Menelusuri Jejak Tjong A Fie di Medan

Medan adalah salah satu kota besar di Indonesia yang kaya akan suku, agama serta berbagai macam warga negara. Istilah kerennya itu melting pot. Ketika keluar dari bandara Polonia, saya langsung disambut dengan kentalnya aksen batak dari para porter yang berseliweran. Ketika melewati kuil Shri Mariamman, saya merasa seperti berada di Little India Singapore. Di lain tempat, saya mencoba masuk ke Masjid Al Ma’shun yang mempunyai aturan ketat dalam berpakaian sesuai khaidah Islam. Pokoknya Multi etnis banget deh.

Nah, dari sekian banyaknya manusia yang pernah mendiami Medan, tersebutlah seorang pendatang dari negeri Tirai Bambu yang bernama Tjong A Fie. Pria yang bernama aslinya Tjong Fung Nam ini terlahir di Cina dari keluarga yang sederhana. Untuk memperbaiki nasib, Tjong A Fie pun nekat merantau ke Medan dan menyusul kakak lelakinya yang terlebih dahulu ada di Medan.

Berkat kerja keras, akhirnya Tjong A Fie pun sukses menjadi pengusaha. Selain kisah hidup suksesnya berawal dari nol, sikap dermawannya juga banyak mendapat perhatian publik. Dia banyak membantu pembangunan beberapa bangunan di Medan seperti gereja, masjid serta menolong orang orang tidak mampu tanpa pernah menyoalkan latar belakang dan etnis.

Sebagai orang terkaya nomor lima se-ASEAN pada zaman itu, Tjong A Fie memiliki hubungan pergaulan yang baik dengan Sultan Deli serta para bangsawan di berbagai negara eropa. Pantesan di lantai 2 itu ada ruangan yang dekat dengan jendela itu biasanya dipakai buat ruang dansa ketika ada acara dengan para bangsawan. Mungkin itulah sebabnya rumah kediaman Tjong A Fie banyak dipengaruhi oleh nuansa eropa, melayu dan cina. Bahkan hingga sekarang zaman sudah se-keren ini, saya tetap merasa rumah Tjong A Fie ini tidak ketinggalan zaman. Didukung oleh perawatan yang baik, rumah kediaman Tjong A Fie ini merupakan salah satu objek wisata budaya di Kota Medan.

Berlokasi di daerah Kesawan, rumah yang dibuat pada tahun 1985 ini berdiri kokoh walaupun terjepit oleh ruko ruko serta kemacetan di depannya. Tetapi hal itu, makin membuat rumah Tjong A Fie semakin eye catching. Jangan terkecoh dengan gerbang rumah yang kecil yah.

Tjong A Fie

Masuk dari gerbang utama, saya disambut taman mini di tengah. Di sisi kanan, terdapat biografi dan foto si empu rumah. Di sisi kiri, ada 2 anjing peliharaan. Saya lupa tanya apakah dulu Tjong A Fie juga penyayang binatang?

Harga karcis untuk masuk adalah Rp.35.000/orang. Sudah termasuk tour guide. Tour guide akan membawa kita berkeliling dimulai dari pintu sebelah kanan. Pintu utama yang besar dan terbuat dari kayu ini hanya dibuka oleh anggota keluarga Tjong A Fie pada hari hari khusus.

 

Tjong A Fie

Tjong A Fie
Dari sekian banyaknya ruangan yang ada, hanya beberapa kamar yang dapat dimasuki. Rata rata bangunan masih seperti aslinya dan beberapa perlatan juga diletakkan seperti sedia kala. Beberapa sisanya malah ditempati oleh anggota keluarga. Rata rata semua tempat kecuali altar sembahyang dapat difoto asalkan tidak menyalakan blitz.

Rumah Tjong A Fie ini juga dikenal sebagai simbol peranakan karena Tjong A Fie menikahi istri ketiganya yang notabane adalah warga medan yang merupakan campuran antara Melayu dan Cina.Yang paling saya sukai, selain banyak foto foto Tjong A Fie di kediamannya, banyak juga foto fotonya bersama sang istri. Hmm… Romantis!

Tjong A Fie

Tjong A Fie
Nah, selagi di Medan, cobain deh bertamu ke rumah Tjong A Fie. Psstt orang Medan sekalipun belum tentu sudah pernah ke sini loh!

**

Tiket Masuk : Rp. 35.000 (Setiap Hari mulai jam 9-5 sore)

About the author

Travel Now or NEVER
4 Responses
  1. Egkong lagi

    Sudah pernah baca artikel mengenai Tjong A Fie ini di Indonesia Media.com, jadi tau dikit tentang sejarah orang Tiongha yang berada di Indonesia

Leave a Reply