8 Hal Seru di Gili Trawangan

Suara deburan ombak menghantam lembut bibir pantai ketika saya turun dari kapal di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Pulau kecil yang namanya sudah mendunia ini masih seperti satu tahun lalu ketika saya pertama kali datang berkunjung.

gili-trawangan
Gili artinya adalah pulau kecil dalam bahasa sasak. Kalau pulau agak besar, disebut Nusa. Namun, yang menjadi primadona sebenarnya bukan hanya Gili Trawangan namun masih ada lagi gili lainnya yang letaknya berdekatan dan sejajar yakni Gili Meno dan Gili Air. Letaknya yang berada di sebelah barat utara pulau Lombok ini membuatnya berdekatan dengan pulau Bali sehingga tidak heran banyak juga wisatawan yang berasal dari pulau dewata.

Gili Trawangan sendiri merupakan pulau terbesar dari Gili bersaudara yang terletak paling jauh dari daratan Lombok. Namun sejauh jauhnya itu pulaunya tetep kelihatan kok dari pelabuhan Bangsal – Lombok, hanya perlu 10 menit untuk mencapainya jika menggunakan speed boat dan 2.5jam dari Bali.

Awal mulanya pulau Gili Trawangan adalah tempat pembuangan para tawanan perang. Tak heran bahwasanya “Trawangan” berarti terowongan yang mengindikasikan sebuah gua yang terletak di sebuah bukit peninggalan jepang di masa perang dunia kedua ada di pulau ini.

Barulah pada tahun 1980-an para pendatang suku Bugis dari pulau Sulawesi menetap di pulau ini. Pariwisata di Gili Trawangan pun semakin mengeliat di akhir 1990 seiring ditemukan lebih dahulu oleh wisatawan asing dan mereka pun berbondong bondong berdatangan untuk menghitamkan kulit serta menikmati dunia bawah lautnya dan pantai perawannya.

Area yang paling mengalami kemajuan dalam pembangunan disebut Sentral yang merupakan tempat kapal berlabuh. Di sinilah segala pusat pertokoan, hotel, restauran tumpang tindih melayani para turis dari berbagai kalangan. Sedangkan di sebelah kanan (North) dari Sentral, menurut pengamatan saya sekilas lebih banyak diisi oleh Guest house dan restoran yang terjangkau. Di sebelah kiri (South) Sentral, lebih banyak terdapat akomodasi penginapan serta restauran berkelas lainnya. Hal ini menjadi pilihan saya karena suasana di sisi kiri pun lebih tenang ketimbang di sisi kanan. Selain itu, di sisi sebelah kiri ini, tempat yang cocok untuk menyaksikan matahari terbenam yang hanya berlangsung beberapa menit.

Berada di sini terkadang membuat saya nyaris lupa ada di Indonesia karena kebanyakan wisatawan yang ada berasal dari luar negeri. Mereka berbondong-bondong “kabur” dari negaranya dan datang ke Gili trawangan untuk mencari kehangatan matahari dan pasir putih.

Setelah meletakkan barang di resort dan mengisi perut, panas menyengat yang mendera di tengah siang itu semakin membuat saya tak sabar ingin menceburkan diri ke laut. Eits tapi tunggu dulu saya harus menahan diri untuk tidak langsung berlarian ke pantai dan berendam karena saya hanya punya waktu sedikit (satu-dua hari) untuk menjelajah pulau ini sehingga saya harus memaksimalkan waktu saya yang berharga. Jika kalian juga bernasib sama seperti saya berikut aktivitas – aktivitas seru yang saya rekomendasikan :

peta-gili-trawangan

Peta Gili Trawangan dari Lombok Guide

Water Sport
Kalau sudah di sini, basah-basahan itu wajib hukumnya. Saya aja kemana mana cukup pakai bikini, tidak mandi pagi lagi (dasar bawaan males!), langsung cus ke pantai. Mau snorkeling, mau paddle board, mau diving semua ada dan begitu banyak paketnya di semua tempat. Tinggal pilih dan bayar saja.

Namun untuk snorkeling, saya baru tahu harus pagi-pagi karena nantinya kita akan digabungkan dengan orang lain dan ditemani pemandu lalu naik kapal agak ke tengah, dapet makan siang, dipinjemi alat lalu baliknya siang hari sekitar jam 2. Sayangnya info tersebut baru saya ketahui dan hari itu udah telat karena saya tidak tahu prosedurnya (nggak tanya dulu sih!). Sebagai gantinya saya ingin liat penyu atau manta atau apa sajalah yang penting sambil nyebur ke laut. Jadi saya putuskan buat minjam alat snorkeling saja yang banyak bertebaran di Gili Trawangan. Ketika meminjam di Bee bar (sebelah utara di tepi pantai), saya sekalian ditawarin buat paddle boarding. Setelah kenalan sama pemiliknya yang ramah banget, saya setuju mau paddle boarding, padahal belum pernah dan gak bisa. Saya ajakin aja mas nya untuk ikutan biar dia yang dayungin saya ke tengah (gak sopan!). Surprisingly, mas nya mau dan malahan bawa gopronya buat motoin. Duh mas….

paddle-board
Si mas nya pun lalu ngajarin saya basic paddle boarding. Seperti surfing, papan seluncur diikat di kaki saya biar gak kabur. Setelah agak tengahan, ombak agak tenang saya pun mencoba berdiri. Satu dua kali sih hampir goyah, walau gak sampai jatuh ke laut. Kalau capek, ya saya duduk aja di papan itu. Si mas nya duluan nyebur ke laut buat liat apa ada penyu lewat. Setelah muter-muter ternyata nggak ada karena saya udah kesiangan. Hiks! Sebagai gantinya mas nya menyerahkan ke saya sebotol air mineral yang udah diisi roti kecil – kecil buat kasih makan ikan. Dengan iming-iming dipotoin, saya pun nyebur dan snorkeling. CROTTT!! begitu roti itu saya semburkan lewat lobang kecil di tutup botol, ikan-ikan dari antah berantah pun berdatangan dan mengerubuti tangan saya. Lucu!!! Eh barulah beberapa tahun kemudian saya tahu bawa sebaiknya tidak memberi makan dengan cara ini karena ragi roti bisa merusak terumbu karang dan membuat ikan bergantung sama manusia. Padahal di laut kan banyak sumber makanan buat si ikan. Begitu…

snorkeling
Meski gak sukses liat penyu, lumayan lah masih bisa snorkeling walaupun karang-karangnya masih sedikit dan harus agak ke tengahan buat nyari yang bagus. Kabar baiknya lagi adalah saya sudah bisa paddle boarding sendiri. Seru juga uy!

Lokasi :
Bee bar
Paddle Board Sewa 1 jam Rp.100.000 sudah termasuk free air kelapa / mineral water / jus jeruk
Snorkeling gear ( Fin, Google, Life Vest) masing masing Rp.25.000
Pinjem GoPro sekalian dikasih hasilnya Rp.200.000

Glass Buttom Boat
Ini adalah cara baru melihat bawah laut tanpa perlu basah basahan dan keluar tenaga. Cukup duduk manis menatap kaca yang diletakkan di lantai perahu kayu. Mulai dari pinggir pantai, pak nahkoda akan membawa kita ke beberapa spot cantik di Gili Trawangan. Biasanya Glass Bottom Boat ini sudah dalam satu paket snorkeling namun bisa juga dicarter pribadi. Biasanya yang digunakan adalah kapal kecil dan dibawa pelan kalau tidak tekanan air yang kencang malah bisa menghancurkan kacanya. Sewaktu naik kapal ini saya dan rombongan juga dibawa ke Gili Air dan Meno walaupun cuma liat dari jauh, nggak turun.

glass-bottom-boat
Yoga On the Beach
Bagi penyuka yoga, kenapa gak coba main di pantai sekalian? Pasir lembut Gili Trawangan cocok loh buat matras. Pasti langsung dapet tuh inner peacenya sambil dengarin deburan ombak dan semilir angin.

yoga-on-the-beach
Leyeh-Leyeh
Kan lagi liburan. Tidak ada salahnya hanya bobo siang atau menggosongkan kulit sambil membiarkan waktu berjalan dengan sendirinya. Jika bosan bisa bangun lalu berenang berenang sebentar lalu istirahat lagi begitu seterusnya hingga gak berasa sudah saatnya pulang. Kalau mau gratis, tinggal nyari pantai sepi yang belum di blok oleh restaurant tepi pantai dan rentangkan kain bali, lalu tidur. Kalau mau keren dikit, yah nyari resto tepi pantai sehingga bisa duduk dengan menyewa kursi malas mereka. Kalau sudah bosan dengan air laut, Anda bisa cukup leyeh-leyeh di penginapan sendiri yang punya private kolam renang.

 

leyeh-leyeh

Hunting Instagram-able spot
Pulau ini sendiri saja udah photogenic banget. Apalagi kalau ditambah spot-spot khusus yang dibikin manusia? Aduhai ciamik banget jadinya. Nggak heran kalau hunting foto itu mudah banget dapat foto kece. Demi dapetin foto sejuta umat yang main ayunan di laut, saya rela bersepeda ke ujung selatan dan masuk ke area Exile Bar di tepi laut untuk narsis doang. Antrian nya cukup panjang loh karena semua juga punya hasrat terpendam di sini.

exile

exile-bar

exile-bar-gili

Sunset Watching
Habis dari The Exile, saya pun berhenti di sebuah tikungan balik bertepatan dengan matahari terbenam. Orang-orang udah nampak berkerubung duduk gratisan sambil mandangin sunset contohnya si ibu bule di foto bawah ini. Saking khusyuknya, dia jadi model abadi sunset hari itu karena duduk di batu paling tinggi dan gak turun-turun meskipun mataharinya udah lenyap. Sebegitu terhipnotisnya kah ibu?

sunset-gili-trawangan
Nightlife
Balik dari sunset watching, pulang dulu ah ke resort. Kata mama maghrib jangan keluyuran (lah!). Habis mandi-mandi cantik, kini saatnya keluar makan dan habis itu nongkrong cantik. Menyandang nama sebagai party island, Gili Trawangan memang tidak mengecewakan. Live music di cafe, aneka show di bar dan lain-lain di semua tempat rasanya bikin malam jadi nggak bengong sehingga tidur bukanlah suatu pilihan. Kehidupan malam di sini makin berwarna selepas jam 10 malam hingga menjelang subuh. Tidak ada biaya masuk ke bar, cukup pesan minuman dan nikmati malam indah ini. Tak perlu juga dandan heboh. Tak perlu menggunakan high heels atau sepatu, cukup gunakan sandal chic dan pakaian casual seperti mini dress, crop top, atau jumpsuit agar leluasa berdansa. Let’s get the party started!

 

nightlife-gili-trawangan

Movie on the beach
Bagi pecinta film, ini salah satu hal yang gak boleh dilewatkan yakni nonton di film di atas pasir. Istilahnya layar tancap mewah.

movie-time-in-gili-trawangan
Lokasi :
Villa Ombak
Waktu : Setiap hari pukul 19.00 (film yang akan diputar malamnya bisa dilihat langsung di tempat)
Harga : Rp.50.000

How to get Around
Biking
Jika tinggal di hotel / resort yang menyediakan sepeda gratis, anda dapat meminjamnya untuk beberapa saat. Jika tidak, peminjaman sepeda ada hampir di mana saja. Ada sepeda single maupun tandem dengan harga bervariasi dan tergantung berapa lama pemakaian. Saran saya, pinjam untuk setengah harian karena Gili Trawangan yang memiliki panjang 3 km dan lebar 2km ini bisa dikelilingi dengan sepeda kurang lebih selama 1,5 jam dengan catatan beberapa tempat ada yang memiliki tumpukan pasir yang dalam sehingga sepeda harus dituntun untuk melewatinya. Selain itu tentunya anda akan stop beberapa kali untuk mengagumi keindahan alam dan suasana pulau sehingga waktu setengah hari dirasa cukup untuk bersepeda, ditambah dengan beristirahat.
Harga : mulai dari Rp.15.000/jam atau RP.50.000/hari (nego)

Cidomo (kereta yang ditarik kuda)
Transportasi ini termasuk paling ekslusif dan mahal karena di sini tidak diperbolehkan menggunakan kendaraan bermotor. Saya mencobanya sekali bertiga teman di malam hari dan dikenai tarif Rp.100.000 untuk 7 menit berkendara. Mahal yah? Iya soalnya satu kuda hanya dapat beroperasi 2-3 jam saja sehingga operasional tinggi kali hehe. Kalau mau murah dan menyehatkan jalan kaki memang pilihan utama.

gili-trawangan
Where To Stay
Gili Trawangan Resort
Liat lebih detail di sini yah -> The Trawangan Resort

 

The-Trawangan-Resort

Kokomo Resort
Kali kedua saya ke Gili Trawangan, saya nginep di Ko-Ko-Mo Resort yang masih satu grup sama fast boat Gili Getaway. Begitu turun dari fast boat, staf kokomo sudah ada di tepi pantai menjemput saya dan menyiapkan cidomo. Jadi gak perlu lagi geret-geret koper dan angkut tas sampai ke resortnya di selatan sana. Fiuh!

Vilanya yang saya tinggali terdiri dari dua kamar dengan kolam renang pribadi dan living room yang open space.

kokomo-resort-gili-trawangan

kokomo-gili-trawangan

Where To Eat
Pasar Seni
Di malam hari tepat di Sentral, terdapat semacam pasar tumpah kuliner rakyat di lapangan yang menyajikan makanan lokal dalam bentuk gerobak. Mulai dari nasi goreng hingga jajanan seperti pentol dan jagung bakar, semuanya lengkap. Suasana yang ramai dengan wisatawan asing yang mencoba hidangan pinggir jalan adalah pemandangan tersendiri.

Malam itu, saya makan ikan bakar pake nasi dengan minum kira kira habis 40 ribu. Agak lama sih nunggunya karena rame banget. Tempat duduk aja harus berebut akhirnya saya makan di kedai orang dengan catatan pesen minum di sini makannya tetep cari yang lain. Jika dihitung makan di sini lebih lebih murah 2x lipat. Sebagai contoh saya makan siang di Scallywags, makanan indonesia dan minum kena 100 ribu. Rasanya pun belum bisa nyaingi rasa di pasar malam ini.

 

Pasar-di-Gili-trawangan

seafood-gili-trawangan
Info penting :
1. Tidak ada rumah sakit. Jika sakit, hanya ada semacam klinik di Villa Ombak.
2. ATM Machine terletak di samping Villa Ombak.
3. Usahakan selalu menawar untuk jasa transportasi / tur kecuali jika telah tertera harga pas.

How to get to Gili Trawangan?
Terbang ke Lombok, dari sana baru deh ke pelabuhan lalu naik kapal ke Gili Trawangan.. bentar gak nyampe setengah jam.
Kalau gak yah naik fast boat dari Bali. Salah satunya yang saya coba adalah Gili Getaway.
Fast Boat ini menjemput saya dari hotel di Legian lalu men-drop saya di pelabuhan Serangan. Lalu saya pun naik kapalnya yang jam 9.30 dan tiba pas makan siang di Gili Trawangan. Ombak sewaktu perjalanan bisa jadi agak kencang. Namun di kapal ada Wifi (pas lagi mati ketika saya naik), life jacket masing masing satu, TV, di kasih handuk basah, dikasih mineral water, ada toilet bersih dan ada sun deck. Nah sun deck ini biasanya cuma bule yang mau karena selama lebih kurang 2 jam mereka bisa ngitemin kulit. Cuma kadang ombaknya bener – bener kenceng bagi yang suka mabuk waspada.. kalau aku sih suka karena berasa naik roller coaster.

gili-getaway

gili-getaway-cabin

About the author

Travel Now or NEVER
12 Responses
  1. si engkong

    Len, Gili Trawangan memang semakin populer tapi sangat disayangkan masih ada yang belum lengkap yah itu lah RS dan Polisi, kalau ada problem gimana minta bantuan Polisinya dan RS nya ?

  2. @engkong : Kalo sakit mungkin bisa coba ke klinik di hotel villa ombak kalo gawat darurat langsung nyebrang balik ke Lombok aja kong kapalnya reguler dan deket kok.

    Nah kalo pos polisi ada kata guide saya tapi pas saya keliling gak keliatan. So far sih rasanya aman aman aja hihi

  3. Dear lenny, kalau mau 2hr di gili trawangan, wisata apa aja yg d rekomendasi? Kalao lihat sunset bagus di pantai bagian mana ya, and kalau rame apakah harus d resto apa bs duduk di pantai saja buat lihat sunset? Ada rekomendasi ga tour utk trip ke pulau gili lainnya utk snorkeling? Makasi ya infonya.. Maap nanya nya banyak nih.. Hehehe

  4. @sandro : kalau 2 hari mungkin hari pertama ikut paket tur snorkeling / diving di Trawangan dan bisa juga ke Gili Meno dan Air. Terus yang ke 2 lebih santai coba nikmati keliling pulau pakai sepeda. Kalau suka dugem siap siap juga malamnya bakal seru. Kalau gak suka bisa nonton layar tancap di resto yang menyediakan. Sunset bagus di sunset becah. sunset beach bisa kok diliat rame rame di pantai umumnya atau bisa juga di resto sekitar itu mereka biasa nyediaan kursi pantai gt. Bisa minta no hpnya aja biar aku rekomendasiin ke guide ku yang punya tur? Thanks

  5. @geovanny :
    U bisa ikutan paket snorkeling / diving yang tentunya udah nghabisin waktu setengah hari + lunch. After break, u bisa minjem sepeda terus gowes keliling pulau sambil nunggu sunset lalu pulang. Sounds great?

  6. hi lenny, mending stay di senggigi atau di gili sih..rencana mau brgkt dr bali ke lombok tp lg galau mau stay di senggigi atau gili..one trip snorkeling kalo dari senggigi mahal juga yah ke 3 gili..ada contact tour ga len di gilli? thanks before yah
    email aku ulfa.r86@gmail.com

  7. halo lenny, update dong, skrg kalo mau cuma naik glassbottom boat tanpa snorkling berapaan ya? terus ada jadwal tertentu ngga, kaya snorkling trip gitu? gabisa berenang, males basah2 hahahhaa.

    thanks anyway

  8. @rizzola : Kalau mau puas langsung sewa satu kapal kecil aja sekitar 10 penumpang jadi bisa tentuiin jadwal sendiri. kalau saya kemarin karena udah include paket tur jadinya ga tau harganya haha tapi kayaknya di sekitar gili trawangan banyak jasa yang sama langsung tanya aja yah 😀

Leave a Reply