Historic Route 66, USA

Sejujurnya, makna perjalanan itu kan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Jadi bukan hanya mengincar tempat tujuan tapi juga menikmati setiap proses hingga sampailah kita ke tempat tujuan. Tetapi zaman sekarang biar cepet dan praktis, orang orang cenderung naik pesawat terbang. Saya juga tidak munafik dengan kenyataan tersebut, tetapi jika punya waktu, uang dan tenaga yang cukup kenapa tidak? Wong masih sehat dan jika road tripnya aman, maka hendaklah dicoba.

Selama di USA, beberapa kali saya melakukan road trip yakni dari Arizona ke San Diego, Los Angelas dan ke New Mexico dan juga dari Washington DC ke Pennsylvania dan New York. Walaupun berasa banget pantat jadi tepos, saya juga mendapat hikmah lebih yakni bisa melihat struktur alam yang perlahan lahan berubah ketika memasuki daerah lain. Pastinya saya belajar lebih banyak karena melihat lebih banyak. Sesuatu yang tak bakal saya dapatkan dengan naik pesawat terbang.

road trip
Salah satu road trip yang sangat saya ingat adalah road trip bersama host familyku yang melewati Route 66.

Route 66 disebut juga Mother road ini merupakan jalanan bersejarah karena dipakai ketika adanya transmigrasi besar besaran di tahun 1930-an ke wilayah Barat USA. Tidak heran route ini menjadi penyambung daerah timur ke ujungnya lagi. Panjangnya pun bukan main 4000km, dari Chicago hingga ke Santa Monica – California. Kurang lebih seperti dari Papua ke Padang lah kali yah. Imbasnya, jalan ini pun dulunya dapat menghidupkan ekonomi bagi daerah daerah yang dilewati.

Walaupun saat ini, route ini tidak terpampang lagi di map yang modern dan sudah tidak seramai dulu lagi, tidak ada salahnya saya dan host familyku menapak tilas jejak yang ada. Kami memulai perjalanan dari Scottsdale, Arizona ———> Santa Fe, New Mexico.

rute 66
Berangkat pada pagi hari, kami baru tiba di keesokan sorenya dengan menginap semalam di Navajo Nation. Itu sengaja karena ingin menyambangi tempat tempat iconic yang tersebar di sekitar Route 66 seperti :

1. Navajo Nation
Sebagaimana sejarah mengatakan bahwa suku asli amerika adalah orang Indian. Di USA, orang indian memiliki suatu wilayah khusus miliknya sendiri yang dikenal sebagai Indian Reservation. Di Arizona, terdapat Indian Reservation terbesar yang memiliki wilayah sebesar 65.000 kilometer persegi yang kalau diukur sama besarnya dengan West Virginia yang bernama Navajo Nation. Saking besarnya wilayah Navajo Nation yang berkedudukan di utara Arizona ini juga meliputi Utah dan New Mexico. Dari scottsdale, kami membutuhkan waktu 6 jam untuk sampai di Navajo Nation. Begitu tiba di kotanya, tampaklah banyak patung dinosaurus di sisi jalan karena katanya dulu pernah ditemukan fosil dinosaurus di sini. Kawasan Navajo Nation dengan landscape khas guru ini terbilang unik sehingga telah banyak difilmkan untuk setting film film koboi zaman dahulu.

navajo nation
2. Hubbell Trading Post
Sebagai penduduk pertama yang mendiami Amerika Serikat, suku Indian menjalani kehidupannya dengan caranya sendiri yakni salah satunya adalah melakukan barter untuk memenuhi kebutuhan sehari hari sebelum adanya pengaruh dari luar serta diberlakukannya dolar di Amerika Serikat.

Untuk melakukan barter, suku Indian melakukannya di suatu tempat yang disebut Trading Post. Mereka membawa barang yang hendak ditukarkan dan menukarkannya dengan sesuatu yang tersedia di Trading Post.

Salah satu trading post yang terkenal terletak di Navajo Nation, Arizona yang bernama Hubbell Trading Post. Trading Post ini masih berfungsi sebagai tempat barter hingga sekarang. Tentunya yang bisa barter pun hanya suku Indian tersebut. Bagi kita para wisatawan, dapat membeli barang barang suku Indian maupun kebutuhan sehari hari di toko dalam kawasan Hubbell Trading Post ini.

Di toko ini dapat ditemukan barang barang yang bisa dibilang antik bagi masyarakat Amerika Serikat seperti koran khusus Navajo Nation, karung tepung, kaleng besi air minum, mesin kasir lama, dan barang barang kebutuhan rumah tangga yang sepertinya datang dari beberapa ratus tahun yang lalu. Bahkan transaski jual belinya pun masih menggunakan nota. Berasa belanja di toko papa saya di Jambi!

Selain itu, bagi yang mencari oleh oleh khas suku Indian, tidak perlu ragu membelinya disini karena terjamin keasliannya. Jika anda punya banyak waktu, bercakap cakap ria dengan penjaga tokonya pun menyenangkan sambil mendengarkan gosip lokal Navajo Nation.

hubell trading post
3. El Rancho hotel
Tadi saya bilang kan di Navajo Nation sering dijadikan lokasi syuting untuk film koboi dulu? Nah selama syuting kan para bintang film itu butuh tempat menginap. Salah satu hotel yang dengan bangganya telah ditiduri aktris/aktor zaman dulu adalah El Rancho. Disini dipajanglah foto foto aktris/aktor tersebut. Kami tidak menginap di sini hanya numpang makan malam di restoran Meksikonya karena kesulitan mendapatkan restoran sehat di Navajo Nation. Rata rata di Navajo Nation cuma ada restoran cepat saji.

 

el rancho hotel

4. Acoma Pueblo

Acoma berasal dari bahasa spanyol yang berarti “the place that always was” yang bagi mereka adalah sebuah tempat dimana disana lah seharusnya mereka tinggal. Pueblo adalah salah satu suku Indian. Jadi bagi suku Pueblo, Acoma Pueblo yang disebut juga sebagai sky city, adalah rumah bagi mereka meskipun di atas ini tidak terdapat listrik, sinyal Hp maupun air. Bahkan WC pun masih berada di luar ruangan. Acoma Pueblo terletak di Gallup, New Mexico USA di salah satu mesa. Mesa dalam bahasa spanyol berarti meja yang jika kita intrepertasikan dalam bahasa orang sini adalah sebuah dataran tinggi yang diatasnya rata dan umumnya terbuat dari batu batu raksasa. Mesa dapat dengan mudah dijumpai di Southwest USA. Sejauh yang saya ingat saya belum pernah melihat mesa di negara lain, termasuk Indonesia.

 

acoma publo indian

acoma pueblo
Acoma Pueblo ini tingginya 112 meter dari tanah dan memiliki luas kira kira 431,664 acres serta dinobatkan sebagai desa tertua yang hingga kini masih dihuni di USA. Untuk mengunjunginya, kita harus menggunakan tur yang tersedia dan nanti diantarkan hingga ke atas mesa dengan mobil. Di atas sini, cuaca dingin dan kering. Orang pueblo yang menyambut kami pun sangat ramah dan mereka menjual barang barang kerajinan mereka asli di depan rumah. Harganya terbilang murah sekali dibanding harga di pasaran. Contohnya saya membeli kalung seharga $5 lengkap dengan nama si pembuat di balik kalung. Selain itu, suasana terasa aman dan bersahabat. Tidak pernah sekalipun mereka meminta minta kepada turis atau melakukan scam. Jika pun kami hanya lihat lihat, mereka juga sangat ramah melayani. Sang guide pun mengatakan dengan sopan jika ia berharap ada tip, tapi kalau tidak dikasih juga tidak masalah. Selesai tur, saya dan host familyku tidak ikut balik menggunakan mobil tur melainkan mencoba seperti orang dulu yang jika ingin bercocok tanam harus ke bawah dengan jalan kaki menapaki bebatuan yang curam. Salah salah kalau gak hati-hati bisa nyungsep nih!

acoma pueblo in new mexico
5. Continental Divide
Jadi kan benua amerika ini di sebelah baratnya samudra pasific, sebelah kirinya samudra atlantic.Nah continental divide ini sebagai garis penanda bahwa disini (New Mexico,red) adalah tempat yang cukup tinggi (kurang lebih 2218m) sehingga karena ketinggiannya membagi jalur air yang berada di barat, akan mengalir dan bermuara ke pasific, sedangkan di sebelah kirinya akan terus mengalir hingga ke atlantic sana. Garis continental Divide ini panjang loh hingga sampai ke ujung Amerika selatan sana. Kebetulan saja kami melewatkan salah satu continental divide, jadi yuk foto!

continental divide

 

6. Ten Thousand Waves
Setelah jalan jalan blusukan liat budaya suku indian dan amerika, senang sekali rasanya ketika saya menemukan suatu tempat yang tak begitu asing lagi, yakni penginapan, spa dan restoran jepang di santa fe yakni Ten Thousand Waves. Kami sih nggak mencoba nginap dan spa, tapi sempat makan di sana dan uenak poll setelah bosan dengan tortillas dan american breakfast hehe. Cuma yah namanya masakan jepang , udah seucrit, mahal pula. Hiks!

Restoran yang bernama izanami ini di desain memang ala jepang banget dengan desain bangunan khas rumah lama jepang, lalu kita juga bisa memilih duduk lesehan ala jepang dan yang lebih indahnya toiletnya ala jepang gitu, dengan penghangat pantat untuk dudukan toiletnya. Aih tau banget di luar lagi bersalju!

resto jepang
7. Belajar Ski di Santa Fe, New Mexico
Akhirnya tibalah juga kami di tempat tujuan. Road trip kami ke Santa Fe memang punya satu tujuan khusus yakni mau main ski. Saya pun ketiban rezeki hadiah natalku yakni paket belajar ski bagi pemula. Selengkapnya liat di sini yah.

salju

 

Wah, rupanya setelah saya tulis, banyak juga yah obyek wisata anti-mainstream yang ada di sepanjang route 66 padahal baru lintas 2 state yang bertetangga. Aih saya jadi pingin melanjutkan sisanya nih dari ujung ke ujung!

route 66

 

See You Next Time Route 66!

 

About the author

Travel Now or NEVER
4 Responses

Leave a Reply