Naik Maskapai Penerbangan Apa yah?

Akhirnya saya sudah menaiki hampir semua maskapai penerbangan rute domestik di Indonesia. Saya memang bukan pemerhati penerbangan, tetapi hanya seorang penumpang yang kebetulan berpergian dengan jam terbang cukup tinggi (pernah dalam satu bulan terbang lebih dari 12 kali). Perlu diingat tulisan ini murni pendapat dan pengalaman sendiri dan mungkin saja berbeda dengan apa yang dirasakan teman teman. Tetapi sekedar berbagi, yuk dibaca dulu sebelum meng-issued tiket!

  1. Riau Airlines

    Pertama kalinya dalam hidup saya naik pesawat terbang yaitu dengan menggunakan Riau Airlines untuk rute Batam – Jambi di tahun 2005/2006. Waktu itu hanya ada pesawat ini yang beroperasi melayani rute tersebut.

    Saya terpaksa memilih naik pesawat terbang karena takut dan gak kuat jikalau harus naik kapal laut sendiri dari Batam-Kuala Tungkal (Jambi) lalu masih harus menempuh beberapa jam lagi perjalanan darat menuju kota Jambinya. Tapi yah demi yang namanya mudik akhirnya diberaniin naik pesawat juga. Pesawat yang saya tumpangi adalah Fokker 50 yang pakai baling baling di samping dan dengan kapasitas penumpang yang sedikit.

    Kalau ditanya bagaimana rasanya? Horror deh! Karena pesawatnya kecil, guncangan pesawat sangat terasa. Saya sempat bertanya tanya apa emang naik pesawat rasanya pasti seperti ini? Kok nggak seperti yang kayak di film? Tetapi syukurlah saya toh selamat dan masih bisa mengetik tulisan ini. Mungkin teman teman yang lain belum kesampaian mencoba maskapai ini karena di tahun 2012 Riau Airlines dinyatakan bangkrut dan tidak beroperasi lagi.

  2. Merpati dan Batavia

    Yang ini juga maskapai jadul, padahal dulu ku lumayan suka loh. Tapi berhubung sudah pailit, ya sudahlah yah. Biarkan dia tenang di alam sana 🙂

  3. Mandala Airlines


    Maskapai ini juga sudah antara ada dan tiada gaungnya. Padahal dulu, lumayan terkenal loh. Pas suatu waktu bangkrut, Mandara Airlines sempat dibeli sama Tiger Airways dan juga melayani beberapa rute internasional seperti Singapura, Malaysia dan Bangkok. Tapi terakhir tetap enggak kuat menghadapi persaingan sengit, pailit lagi dah.

  4. Lion Air


    Sementara itu.. di Indonesia ada satu maskapai penrbangan yang banyak dibenci orang, tapi enggak keliatan bakal tutup dalam waktu dekat. Itulah si maskapai singa, Lion Air. Soalnya biar bagaimanapun maskapai satu ini boleh dibilang mendominasi penerbangan domestik Indonesia. Gimana nggak? Tiap kali beli tiket, zaman masih pake agen tour & travel, si staff travel-nya pasti langsung otomatis membuka website Lion Air. Begitu juga kalau ada kerjaan dan tiketnya dibeliin, yang dikirimin pun tiket Lion Air juga.

    Memang tidak heran sih karena Lion Air memiliki pilihan penerbangan yang banyak dan terjangkau ke hampir semua daerah di Indonesia. Harganya pun bervariasi tapi biasanya bisa dibilang paling murah meriah. Tetapi justru karena ongkosnya yang bikin “Now all can fly”, saya pribadi jadi kurang suka naik Lion Air.

    Mulai dari keberangkatan, waiting room hingga kedatangan penuh sesak dengan manusia. Airport pun jadi serasa terminal bus. Belum lagi jika para penumpangnya termasuk golongan bandel yang suka seenak udelnya. Contohnya tidak mematikan HP, baru saja pesawat landing tapi sudah pada berdiri dan langsung mengambil barang. Hal ini diperparah dengan para pramugarinya yang tidak begitu tegas “menjinakkan” penumpang bandel tersebut.

    Kalau dari segi kenyamanan, maskapai penerbangan ini juga berada di posisi yang miris dalam urusan service (keramahtamahan dan kesigapan pramugari/pramugara dalam menolong penumpang), landing dan take off yang bikin jantung copot, dan tentu saja yang paling membekas adalah karena suka telat.

    Untuk urusan keterlambatan, pesawat ini sih juaranya. Saran aku, kalau memang terpaksa naik ini, pilih flight paling pagi karena pesawat kan udah nginep di airport jadi gak mungkin lah yah masih ngeles bikin alasan telat. Lalu saran kedua adalah, kalau sampai harus pake bagasi, di wrapping, atau jangan pernah masukkan benda-benda yang kalau diambil kita bisa sakit hati. Cukup tarok baju kotor deh intinya. Tapi aku sih selalu pack light jadi selalu pake koper kecil yang bisa bawa ke bagasi. Cara ini selain bikin gak was-was barang bawaan, juga hemat waktu karena nungguin bagasi doang bisa hampir sejam. Huft!

    Karena naik Lion Air ini selalu macam gambling, bisa dapet yang mulus atau pengalaman buruk, maka hingga sekarang aku lum kepengen naik Batik Air yang masih satu manajemen dengan mereka. Meski Batik kelasnya premium, namun mendingan sekalian naik Garuda kalau gitu mah. Atau justru Batik Air is so much better?

  5. Sriwijaya Air


    Harga tiket Sriwijaya Air lebih mahal sedikit dari Lion Air tapi tak semahal Garuda Indonesia. Nyamannya pun begitu. Lebih nyaman naek Sriwijaya Air dibanding Lion Air. Tapi memang belum senyaman Garuda Indonesia. Sayangnya pilihan jam terbangnya terbatas. Biasanya dulu saya naik Sriwijaya Air untuk penerbangan dari Jambi ke Batam dan sebaliknya.

    Bagiku, maskapai penerbangan Sriwijaya Air adalah yang terbaik kalau lagi on budget, tapi daripada naek si lion. Baru-baru ini Sriwijaya hebat loh karena bisa mengungguli semua maskapai di Indonesia soal ketepatan waktu, bahkan nilainya di atas Garuda. Salut deh! Selain itu, maskapai ini masih manusiawi karena ngasih snack berupa air minum gelas dan wafer.

  6. NAM Air


    Sriwijaya punya adik nih yakni NAM air. Memang kedua maskapai ini kurang lebih sama sih cuma biasanya si NAM Air lebih mungil saja dan biasanya melayani rute ke timur. Namun pelayanannya tetap OK kok. Pertama kali aku coba langsung ke destinasi baru juga  karena baru baru ini saya pakai terbang ke Nusa Tenggara Timur dan paling terkesan dengan pilot dan pramugari / pramugaranya yang baik dan sangat melayani.

    Maskapai Penerbangan NAM Air di gunung rinjani
    Penampakan Gunung Rinjani
  7. Air Asia


    Yang paling saya suka dari maskapai penerbangan ini adalah seragam pramugarinya #salahfokus. Simple yet eye catching. Dudukan kursinya cukup kaku mirip Lion Air. Penumpang juga tidak mendapatkan makanan, begitu pun bagasi masih harus bayar terpisah kalau terbang ke LN. Nah, kalau sudah gini dihitung-hitung kadang harganya jadi tidak murah. Pernah pas mau ke Singapura, bandingin harga, ujung-ujungnya naek Lion karena lebih murah tanpa harus bayar biaya tambahan bagasi. Tapi kalau temenku sukanya sih nyari tiket pesawat Air Asia gratis atau pas promo gila-gilaannya. Aku yah kok gak pernah dapet yah?

  8. Citilink


    Di suatu perjalanan balik dari Medan ke Jakarta, pramugari Citilink menegur seorang ibu yang belum mematikan HP bahkan ketika pesawat mulai take off. Pramugarinya juga sempat menghardik seorang bapak yang berdiri ketika pesawat belum parkir sempurna. Nah, ini neh yang saya suka. Demi keselamatan, pramugari harus tegas. Biarin saja dikata tidak ramah, yang penting pesawat tidak celaka hanya gara gara seorang penumpang bandel.

    Citilink juga mulai gencar menancapkan taringnya dengan membuka banyak rute baru di pasar domestik Indonesia. Karena masih baru, penumpangnya masih sedikit dan harganya bersaing dengan Lion Air. Pernah saya naik pesawat citilink dan ternyata penumpangnya tidak sampai setengah. Jadilah para penumpang bisa bebas memilih tempat duduk di mana saja. Hanya yang saya keluhkan adalah tiket Citilink tidak bisa di refund. Jika ingin ganti tanggal, maka dikenakan selisih dengan harga tiket tanggal yang diubah serta biaya tambahan 200rb. Hmm!

  9. Garuda Indonesia


    Jika mengutamakan keamanan, kenyamanan dan tak risau mengenai uang, pilihlah maskapai penerbangan paling beken ini, Garuda Indonesia. Dari mulai check in, saya sudah bisa merasakan nikmatnya. Apalagi sekarang di Jakarta udah pindah ke terminal 3 yang baru, jadi berasanya lebih eksklusif. Lalu pas mau boarding ke pesawat juga teratur (bussiness class duluan, habis itu yang belakang dan seterusnya), masuk ke pesawat disambut dengan majalah/koran gratis serta tempat duduk nyaman dan lega. Apalagi kalau ambil flight yang agak jauhan, aku suka karena menu makanan Garuda Indonesia itu enak-enak. Berasa makan di resto.

    Pernah yah maren ke Singapura, karena flight pagi banget, gak sempat sarapan. Akhirnya pas dikasih makan, langsung ludes dong. Ukurannya kan kecil tuh jadi aku masih gak kenyang. Dengan mau-malu aku nanya masih ada makanan sisa gak, dan pramugarinya dengan senang hati kasih satu paket makan lagi yang komplit gitu. Padahal aku cuma minta nasinya doang hehe duh jadi terharu! Lumayan buat tambahan aku dan adikku. Lalu habis makan, masih dikasih minum seperti kopi, teh dan jus.

    maskapai penerbangan garuda indonesia inflight food
    Jika perut sudah terisi, saatnya membaca majalah InFlight-nya garuda yang tersedia dalam bahasa indonesia, inggris bahkan jepang. Jika nggak doyan baca, coba deh menghibur diri dengan aneka fitur yang tersedia di monitor depan. Konsepnya All in One. Ada musik, film, bacaan dan permainan. Ambil headset yang tersedia di kantung depan lalu colokkan ke port-nya yang berada di samping kanan di bawah sandaran tangan.

    Dengan teknologi touch screen, saya bebas memilih menu yang diinginkan. Sayangnya, kadang kadang touch screen-nya agak lambat merespon dan harus dipencet berkali kali. Pilihan musik yang tersedia pun termasuk lawas. Ketika memencet menu “Lagu Indonesia Favorit”, saya membayangkan akan mendengar paling tidak lagu sekelas Agnes Monica, eh sekalinya dibuka lagu yang tersedia adalah Tenda Biru dan lagu beken seangkatannya!

    Saat ini masih sedikit orang yang bisa mencicipi pesawat terbang yang baru saja menyabet gelar “The world’s best regional airline” ini dikarenakan harganya yang belum terjangkau. Tetapi jika beruntung, kadang kadang harganya bisa bersahabat loh. Contohnya untuk rute Solo-Jakarta saya dapat harga tidak lebih dari Rp.610.000. Karena tidak perlu lagi membayar airport tax, saya rasa harganya jadi reasonable apalagi dengan segala kenyamanan yang diberikan. Dijamin anti bete deh! So, mahal itu relatif loh teman.

Jadi, lebih pilih terbang dengan maskapai yang mana?

About the author

Travel Now or NEVER
66 Responses
  1. Gw pernah naik Garuda sekali, tahun 2011 dari Jakarta-Singapore, dan, iya, enak banget! bikin bangga menjadi bagian dari Indonesia. Sayang, harganya yang mahal, bikin gw mlih maskapai lainnya saja. untuk domestik, karena notabene penerbangan yg gw lalui short haul, jadi gw milih LCC kayak AA atau CL,,, Lion Air pas lagi ga ada pilihan lain saja! Merpati? pernah sekali dari Surabaya-Jakarta, dan, MENGERIKAN… lol…

  2. engkongmu

    sejauh ini setahu saya penerbangan domestik di Indonesia boleh dikata hampir semua tidak memuaskan terutama mengenai hal keselamatan penumpang, di surat pembaca kompas.com ada penumpang yang komplen bagasinya hilang dalam pesawat Garuda dan penggantiannya berbelit-belit

  3. si engkong

    Bouraq apa masih eksis Len ?? tahun 1986 pernah naik Bouraq dari Denpasar ke Bandung pakai Fokker, NGERI deh jadi seperti naik bis kota, karena jenis Fokker termasuk sudah tua, msh dipakai Riau Airlines tahun 2005/2006 ??? untung saja RA nya dah pailit, kalo ga tuh Fokker kuno banget dah

  4. Saya pernah naik Garuda, Sriwijaya Air, Lion Air, dan Adam Air. Lion dan Adam naiknya sudah lamaaaaaa sekali. Udah ga inget sih. Satu-satunya yang agak membekas adalah seragam pramugari Adam Air itu oranye "ngoeng", terang banget, rasanya gerah hahaha. Kalau tidak salah waktu itu rute Jakarta-Manado, tahun 2005.

    Sriwijaya saya pakai ke Belitung tahun 2012. Memang betul, pesawat dan servisnya lumayan bagus.

    Kalau saya sebisa mungkin pakai Garuda baik rute lokal maupun mancanegara. Harga tiketnya worth it sih. Emang pas jadi flag carrier negara. *proud to be Indo*

    Wings Air masih beroperasi ga ya? :-/

  5. Parador

    ada harga ada kenyamanan, garuda emang topnya, tp kalau beruntung pas dpt promo garuda harganya bisa lbh murah dr maskapai lainnya

  6. unknowngoddess

    so far maskapai dalam negeri yg paling nyaman dan asyik Garuda…. untuk ke luar negeri saya memakai Singapore Airlines (ke Singapore dan Japan)….

    kalau ke Indonesia Timur biasanya dengan maskapai Sriwijaya, Lion Air, dan Batavia (sewaktu masih beroperasi)…

    kalau dengan Merpati biasanya dengan rute Semarang-Bandung PP kalau lagi kangen rumah hehehehe 😀

  7. Garuda, Merpati, Lion, Batavia, Sriwijaya,Mandala, Trigana, MAF, Airfast, Citilink, Adam Air (sekali aja). Garuda terbaik untuk regional komersil, nyaman dan aman. Airfast bagus banget, cuman charter flight…thanks Lin dah sharing…btw citilink itu anak perusahaan Garuda yah ?

  8. @unknowngoddess : Iya emang paling enak itu Garuda kalau dalam negeri.

    @bang hendrik : iya bang anaknya si Garuda tetapi tetap nyaman kok 🙂 wah kalo charter flight lum pernah naik tar deh pas ke papua *ngarep

  9. aku pernah naik garuda, emang nyaman banget, beda sama yang laen. waktu itu sempat ke Bali karena ada praktek kuliah, naeknya merpati aduh itu.. bener2 senam jantung.. *lol
    kalo mau pulang kampung atau ke daerah timur Indonesia, emg lion pling murah, tapi sekarang udh ada yang bru dari lion jg, nama.a batik air.. kmren terakhir naek nyaman banget, jauh lah sm lion.. ada layar touch screen.a jg, flm.a keren2.. hahaha jdi perjalanan Ambon-Jakarta jadi gk berasa..
    eh satu lagi.. "makanannya enak" banyak lagi "nasi kuning + cake + coffee/teh/jus" hohohoho

  10. Kalau saya pribadi tentunya pilih citilink daripada lion. selain adiknya garuda, citilink menurut saya lebih profesional dari segi serviceny cuma emang biasanya agak mahalan dari lion but worth it lah!

  11. Anonymous

    Brarti recommend citilink yah.
    Thanks ya.
    Soalnya nyari maskapai yg nggak bikin deg2 an pas naeknya, wkwkwk takutnya ntar trauma buat stelah2nya.

  12. Wah… Saya malah mau rencana flight ke singapore tgl 29 januari 2015 nanti.. First flight nih… Bingung mau pilih air asia, lion air tau jetstar.. Agak takut utk air asia yg blm lama kecelakaan QZ8501, lion air bermasalah dengan ban setelah baca2,, kalau jet star ada yg sudah pengalaman blm?

  13. @mba airin : jangan takut lah mba naek airasia, heheh. Kan semuanya yg terjadi ada di tgn Tuhan, n gg peduli kapan pun n dimanapun kita kalo udah waktunya. Saya pernah naik airasia dan pelayanannya bagus, cuma bagasi utk domestiknya yg dikasih 15 kg aja, sy gg tau utk pnerbangan intrnsional, waktu itu saya ada kelebihan bagasi trus ditanya kalo dibiarin aja harus tambah dana sekitar 150 rb(trgntg dr berat) atau bisa dikurangin sekilo aja.

    Teman2 saya mau nanya, maskapai yg lebih bagus pelayanan, dll. Sriwijaya apa citilink yah? Makasih

  14. Citilink,sriwijaya,garuda.. Pengalaman kmrn dr jmb jkt awalnya naik lion pulang naik sriwijaya! Pk lion hujan tidak guncangan lbh2 dr pd pas pulang hujan lebat naik sriwijaya! Tp nanya teman yg btgkt naik citilink katanya lbh nyaman lg dr sriwijaya blm tw jg sih rasanya gimana?

  15. @almas : aku di jambi loh 🙂
    Rata2 naik pesawat pas landing di jambi sering guncangan loh rasanya. kata orang karena landasannya pendek jadi si pilot harus cepat2 ngerem hahah ntah bener apa nggak yah?

  16. Turun dr jkt k jmb pk sriwijaya nyaman2 aj yg saya rasa! Mmg pas hujan lebat itu aja yg saya agk merhatiin wajah pramugarinya gak berubah terasa berputar2 agk lama sdikit d atas tp tdk apa2lah demi keamanan! Btw ada yg tw tiket promo jambi denpasar g akhir bulan ini? Citilin,sriwijaya, kalau ada garuda?? 😀

  17. @leny; yg saya rasa waktu lending nyaman2 aj malah yg agk cemas waktu lihat wajah pramugari yg agk berubah pas hujan lebat! Lama kyknya mutar2 d atas tp tak apa2 demi keamanan kami lama tak pe hal makasih sriwijaya ALHAMDULILLAH! Btw ada info promo jambi-denpasar pk citilink,sriwijaya,terlebih garuda g? Untk tgl 25an? Pengen banget nyicip garuda n ank asuhnya? 😀

  18. Saya lebih suka memilih Citilink biarpun termasuk LCC tapi pilotnya ketika landing cukup smooth trus seringkali ontime jika dibandingkan dg Lion Air,paling anti naik Lion Air. Kalo GAruda jangan di tanya lagi perjalanan jakarta- medan gak terasa..

  19. Anonymous

    so far masih garuda deh yang paling the best untuk domestic, tapi malah dulu ada AWAIR dan pertama kali saya naik pesawat dan juga itu termasuk penerbangan ternyaman buat saya….sekarang entah dimana tuh maskapai……kik kik kik

  20. Sept kmrn ke bangkok naik garuda yup enk bgt,tgl,10 maret kmrn ke yogya naik citilink lmyn cmn g ad hiburan.awal april pgn ke kl galau antara lion ato garuda.pgn nyobain lion

  21. Sya prnh cba lion..tp itu dlu sktr th 2014..pnerbngan jogja k lombok pp..udah deh ckup skli ajh naik lion..klo skrg sih lbh ska pakai garuda..lbh nyaman walaupun hrga ny pbh mhal sdkit.

  22. Bulan agustus kemaren saya balik dari jogja ke banjrmasin pake lion, saya kira lion udah mulai bagus eh ternyata sama aja delay…. Dan pramugari2nya pada jutek,, ampun deh naik lion air…. Terus d buln nov 2015 kemrn saya nyoba naik citilink untuk pengalman pertama dri banjrmsin ke jkt dan ternyata lion air sama citilink jauh bangt lebih unggul dari pada lion… Krna saat itu citilink on time bangt, pramugari2nya pada welcome bangt ke penumpngnya… Terus pesawtnya enak bngt.. Mungkin pesawt baru kali ya" citilink memang dekat dihati deh.. Mantabb

  23. menurut saya,bagusnya ya garudalah,tapi kalo nggk terjangkau garuda,anaknya aja citilink,pesawatnya bagus dan tegas dalam pengamanan,luar dan dlam pesawatnya bersih,tidak berkarat,pas lending ataupun take off,alhamdulillah pilotnya handal.sebagus bagusnya,iya garuda dunk.citilink or garuda sama sama bagus kok,cuma citilink nggk diberi snak atau makanan,cuma kenyamananya bagus.

  24. Hallo sis,& bro, mau tanya cek harga citillink d trapelok@ sma d web resmi nya di lihat murahan d web resminya ya hampir 50% karena d web resminya citillink kasih promo tiket PP 🙂 terpercaya kn gimana sarannya

      1. si Engkong Ozi

        Len, naik KLM aja suruh pilotnya take-off Jakarta dan anding Jambi, ha ha ha….pilotnya harus orang Jambi yah ?

  25. si Engkong Ozi

    Len, naik KLM aja deh suruh take-off Jakarta dan Landing Jambi, wani piro ??? ha ha ha….pilot KLM nya harus orang Jambi

  26. kalau ada rejeki lebih naik Garuda, tapi biasanya kalau rutenya ada naik Sriwijaya abis itu citilink. Paling masuk akal sih. Batik juga OK sih. Sebisa mungkin gak naik Lion, kecuali kalau tiketnya dibeliin. Pernah naik Malaysian AIrlines ke KL 200 ribu pas promo seneng banget. Entah kenapa saya jarang naik AA. nunggu diendorse kali (ngarep)

    1. Haahah jarang banget nih ku rejeki berlebih naek garuda haha iya paling banter sriwijaya atau citilink. Lion mah kalau gak ada pilihan alias bokek. hehe amin doaiin aja orang AA baca komenmu kak

  27. Eisya

    ntar tgl 26 ini saya dr batam-Palembang. Naik Nya Pesawat lion,jadi Takut liat coment coment di atas haha. soalnya masih trauma pas Naik citilink pernah mau jatuh dua kali

  28. Wachyu

    Saya awal juli mau ke medan,pernah 2 kali naik pesawat tp ga pernah bisa tenang..takut plus phobia,gmana ya ngilanginnya?

    1. Hi wahyu, coba alihkan fokus anda ketika bakal take off / saat terbang dengan membaca, mendengar musik atau kerjain sesuatu. Bisa juga sambil ngemil permen agar kuping lebih nyaman. thanks

  29. Tonny Arbianto

    Udah ada yg bisa kasih review Batik Air, belum? Soalnya masih ragu antara pilih Citilink atau Batik. Makasih.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.