada setuju nya sodara-sodara?

—-
Rasanya kalau dapat melakukan sesuatu yang kecil untuk bumi kita, seneng deh. Paling nggak jika kita tidak dapat menyelamatkan bumi dari kehancuran lingkungan, paling tidak jangan ikut andil besar merusaknya. Setuju?

About the author

Travel Now or NEVER
6 Responses
  1. engkong lagi

    yihhaaa Len bener tuh Peduli Lingkungan itu sangat perlu sekali karena jangan dibiarkan semua hasil dari bumi ini dikuras habis tanpa perhitungan, maka sebisanya segala sesuatu itu di daur ulang

  2. kalo menurutku, mandi pake shower lebih hemat dibandingkan pake gayung, kalo pake shower air yang keluar lebih sedikit tapi merata, kalo pake gayung air nya malah banyak terbuang apalagi kalo gayungnya dipake buat goyang gayung.hehehe 😀

Leave a Reply