5 Things I Miss The Most From Australia

Australia-Queensland is like my second home. Terakhir kali saya berada di sana yakni di akhir desember 2010. Semenjak itu kenangan yang melekat tidak pernah beranjak dari hati saya. Andai saja bisa kembali memutar waktu, dengan senang hati saya ingin mencicipi down under kembali. Begitu banyak hal yang membuatku ingin kembali lagi, lagi dan lagi antara lain yaitu :

1. Public Transportation (TransLink). Tidak perlu menutup nutupi mata bahwasanya sistem angkutan umum di Indonesia masih punya banyak PR. Oleh karena itu, ketika berada di negara maju dan merasakan nyamannya angkutan umum di sana, bawaannya iri deh. Kapan yah di Indonesia bisa begini? Bus, kereta, semua terhubung dengan benar, bersih dan tepat waktu.

Di Brisbane saya mendapatkan tempat tinggal di kawasan yang lebih jauh dibandingkan teman teman saya lainnya yakni di Clevelend, yang berada di zona E, stasiun paling ujung. Jika berangkat kerja pagi hari, keluarga angkat akan mengantarkanku dari rumah dengan mobil menuju stasiun kereta api lalu saya menempuh waktu kurang lebih 2 jam dengan 1 kali pergantian jalur kereta api. Begitu juga sebaliknya ketika pulang kerja. Cukup melelahkan memang karena berasa pergi ke luar kota setiap harinya. Tetapi pengalaman seperti ini justru sangat berkesan buatku karena di sinilah saya selalu menghabiskan me-time ku. Di pagi hari sebelum berangkat kerja, saya akan terduduk diam di bus/kereta sekedar mengumpulkan nyawa sambil terkantuk kantuk. Ketika pulang kerja sore harinya, saya sangat suka memperhatikan orang yang lalu lalang sambil berimajinasi tentang siapa mereka, apa pekerjaannya, apa yang dia dan teman bicarakan dan sebagainya. Kalau jenuh, saya akan membaca koran gratisan yang saya bawa dari tempat magangku. Masih mati gaya juga, saya merenung tentang hari yang indah ini dan tidak sabar menanti hari yang lebih indah lagi esok harinya.

Australia Transportation

2. Opshop. Opshop adalah toko yang menjual aneka barang bekas berupa pakaian, sepatu, aksesoris, dompet, buku dan segala macamnya. Biasanya barang barang ini diperoleh dari masyarakat yang sudah tidak membutuhkannya. Beberapa opshop menyumbangkan hasil keuntungannya untuk kegiatan sosial. Keren yak! Sambil shopping, kita bisa beramal. Harga barang barang yang dipatok di opshop pun sangat murah ketimbang dengan harga barang baru. Contohnya ketika window shopping di Queen Street mall, saya milihat rata rata baju harganya AUD 20. Di opshop, jika pintar pintar mencari, beruntung dan sabar, maka anda bisa menemukan barang sejenis dengan harga dibawah AUD10!!!

3.Vegemite. Vegemite merupakan produk dan makanan khas Australia. Belum pernah saya lihat diperjualbelikan di negara lain. Vegemite adalah selai bewarna cokelat yang dioleskan di roti. Jika ditanya rasanya gimana? Eeew! Nggak banget buat saya dan hampir semua teman Indonesia nggak ada yang suka sama selai ini. Rasanya masam masam gak jelas. Menyerupai rasa petis. Ditambah aromanya yang kuat di lidah. I’m sorry Australia. It’s just not for me. Tetapi saya punya resep khusus untuk menanggulangi rasanya. Resep ini berasal dari keluarga angkat saya di Brisbane. Caranya ambil roti lalu oleskan alpukat sesudah/sebelum mengoleskan vegemite. Alhasil rasa vegemite akan sedikit terkubur dengan alpukat. Ohya jangan heran melihat padanan roti adalah alpukat karena bagi orang Australia, alpukat di sini dianggap sayur. Tidak seperti di Indonesia, dikategorikan ke dalam buah buahan. Unfortunately, they dont know how delicious avocado ice *tongue out again* Btw, saya bukan kangen memakan vegemite, hanya saja vegemite dan australia adalah dua hal yang tak terpisahkan. If i see vegemite, i feel like in Australia and that’s what makes me really happy mate 🙂

4. BBQ. Tidak seperti di Indonesia, BBQ-an di Australia tidak harus menunggu saat perayaan besar atau tahun baru. Makanan yang disajikan rata rata berupa daging, sosis, jagung, paprika dengan minuman pendampingnya yakni wine. Sebagai orang indonesia tulen, saya selalu menyiapkan saus cabe botol sebagai dressing untuk dicocol cocol ke makanan BBQ. Biasanya kalau sudah begini, orang bulenya hanya geleng geleng kepala saja.

5. AIYEP. Saya pernah menginjak benua ini, semua karena AIYEP. Ketika saya kangen AIYEP, otomatis saya jadi kangen Australia juga. Begitu rindunya saya akan program ini, membuatku juga merindukan setiap sudut kota dimana kenangan akan peristiwa tersimpan. Inginnya sih kembali lagi ke Australia bersama teman teman AIYEP. Makan indomie bareng di YHA, latihan cultural performance sore hari di South Bank, jajan Fish and Chips di kantin Logan City Council, mengundang temanku BBQ di rumah lalu menginap bareng,  bermain permainan tradisional “ladang” di pantai Noosa, clubbing di Roma, sesi photo shoot dengan baju adat hingga akhirnya bertemu dengan counterpart.

Akh!! ingat kah kalian masa masa itu sahabat? #AIYEPsick
Australia tak akan pernah sama tanpa AIYEP.

aiyep

—–

What about you? What do you miss from Australia?

About the author

Travel Now or NEVER
9 Responses
  1. engkong Ozi

    Len, KA TransLink nya keren yah ?? apalagi kalau naik Interstate nya lebih keren cuma tarifnya lebih mahal dari Pesawat karena dari Sydney ke Perth bisa 3 hari

  2. engkong Ozi

    Len, BBQ disini adalah mirip dengan di Indonesia sebagai Sate jadi sangat digemari oleh mereka tanpa menganl waktu kapan saja dimana saja selalu kebanyakan BBQ

  3. engkong Ozi

    Len, TransJakarta itu niru Ozi loh karena mulai dirilis pada tahun 2000 pd waktu Sydney Olympic Games, sedang Jakarta mulai 2004, hanya cara Pelaksanaan berbeda maka boleh di kata TransJakarta banyak kekurangan sedang di Sydney sukses banget, masalah transportasi nya baik itu Bus, Train dan Ferry, city rail saja baru merilis yang teranyar tahun 2012 lalu dengan nama Waratah dan Orion, seperti naik kapal terbang saja rasanya

  4. engkong Ozi

    Len, you right Vegemite you can only find it in Ozi cause it is specifically made in Australia that's why you can't find it anywhere even in the US, enaknya dimakan dengan roti bakar/toasted bread jadi lebih terasa, si engkong juga kurang suka sih karena terlalu asin

  5. engkong Ozi

    Len, TransJakarta itu niru Ozi loh karena mulai dirilis pada tahun 2000 pd waktu Sydney Olympic Games, sedang Jakarta mulai 2004, hanya cara Pelaksanaan berbeda maka boleh di kata TransJakarta banyak kekurangan sedang di Sydney sukses banget, masalah transportasi nya baik itu Bus, Train dan Ferry, city rail saja baru merilis yang teranyar tahun 2012 lalu dengan nama Waratah dan Orion, seperti naik kapal terbang saja rasanya

  6. wah engkong komennya pertamax keduax dan lain lain neh ehehhe

    makasih buat infonya kong 🙂
    yang janggutan itu peserta dari australia kong.

Leave a Reply