Danau Kaolin Di Bangka, tapi Berasanya di Kutub

Begitu memutuskan Bangka sebagai destinasi pelarian di akhir tahun 2017, aku langsung nge-list tempat-tempat yang mau dikunjungi. Pantai, dan danau bekas tambang. Yang paling hits, tentu saja Danau Kaolin. Tapi rupanya adanya di Belitung.

Buat yang masih lum ngeh, Bangka dan Belitung itu dua pulau yang beda yah!

Tetapi begitu diliat-liat, di Bangka pun jugapunya Danau Kaolin yang persis sama dengan di Belitung yakni Danau Air Bara. Letaknya di Koba, Bangka Tengah gitu. Awalnya niatnya mau pakai motor aja ke sana, tapi karena jaraknya yang lumayan jauh dan aku kepengen ke Bangka Selatan, maka diputuskanlah rental mobil aja. Aku sempat makan mi koba dulu buat breakfast. Yum-Yum!

Setelah itu, kami pun lanjut jalan dalam cuaca hujan.

“Selamat datang di kolong biru”. Begitu tanda penunjuk yang mengarahkan mobil kami menuju jalan bertanah merah setelah berkendara hampir sejam.

Bagi masyarakat lokal, danau buatan bekas tambang kaolin (semacam mineral bumi bentuknya putih gitu biasa buat campuran cat, keramik dll) ini lebih kerap disebut dengan kolong.

Si supir rentalku lalu cerita kalau dulu, jalanan menuju ke sini sangat sulit dilewati, apalagi kalau supirnya belum berpengalaman. Kalau sekarang sih jalannya udah diratain, meski licin kalau lewat di saat gerimis kayak gini. Sedangkan kalau dulu, jalannya bisa bikin roda mobil suka terjebak.

Begitu tiba di sana, mobil kami parkir. Baru ada tiga mobil lainnya. Tidak ada penjaga tiket di sini. Enaknya jalan-jalan di Bangka yah gitu, gak perlu bayar biaya masuk. Bayar parkir aja paling Rp. 5.000 buat mobil atau Rp. 2.000 buat motor.

Dari tanah merah, tanah udah berganti jadi putih. Lalu di depan aku, sudah ada pemandangan danau buatan berwarna biru.

Danau Kaolin

Hujan rintik-rintik tak menyurutkan niatku buat turun dan mendekati danau hingga ke pinggiran. Namun karena tanah putihnya lembut, ditambah basah, aku jadi gak berani turun lebih ke bawah melewati tebing pemisah antara danau yang berwarna biru di kanan sama danau yang warnanya hijau di kiri. Yup bener di sini ada dua danau terpisah beda warna. Keren!

Danau Kaolin di Bangka

Kaolin Bangka

Setelah itu, aku berusaha memutari sisi lain danau. Niatnya sih mau sedekat mungkin dengan airnya. Kata si supirku biasa tempat ini ada anak-anak suka nyebur-nyebur di sini. Pas ku bilang bahaya gak, dia bilang aman aja malahan air di danau ini bisa buat diminum. Hm mungkin maksudnya mau tak mau dikonsumsi warga juga, tapi ada baiknya disaring atau dipastikan masaknya yang bener yah.

Danau Kaolin Bangka

Sama seperti beberapa spot wisata di tahun-tahun belakangan ini, banyak spot Love atau tulisan-tulisan lucu yang sengaja disematkan buat menambah keseruan berfoto kali yah maksudnya? Tapi menurutku kalau tanda Love mah gak perlu banget, bahkan terkesan aneh gitu. Kalau untuk tulisan, menurutku masih OK. Mana tulisannya lucu-lucu kayak gini :

“On the Way bahagia tanpamu”

“Jatuh ke Kolong tak seindah jatuh cinta” <—- ya iyalah. Berbahaya lagi kalau sempat jatuh ke danau ini.


Danau Kaolin

Jadi, udah pengen ke Kaolin-nya Bangka lum? Udah mirip di kutub belum? Lumayan mirip lah yah karena sekelilingnya putih semua. Sedangkan di bagian luar dikit, hijau karena masih banyak tumbuhan.

Btw kalau mau liat danau bekas tambang lain yakni timah yang lebih absurd dan gak kalah keren, ada satu lagi nih yakni Danau Ampar, kira-kira 45 menit dari Pangkalpinang menuju Sungailiat nih. Kalau danau yang ini rasanya ada di Grand Canyon.

Danau Ampar

Cekidot artikelnya di sini

I honestly think Danau Ampar lebih unik dan menantang. CMIIW!

About the author

Travel Now or NEVER
2 Responses
  1. si Engkong Ozi

    iya hati-hati ya Len jangan sampe kecebur ke Danau, tar malah jadi Lenny Timah, kan jadi punya nama baru atau patung Lenny Timah objek wisata baru deh

Leave a Reply