β€’
β€’85

Naik Maskapai Penerbangan Apa yah?

Akhirnya saya sudah menaiki hampir semua maskapai penerbangan rute domestik di Indonesia. Saya memang bukan pemerhati penerbangan, tetapi hanya seorang penumpang yang kebetulan berpergian dengan jam terbang cukup tinggi (pernah dalam satu bulan terbang lebih dari 12 kali). Mau gak mau juga jadi sering nge-review hotel di bandara Soekarno Hatta dan sekitarnya buat tempat rehat sejenak.Β  Perlu diingat tulisan ini murni pendapat dan pengalaman sendiri dan mungkin saja berbeda dengan apa yang dirasakan teman teman. Tetapi sekedar berbagi, yuk dibaca dulu sebelum meng-issued tiket!

  1. Riau Airlines

    Pertama kalinya dalam hidup saya naik pesawat terbang yaitu dengan menggunakan Riau Airlines untuk rute Batam – Jambi di tahun 2005/2006. Waktu itu hanya ada pesawat ini yang beroperasi melayani rute tersebut.

    Saya terpaksa memilih naik pesawat terbang karena takut dan gak kuat jikalau harus naik kapal laut sendiri dari Batam-Kuala Tungkal (Jambi) lalu masih harus menempuh beberapa jam lagi perjalanan darat menuju kota Jambinya. Tapi yah demi yang namanya mudik akhirnya diberaniin naik pesawat juga. Pesawat yang saya tumpangi adalah Fokker 50 yang pakai baling baling di samping dan dengan kapasitas penumpang yang sedikit.

    Kalau ditanya bagaimana rasanya? Horror deh! Karena pesawatnya kecil, guncangan pesawat sangat terasa. Saya sempat bertanya tanya apa emang naik pesawat rasanya pasti seperti ini? Kok nggak seperti yang kayak di film? Tetapi syukurlah saya toh selamat dan masih bisa mengetik tulisan ini. Mungkin teman teman yang lain belum kesampaian mencoba maskapai ini karena di tahun 2012 Riau Airlines dinyatakan bangkrut dan tidak beroperasi lagi.

  2. Merpati dan Batavia

    Yang ini juga maskapai jadul, padahal dulu ku lumayan suka loh. Tapi berhubung sudah pailit, ya sudahlah yah. Biarkan dia tenang di alam sana πŸ™‚

  3. Mandala Airlines


    Maskapai ini juga sudah antara ada dan tiada gaungnya. Padahal dulu, lumayan terkenal loh. Pas suatu waktu bangkrut, Mandara Airlines sempat dibeli sama Tiger Airways dan juga melayani beberapa rute internasional seperti Singapura, Malaysia dan Bangkok. Tapi terakhir tetap enggak kuat menghadapi persaingan sengit, pailit lagi dah.

  4. Lion Air


    Sementara itu.. di Indonesia ada satu maskapai penrbangan yang banyak dibenci orang, tapi enggak keliatan bakal tutup dalam waktu dekat. Itulah si maskapai singa, Lion Air yang terakhir kali baru saja mengalami bencana yakni flight JT 610 yang jatuh ke laut.Β Sedih mendengar kabarnya tapi ini ironi dunia penerbangan soalnya biar bagaimanapun faktanya maskapai ini boleh dibilang mendominasi di penerbangan domestik Indonesia. Gimana nggak? Tiap kali beli tiket, dulu zaman masih pake agen tour & travel, si staff travel-nya pasti langsung otomatis nawarin Lion Air. Sekarang pakai aplikasi pun, Lion Air selalu di urutan pertama kalau liat jadwal. Begitu juga kalau ada kerjaan dan tiketnya dibeliin, yang dikirimin pun tiket Lion Air juga.

    Memang tidak heran sih karena Lion Air memiliki jam terbang yang banyak, lalu rutenya juga mencangkup hampir ke semua daerah di Indonesia. Harganya pun bervariasi tapi biasanya bisa dibilang paling murah meriah. Tetapi justru karena ongkosnya yang bikin “Now all can fly”, saya pribadi jadi kurang suka naik Lion Air.

    Mulai dari keberangkatan, waiting room hingga kedatangan penuh sesak dengan manusia. Airport pun jadi serasa terminal bus. Belum lagi di sini antriannya ada kebijakan misalnya kalau udah mepet boarding penumpang yang masih antri boleh maju ke meja check-in. Ini bukannya malah bikin kacau dan penumpang jadi terkesan “dimanja” jadi datang telat-telat aja kan gak perlu antri tinggal maju ke depan. Yang sedari tadi antri lama kan jadi dirampas haknya.

    Kalau dari segi kenyamanan, maskapai penerbangan ini juga berada di posisi yang miris dalam urusan service (keramahtamahan dan kesigapan pramugari/pramugara dalam menolong penumpang), tidak dapet makanan/minum, landing dan take off yang bikin jantung copot, dan tentu saja yang paling membekas adalah karena suka telat.

    Untuk urusan keterlambatan, pesawat ini sih juaranya. Saran aku, kalau memang terpaksa naik ini, pilih flight paling pagi karena pesawat kan udah nginep di airport jadi gak mungkin lah yah masih ngeles bikin alasan telat. Lalu saran kedua adalah, kalau sampai harus pake bagasi, di wrapping, atau jangan pernah masukkan benda-benda yang kalau diambil kita bisa sakit hati. Cukup tarok baju kotor deh intinya. Tapi aku sih selalu pack light jadi selalu pake koper kecil yang bisa bawa ke bagasi. Cara ini selain bikin gak was-was barang bawaan, juga hemat waktu karena nungguin bagasi doang bisa hampir sejam. Huft!

    Karena naik Lion Air ini selalu macam gambling, bisa dapet yang mulus atau pengalaman buruk, maka hingga sekarang aku lum kepengen naik Batik Air yang masih satu manajemen dengan mereka. Meski Batik kelasnya premium, namun mendingan sekalian naik Garuda kalau gitu mah. Atau justru Batik Air is so much better?

    Tapi kemarin sempat coba naik Wings dari Medan ke Nias yang masih satu grup dengan Lion, pelayanannya okay, kursinya justru lebih lega (kursinya dua-dua gitu) dan on time. Wah hebat! Semoga grup Lion Air bisa terus berbenah dan mementingkan faktor keamanan dan waktu yah.

  5. Sriwijaya Air


    Harga tiket Sriwijaya Air lebih mahal sedikit dari Lion Air tapi tak semahal Garuda Indonesia. Nyamannya pun begitu. Lebih nyaman naek Sriwijaya Air dibanding Lion Air. Tapi memang belum senyaman Garuda Indonesia. Sayangnya pilihan jam terbangnya terbatas. Biasanya dulu saya naik Sriwijaya Air untuk penerbangan dari Jambi ke Batam dan sebaliknya.

    Bagiku, maskapai penerbangan Sriwijaya Air adalah yang terbaik kalau lagi on budget, tapi ogah naik Lion Air. Baru-baru ini Sriwijaya hebat loh karena bisa mengungguli semua maskapai di Indonesia soal ketepatan waktu, bahkan nilainya di atas Garuda. Salut deh! Selain itu, maskapai ini masih manusiawi karena ngasih snack berupa air minum gelas dan wafer. Ohya sudah ada juga fasilitas wifi yang bisa akses berbagai entertainment dari HP kita sendiri. Tapi hanya di beberapa flight gede yah. Pas itu aku coba dari Makasar ke Jakarta dan puas baca majalah femina, lalu kuunduh pula buat baca setelahnya ehhe.

  6. NAM Air


    Sriwijaya punya adik nih yakni NAM air. Memang kedua maskapai ini kurang lebih sama sih cuma biasanya si NAM Air lebih mungil saja dan biasanya melayani rute ke timur. Namun pelayanannya tetap OK kok. Pertama kali aku coba langsung ke destinasi baru jugaΒ  karena baru baru ini saya pakai terbang ke Nusa Tenggara Timur dan paling terkesan dengan pilot dan pramugari / pramugaranya yang baik dan sangat melayani.

    NAM-air-di-gunung-rinjani

  7. Air Asia


    Yang paling saya suka dari maskapai penerbangan ini adalah seragam pramugarinya #salahfokus. Simple yet eye catching. Dudukan kursinya cukup kaku mirip Lion Air. Penumpang juga tidak mendapatkan makanan, begitu pun bagasi masih harus bayar terpisah kalau terbang ke LN. Nah, kalau sudah gini dihitung-hitung kadang harganya jadi tidak murah. Pernah pas mau ke Singapura, bandingin harga, ujung-ujungnya naek Lion karena lebih murah tanpa harus bayar biaya tambahan bagasi. Tapi kalau temenku sukanya sih nyari tiket pesawat Air Asia gratis atau pas promo gila-gilaannya. Aku yah kok gak pernah dapet yah?

  8. Citilink


    Di suatu perjalanan balik dari Medan ke Jakarta, pramugari Citilink menegur seorang ibu yang belum mematikan HP bahkan ketika pesawat mulai take off. Pramugarinya juga sempat menghardik seorang bapak yang berdiri ketika pesawat belum parkir sempurna. Nah, ini neh yang saya suka. Demi keselamatan, pramugari harus tegas. Biarin saja dikata tidak ramah, yang penting pesawat tidak celaka hanya gara gara seorang penumpang bandel.

    Citilink juga mulai gencar menancapkan taringnya dengan membuka banyak rute baru di pasar domestik Indonesia. Karena masih baru, penumpangnya masih sedikit dan harganya bersaing dengan Lion Air. Pernah saya naik pesawat citilink dan ternyata penumpangnya tidak sampai setengah. Jadilah para penumpang bisa bebas memilih tempat duduk di mana saja. Hanya yang saya keluhkan adalah tiket Citilink tidak bisa di refund. Jika ingin ganti tanggal, maka dikenakan selisih dengan harga tiket tanggal yang diubah serta biaya tambahan 200rb. Hmm!

  9. Garuda Indonesia


    Jika mengutamakan keamanan, kenyamanan dan tak risau mengenai uang, pilihlah maskapai penerbangan paling beken ini, Garuda Indonesia. Dari mulai check in, saya sudah bisa merasakan nikmatnya. Apalagi sekarang di Jakarta udah pindah ke terminal 3 yang baru, jadi berasanya lebih eksklusif meski jalannya ke tempat waiting room atau pas keluar bandara itu jauh banget hehe. Lalu pas mau boarding ke pesawat juga teratur (bussiness class duluan, habis itu yang belakang dan seterusnya), masuk ke pesawat disambut dengan majalah/koran gratis serta tempat duduk nyaman dan lega. Apalagi kalau ambil flight yang agak jauhan, aku suka karena menu makanan Garuda Indonesia itu enak-enak. Berasa makan di resto.

    Pernah yah maren ke Singapura, karena flight pagi banget, gak sempat sarapan. Akhirnya pas dikasih makan, langsung ludes dong. Ukurannya kan kecil tuh jadi aku masih gak kenyang. Dengan mau-malu aku nanya masih ada makanan sisa gak, dan pramugarinya dengan senang hati kasih satu paket makan lagi yang komplit gitu. Padahal aku cuma minta nasinya doang hehe duh jadi terharu! Lumayan buat tambahan aku dan adikku. Lalu habis makan, masih dikasih minum seperti kopi, teh dan jus.

    maskapai penerbangan garuda indonesia inflight food
    Jika perut sudah terisi, saatnya membaca majalah InFlight-nya garuda yang tersedia dalam bahasa indonesia, inggris bahkan jepang. Jika nggak doyan baca, coba deh menghibur diri dengan aneka fitur yang tersedia di monitor depan. Konsepnya All in One. Ada musik, film, bacaan dan permainan. Ambil headset yang tersedia di kantung depan lalu colokkan ke port-nya yang berada di samping kanan di bawah sandaran tangan.

    Dengan teknologi touch screen, saya bebas memilih menu yang diinginkan. Sayangnya, kadang kadang touch screen-nya agak lambat merespon dan harus dipencet berkali kali. Pilihan musik yang tersedia pun termasuk lawas. Ketika memencet menu “Lagu Indonesia Favorit”, saya membayangkan akan mendengar paling tidak lagu sekelas Agnes Monica, eh sekalinya dibuka lagu yang tersedia adalah Tenda Biru dan lagu beken seangkatannya!

    Saat ini masih sedikit orang yang bisa mencicipi pesawat terbang yang baru saja menyabet gelar “The world’s best regional airline” ini dikarenakan harganya yang belum terjangkau. Tetapi jika beruntung, kadang kadang harganya bisa bersahabat loh. Contohnya untuk rute Solo-Jakarta saya dapat harga tidak lebih dari Rp.610.000. Karena tidak perlu lagi membayar airport tax, saya rasa harganya jadi reasonable apalagi dengan segala kenyamanan yang diberikan. Dijamin anti bete deh! So, mahal itu relatif loh teman.

Jadi, kalian lebih pilih terbang dengan maskapai yang mana?

About the author

Travel Now or NEVER
85 Responses
  1. Gw pernah naik Garuda sekali, tahun 2011 dari Jakarta-Singapore, dan, iya, enak banget! bikin bangga menjadi bagian dari Indonesia. Sayang, harganya yang mahal, bikin gw mlih maskapai lainnya saja. untuk domestik, karena notabene penerbangan yg gw lalui short haul, jadi gw milih LCC kayak AA atau CL,,, Lion Air pas lagi ga ada pilihan lain saja! Merpati? pernah sekali dari Surabaya-Jakarta, dan, MENGERIKAN… lol…

  2. engkongmu

    sejauh ini setahu saya penerbangan domestik di Indonesia boleh dikata hampir semua tidak memuaskan terutama mengenai hal keselamatan penumpang, di surat pembaca kompas.com ada penumpang yang komplen bagasinya hilang dalam pesawat Garuda dan penggantiannya berbelit-belit

  3. si engkong

    Bouraq apa masih eksis Len ?? tahun 1986 pernah naik Bouraq dari Denpasar ke Bandung pakai Fokker, NGERI deh jadi seperti naik bis kota, karena jenis Fokker termasuk sudah tua, msh dipakai Riau Airlines tahun 2005/2006 ??? untung saja RA nya dah pailit, kalo ga tuh Fokker kuno banget dah

  4. Anna Elissa

    Saya pernah naik Garuda, Sriwijaya Air, Lion Air, dan Adam Air. Lion dan Adam naiknya sudah lamaaaaaa sekali. Udah ga inget sih. Satu-satunya yang agak membekas adalah seragam pramugari Adam Air itu oranye "ngoeng", terang banget, rasanya gerah hahaha. Kalau tidak salah waktu itu rute Jakarta-Manado, tahun 2005.

    Sriwijaya saya pakai ke Belitung tahun 2012. Memang betul, pesawat dan servisnya lumayan bagus.

    Kalau saya sebisa mungkin pakai Garuda baik rute lokal maupun mancanegara. Harga tiketnya worth it sih. Emang pas jadi flag carrier negara. *proud to be Indo*

    Wings Air masih beroperasi ga ya? :-/

  5. Parador

    ada harga ada kenyamanan, garuda emang topnya, tp kalau beruntung pas dpt promo garuda harganya bisa lbh murah dr maskapai lainnya

  6. unknowngoddess

    so far maskapai dalam negeri yg paling nyaman dan asyik Garuda…. untuk ke luar negeri saya memakai Singapore Airlines (ke Singapore dan Japan)….

    kalau ke Indonesia Timur biasanya dengan maskapai Sriwijaya, Lion Air, dan Batavia (sewaktu masih beroperasi)…

    kalau dengan Merpati biasanya dengan rute Semarang-Bandung PP kalau lagi kangen rumah hehehehe πŸ˜€

  7. Garuda, Merpati, Lion, Batavia, Sriwijaya,Mandala, Trigana, MAF, Airfast, Citilink, Adam Air (sekali aja). Garuda terbaik untuk regional komersil, nyaman dan aman. Airfast bagus banget, cuman charter flight…thanks Lin dah sharing…btw citilink itu anak perusahaan Garuda yah ?

  8. @unknowngoddess : Iya emang paling enak itu Garuda kalau dalam negeri.

    @bang hendrik : iya bang anaknya si Garuda tetapi tetap nyaman kok πŸ™‚ wah kalo charter flight lum pernah naik tar deh pas ke papua *ngarep

  9. aku pernah naik garuda, emang nyaman banget, beda sama yang laen. waktu itu sempat ke Bali karena ada praktek kuliah, naeknya merpati aduh itu.. bener2 senam jantung.. *lol
    kalo mau pulang kampung atau ke daerah timur Indonesia, emg lion pling murah, tapi sekarang udh ada yang bru dari lion jg, nama.a batik air.. kmren terakhir naek nyaman banget, jauh lah sm lion.. ada layar touch screen.a jg, flm.a keren2.. hahaha jdi perjalanan Ambon-Jakarta jadi gk berasa..
    eh satu lagi.. "makanannya enak" banyak lagi "nasi kuning + cake + coffee/teh/jus" hohohoho

  10. Kalau saya pribadi tentunya pilih citilink daripada lion. selain adiknya garuda, citilink menurut saya lebih profesional dari segi serviceny cuma emang biasanya agak mahalan dari lion but worth it lah!

  11. Anonymous

    Brarti recommend citilink yah.
    Thanks ya.
    Soalnya nyari maskapai yg nggak bikin deg2 an pas naeknya, wkwkwk takutnya ntar trauma buat stelah2nya.

  12. Wah… Saya malah mau rencana flight ke singapore tgl 29 januari 2015 nanti.. First flight nih… Bingung mau pilih air asia, lion air tau jetstar.. Agak takut utk air asia yg blm lama kecelakaan QZ8501, lion air bermasalah dengan ban setelah baca2,, kalau jet star ada yg sudah pengalaman blm?

  13. Reynaldokristian

    @mba airin : jangan takut lah mba naek airasia, heheh. Kan semuanya yg terjadi ada di tgn Tuhan, n gg peduli kapan pun n dimanapun kita kalo udah waktunya. Saya pernah naik airasia dan pelayanannya bagus, cuma bagasi utk domestiknya yg dikasih 15 kg aja, sy gg tau utk pnerbangan intrnsional, waktu itu saya ada kelebihan bagasi trus ditanya kalo dibiarin aja harus tambah dana sekitar 150 rb(trgntg dr berat) atau bisa dikurangin sekilo aja.

    Teman2 saya mau nanya, maskapai yg lebih bagus pelayanan, dll. Sriwijaya apa citilink yah? Makasih

  14. Citilink,sriwijaya,garuda.. Pengalaman kmrn dr jmb jkt awalnya naik lion pulang naik sriwijaya! Pk lion hujan tidak guncangan lbh2 dr pd pas pulang hujan lebat naik sriwijaya! Tp nanya teman yg btgkt naik citilink katanya lbh nyaman lg dr sriwijaya blm tw jg sih rasanya gimana?

  15. @almas : aku di jambi loh πŸ™‚
    Rata2 naik pesawat pas landing di jambi sering guncangan loh rasanya. kata orang karena landasannya pendek jadi si pilot harus cepat2 ngerem hahah ntah bener apa nggak yah?

  16. Turun dr jkt k jmb pk sriwijaya nyaman2 aj yg saya rasa! Mmg pas hujan lebat itu aja yg saya agk merhatiin wajah pramugarinya gak berubah terasa berputar2 agk lama sdikit d atas tp tdk apa2lah demi keamanan! Btw ada yg tw tiket promo jambi denpasar g akhir bulan ini? Citilin,sriwijaya, kalau ada garuda?? πŸ˜€

  17. @leny; yg saya rasa waktu lending nyaman2 aj malah yg agk cemas waktu lihat wajah pramugari yg agk berubah pas hujan lebat! Lama kyknya mutar2 d atas tp tak apa2 demi keamanan kami lama tak pe hal makasih sriwijaya ALHAMDULILLAH! Btw ada info promo jambi-denpasar pk citilink,sriwijaya,terlebih garuda g? Untk tgl 25an? Pengen banget nyicip garuda n ank asuhnya? πŸ˜€

  18. Saya lebih suka memilih Citilink biarpun termasuk LCC tapi pilotnya ketika landing cukup smooth trus seringkali ontime jika dibandingkan dg Lion Air,paling anti naik Lion Air. Kalo GAruda jangan di tanya lagi perjalanan jakarta- medan gak terasa..

  19. Anonymous

    so far masih garuda deh yang paling the best untuk domestic, tapi malah dulu ada AWAIR dan pertama kali saya naik pesawat dan juga itu termasuk penerbangan ternyaman buat saya….sekarang entah dimana tuh maskapai……kik kik kik

  20. Sept kmrn ke bangkok naik garuda yup enk bgt,tgl,10 maret kmrn ke yogya naik citilink lmyn cmn g ad hiburan.awal april pgn ke kl galau antara lion ato garuda.pgn nyobain lion

  21. Sya prnh cba lion..tp itu dlu sktr th 2014..pnerbngan jogja k lombok pp..udah deh ckup skli ajh naik lion..klo skrg sih lbh ska pakai garuda..lbh nyaman walaupun hrga ny pbh mhal sdkit.

  22. Bulan agustus kemaren saya balik dari jogja ke banjrmasin pake lion, saya kira lion udah mulai bagus eh ternyata sama aja delay…. Dan pramugari2nya pada jutek,, ampun deh naik lion air…. Terus d buln nov 2015 kemrn saya nyoba naik citilink untuk pengalman pertama dri banjrmsin ke jkt dan ternyata lion air sama citilink jauh bangt lebih unggul dari pada lion… Krna saat itu citilink on time bangt, pramugari2nya pada welcome bangt ke penumpngnya… Terus pesawtnya enak bngt.. Mungkin pesawt baru kali ya" citilink memang dekat dihati deh.. Mantabb

  23. mesya syakira

    menurut saya,bagusnya ya garudalah,tapi kalo nggk terjangkau garuda,anaknya aja citilink,pesawatnya bagus dan tegas dalam pengamanan,luar dan dlam pesawatnya bersih,tidak berkarat,pas lending ataupun take off,alhamdulillah pilotnya handal.sebagus bagusnya,iya garuda dunk.citilink or garuda sama sama bagus kok,cuma citilink nggk diberi snak atau makanan,cuma kenyamananya bagus.

  24. Hallo sis,& bro, mau tanya cek harga citillink d trapelok@ sma d web resmi nya di lihat murahan d web resminya ya hampir 50% karena d web resminya citillink kasih promo tiket PP πŸ™‚ terpercaya kn gimana sarannya

      1. si Engkong Ozi

        Len, naik KLM aja suruh pilotnya take-off Jakarta dan anding Jambi, ha ha ha….pilotnya harus orang Jambi yah ?

  25. si Engkong Ozi

    Len, naik KLM aja deh suruh take-off Jakarta dan Landing Jambi, wani piro ??? ha ha ha….pilot KLM nya harus orang Jambi

  26. kalau ada rejeki lebih naik Garuda, tapi biasanya kalau rutenya ada naik Sriwijaya abis itu citilink. Paling masuk akal sih. Batik juga OK sih. Sebisa mungkin gak naik Lion, kecuali kalau tiketnya dibeliin. Pernah naik Malaysian AIrlines ke KL 200 ribu pas promo seneng banget. Entah kenapa saya jarang naik AA. nunggu diendorse kali (ngarep)

    1. Haahah jarang banget nih ku rejeki berlebih naek garuda haha iya paling banter sriwijaya atau citilink. Lion mah kalau gak ada pilihan alias bokek. hehe amin doaiin aja orang AA baca komenmu kak

  27. Eisya

    ntar tgl 26 ini saya dr batam-Palembang. Naik Nya Pesawat lion,jadi Takut liat coment coment di atas haha. soalnya masih trauma pas Naik citilink pernah mau jatuh dua kali

  28. Wachyu

    Saya awal juli mau ke medan,pernah 2 kali naik pesawat tp ga pernah bisa tenang..takut plus phobia,gmana ya ngilanginnya?

    1. Hi wahyu, coba alihkan fokus anda ketika bakal take off / saat terbang dengan membaca, mendengar musik atau kerjain sesuatu. Bisa juga sambil ngemil permen agar kuping lebih nyaman. thanks

  29. Tonny Arbianto

    Udah ada yg bisa kasih review Batik Air, belum? Soalnya masih ragu antara pilih Citilink atau Batik. Makasih.

  30. Zie Zie

    Untuk international airlines:
    1. Saya berkali kali naik Singapore Airlines, so far maskapai ini paling nyaman buat saya krn pramugarinya ramah, profesional, meski kliatan slim kecil and cantik2 & terawat tapi urusan ngangkat hand carry penumpang ke cabin mereka bisa berubah jd hulk hehehe, heavy food dan snack nya sesuai dengan lidah Indonesia kami. trus kdg2 kalo suami masih pengen nyemil bisa minta instan cup noddles which is free *pdhl utk penerbangan jauh kurleb 8 jam, sudah di kasih cemilan, snack and heavy food, beverage yg tiap jam sll itu harusnya ga mungkin kelaperan, iseng bgt suami saya sll minta nambah instant noddles. Service Ok bgt utk passenger yg bawa anak2, sll dpt gift lucu2 utk anak2 dr pramugarinya.
    2. Emirates Airlines mungkin ada 6 x, pesawatnya lebih nyaman dari Singapore Airlines, audio video service melebihi Singapore meski optionnya hampir mirip, yg membedakan perangkatnya lebih exclusive, pramugarinya ga bisa ngalahin keramahan dari pramugari Singapore Airlines, mungkin krn rata2 pramugari Emirates itu dr multi nation jd pas kl dpt yg asian gitu bisa ramah banget, tp kalo dpt pas dpt yg Rusian gitu yaa… so so lah, Service OK bangeeet kalo bawa bayi & anak2. Makanannya kdg Asian style tp rasa entah kemana, kadang juga arabian style ato europian, kurang cocok sama heavy mealnya.
    3. Cathay Pasific 4 x , pesawatnya ok, pramugari juga ok, makanan minuman ok lah, cuman krn berasa lama banget kalo terbang dari Dubai mau ke Surabaya itu musti transit 4 jam an ke Hongkong dulu, trus terbang another 4 jam ke Surabaya, berasa legrek di badan di banding kl naik Singapore connecting flight ke surabaya itu terbang dr changi airport ke juanda paling banter 1 jam setengah jam.
    4. Silk Air berkali kali, ini maskapai anaknya Singapore Airline, pelayanan dan makanannya setaraf Singapore Airline hanya pesawatnya lebih kecil dan tidak semewah pesawat Singapore maupun emirates. tapi overall enak juga naik Silk Air dari Changi Singapore ke Juanda Surabaya.
    5. Royal Brunei 2x dan kapok ga lagi2 naik maskapai itu krn transitnya di bruney bisa 1 hr sendiri kalo penerbangan dari Dubai menuju Surabaya.
    6. Garuda Airlines, utk international flight 2x, ok lah, cuman smp skrg belum ada niat naik maskapai ini lagi krn menurut saya masih jauh kalo di bandingkan dengan emirates ato Singapore, dan wkt itu ga tau knp keramahan pramugarinya pas kebetulan dptnya kok masih di bawah pramugari dari Singapore ya. Oh ya , Ga dpt steam towel utk basuh wajah wkt penerbangan jauh. Snack dan beverage ga sebanyak maskapai lain yg hampir tiap jam mondar mandir nawarin ke kita. Yg bikin kapok krn Garuda delay lbh dr 1 jam wkt penerbangan dr Surabaya ke jakarta sedangkan kami sekeluarga hrs connecting flight ke Dubai, akhirnya bener2 ketinggalan pesawat. meskipun dpt kompensasi nginep di hotel sahid trus di ikutkan penerbangan ke esokan harinya tetep aja ga nyaman krn kami hrs bikin explanation di tempat kerjaan gegara telat smp dubai

    Domestic Flight:
    1. Garuda Indonesia, maskapai terbaik dan ternyaman utk domestic flight. Kursi pesawat sama seperti pesawat garuda yg utk penerbangan international. Pramugarinya ramah2, malah perasaan lebih ramah di banding wkt naik Garuda utk penerbangan International. Kok ya dpt pengalaman kena delay lg1 jam saat naik domestic flightnya hahahaha, tp saat itu semua penerbangan delay sih.. jd gpp lah krn masih keburu utk connecting flight by Emirates ke Dubainya.
    2. Citilink, anak usahanya Garuda, beberapa kali naik citilink malah blm pernah delay, sll tepat wkt, horee.. semoga di pertahankan. Pramugari ramah2 juga. Tingkat kenyamanan duduk dan kursinya msh di bawah garuda tp tetep ok lah utk penerbangan domestik. oh ya , ga dpt snack ato air, gpp sih krn tiketnya juga murah ya, ga mungkin juga dpt snack & air jd kami beli aja makanan dan minuman di atas pesawat (*mindset anak2 kl naik pesawat itu pasti ada makanan dan minuman jd meski penerbangan pendek tetep aja minta makanan di atas pesawat hihihi)

    1. Belum pernah coba xpress seringnya nam air. Nam air asik kok dapet snack dan pelayanannya standar sriwijaya (satu grup soalnya). Biasanya ku pake kalau ke timur kayak papua dan NTT πŸ™‚

    1. kebetulan saya lum pernah bawa bayi/anak kecil tapi citilink atau sriwijaya dua-duanya asik. Kalau sriwijaya sih bakal dapet snack sehingga mungkin bisa dikasih ke anak kecil hehe

  31. Elly

    Ya Garudalah pasti.. service dan fasilitasnya oke.. tapi berhubung harus ngejar jadwal dipagi hari dan hanya ada citilink dan Sriwijaya jadi pake 2 maskapai tsb.. namun kalau dari segi kenyamanan antara SJ dan Citilink lebih nyaman Citilink getaran pesawatnya halus.. tapi kalau masalah keamanan SJ lebih aman.. krn kadang pilot2nya mengutamakan keselamatan penumpang sebagaimana yg telah dikemukankan oleh CEO mereka ketika membaca majalah Sriwijaya segiao kali terbang.. pernah ngalamai wkt itu cuaca lagi buruk mau landing jadi kita muter2 diatas sekitar 20 menit pilot ga mau ngambil resiko utk landing krn cuaca buruk.. ketika cuaca udah membaik akhirnya landing.. Alhamdulillah.. walau pas landing getaran pesawat terasa krn kelamaan muter2 sebelum turun..

  32. Elly

    Tambahan.. setiap kali Pesawat SJ mau berangkat Pramugari SJ selalu mengingatkan penumpangnya utk sama berdoa.. oh iya tambahan lagi kalau bisa sebelum berangkat agar dilancarkan dlm perjalanan, sehari sebelum keberangkatan memulai dgn bersedekah kepada org yg membutuhkan.. agar doa yg mereka panjatkan selalu melindungi kita selama perjalanan.. Aamiin.. insyaAllah.. walaupun segala sesuatu yg terjadi memang sudah takdirNya namun sebagai manusia kita hanya berikhtiar..

  33. Batik Air meski satu grup, namun pelayanannya JAUH BANGET daripada Lion Air. Batik Air dapat snack dan kalo pas beruntung dapat inflight entertainment, bawa earphone sendiri karena Batik Air tidak menyediakan, kecuali beli.

    Sriwijaya Air dan NAM Air ini, termasuk juga Batavia, seingetku belum perna ada catatan kecelakan penerbangan fatal, meski pesawatnya tua-tua (Boeing 737-200/500).

    Batavia Air ini dulu malah kalo pas bawa alat diving, kelebihan bagasinya gak kena biaya.. kan mayan tuuh..

    AirAsia dulu beberapa kali dapat tiket murah, tapi semenjak kecelakaan QZ8501 Kemenhub menerapkan tarif bawah, ga pernah lagi deh dapat tiket promo.

    Selain AirAsia, pernah juga dapat tiket TigerAir pas buka rute CGK-PDG seharga Rp 100!

    1. Ha? batik air kudu beli earphone? baik dicatat deh!
      Iya sriwijaya soal keamanan lumayan yang teratas nih. Aku malah lum pernah dapat tiket murah Air Asia. Kalau di pasar domestik harga air asia gak murah2 amat malahan apalagi kalau sampai harus beli bagasi hehe

  34. Yudidono

    Nice review mb,,,, sy juga prinsip , lion last choice, kl ada yg lain pilih lain dulu. Bukan sentimen negativ. Lebih krn pengalaman sy sbg ortu dgn anak dan bayi yg khusus dan kena delay. Repott tau. Ah sudahlah itu pribadi.
    Sy juga kl ada pilihan terbang selalu ambil pagi biar ontime.
    Yg belum sy mudeng, knp kl lion tuh kadang atau sering pas takeoff dan landing mirip naik rolercoaster, beda sama garuda or air asia. Mosok pilot ga diajarin cara nyetir yg halus. Diajarin sih, kl faktor mmg banyak sy yakin. Tp sptnya ada yg bikin grusa grusu si pilot. Ga tau sy mah org awam.
    Ahh sudahlah,,, trit yg bagus. Membuka wawasan ttg perpesawatan di indonesia.

Leave a Reply