Salju dan Pohon Palem California – Semua ada di Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor awalnya hanya merupakan taman belakang istana kepresidenan. Itu sudah. Tak lebih. Tapi liat deh sekarang. Sudah jadi ikon Bogor, lalu tempat wisata andalan, paru-parunya Bogor, tempat jogging, tempat mojok #eh dan sejak ada era Instagram, yah mau tak mau orang harus ngulik lagi dan melihat sisi-sisi mana aja nih yang kalau foto, jadi tjakep.

Kalau gak salah hitung, kayaknya udah 3 kali nih aku ke Kebun Raya Bogor. Tujuannya juga beragam. Jadinya pengalamnnya pun beda-beda. Tiap dateng kayaknya selalu ada yang baru dan bikin aku membatin

“Kok dulu gak mampir ke sini yah?”

Terus giliran liat foto orang langsung bingung

“Ini di mana-nya yah?”

Iya maklum juga sih yah masih suka gak tahu karena kawasan Kebun Raya Bogor ini luas banget, sekitar 70-an hektar. Pas awal baru-baru ke sini pertama kalinya, dan bingung harus memulai dari mana, maka biar hemat tenaga juga (#jompo), akhirnya saya naik tur mobil keliling.

tur kebun raya bogor

Dari pintu gerbang utama (yang seberangnya Chinatown), tak jauh dari sana maka udah kelihatan tuh starting pointnya si mobil. Atau kalau mau jelasnya, tepat di samping Raffles Place. Ingat hanya di sini yah si mobil ini menaikkan / menurunkan penumpang, jadi bukan sistem hop on/hop off atau kayak angkot yang bisa naik turun sesuka hati abang supir. Sambil menunggu tur dimulai, aku coba ngecek Raffles Place ini dulu karena kok kayaknya spesial banget. Rupanya emang istimewa karena bangunan ini dibuat oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang letnan gubernur di pulau Jawa (1811-1816) sebagai kenangan akan istrinya yang meninggal pada tahun 1814 di usia 43 tahun karena malaria. Tugu yang cantik ini rupanya melambangkan kesedihan, yang terpancar dari kata kata puitis sang suami buat mendiang istrinya.

monumen raffles

Tak lama kemudian, barulah tur Keliling dengan mobil terbuka ini mulai. Tur dipandu oleh sang supir yang sekaligus ngerangkap guide karena dia bercerita lewat microphone. Katanya kebun raya ini awalnya didirikan dengan tujuan untuk penelitian tumbuh-tumbuhan dari hampir semua jenis yang ada di Indonesia. Bahkan awal mulanya bibit kelapa sawit itu adanya di sini dulu sebelum akhirnya merajalela di Sumatra dan Kalimantan. Tapi gak cuma tanaman lokal yang ada tapi banyak juga taman taman khusus di mana tanaman dikelompokkan menurut jenisnya seperti taman Mexico (khusus kaktus), taman anggrek, taman palem, taman bambu, taman khusus tanaman air, dan taman khusus pepohonan besar besar. Dari banyak tanaman yang unik-unik ini, aku ditunjukkan dengan yang namanya pohon jodoh yang tinggi banget dan besar. Dinamakan demikian karena meski dari dua jenis berbeda mereka tumbuh berdampingan dan menyerupai satu sama lain. Ugh so sweet!

pohon jodoh

Setelah mengitari berbagai area yang dianggap populer, tur pun balik lagi ke Raffles Pallace itu. Selanjutnya terserah Anda….

Karena belum puas, ya wes cara berikutnya adalah jalan kaki menyusuri Kebun Raya Bogor yang diurus oleh LIPI ini. Tidak serta merta menjadi “laboratorium” tumbuhan yang raksasa, tapi rupanya di Kebun Raya Bogor ini juga jadi tempat piknik dan juga tempat berbagai event karena sering banget ketemu reuni apa atau workshop apa diadakan di sini. Meski belum seniat itu bawa tikar dan rantang, tapi dari beberapa kali mampir ke sini, sekarang aku bisa punya beberapa spot menarik yang jadi favoritku :

Istana Presiden

Pengen banget liat Jokowi, tapi belum nasib jadi liat rumahnya aja sudah bikin seneng kok. Apalagi ada kolam teratainya itu bikin tambah asik buat ngelamun di sana. Di samping istana ini, juga ada kolam gunting (kalo dari atas bentuknya kayak gunting) buat duduk-duduk.

istana bogor

Makam Belanda

Karena dulu penghuni istana ini banyaknya wong belanda, yah jadinya kuburannya pun orang Belanda. Tapi karena tidak ada info dan ku gak tahu bahasa Belanda, jadi gak tahu nih ini makamnya siapa aja. Yang pasti yang dikubur di sini yang dulunya orang penting. Tapi suasana yang ada di sini enggak serem loh, malahan ada yang tetap makan di depan makam. Nisannya juga dirancang bagus-bagus euy.

makam belanda

Pohon Salju

Sebenarnya ini gak sengaja banget. Kami rencana mau nyari pohon palem. Tapi pas itu lewatlah di suatu tempat dekat dengan taman anggrek, terus liat kok lucu yah ada salju-salju bertebaran di atas rumput. Rupanya putih-putih di atas rumput itu dari kapas pohon kapuk yang tinggi banget.

kebun raya bogor

Diperkirakan pohon kapuk ini menebar kapasnya di bulan Agustus. Pas aku ke sana sih sebenarnya akhir Juli, tapi kapasnya udah mulai turun. Dan untungnya si pohon kapuknya masih menampakkan bunga-bunganya yang merah muda. Sekilas kayak bunga sakura loh. Jadi pengen gelar tatami terus leyeh-leyeh sambil mendongak ke atas sambil menunggu kapas-kapas itu menyentuh bumi. Tapi karena kebanyakan lelarian ngejar kapas, sandalku sempat putih dan koto karena kapas yang nempel itu hahah

kebun raya

Palm Springs

Kalau di California itu ada area namanya Palm Springs yang mana kalau orang foto biasanya di jalan di antara pohon palem menjulang tinggi. Cem ini :

palem kebun raya bogor

Cem mana udah mirip wong londo lum? Kan rambut barusan di cat juga hehe.

Area ini adanya di deket pohon palem yang tepat sampingan ama Taman Prisma. Jalur ini juga pas-pasan di samping pagar tempat orang luar lewat. Jadi pas foto-foto sambil buka jaket (tinggal kain menempel di tubuh), semua jadi pada ngeliatin. Duh eneng jadi maluuu~~

Oh ya karena ini jalan utama, maka kudu antri dan sabar nungguin belakang tidak ada orang haha. Sambil nunggu bolehlah liat-liat dulu Taman Prisma yang ada di samping. Taman ini persis dibikin ala taman di Eropa sana.

Habis keliling keliling gitu, aku berasa agak-agak De Javu gitu. Kayaknya pernah deh muter muter gini dimana yah?
Kayaknya pernah deh liat yang ijo-ijo seger gini. Tapi di mana yah? Aha, saya tau rasanya suasana begini kayak lagi di taman-taman yang ada di Singapura. Bersih. Terawat. Luas. Sekeliling hijau. Jarang – jarang kan Indonesia punya ruang terbuka yang begitu luas dan semua lapisan masyrakat bisa memakainya. Ada yang lagi shooting video, ada yang lagi sesi pemotretan, ada yang jogging lari pagi/sepedaan/olahraga, ada yang lagi bikin acara kondangan di restorannya, ada yang cuma tidur leyeh leyeh aja sementara anaknya bebas berkeliaran guling guling di permadani hijau. Damainya….

**
Info :
Tiket Masuk : Rp. 16.000 (lokal) | Rp. 26.000 (asing)
Tur naik mobil : Rp.15.000 (20 menit) baru akan jalan min ada 7 orang.
Sewa sepeda : Rp.15.000 (1 jam)

Tips :
1. Bawa Air minum dan juga makanan. Kalau mau piknik atau bobo siang, di luar ada yang nyewain alas gitu. Kalau yang jual makanan masih sangat terbatas.

2. Kebun raya bogor juga adalah pusat pembiakan tanaman langka, jadi bagi penggemar tumbuhan kalau butuh tanaman obat atau yang langka dan gak tahu mau cari ke mana lagi, coba tanya di sini kali aja stoknya ada jadi bisa dibeli. Selain itu, ada juga bungga rafflesia tapi sewaktu saya datang belum berbunga.

3. Mobil bisa masuk kecuali tanggal merah (cek pintu gerbangnya yah) dan parkir dimana saja. Asik sih bisa keliling keliling puas. Namun harap parkir dengan tertib agar tidak menghalangi jalan. Harga parkir mobil (Rp.40.000), motor (Rp.5.000) dan bawa masuk sepeda (Rp.5.000).

4. Selain liat tanaman, bisa banget mampir ke Museum Zoologi buat melihat berbagai hewan yang diawetkan dan dipajang. Hiks! Berhubung aku sukanya liat yang hidup dan makannya banyak, jadi aku pas udahan, mampir dulu ke tempat rusa buat liat mereka yang montok dan gemesin ini. Btw katanya ada dulu mantan presiden yang doyan makan rusanya ini. T.T

rusa bogor

Ohya sedikit update mengenai fasilitas, aku perlu banget acungin jempol buat WC-nya sekarang karena udah gak bikin takut kalau mau pipis. Malahan pas di sini aku mules dan perlu BAB 2 kali, dan syukurlah ada WC jongkok (di taman anggrek dan taman tanaman air) dan semuanya bersih gak bau. Aku dan perutku merasa bahagia sekali man teman~~

Nah kalau kalian doyannya ke mana? Jembatan Cinta? well aku sih pernah pergi sekali dan gak terlalu ada yang menarik selain jembatan di cat merah. Mitosnya juga cuma bikin galau doang. Mending aku pacaran dengan alam aja deh.

About the author

Travel Now or NEVER
2 Responses

Leave a Reply