chiang mai women prisoner massage

Thai Massage oleh Narapidana Wanita di Chiang Mai

Setelah dua hari mengulik Chiang Mai, Thailand, badan mulai terasa capai juga. Aktivitas jalan – jalan seharian terkadang membuat tubuh ingin beristirahat sejenak dan dibuai oleh pijatan tangan – tangan terampil. Mumpung di Thailand udah paling bener kalau saya ingin merasakan Thai Massage.

Entah darimana awalnya, saat itu saya dan teman saya mendapat rekomendasi tempat pijat yang luar biasa. Luar biasa dalam arti pelayanannya memuaskan dan tukang pijatnya bukan wanita sembarang. Eits tapi bukan juga wanita jadi – jadian. Mereka berwujud wanita hanya bukan wanita bebas…karena mereka adalah tahanan wanita di Chiang Mai.

Jadi begini.. di Chiang Mai dan wilayah utara Thailand banyak keluarga miskin di mana ibu / anak perempuan terjerat dalam sindikat narkoba karena kemiskinan / nasib mereka yang kurang beruntung. Ketika ditangkap, mereka pun otomatis masuk penjara. Tapi begitu selesai masa tahanan, mereka keluar, namun karena tidak tahu harus kerja apa, mereka jualan narkoba lagi. Ditangkap, masuk penjara lagi. Yah begitulah seterusnya lingkaran setan yang membelenggu mereka. Sebagai solusi, pemerintah membuat ide melatih mereka dengan berbagai keahlian salah satunya adalah menjadikan mereka tukang pijat.

Berdasarkan cerita tersebut, saya dan teman pun penasaran sehingga diputuskanlah ketika di hari terakhir kami pulang, kami harus menyempatkan diri nyobain pijat ini. Pagi – pagi sekali kira – kira jam 7 pagi teman saya duluan ngantri buat ambil nomor di Chiang Mai Women Correctional Institution Vocational Training Center. Maklum aja, tempat ini ternyata peminatnya banyak banget sedangkan therapist yang ada mungkin hanya berkisar 15 wanita. Oleh karena itu, tidak heran menurut teman saya, antrian sudah mulai panjang dari pagi dan dia sempat melihat para tahanan wanita tersebut pagi – pagi dibawa naik mobil masuk ke sini. Tentunya pake penjagaan. Setelah mengantri dan langsung membayar, temen saya mendapat nomor yang nanti harus dibawa ketika jam massage kami yakni jam 11. Dia pun balik lagi ke hotel.

Ketika sudah mau jam 11, saya dan teman saya mau ke sana, eh tapi dia lupa jalannya. Jadinya kami sempat nyasar – nyasar karena ternyata banyak tempat yang mirip. Mana tanya orang lokal mereka gak tahu dan jarang banget ada yang bisa omong bahasa inggris. Kami mulai cemas karena jam udah jam 11. Lalu kami sempat mampir ke restoran dan minta wifi.. dari situlah kami mencarinya lewat google maps. Langsung dah ketemu. Gedungnya ternyata bangunan khas Chiang Mai dari kayu gitu berwarna cokelat. Pas nyampe ke sana udah jam 11.17. Kami langsung menyerahkan kupon dan masuk. Di dalam sepertinya kami sudah ditunggu – tunggu karena emang massage ini selalu fully booked.

chiang mai women prison massage

“Follow me” seorang gadis Thailand imut – imut mengajak saya mengikutinya sambil pake bahasa tubuh. Kami langsung diminta berganti pakaian lalu dicuci kakinya. Setelah itu saya diarahkan ke satu tempat tidur bersebelahan juga dengan teman saya. Ruangan ini rata – rata berada di ruang besar jadi saya bisa sambil melihat yang lain dipijit. Cuma ada satu ruangan yang terpisah sendiri namun itu enggak dipakai.

IMG20170204122850

“Sawadika” si therapist saya pun memberikan salam sebelum dia mulai menyentuh tubuh saya. Bedanya Thai Massage dengan pijet – pijet yang lainnya adalah tidak menggunakan minyak dan cenderung lebih keras. Teman saya sempat memberi tahu theraphistnya “Very slow please” namun terapisnya yang ibu – ibu langsung bingung. Untungnya terapisku yang lebih mengerti Inggris mengerti maksudnya dan langsung mengatakan “Bao Bao” kepada si terapis. Sang ibu terapis pun langsung mengangguk – angguk. Namun temanku belum selesai merequest rupanya. Dia juga meminta kaki kirinya kalau boleh jangan dipijit karena habis sakit gitu dan kali ini memancing kebingungan di antara kedua terapis hingga penjaganya pun datang. Mungkin dikira ada masalah kali. Setelah dijelaskan lagi dengan bahasa semudah mungkin sang penjaga juga cuma menjawab “Yes” dan kembali berkata ke terapis “Bao Bao”. Yak setelah itu dimulailah sesi Thai Massage…

Sementara teman saya tertidur, saya mulai “menginterogasi” terapis saya. Dengan bahasa inggris yang masih terbatas, saya berhasil mengorek sedikit info. Si mbak bernama Ame, 31 tahun, ibu 1 anak dari Chiang Mai. Dia sudah bekerja di sini selama satu bulan dan dia sangat senang bulan depan sudah akan dibebaskan. Dia sebelumnya telah belajar pijat ini di penjara selama puluhan jam sebelum akhirnya benar – benar diperbolehkan memijat pelanggan. Ternyata untuk memijat di sini, tidak semua narapidana diperbolehkan. Hanya boleh bagi narapidana wanita dengan kasus narkoba (membunuh, menculik gitu gak boleh), dan baru pertama kali masuk penjara (kalau udah sering bolak balik napi gak boleh). Dari “kerja” pijat ini, Ame akan mendapatkan 50% profit yang akan didapatkannya setelah dia bebas. Tidak heran ketika mereka sudah bebas, skill yang mereka peroleh ini bisa terpakai dan buktinya di beberapa tempat di Chiang Mai emang banyak tempat massage yang mengklaim terapisnya adalah ex prisoner massage.

IMG20170204122835

IMG20170204122829

Selama berbincang – bincang, Ame sangat ramah dan lemah lembut berusaha mengimbangi percakapan saya. Tak jarang dia berhenti sebentar untuk memikirkan pertanyaan atau berusaha mencari kata yang tepat untuk menjawab. Namun di sisi lain, pijatannya yang tidak terlalu keras, membuat saya terbuai jadi tidak fokus mendengarnya. Zzzzz. Berkat Ame otot – otot saya rasanya jadi lebih lentur karena ditarik – tarik, dipelintir dan diberi tekanan yang pas. Thanks Ame!

chiang mai women prisoner massage

Selesai pijit, saya tidak memberikan tips kepadanya karena tidak tahu apakah dia boleh menerima. Apalagi di depan saya sudah liat ada kotak tipbox sendiri yang sudah disediain. Sewaktu keluar, saya sudah disajikan segelas teh jahe. Hm.. Segar. Beberapa tamu lainnya tampak nyantai habis pijit dengan duduk – duduk minum kopi di taman. Semua minuman bisa dipesan di sampit tempat pijit ini. Selain itu, di sebelah gedung ini juga terdapat toko kecil yang menjual hasil dagangan karya seni para napi. Hebat bener nih program pemberdayaan mereka. Enggak setengah – setengah. Semua produk  / jasa yang dijual benar – benar sampai ke pengunjung / wisatawan dan para napi juga mendapat skill dan uang dari hasil kerja kerasnya. Dengan ini mereka pun tidak perlu kembali ke kehidupan kelam yang dulu. Ada amin sodara – sodara?

IMG20170204123309

Chiang Mai Women Correctional Institution Vocational Training Center
Alamat : 100 Rachawithi Rd. T.Sriphoom Muang Chiang Mai
(Kalau susah nyarinya patokannya adalah di sebelahnya Chiang Mai City Arts & Cultural Center)
Jam Operasional :
Senin – Jumat :08.00 – 16.30  | Sabtu – Minggu : 09.00 – 16.30
Harga :
Foot Massage (1jam) : 200 Baht
Traditional Thai Massage (1jam) : 200 Baht
Traditional Thai Massage (1jam) Full Body : 400 Baht
FB page mereka yang ini
merlion-park

Jalan Jalan Gratis di Singapura

Singapura memang bukan destinasi wisata yang asing bagi orang Indonesia. Apalagi bagi masyarakat yang tinggal di Batam. Bahkan saya percaya, daripada dikasih tiket gratis ke Jakarta mendingan mereka memilih ke Singapura. Hitungnya luar negeri pula! Karena letak geografis yang teramat dekat ini (45 menit menggunakan ferry), bermunculanlah tour and travel di Batam. Nyaris setiap hari ada paket 1 day tour dengan harga bersaing yang diiklankan di koran koran.

Dulu ketika saya tinggal di Batam, saya sempat kerja jadi tour guide bantuin temen dan paket 1 Day Tour Singapore biasanya laku keras. Biasanya rombongan tur saya akan menggunakan ferry dengan pilihan beberapa pelabuhan internasional di Batam. Lokasi dan jam keberangkatan juga tergantung dari padatnya jadwal tur maupun lokasi hotel di Batam. Ini salah satu contoh jadwal ferri Batam fast. Tapi biasanya saya mengambil jam keberangkatan paling pagi atau kedua paling pagi dan pulang dengan kapal terakhir biar puas. Karena tiket pesawat makin murah, makin banyak pulalah wisatawan dari Jakarta ke sini. 

Sesampainya di Singapura, memang tak dipungkiri bahwa incaran pertama adalah mengunjungi tempat tempat gratisan dulu. Bukan hanya buat menghemat biaya, tapi karena tempat tempat gratis ini juga telah menjadi icon wisata Singapura yang wajib dikunjungi. Jika punya waktu hanya sehari, monggo melihat – lihat ke beberapa destinasi ini yang sesuai dengan selera :

1. Merlion park
Ibaratnya nggak ke Singapura jika nggak absen dengan singa ini. Kegiatan disini hanya satu. Narsis! Hanya melihat aksi dan pose pose aneh para pengunjung pun rasanya sudah jadi hiburan sendiri. Ada yang pose seperti minum air pancuran singa, shower dengan patung singa hingga [maaf] pose seperti cowok lagi pipis. Kalau sudah foto – foto gini emang kreativitas orang Indonesia tidak akan terkalahkan deh dengan negara lain.

merlion-park

2. Pertunjukan Wonder Full di Marina Bay Sands

Marina Bay Sands adalah hotel paling mewah seantero Singapura. Dari Merlion Park kita bisa liat tuh hotel yang bentuknya agak nyeleneh seperti foto di atas. Menginap di sana kayaknya belum sanggup yah, jadi cukuplah mampir di sekitarnya aja. Saya lebih suka datang pas malem karena lampu yang menerawanginya bikin hotel ini bercahaya. Selain itu, di bawah hotel ini ada mall yang gak kalah mewah juga yakni, The Shoppes. Lumayan buat masuk bentar ngadem atau ke toilet. Selain itu, satu lagi alasan kenapa Marina Bay Sands bagusnya dikunjungi pas malem – malem yakni biar bisa liat Wonder Full, pertunjukan air & cahaya yang lokasinya ada di depan mall ini. Pertunjukan ini katanya yang terbesar loh di Asia Tenggara. Pertunjukannya enggak cuma air muncrat ama cahaya warna – warni, tapi dilengkapi dengan jalan cerita serta gambar graphic yang sesekali muncul. Enggak perlu takut gak keliatan atau bersesakan karena ada semacam tangga yang bisa dijadikan tempat duduk. Pertunjukan ini berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Jadwalnya adalah Minggu – Kamis adanya di jam 8 & 9.30 malam dan kalau Jumat & Sabtu ditambah menjadi jam 8, 9.30 & 11 malem. Jangan sampai gak nonton yah. Tinggal bawa makanan & minuman sendiri, terus berasa piknik nonton layar tancap dah.

marina-bay-sands

3. Esplanade

Bangunan yang bentuknya seperti durian ini adalah tempat pertunjukan berkelas di Singapura. Jaraknya dekat dengan Marina Bay Sands jadi bolehlah sekalian mampir berfoto ria.

4. Gardens By The Bay

Di beberapa bagian Gardens By The Bay macam Outdoor Gardens dan Children’s Garden yang terletak di Bay South masih gratis kok jadi boleh saja coba – coba jalan di sini. Saya datang di malem hari naik MRT Downtown line turun di Bayfront MRT Station lalu ambil Exit B, terus keluarnya pas ngelihat Marina Bay Sands itu. Setelah itu tinggal nyebrang dan nyampe deh di Gardens By The Bay. Tempat ini emang luas banget jadi siapin kaki yang kuat dan sandal yang enak dibawa jalan. Kalau Dari sini banyak yang bisa diliat dan dijepret seperti Singapore Wheel, Esplanade dan lain lain. Meski ga mampu (bayar) untuk masuk ke pohon pohon yang kece dan jembatan gantung, saya sudah cukup puas kok jalan jalan di sini. Kebanyakan orang lokal ke sini juga sekalian buat jogging, main skateboard dan lain lain. Pengen deh Indonesia punya taman bersih dan terintegrasi kayak gini.

gardens-by-the-bay

singapore-wheel

5. Mural di Kampong Glam

Tempat hits buat liat mural kece nih.

haji-lane

6. Masjid Sultan

Masjid Sultan adalah salah satu hadiah dari Inggris buat Sultan Malaysia sehingga landmark satu ini juga adalah ikon penting yang ada di Arab Street. Bagi non muslim boleh juga loh masuk ke sana. Saya coba masuk untuk ngelihat dalemnya dan rupanya bagus banget. Kebetulan lagi ada akad nikah pula. Saya juga dipinjami jubah hijau untuk menutupi pakaian yang agak terbuka. Semua gratis!

masjid-sultan

7. Bola dunia Universal Studio
Ini wahana permainan paling keren yang ada di Singapura sehingga wajib hukumnya untuk datang lalu foto di bunderan globenya. Yah lumayan walaupun tidak bayar dan masuk-main ke Universal Studionya, yang penting telah berfoto di patung globenya. Begitulah yang saya lakukan dulu pas bawa grup tur ke Singapur. Foto di depan ini aja udah bisa bikin banyak yang tersenyum seperti di bawah ini.

universal-singapore

8. Sentosa Island
Ke Sentosa Island masih ada yang gratisan seperti pantai siloso nya atau berfoto dengan Merlion lainnya.

merlion-sentosa

9. Gratisan di Bandara Changi

Bandara terbaik dunia ini juga enggak pelit kasih fasilitas / atraksi wisata yang bikin saya betah meski harus semaleman nungguin pesawat.

butterfly-garden

Ada lagikah yang punya rekomendasi tempat gratisan lainnya di Singapura? Bagi di sini dong!

***

Meski datang ke Singapura ingin melihat yang gratisan, tetapi beli oleh – oleh gak mungkin gak pake duit kan? Berikut saya kasih beberapa tempat belanja di Singapura yang populer :

1. Rumah cokelat
Viz Konsep Chocolate Gallery (atau ama guide saya disebutnya Rumah cokelat) adalah tempat belanja oleh – oleh yang selalu dibawa guide saya kalau bawa orang Indonesia belanja cokelat. Bentuk tokoknya hanya rumah biasa dengan 2 pintu yang tidak mencolok. Mungkin kalau saya orang awam, saya tidak ngeh itu toko cokelat. Mungkin juga pihak rumah cokelat sengaja hanya fokus membidik para peserta tur dalam jumlah banyak sehingga tidak terlalu fokus mempercantik tampilan tokonya. Produk yang dijual di sini apalagi jika bukan semua produk cokelat dari singapura. Ketika peserta tur datang, kami langsung disambut dengan susu coklat dingin sebagai welcome drink. Para stafnya pun fasih Bahasa Indonesia dan langsung mempromosikan coklat yang sedang diskon. Yang membuat unik adalah coklat ini dikemas dengan tulisan, gambar Singapura yang apik sehingga terlihat unik. Wah mana tahan!! Ditambah pula bagi orang Indonesia, mereka juga menerima pembayaran menggunakan rupiah. Siap siap dompet dibuka 🙂

Lokasi :  797 North Bridge Rd, Singapore 198765 (Dari Masjid Sultan lurus aja terus)

rumah cokelat singapura

2. Mustafa Centre – Little India.
Ke Singapura tetapi berasa ke India. Kemana lagi kalau bukan di Little India dan ke Mustafa Center. Ceritanya Mustafa Center ini supermarket serba ada yang buka 24 jam dan murah murah serta menyediakan aneka jenis kebutuhan rumah tangga serta pastinya oleh oleh. Karena terletak di Little India, banyak banget barang dan aksesori khas Bollywood macam gelang – gelang bling – bling gitu. Kalau orang Indonesia sih kebanyakan ke sini saya lihat pasti belanja cokelat dan makanan gitu. Saya juga waktu itu beli Beef Jerky harganya cuma SGD 3.4, kalau di Indonesia bisa 40rban dan di sevel nya bugis malah SGD 4.5. Murah yah? Meski gitu salah satu guide saya sering berpesan. Kalau belanja di sini harus selalu ngecek tanggal kadaluarsa serta perhatikan apakah barang yang dimasukin ke kantong belanja kita bener yang kita pilih tersebut. Karena setelah itu, kantong plastik itu akan diikat mati jadi gak bisa lihat lagi sampai pulang. Ohya di sini juga bagi pengunjung yang bawa tas gede biasanya diminta titip apa dikunciin oleh satpamnya (kayak kalau kita ke Carrefour gitu). Kalau beli koper, biasanya pas pulang gitu juga bakal diperiksa lagi ama satpamnya.

mustafa

3. Bugis Street

Kalau di Little India kebanyakan Sharukh Khan – wannabe di Bugis Street lebih identik yang jualan Vanessa Wu – wannabe hahah maaf perumpaan aja kok. Di bugis street biasanya yang dijual barang barang seperti pakaian dan lokasinya ada yang indoor / outdoor jadi silahkan berburu barang sepuasnya.

4. Orchard Road

Sepanjang jalan ini mall – mall bertebaran sehingga bagi yang lemah iman, harus menguatkan dompetnya…karena harganya juga pasti lebih mahal dibanding beli tempat lain. Tapi meskipun gitu, boleh kok tetep dicari / ditunggu diskon diskon di mall nya. Biasanya saya ke sini suka buat cuci mata aja kalau nggak naik ke ION Sky buat liat pemandangan singapura dari atas. Keren dan gratis!

ion-sky

Di sekitar jalan Orchard ini, jangan lupa mencoba es krim ala singapura yang biasanya dijual bapak bapak tua. Es krim dengan aneka rasa ini dibalut oleh roti dan cocok sekali dimakan sambil cuci mata melihat orang lewat. Harganya pun cuma SGD 1. Harga yang sama jika anda membeli soft drink maupun mineral water.

5. Vivo City
Vivo City adalah salah satu mall terbesar di Singapura yang terhubung langsung dengan Harbour Front yakni pelabuhan internasional untuk ke Batam. Di sni juga biasa jadi tempat titik akhir perjalanan kalau bawa tur. Sambil nunggu masuk kapal, kalau masih ada waktu, biasanya jalan – jalan di sini dulu buat makan malam, belanja, cari oleh oleh atau sebagainya.

Jadi sudahkah anda mengunjungi semua tempat diatas?? Jika butuh jasa tour guide bisa menghubungi saya via email atau FB dengan meninggalkan no Hp anda. 🙂

Info tambahan :

  • Transportasi : Taksi (tarif mulai $3), MRT mulai dari 05.30 – tengah malam (tarif mulai dari $1.40), Bus (mulai dari 79 sen) usahakan uang pas karena sopir gak kasih kembalian.
  • Uang tip kalau makan di restoran gak usah lagi tapi kalau mau kasih, monggo karena rata – rata udah masukin service charge 10 % + PPN 7%

**

Btw, jika gak mau repot ke Singapura dan pengen jalan dengan guide, monggo boleh mengontak saya di email dengan memberikan no HP yah : Lenny.kepri@yahoo.co.id. Nanti bakal saya sambungkan dengan rekan guide saya, jadi bukan saya yang bawa trip :p

haji-lane

6 Mural Keren di Kampong Glam Singapura

Sudah lama sekali saya enggak ke Singapura. Terakhir kalau gak salah ketika masih jadi part time tour guide di singapura. Terakhir ketika Marina Bay Sands belom buka. Terakhir ketika Singapura belom punya mural – mural hits ini. Yah emang saking lamanya bahkan ketika saya mau nukarin kartu MRT single trip yang warna ijo itu udah gak diterima karena udah kadaluwarsa. Begitu juga dengan kartu MRT ku yang reguler juga sudah gak valid harus tuker. Hiks berasa tuwir banget!

Namun semesta emang maha baik. Mungkin karena itu jugalah saya dikirim balik ke sini biar update soal singapura dan bisa nulis postingan ini. Sebelum berangkat saya emang udah googling tempat OOTD mural yang lagi hits di singapura.

Untuk melihat mural mural kayak gini pastinya bagi yang ngelukis itu rasanya bangga banget karena you know lar Singapura negara yang disiplin. Sembarangan mencoret aja kalau ketahuan bisa masuk bui 6 bulan plus dicambuki 3 kali. Ouch!

Jadi kalau bisa liat hasil karya seni sendiri yang segede gedung macam ini, udah pasti WOW banget! Memang singapura adalah negara yang kecil jadi mereka harus pinter – pinter membuat sesuatu yang baru biar turis tetep mau datang. Nah dengan mural begini langsung deh viral dan bener saja pasti ada aja turis yang datang cuma mau foto di tembok beginian *ngacung*

Sebenarnya, mural begini (kecil atau besar) bisa ditemuin di banyak tempat restoran / hotel / gedung yang kekinian. Namun tetap saja ada mural yang sudah populer banget dan kebanyakan mereka berkumpul di suatu daerah yang bernama Kampong Glam. Kampong yang artinya beneran “kampung” dan Glam adalah nama sebuah pohon yang dipake dulunya buat nelayan orang malaysia buat nempelin di perahu agar tidak masuk air. Selain itu bisa dipake juga buat minyak lampu (karena dulu ga ada listrik). Sedangkan pohon dan daunnya juga bisa dipake buat sehari hari. Karena banyak banget fungsinya, dan dulu di kawasan ini emang pohon ini tumbuh subur, maka dinamakanlah daerah ini dengan Kampong Glam. Di Area ini juga dulunya adalah kawasannya istana Malaysia karena dulu kan singapura emang nyatu ke malaysia sebelum dijual ke Inggris. Jadi tidak heran di sini ada Istana Sultan dan mayoritas penduduk di sini adalah muslim dan arab, dan orang Indonesia sehingga kalau mau nemu rumah makan padang yang lumayan otentik atau teh tarik yang murah (SGD1.70) dan enak banget, main ke sini dong.

Selain wisata sejarah dan budaya di daerah ini, sekarang Kampong Glam juga telah berubah jadi tempat kekinian karena adanya banyak mural di lokasi ini. Gak tahu sih kenapa tiba – tiba tempat ini happening banget. Menurut salah satu guide yang ajakin saya jalan, emang pemerintah singapura lagi nge – boost perekonomiannya dan ingin mendayagunakan anak mudanya buat buka usaha sehingga mungkin harga toko di sini dikasih lebih murah. Salah satu tempat yang difasilitasi kayak gini adalah Haji Lane, sebuah tempat kumpul kawula muda. Cie alah bahasanya tua banget ….

Haji Lane

Haji Lane adalah salah satu gang tersempit tapi juga mungkin saja yang paling populer di Singapura. Sebagai tempatnya anak muda, emang lokasinya dibikin live banget dengan mural mural dan toko, cafe lucu lucu sehingga harus banget deh ke sini. Kalau dari hotel saya, Village Hotel Bugis cuma nyebrang aja udah ketemu lorong hits ini. Kalau mau foto leluasa, datanglah pagi pagi sebelum jam 10. Karena setelah itu, maka cafe – toko – resto semua udah buka dan sepanjang dinding mural udah diduduki customer. Plus lagi bunyi musik kenceng dan asap rokok mungkin akan membuntuti. Lorong ini gak panjang kok paling cuma 200 meter tapi muter muter di sini dilanjut ke gang lainnya jadi menyenangkan karena banyak yang bisa dilihat.

haji-lane-2 haji-lane-3 haji-lane-4 haji-lane-5 haji-lane-6 kampong-glam

Academy Roastery Cafe

Cafe yang satu ini pinter banget menggaet calon pembeli dengan menggambari dinding sampingnya dengan mural dunia perkopian. Ada bapak – bapak arab di samping lagi bikin teh tarik, ada uncle – uncle yang rebus kopi dan ada anak anak nuangin espresso gitu. Lucuh dan gratisan tanpa perlu beli kopinya udah bisa foto di sini heheh.

Alamat :  29 Sultan Gate, Singapore 198477

arc-1 arc

Hotel Nuve

Pas jalan balik gak sengaja banget nih nemu beginian. Lokasinya di tengah gang nyaris gak keliatan sih, gak kayak mural lain yang memang lokasinya di tepi jalan raya / gang biar kelihatan. Muralnya lucu banget tentang kehidupan tradisional gitu. Orang makan sate, jualan di pasar. Berasa lagi di jawa nih.

Alamat :  9 Sungai Pinang, Singapore 199141

hotel-nuve

hotel-nuve-singapore

Sultan Arts Village

Sewaktu jalan jalan ke Istana Sultan yang kini sudah berubah menjadi Malaysia Heritage Centre, saya nemuin ini tepat di depan pintu masuk Malaysia Heritage Centre. Agak nyempil di balik tanaman hijau nih. Mayan! 

sultan-arts-village

The Big Girl with Cat

Ini ketemunya gak sengaja banget dan secara ukurannya selebar gedung, udah pasti mencolok banget. Saking gedenya si anak kecil ini gak masuk di satu frame kamera jadi fotonya kudu miring kayak gini. Eh btw itu gedung tinggi di belakangnya hotel yang saya tiduri loh, Village Hotel Bugis *ngiklan dikit*. Alamatnya ada di victoria street di persimpangan Jalan Pisang. Mudah kok nyarinya karena beneran di tepi jalan besar.

mural-singapore

Kids in Trolleys

Ini adalah foto terakhir yang paling jauh yang saya temuin yakni masih di Victoria Street 2/3 simpang setelah The Big Girl With Cat dan adanya juga tepat di samping jalan raya. Berhubung jalan – jalan sendiri maka fotonya cuma pake timer di tempat duduk. Seadanya.. hhaha

singapore-mural

Di sampingnya tak jauh dari gambar di atas ada ini nih.. hampir gak kelihatan karena warnanya matching sama gambar. Kalian kelihatan ga?

bugis-mural

A Ride Through Race Course Road

Yang ini bukan di Kampong Glam sih tapi masih deketan lah. Nah pas muter – muterin Little India dan makan siang di resto The Banana Leaf Apolo di Race Course Road, di dekat situ saya nemu mural ini. Bagusnya ada info yang disediakan biar para pengunjung bisa tau siapa yang bikin mural ini, filosofi dan lain sebagainya. Gak kayak mural di atas di mana saya tidak bisa memberikan penjelasan karena emang gak tahu, khusus mural ini saya cukup tahu (tinggal translate hahah). Mural ini dibuat dan selesai pada Juni 2016 oleh Jaxton Su, dan dibantu oleh guru dan murid Raffles Institution dan juga penduduk di sekitar. Sesuai namanya, jadi mural ini mau mengingatkan kembali salah satu budaya lomba pacu kuda yang dulunya emang ada di Race Course Road sejak Desember 1842. Acara ini biasanya diadakan tiap akhir pekan dan mengundang banyak peminat dari orang orang Eropa dan juga masyarakat lokal yang kaya raya. Jadinya acara ini pun menjadi tontonan dan acara sosial bagi orang eropa di singapura.

little-india

Mungkin untuk mural – mural lain saya berharapnya nanti bisa ditempel juga info semacam ini biar orang bisa lebih mengerti makna yang terkandung di dalemnya . Setuju? Setuju lar…

**

Masih banyak loh mural lain di Singapura.. ada yang punya infonya? Mana satu yang jadi favoritmu?

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia

Pullman Bangsar Kuala lumpur adalah hotel bintang lima keluaran dari AccorHotels grup yang terletak di Kuala Lumpur, Malaysia. Dari bandara, lokasinya sekitar 45 menit. Begitu sampai di lobby hotel, seorang gadis langsung menghampiri saya dan memberikan handuk dingin. Tau aja saya dari Jakarta jadi mukanya udah butek.

Saya langsung menghampiri resepsionis dan dilayani dengan bahasa inggris. Padahal awak baru nak cuba cakap malay! Si cewek pembawa handuk kali ini datang lagi membawakan welcome drink warna merah yang masem masem biar saya melek.

Begitu proses check-in udah selesai, saya diantar lagi (masih dengan si gadis itu) menuju lift dan diantar ke lantai yang saya huni. Fiuh untung si gadis gak ikut ke kamar juga 🙂

Sampai kamar yang luasnya tiga kali kamar kos saya, saya langsung jatuh cinta karena tempat pertama yang selalu saya lihat di hotel adalah kamar mandinya! Luas, lengkap dan terpasang kaca besar dengan pemandangan ke tempat tidur! Untung saya nginep sendiri…..

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Kamar Deluxe Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Mau liat orang mandi atau sebaliknya?

Saya makin senang manakala melihat banyak amenites yang tersedia. Macam yoga mat, colokan kaki dua macam di Indonesia, botol air minum di toilet, di meja dan samping kasur beserta es batu, hair dryer, dan secarik kertas welcoming serta sekotak macaroon di meja kerja. Nom-nom!

Bahkan mereka punya 7 jenis bantal guling complimentery yang bisa dipesan ke room service loh!

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Selamat datang Lenny, ini ada sekotak macaroon buat kamu!

Di pagi harinya, saya yang udah kelaparan langsung beranjak ke restoran biar masih sepi. Setelah ngider ngider liat makanan incaran, saya sudah memutuskan bakal setia dekat dengan tempat mi di bawah ini. Banyak pilihan mi yang bisa diambil sendiri, mulai dari kwetiau, mi telor, bihun etc dengan dua pilihan kuah. Chicken soup or another chicken soup with malaysian herb. Pilihan yang pertama tawar banget, skip! Pilihan kedua emang yang paling cocok dengan lidah Indonesia. Apalagi ditambah dengan jamur, sayur, bawang goreng dan cabe iris. Slurp! Saya nambah ampe tiga kali!

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Noodle section nya maknyuss!

Sebelum kekenyangan di noodle section, saya usahakn coba makan pagi lainnya seperti chicken masala dengan roti canai gitu. Lumayan buat ngobati kerinduan dengan roomateku India dan nasi lemak ala malaysia. Sayangnya sambalnya justru terasa manis.

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Breakfast Pullman Bangsar

Lepas kekenyangan, saya coba lihat poolnya rupanya karena kepagian petugasnya masih bersih bersih. Ya udah buat merenungkan nasib bentar sambil leyeh leyeh…

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Kontemplasi di kolam renang Pullman Bangsar

Balik ke kamar, saya udah harus siap siap meninggalkan hotel ini. Sedih juga karena ngerasanya nyaman sekali di sini. Sayangnya lokasinya agak jauh dari city center sekitar setengah jam kalau naik taxi dan kalo malem di sekitar hotel sudah sepi karena kebanyakan ini area kantoran jadi emang hotel ini lebih dikhusukan buat business traveler. But anyway thumbs up for pullman’s hospitality!

Pullman Bangsar Kuala Lumpur Malaysia
Lobby Pullman Bangsar
Alamat : No 1 Jalan Pantai Jaya Tower 3 59200  KUALA LUMPUR
IMG_20150811_161236.jpg

Terbang bersama Miffy dan KLM

“Len, kamu ke Malaysia yah… sama Miffy.” ujar bosku tiba tiba.

Heh?!? Miffy? Siapa itu? Teman baru atau sejenis makanan baru?
Biar keliatan (sok) pinter, saya google dulu. Ternyata…

Miffy merupakan karya seniman asal Belanda, Dick Bruna yang dikenal sebagai ‘Nijntje’ – istilah yang diambil dari kata ‘Konijntje’ yang dalam bahasa Belanda berarti kelinci –
Miffy lahir pada tahun 1955 di sela sela liburan di Belanda dimana si Dick Bruna kerap menceritakan kepada anaknya soal seekor kelinci putih yang berpetualang di taman desa tempat mereka sekeluarga menginap.

Nah dari sanalah inspirasi itu datang dan melalui tangan dinginnya, Dick Bruna menghadirkan sosok Miffy ke dunia nyata. Rata rata orang orang Eropa pasti sudah kenal Miffy karena sejak kecil mereka sudah diceritain kartun ini. Yah mirip mirip kita yang sudah puas dengan kisah Bawang Merah Bawang Putih. Kalau anak kekinian sekarang, mungkin kenalnya Spongebob yah?

Kalau diitung itung, si Miffy udah berumur 60 tahun nih. Tapi hebatnya dia masih kuat jalan jalan. Oleh karena itu, KLM Royal Dutch Airlines berbaik hati mengajaknya keliling dunia dan her first stop is… INDONESIA!!
Bangga dong yah? Jauh jauh si Miffy dateng buat liat monas dan nyobaiin bajaj loh!

Jadilah tanggal 11 Agustus kemarin adalah hari yang sangat bersejarah karena KLM membuka penerbangan khusus dan satu satunya yakni #KLMBringsMiffy dengan rute Jakarta – Kuala Lumpur pada tanggal 11 Agustus 2015 jam 18.45. Tiketnya sold out! Fully booked! Fiuh!

Mulai dari proses check-in, si Miffy udah keliatan dimana mana. Penumpang mendapatkan stiker dan amplop Miffy!

KLM Bring Miffy
Check-in di Soekarno Hatta

Ketika masuk ke waiting room, ada mbak mbak yang mencegat lalu memberikan goodie bag berupa boneka Miffy. Ada juga cupcake Miffy tapi saking imutnya duh mana tega dimakan?
Waiting room juga langsung meriah karena penumpang bisa foto dengan Backdrop Miffy dengan properties lucuuuuuu dan langsung diprint buat kenang-kenangan.

KLM Bring Miffy
Foto bareng Miffy

Setengah jam sebelum take off, penumpang sudah dieprsilahkan masuk pesawat biru ini. Dan ternyata, kejutan belum juga usai. Masing masing kursi di kabin ekonomi sudah disediakan bantal miffy!!! Kyaaa!

KLM Bring Miffy
Wefie bareng (bantal) Miffy dan pramugari / pramugara KLM

Special Flight kali ini asik banget bukan saja karena seru seruan bareng Miffy tapi juga pesawat Boeing 777-200er yang saya tumpangi ini punya kabin kelas ekonomi yang baru dengan teknologi dan kenyamanan baru. Seriusan in-flight entertainmentnya ada feature chat antar seat loh (meski lum coba karena nggak tau mau chat ama sapa?). Koleksi film filmnya juga masih baru. Ssst ada Fifty Shades of Grey #ketahuan

Lalu untuk kursinya nyaman banget dengan ruang kaki yang lebih lega. Untuk makan malam, saya mendapatkan chicken rice hangat, acar, roti dan kue serta aneka minuman. Bon Appetit!

KLM Bring Miffy
Makan malam di udara

Setelah perjalanan 1 jam 50 menit, saya sampai di Malaysia dan akhirnya dapat bertemu langsung dengan Miffy. Bukan hanya anak anak loh yang gemes sama dia, orang dewasa hingga pramugari / pramugara KLM juga tak mau melewatkan kesempatan ber-narsis ria!

See you again somewhere, Miffy!

Anyway, Si Miffy udah balik kampung lagi ke Belanda dan bakal lanjut jalan ke negara Eropa lainnya. Ngiriii…liat deh keseruan dia di blognya ini


Bagi yang kemarin nggak sempat ikut special flight bersama Miffy, saya mau bagi bagi goodie bag Miffy nih.
Caranya :
Like / Follow Social Media saya yah :
FB –> https://www.facebook.com/lendiary
Twitter –> @Lenny_Indonesia
Instagram –> Lenny.Diary

Lalu ceritakan maukah kamu terbang bersama Miffy dan KLM? kenapa?
Tulis jawabanmu di komen blog ini yah. Ditunggu paling lambat tanggal 17 Agustus 2015!

Sertakan juga nama dan email (untuk konfirmasi pemenang). Ups dan satu lagi kalau pemenang diluar jabodetabek (jangkauan Go-jek), ongkir goodie bagnya ditanggung sendiri yah. Maaf 😛

KLM Bring Miffy
Ada yang mau ini?
Changi Airport

Yang gratisan di Bandara Changi Singapura

Pertama kalinya dalam hidup saya terkagum kagum dengan sebuah toilet di bandara. Tidak ada setetes air pun tercecer dalam bilik kamar mandi itu. Toilet duduknya putih bersih. Mungkin bisa buat berkaca juga. Semua yang saya butuhkan tersedia. Ada tisu toiletnya, pengering tangan, toiletnya harum dan di luar toilet ada air minum mancur gratis.

Beberapa tahun kemudian, bandara ini menyabet berbagai penghargaan bergengsi sejak 2007 hingga akhirnya menjadi World’s Best Airport 2013. Ayo tebak bandara apa itu? Yah mana lagi kalau bukan Changi Airport. Tak heran jika masyarakat umum Singapura juga suka mampir ke bandara bukan buat terbang… tapi nongkrong, belanja dan main. Emang sih bandara ini juga mirip shopping mall dengan 350 toko retail dan 120 toko yang menjual makanan dan minuman. Teman saya juga bilang makanan di airportnya enak enak. Hm… Setuju!

Kala itu, saya dan papa cuma duduk di sebuah terminal sambil ngeliatin aktifitas bandara yang sibuk ini. Saat ini, bandara Changi telah melayani penerbangan ke 280 kota di dunia dan melayani lebih dari maskapai penerbangan sehingga disebut sebagai bandara tersibuk ke 5 di dunia. Ini menjadikan Changi Airport sibuk dengan 7000 penerbangan setiap minggu atau sama saja dengan setiap menit ada satu penerbangan. Wow!

Tidak puas sampai di sini, Changi Airport terus berinovasi memberikan pelayanan terbaiknya. Tidak hanya untuk fasilitas yang berbayar tapi juga fasilitas lainnya yang dapat dinikmati secara gratis misalnya terdapat 10,000 troley bagasi yang gratis untuk dipakai (PS: di Amerika bayar soalnya), 550 kios internet siap pakai dengan kecepatan handal serta ada 800 colokan untuk manusia manusia yang tidak bisa hidup tanpa gadget.
Beberapa fasilitas gratisan lainnya yang layak dicoba antara lain : 

All Terminal
1. Sky Train
Untuk menghubungkan antar terminal, Changi Airport menyediakan transportasi khusus dalam airport yakni Skytrain. Skytrain adalah mini MRT gratis yang beroperasi hanya di Terminal 1,2 dan 3. Bentuknya juga imut dan panjangnya sekitar 2 gerbong dari MRT biasa. Waktu yang dibutuhkan cukup singkat dan cepat. Paling lambat tuh 5 menit saja. Tidak ada petugas yang berjaga. Sky Trainnya juga dioperasikan dengan mesin. Semua dilakukan secara otomotis dan saya tinggal keluar masuk gerbongnya. Skytrain beroperasi mulai pukul 5 subuh hingga 2.30 dini hari waktu setempat.

Tengah Malam gak ada yang naik

2. Make up Room
[Biasanya] Wanita ingin selalu terlihat menarik. Tidak heran bahwasanya jika para wanita ini ke Toilet, pasti waktu yang dihabiskan lebih lama dibanding para pria. Entah itu benerin rambut, re-apply lipstik, ngaca, atau numpang foto di kaca toilet. Tak terkecuali ketika sedang dalam perjalanan dan harus berhenti di bandara. Di Changi Airport, para wanita bisa leluasa berbenah diri tanpa harus dipelototin antrian wanita lainnya yang juga mau ngaca. Silahkan cari Make up room dimana tersedia kaca besar, serta tempat duduk nyaman. Salah satu yang saya temukan adalah make up room di Terminal 3 yang tergabung dengan toilet. Letaknya di pojok dan di belakangnya bisa melihat lapangan bandara Changi. Saya yakin di toilet terminal lainnya pasti juga ada nih.

Make Up room

3. Massage Chair
Ketika harus transit dari tengah malam hingga subuh, badan rasanya remuk. Langsung saja saya berambisi menemukan kursi pijat gratis ini. Changi Airport menyediakan beberapa message chair merk OSIM di semua terminal. Lokasinya untung untungan. Yang saya temukan ini di area istirahat dekat dengan baby room, internet services dan beberapa toko serta restoran di Terminal 3. Ada juga tersedia di dekat pintu masuk waiting room. Dari dua tempat duduk tersebut, hanya satu mesin pijatnya yang berfungsi. Cara mengoperasikannya mudah kok. Tinggal pencet dan atur seberapa lama/keras pijatan yang diinginkan. Harap diingat saja masih banyak kaki kaki lain yang pegel, jadi gantian yah.

4. Internet Services
Buat yang pengen tetep online, silahkan menikmati jaringan wifi gratis bandara yaitu #WiFi@Changi. Tetapi dari pada ribet, mending langsung ke internet station yang tersebar di mana mana. Sudah ada laptop/komputer yang tersedia dan tinggal pakai saja. Mereka memberikan batas waktu agar anda tidak terlena.  Biasanya letaknya dekat di information centre, apa nyempil di tempat duduk – duduk atau ada juga di waiting room. Lumayanlah buat ngecek email dan post status di Fb sebelum boarding.

5. Playground
Bagi yang jalan jalan bareng anak anak, berterima kasihlah kepada bandara ini. Setidaknya si kecil tidak bakal manyun karena ada wahana permainan yang membuat anda bisa istirahat sejenak. 

6. Wood Block Rubbing Station
Sarana tepat terutama buat si kecil sambil menghabiskan waktu boarding. Ambil selembar kertas dan crayon yang telah disediakan lalu jiplak lah gambar gambar yang ada di meja. Pas terakhir saya datang bukan gambar shio lagi tapi gambar pemandangan di Singapura. blocknya juga udah bukan kayu melainkan kaca. Mungkin biar lebih tahan gitu..

7. Bioskop
Ketika saya mengunjungi tempat ini, kawasan ini cukup sepi mungkin karena lokasinya yang berada di lantai 2 terminal 3. Nampaknya tidak banyak yang memanfaatkan padahal lokasi ini sangat sempurna bagi yang mau pacaran diam diam. Gelap, tenang dan dingin. Hanya ada beberapa orang di dalam sedang menonton film. Kalau yang di terminal dua, agak beda bentuknya dan letaknya dekat Sunflower Garden.

Filmnya pun gak ketinggalan zaman

8. Koi Pond
Melihat lihat ikan koi yang berenang dan berkumpul bersama sambil menjernihkan pikiran dan badan di kolam ikan bisa jadi pilihan yang tepat untuk membunuh waktu.

Jadi “Rindang”

9. Singapore Tour
Ini adalah fasilitas paling spekatakuler yang masuk dalam bucket-listku. Memang belum sempat nyoba fasilitas gratisan ini karena persyaratannya adalah minimal 5.5 jam transit di Changi dan ada 2 tur yang ditawarkan yakni Heritage Tour (ke Merlion Park dan Kampong Glam) dan City Sights Tour (Merlion Park dan Gardens by the Bay). Free singapore tour selama 2.5 jam ini akan membawa kita ke Singapore flyer, Gardens by The Bay, Marina Bay Sands, Esplanade, Merlion Park, Colonial District, Chinatown, Little India dan Central Business District Singapore. Untuk tetap ikut tur ini, jangan keluar dari imigrasi yah, dan langsung aja daftar ke  information centre masing – masing terminal.

Khusus di beberapa terminal, ada juga atraksi wisata gratis lainnya. Info di bawah ini :

Terminal 2

Ke sini sewaktu datang dengan Garuda Airlines dari Jakarta. Berhubung ada delay, saya jadi bisa keliling liat berbagai fasilitas gratis seperti :

1. Sunflower Garden

Letaknya agak nyempil nih. Adanya di lantai dua setelah melewati Entertainment Deck (tempat maen PS, games dll), lalu pas di pojokan. Pas ke sini udah malem, tapi tempatnya okay juga meski tidak berapa luas. Buka 24 jam.sunflower-garden-changi sunflower-garden

2. Orchid Garden

Letaknya ada di tengah terminal 2. Seperti taman biasa aja sih bedanya ada bunga orchid, kolam ikan dan tempat duduk. Di depannya juga ada Wood Block Rubbing Station jadi cocok banget buat yang mau istirahat sambil bawa anak kecil ke sini.

orchid-garden-changi
orchid-garden
Terminal 3

Saya mampir di sini sewaktu transit ke Amrik, dengan flight ke Jepang dulu. Lumayan nih ada waktu semaleman buat ngider – ngider dan bisa nyobain fasilitas gratis nih.

1. Butterfly Garden
Butterfly Garden ini merupakan fasilitas pertama yang pernah ada di seluruh bandara di dunia. Sebagai habitat bagi kupu kupu tropis, tempat ini dilengkapi juga pemandangan hijau dan air terjun setinggi 6 meter. Tempat gratisan yang buka 24 jam ini layak dikunjungi daripada bengong nungguin pesawat. Waktu yang terbaik yang saya rekomendasikan adalah siang karena pencahayaan yang maksimal karena pas pertama kali saya ke sini itu malam/dini dan suasana semuanya gelap gulita tidak kelihatan apa apa meskipun tetap dibuka. Kedua kalinya saya datang siang langsung deh saya nyari tempat ini. Kebetulan banget saya lagi di Ambassador Lounge, di lantai dua nya terminal 3 (satu kali naik eskalator). Pas disebelahnya Butterfly Garden ini jadi saya bisa puas mampir ke sini. Kupu – kupunya gak terlalu banyak tapi tetep asik karena pemandangannya hijau – hijau. Lumayan menyegarkan mata yang udah sepet.

butterfly-garden

Untuk terminal satu saya belum pernah ke sana.. kira – kira maskapai apa yang landing di situ yah??

Kesimpulan : Di changi airport itu meski berjam – jam emang gak ngebosenin dah karena berasa lagi cuci mata di mall aja. Selain itu selalu ada sesuatu yah baru.. entah games, photo booth, ato kuiz – kuiz yang diselenggarakan. Apalagi kalau datangnya pas perayaan macam imlek apa natal pasti selalu didekorasi bagus banget. Tapi kalau ternyata kamu masih juga bengong, Silahkan ambil trolley lalu maen dorong – dorongan aja deh.

Masa kecil kurang lama nih