Panjat Pinang Monyet di Goa Kreo

Jika biasanya panjat pinang hanya ada ketika tujuh belas agustusan, maka kali ini saya berkesempatan melihat panjat pinang versi lain di hari biasa. Uniknya lagi, pohon pinang yang akan digunakan tidak dilumuri minyak agar licin. Tidak ada pula hadiah-hadiah menggiurkan yang tergantung. Yang ada hanyalah botol minuman berisikan sirup berwarna merah, snack, pisang, jagung, dan buah-buahan yang bergelantungan di sana-sini.

monyet panjat pinang di goa kreo




Jelas saja hadiahnya itu karena panjat pinang ini bukan untuk kita manusia tapi bakal dilakukan oleh sekumpulan monyet-monyet yang ada di Goa Kreo. Tempatnya yang tak jauh dari kota Semarang ini memang menonjolkan monyet-monyet ini sebagai salah satu atraksi wisata. Keberadaan ratusan monyet ini cukup mendapat perhatian dari masyarakat.

monyet kreo

Semua itu berawal dari kisah dahulu kala ketika Sunan Kalijaga sedang mencari pohon jati untuk soko Masjid Demak. Dalam perjalanannya Beliau pun menemukan sebuah pohon jati besar lalu dipotongnya dan dihanyutkan menyusuri sungai menuju ke Demak. Apesnya potongan kayu ini malah terjepit di antara bebatuan. Lebih apes lagi karena segala cara dilakukan tapi bebatuan itu masih juga tak dapat digerakkan.

Sunan Kalijaga pun berdoa dan merenungkan apa yang terjadi. Tiba-tiba muncullnya empat monyet-monyet (berwarna hitam, putih, merah dan kuning yang konon menyimbolkan sifat manusia) yang dengan sigap menolong Sunan Kalijaga. Berkat mereka kayu jati tersebut pun dapat dihanyutkan kembali dan Sunan Kalijaga pun melanjutkan perjalanannya ke Demak. Awalnya monyet-monyet ini kepingin ikut, namun Sunan Kalijaga mencegahnya dan meminta sekawanan monyet ini untuk menjaga kayu jati di area tersebut saja (Mangreho). Nah dari situlah kata Goa Kreo berasal. Mangreho berarti peliharalah atau jagalah.

Oleh karena itu, monyet-monyet di sini pun tidak pernah diganggu oleh masyarakat. Mereka bahkan cenderung memelihara monyet-monyet yang kabarnya terbagi dalam tiga kelompok dan jumlahnya bisa lebih dari tiga ratus. Tiap kelompok monyet punya ketua geng. Bisa dilihat sih yang mana yang bos. Dari fisiknya dapat dilihat dari yang paling besar dan gendut. Baru kali ini loh saya lihat monyet obesitas. Badannya sampai bergelambir dan sepertinya mau jalan aja berat. Namun dia gesit juga. Kalau ada makanan direbut dan monyet lain jadi sungkan melawan.

monyet goa kreo semarang

Nah mungkin ada yang berpikir, kenapa monyet-monyet ini dikasih makan… kan dia bisa cari makan sendiri. Apa gak takut jatuhnya eksploitasi? Menurut masyarakat setempat, justru kalau gak dikasih makan, monyet ini berulah dan menjarah kebun masyarakat. Jadi ya wes.. pengunjung mungkin juga akan merasa terhibur dengan melihat monyet-monyet ini berebutan makanan di atraksi panjat pinang yang diadakan di hari minggu dan biasanya sebelum jam 11 pagi. Selain itu, saya suka banget liatin emak-emak monyet yang ngeliatin keluarganya lagi nyari makan di panjat pinang itu sementara mereka harus netekin bayi mereka. Bayi-bayi monyet di sini emesh banget. Liat tuh mata mereka. Beningnya~~~

monyet goa kreo

Monyet-monyet ini di sini ketika saya dekati sebelum mereka makan, cukup agresif sih. Maklum lagi laper waktu itu. Setelah itu, lebih jinak. Meski saya gak bawa makanan ke mereka, tapi mereka mau kok mendekat. Tapi lebih baik sih tetep segala makanan dan minuman diletakin dalam tas agar waspada tidak memancing mereka buat ngambil.

Dari area panjat pinang, saya menuruni tangga menuju jembatan yang ada di atas bendungan jatibarang. Duduk – duduk di jembatan ini asik juga karena anginnya sepoi-sepoi.

Setelah istirahat, saya lanjut liat Goa Kreo yang dimaksud. Rupanya cuma gua kecil dengan beberapa lobang di tebing gitu. Ya iya secara penghuninya kan monyet.

goa kreo

Masih menurut guide, masih ada sih satu goa lagi di atas. Namun saya tak sempat menaikinya karena medannya yang lebih menanjak. #jompo. Jadinya saya lebih banyak mengabadikan foto di sekitar sini aja. Segini aja aku puas kok. Aku mudah dibahagiain yah? #kode

Goa Kreo

Tiket Masuk (Sabtu Minggu Rp.3.000 / Weekday Rp.2.500)

Comments(10)

  1. May 16, 2017
  2. May 16, 2017
    • May 17, 2017
  3. May 19, 2017
    • May 19, 2017
  4. May 20, 2017
    • May 20, 2017

Leave a Comment