Jernihnya air di Goa Kristal Kupang

Kupang boleh jadi punya wisata paket lengkap. Ada air terjun, pantai (gak diragukan lagi!), budaya, alat musik Sasando dan lain lain termasuk goa. Goa yang dimaksud adalah goa kristal yang kesohor karena airnya yang bening.

Pada kali pertama saya dan teman teman datang, hari baru menunjukkan sekitar jam 2 siang, masih panas dan terik. Begitu masuk ke daerah sekitar goa yang rupanya adalah bukit kapur, tiba tiba saja entah dari mana muncul anak anak yang langsung mengerubungi ketika mobil sudah diparkir.

Rupanya anak anak inilah si juru kunci goa. Menurut orang lokal, pantang bahwasanya tidak ada anak anak ini yang menemani. Anak anak yang berkeliaran ini rupanya sudah hapal betul lokasi sekitar. Mereka berfungsi layaknya guide, menunjukkan jalan karena wilayah ini luas dan bisa bikin nyasar. Lagian kalau tidak dipandu, harus hati hati karena banyak lobang lobang.

Setelah dipandu dan berjalan 10 menit, kamipun tiba di mulut gua.
“Kok nggak ada apa-apa?” pikir saya.
“Mana airnya dek?” tanya saya celingak celinguk melihat ke dalam bibir gua yang gelap.
Si adik hanya menunjuk ke arah bawah. Bawahnya itu masih ada 20 meter dan saya nyaris tidak melihat apa apa.

Posisi air yang benar benar di bawah goa membuatnya hanya kelihatan jika ada sinar matahari yang masuk yakni sebelum jam 12. Oh begitu jadi kami telat nih ceritanya. Beberapa teman saya pun sempat turun buat ngecek langsung dan membenarkan hal ini. Akhirnya kami di wanti wanti datang pagian besoknya. Baiklah!

Kali ini karena sudah pintar, kami datang sekitar jam 9..jam 10 lah karena mampir dulu beli lilin. Benda kecil ini sangat penting buat lighting. Yah gini deh kalau jalan sama fotografer beneran. Hal sekecil ini mah sudah diperhatikan. Kalau saya sebagai modelnya cukuplah bawa baju renang saja.

Begitu tiba di sana, (lagi-lagi) kami dikerubungi oleh anak-anak ini. Tempat ini sudah kayak playground buat mereka. Lokasi ini mereka ketahui dari turun temurun. Mereka seneng juga banyak wisatawan yang datang yang berarti teman bermain mereka makin banyak. Untunglah anak ini semua masih manis manis. Nggak ada satupun yang nawarin jualan, minta duit, atau lain lain. Mereka malah lebih semangat ngajakin kami turun ke bawah.

Yah..pelan pelan yah dek. Kaki kakak gemetaran nih.

Kali ini tanpa ba-bi-bu lagi semua langsung turun dengan semangatnya walau tetep harus hati hati karena batu batu ini cukup terjal dan beberapa licin. Disarankan sih pake sepatu karena kalau cuma sandal jepit saja masih terasa nancepnya di kaki.

Awalnya saya memilih melihat dari atas dulu. Pikir saya kali aja kalau siangan airnya bakal terlihat lebih cantik lagi. Namun tunggu punya tunggu, udah setengah jam saya mulai keringetan karena di dalam goa cukup lembab. Akhirnya saya putuskan turun dan ikutan mandi. Byur!!

goa-kristal-kupang
(Credit : Muh. Syafa’at)

Airnya ternyata segar banget dan tidak asin. Cukup dalam juga jadi bagi yang ga bisa renang hati hati yah. Kolam airnya sih tidak luas palingan cuma 10 meter gitu, karena disarankan tidak sampai ke ujungnya karena langsung tembus ke laut. Untuk di pinggir pinggir ada batu batu yang bisa buat kita berdiri atau duduk namun kadang lagi berenang menepi, saya suka kejedut atau tergores batu di sekitarnya.

Kami pun mulai menyalakan lilih lalu ngepet dan mulai menjalankan misi kami yaitu pemotretan. Anak anak di sekitar kami juga sangat kooperatif. Untuk menghasilkan gambar seperti di bawah ini kami perlu air yang sangat tenang jadi untuk beberapa saat kami larang mereka berenang dulu. Selain itu jumlah kami ada ber-10 sehingga harus saling ngalah biar dapet gambar sendiri sendiri yang bagus kayak gini neh. Lumayan kan?

goa-kristal

gua-kristal

Credit : Valentino Luis

Usai foto – foto, anak-anak itu sepertinya senang banget karena mereka bisa loncat-loncatan dari ketinggian atau manjat manjat tebing kembali. Ayo kita orang berenang lagi.

Sebelum saya benar benar lelah, saya memutuskan balik karena pas mau naik, baru deh terasa ini dengkul sepert mau copot karena naik menanjaknya bikin ngos-ngosan. Sewaktu pulang, saya ketemu rombongan turis berikutnya, satu keluarga besar bermobil mobil. Masalahnya mereka bawa lansia dan beberapa anak kecil. Duh?!? dikiranya ini goa mendatar kayak yang banyak di Jawa kali yah….

Tips :
1. Ke WC lah terlebih dahulu karena tidak ada toilet. Mau pipis di pohon? susah! lagian batu karang semua.
2. Baju renang / bikini langsung di pakai dari rumah.
3. Tidak perlu sunblock, kan di dalem gua.
4. Bawa makanan kecil / minuman secukupnya karena asli nggak ada warung di sekitar. Tapi tolong sampahnya dibuang. Kasihan kan kalo anak anak ini yang harus memungutnya?
5. Jangan mandi di goa. Saya tau airnya jernih tapi yah gak gitu juga kali. Soalnya sempat menemukan bungkus sampo di sekitar lokasi.
6. Jaga barang bawaan masing masing. Adik adik ini gak ada yang nyolong tapi karena kondisi gua berbatu batu dan kalau sempat ada yang jatuh / tercecer akan sulit dicari terlebih minim cahaya.
7. Jangan bawa orang lanjut usia / anak kecil. Medannya tidak cocok. Kasian nanti mereka nggak bisa lihat apa apa dan cuma jagaiin barang.
8. Bawa kacamata renang. Airnya jernih bisa keliatan sampai dasar.
9. Berikan tip secukupnya kepada anak anak di sini. Mereka baik dan ramah loh. Ketika salah satu teman saya kakinya berdarah kena goresan batu, si anak tanpa diminta langsung mengambil daun yang ada di sekitar lalu disobek sobek hingga ada airnya lalu ditempelkan ke kaki temen saya. Biar cepet kering. Gitu katanya. Duhh dek.. kalau buat luka hati ampuh gak?
10. HAVE FUN!

About the author

Travel Now or NEVER
7 Responses

Leave a Reply