Makan Minum di Sky Avenue – Resorts World Genting Malaysia

Makan lagi? Mungkin begitulah ketika aku membaca itinerari dari 4d3n famtrip ke Resorts World Genting. Jika biasanya agenda dipadati oleh kunjungan destinasi wisata, ini kami banyakan restaurant hopping.

Tapi lucunya, pas hari pertama kami ke Malaysia, kami udah sempat makan Nasi Lemak Pak Nasser di dalam pesawat AirAsia. Tapi yah, gak cukup lah yah buat perut-perut kampung ini. Begitu landing di KL, kami langsung lanjut jalan ke Resorts World Genting dan begitu tiba di hotel, udah lewat jam makan siang. Sambil menunggu proses check-in, kami diberi kesempatan ambil sncak sendiri di Eatopia, semacam resto simpel grab n go di Theme Park Hotel yang diinapi ini. Tapi berhubung donat dan roti-rotian gak nendang, aku inisiatif ambil nasi lemak dong! OMG,  rupanya rasanya enak (pengaruh kelaperan mungkin?). Abis itu, yang laen jadinya juga ikut-ikutan “menjarah” nasi lemak sampai koordinator kita panik dan closed bill ;p ((maafin yah kami rakus))




nasi lemak

Setelah insiden kami nyaris kelaparan ini, kami seperti kena tulah dan karma, karena hari-hari setelahnya kami kekenyangan mulu, dengan makanannya yang banyak sisa, serta ditambah dengan lipatan lemak yang mulai muncul. Tak mengapalah, karena itu sesunguhnya adalah kebahagian yang hakiki dan perbaikan gizi yang dibutuhkan seorang anak kos.

1. Bubbles & Bites

Habis makan nasi lemak dengan rakus, aku baru sadar malamnya (which is sejam lagi), kami bakal diajak makan malam lebih awal. Duh! Panik yah kan karena perut masih adem. Tapi begitu nyampe lokasinya dan disuguhkan makanan yang beda jauh ama nasi lemak yaitu salad, burger, chicken wings, dan spaghetti, perut rasanya jadi longgar seketika. Favoritku sih Spaghetti-nya yang juara abis deh apalagi toppingnya seafood gitu. Terus yang kedua itu ayam goreng-nya juga menggoda banget.

Sesuai perkiraan, banyak makanan gak habis sih. Tapi karena gagal move on dari ayamnya, jadi aku bungkus bawa pulang ke hotel dan bisa dicemil di kasur. Lyfe!

sphagetti

bubbles bites

bubbles n bites

2. The Food Factory

Keesokan harinya pas bangun, perut sudah kembali ke default yakni kosong. Untuk makan pagi, hotel-hotel di Resorts World Genting ini gak nyediain makan pagi, karena tempat makan udah bertebaran sih. Jadi tinggal melipir ke Sky Avenue aja kayak semalem. Jadi begitulah yang kami lakukan. Pagi ini kami kedapatan mencoba di The Food Factory, semacam Food Court gitu. Sewaktu makan kami banyak ketemu orang India di sini. Tak heran jadinya kuliner di sini yang harus dicoba adalah roti prata dan karinya yang dihidangin seloyang guede. Meski ada makanan lain juga seperti makanan malaysia, chinese, namun kuliner India-nya yang paling maknyos nih. Slurp!

food factory

The food factory

3. Senikome PengHeng

Di depan The Food Factory ini, ada sebuah museum gitu. Aku lumayan lama liat-liat dalamnya. Pas mau keluar, ada toko yang menjual produk Malaysia gitu, terus ada beberapa meja di situ sebagai tempat buat pengunjung pesan makan minum ringan. Di sinilah aku akhirnya mencoba Nasi Kerabu yang berwarna ungu lalu ditemani dengan telur, sayur, kerupuk, sambal dan ayam goreng. Semacam nasi uduknya di Indonesia tapi ini gurih banget apalagi nasinya karena kabarnya pas dimasak harus direndam dulu ama bunga ungu buat pewarna alaminya. Lalu buat minumnya cari yang seger-seger yakni es jeruk nipis, dan yang satu lagi minuman yang udah susah dicari di Indonesia yakni Sarparilla. Kalau di sini mereka, nyebutnya Sarsi gitu dalam kemasan botol mungil dan gendut.

nasi kerabu

4. Motorino

Setelah dua kali makan, perutku belum sempat istirahat, ternyata sudah jam makan siang aja dan sebentar lagi saatnya makan!

Kali ini makan siangnya yang Italiano, yakni Pizza di Motorino. Restoran premium ini aslinya dari Brooklyn, New York. ya ampun pas dulu aku di USA, mana sanggup beli pizza ini. Untungnya pas di sini, dikasih kesempatan buat nyicipin pizza andalan mereka karena pizzanya dibakar dari tungku kayu dan semua itu dikasih lihat langsung loh di etalase kaca.

Sebelum menunggu si pizza matang, aku sempat dikasih nyoba meatball, lalu ayam grill yang ada lemon gitu , terus ada calamari tepung baru deh masuk ke main course-nya yakni si pizza itu sendiri. Pizza-nya porsinya jumbo gitu. Dua slices aja kenyang banget. Kirain gitu aja menu buat siang ini. Pas lagi duduk kekenyangan, gak tahunya datang lagi Fennel Sausage Calzone yang bentuknya kayak risoles raksasa. Kulitnya garing, dan ketika dibelah, langsung lumer jamur, sosis, dan seisi-isinya…..

motorino pizza

motorino

5. Resort Seafood Steamboat

Malemnya, Genting Highlands diterpa kabut dan cuaca jadi lumayan dingin. Perut sih lum minta diisi karena seharian ini kerjaannya cuma ngunyah doang. Tapi ketika kami dipersilahkan masuk ke sebuah restoran steamboat, melihat kuah tom yum dan kaldu ayam yang menggelegak dalam panci panas, bikin air liur terbit juga! Kami dibagi dalam tiga meja bulat, dan aku sengaja menempati meja yang kira-kira orangnya makannya dikit biar jatahnya bisa banyak. Yaelah~~

Di meja sudah tersedia berbagai hidagan seafood segar semacam udang, bakso, kepiting, tahu, MIE, sayur dan lain-lain. Untuk cabenya, akhirnya kami dapet pilihan 20-an sambel aneka rupa. Semuanya bisa refill lagi, tapi dengan makanan yang udah diletakkan di meja saja, segitu aja udah banyak loh. Aku langsung ngincernya sih pertama mi dan sayur bayam karena merasa kurang banget makan dua jenis ini selama di Genting.

Kami dengan sabar ngeliatin sup-sup itu memasak semua makanan tersebut. Nunggunya dengan penuh kesabaran, karena kami pengen bener-bener matang dan enak! Penantiannya berbuah manis karena apa yang ditunggu bener-bener setara dengan kenikmatan yang dirasakan. Kami sempat dapet nasi putih, tapi nasinya sengaja aku makan sedikit doang, karena pengen makan banyak lauknya. #rakus

resort seafood steamboat

6. Cafes Richard

Setelah makan pagi (nasi lemak lagi), siangnya kami makan cantik di Cafes Richard. Boleh dibilang ini tempat nongkrong paling cantik dan salah satu yang mungkin paling mahal juga di seantero mall. Dari hari pertama di Genting, aku udah ngelirik cafe ini karena letaknya gak mungkin terlewatkan. Posisinya ada di lantai dasar mall Sky Avenue, di mana kalau kita naik eskalator, pas ngeliat ke bawah ada sebuah tempat makan berbentuk bunga. Nah tempat itu tuh yang jadi tempat lunch kami!

Di sini tidak hanya mau nongkrong ngeteh atau ngopi cantik aja, tapi banyak juga makanan berat yang enak, contohnya aku pesen smoked salmon gitu. Renyah dan sehat! Terus ada ditambah dengan menu dessert Creme Brulee gitu. Yummy! Makannya sambil dilihat orang yang wara-wiri jadi makin anggun makannya hehe.

cafe richard

cafes richard

cafe richard

7. Coffee Terrace

Tempat ini menjadi tempat dinner kami terakhir di Genting. Tempatnya serupa dengan The Food Factory, ala-ala food court dengan semua makanan ada loh. Yang paling mengesankan karena ada makanan Malaysia yang tersaji mulai dari es kacang, hingga makanan berat mereka yang khas. Aku pas liat-liat menu mereka, sempat menemukan harta karun yang jarang orang mau, yakni kacang panjang dengan petai hijau segar dikasih sambal. Ya lord, akhirnya beneran ketemu makanan kampung yang enak banget nih! Aku dan temenku, kopertraveler satu-satunya yang makan makanan ini dan bahagia banget. Setelah berhari-hari makan mewah dan mahal, perut rasanya pengen makanan rumah aja deh, dan di sini semua tersedia dengan cita rasa yang kurang lebih mirip dengan di Indonesia. Selain itu, pencuci mulutnya yakni ada es krim segala rupa beserta kue-kue manis bikin acara penutup di famtrip ini jadi sempurna!

coffee terrace

Jadi, yang mana satu restoran yang pengen kamu nyobain makan di mana?

Comments(6)

  1. November 18, 2017
  2. November 26, 2017
  3. December 8, 2017
    • December 9, 2017

Leave a Comment